
Kemudian ketika Hao Chen selesai mandi, dia cukup terkejut ketika menyadari kalau Su Yao masih meditasi dengan tenang.
"Dia benar-benar bisa berkonsentrasi, apa yang sebenarnya terjadi padanya selama beberapa bulan ini?" batin Hao Chen dengan penuh tanya.
Awalnya dia tidak ingin mengganggu Hao Chen segera duduk mencari tempat untuk berlatih, tapi dia terkejut ketika Su Yao telah membuka matanya.
"Sepertinya giliran ku." Ucap Su Yao dengan tatapan aneh.
Tanpa terlalu banyak bicara Su Yao segera pergi kekamar mandi, tapi ada senyum aneh diwajahnya.
"Ugh...dia nampak berbeda." Ucap Hao Chen yang segera duduk dikasur, dengan posisi duduk bersilang.
Sebab saat ini dia sedang bingung, karena dia sudah berada diambang terobosan. Memang terobosan Hao Chen berbeda, sebab saat ini dia memiliki kekuatan setingkat dewa awal, dimana Hao Chen sendiri berada ditingkat Soul Sage.
Ketika Hao Chen menerobos ketingkat Soul Saint, kekuatannya akan berada diranah Dewa sejati 110, dimana akan ada proses pemisahan antara manusia dan dewa.
Ketika mencapai tingkat dewa kelas dua atau bisa disebut dewa sejati, seseorang akan dapat menahan tekanan atmosfer dan mampu melintasi alam semesta, maka dari itu tingkat ini sangat penting.
"Tianlong, apakah kau ada disana?" tanya Hao Chen melalui kesadaran Ilahinya.
"Tidak perlu kau jelaskan, jika kau ingin menerobos aku tidak mempermasalahkannya, tapi sebaiknya kau bertanya dulu pada wanitamu itu." Jawab Tianlong dengan nada yang aneh.
"Hah?! apa maksud perkataan mu itu?!" Hao Chen segera merah setelah Tianlong mengatakan hal tersebut.
"Hahahaha! ternyata kebijaksanaan dan sikap mu itu tidak sebanding jika berurusan dengan cinta." Ucap Tianlong sambil tertawa keras.
"Kau....dasar monster tua menjengkelkan!" gerutu Hao Chen dengan kesal.
"Tapi aku harus jujur saja padamu, semakin cepat kau mengakuinya maka akan semakin baik, sebelum kau akan mengalami banyak penyesalan sepertiku." Ucap Tianlong dengan ekspresi suram.
__ADS_1
"...." Hao Chen segera terdiam dan merenungkan perkataan Tianlong, karena Hao Chen memiliki tebakan jika dia memiliki masalah tentang hubungannya.
Hao Chen ingin lebih banyak bicara dengan Tianlong, tapi sepertinya dia membuat Tianlong mengingat kenangan yang tidak menyenangkan.
Disaat yang sama Hao Chen segera tersadar ketika tangan lembut menepuk pundaknya, sehingga membuatnya tersadar.
"Eh? kau sudah selesai?" tanya Hao Chen yang segera terkejut melihat wajah Su Yao terlalu dekat.
"En! aku selesai, tapi aku cukup aneh melihatmu seperti berbicara sendiri sendiri." Jawab Su Yao yang segera duduk disampingnya.
"Hah...aku saat ini sedang bingung, apakah aku harus menerobos ketingkat berikutnya atau tidak." Jawab Hao Chen sambil merenungkan lagi.
"Terobosan? kalau tidak salah kau berada ditingkat Soul Sage bukan?" tanya Su Yao yang masih belum terlalu memahami kondisinya.
"Ya...memang aku berada ditingkat Soul Sage, tapi kalau masalah kekuatan sih..." Hao Chen segera mengeluarkan aura dewa miliknya.
"Kau telah mencapai tingkat dewa? bagaimana mungkin? kau seharusnya berada ditingkat Soul Sage, tapi aura dewa milikmu adalah nyata." Su Yao segera mengekpresikan keterkejutannya ketika merasakan aura dewa milik Hao Chen.
"Begitu ya...tunggu jangan kau katakan ketika kau menerobos ketingkat Soul Saint nanti, kekuatanmu sudah setara dengan Dewa kelas dua?!" tanya Su Yao dengan keras.
"Sepertinya aku memiliki seratus persen keyakinan..." Jawab Hao Chen dengan bingung.
"Kau tidak boleh menerobos sama sekali, sampai kau mulai memasuki cobaan jalan dewa pembantaian, kau dilarang melakukan terobosan!" ucap Su Yao yang segera memegang tangan Hao Chen.
Hao Chen segera tertegu mendengar hal tersebut, tapi setelah melihat keseriusan Su Yao dia hanya merasa bingung.
"Memangnya kenapa tidak bisa? apakah ada syarat khusus untuk melaksanakan cobaan jalan dewa pembantaian?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
Su Yao segera berkata sambil menghela nafas berat, "Hah...apakah kau tidak tahu kalau untuk mengikuti cobaan dewa pembantaian, kau harus memiliki kekuatan dibawah tingkat dewa?"
__ADS_1
"Tunggu?! apakah memang begitu? tapi kenapa aku tidak mengetahuinya...?" Hao Chen segera memasang ekspresi kebingungan diwajahnya.
Su Yao segera mengelengkan kepalanya dan berkata, "Aku mengetahui hal ini dari guru sekaligus nenekku, walaupun dia gagal melewati cobaan dewa, tapi dia memiliki pengalaman disana, contoh termudah nya adalah kau harus memiliki tingkat kultivasi dibawah ranah dewa."
"Apa...?!! bagaimana kondisiku sekarang? tapi tingkat kultivasiku berada diranah dewa awal, namun tingkat kultivasiku berada ditingkat Soul Sage, apakah itu dapat dihitung?" tanya Hao Chen dengan panik.
Lalu Su Yao segera berkata, "Jika untuk kasus mu sih, aku tidak terlalu memahaminya dengan baik, tapi kau memiliki kemungkinan untuk bisa menjalani cobaan dewa pembantai, maka dari aku sarankan agar kau tidak menerobos sampai memasuki cobaan dewa pembantaian."
Hao Chen segera menjadi suram dengan kondisinya, bisa dikatakan jika dia tidak bisa tenang karena dia sendiri belum yakin apakah dia masih memenuhi syarat untuk melaksanakan cobaan dewa Pembantaian.
"Semoga saja aku bisa, tapi ngomong-ngomong aku agak bingung kenapa nenekmu sampai ikut mengantarmu?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Sebenarnya aku ingin diajak untuk kesebuah celah ruang yang akan menuntun ku ketempat yang disebut alam Permaisuri Giok, nenekku juga berkata kalau ada banyak harta berharga dan teknik yang luar biasa disana." Jawab Su Yao sambil tersenyum pahit.
"Jadi disana ada sesuatu yang menarik, Hem...apakah aku boleh ikut?" tanya Hao Chen yang segera mengedipkan matanya.
Lalu Su Yao menjawabnya sambil menatap curiga, "Apakah kau ingin menjarah harta disana? aku sarankan agar kau tidak melakukannya, karena seluruh keluarga Xu akan mengincar mu sampai mati, belum lagi disetiap benda telah diselimuti oleh energi dari Permaisuri Giok generasi pertama."
"Yah...sebenarnya aku ingin melakukannya, tapi aku memiliki tujuan lain." Ucap Hao Chen dengan ekspresi misterius.
"Hem...mencurigakan, tapi aku tidak masalah, lagi pula aku membutuhkan teman, ngomong-ngomong apakah kau benar-benar yakin tidak ingin harta berharga yang ada disana nanti?" tanya Su Yao yang ingin mendapatkan kepastian.
"Tenang saja aku benar-benar tidak berniat untuk melakukan hal seperti itu, yakinlah aku tidak akan serahkan, karena yang aku butuhkan hanya satu barang saja." Ucap Hao Chen yang segera memegang tangan Su Yao.
"Kalau begitu aku tidak masalah sih..." wajah Su Yao segera memerah ketika tangannya dipegang.
"Sebenarnya sih harta berharga yang aku miliki sudah sangat banyak, bahkan Tianlong kesulitan untuk merapikannya." Batin Hao Chen sambil tersenyum pahit.
Disisi lain Tianlong yang dalam wujud manusia mulai membereskan banyak jenis harta yang sangat berharga.
__ADS_1
"Sial! kenapa harta yang paling diperebutkan oleh banyak mahluk hidup bisa-bisa dimiliki anak ini sih!" gerutu Tianlong yang kelelahan merapikan banyak hal.
"Merepotkan sekali, hah...aku malah jadi tukang pembersih..." Ucap Tianlong dengan ekspresi tak berdaya.