The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 190. Pemilihan peserta turnamen


__ADS_3

Lalu hari demi hari terus berlalu dan semenjak Hao Chen mulai berlatih dibawah bimbingan Lao Zu, intensitas latihannya jauh lebih keras dan lebih berbahaya.


Bahkan Hao Chen sendiri sedikit kaget melihat ketegasan Lao Zu dalam melatihnya, tapi ia sama sekali tidak mengeluh tentang cara Lao Zu dalam melatihnya.


Tapi kerasnya latihan yang dijalankan oleh Hao Chen sendiri menuai hasil yang maksimal, sebab teknik bertarungnya benar-benar sudah sangat terasah, ditambah lagi Hao Chen sudah mulai bisa mengontrol Kekuatannya sendiri.


Kekuatan magis, teknik bertarung, dan instingnya benar-benar diasah serta ditempa dengan baik dibawah bimbingan Lao Zu.


Setiap latihannya tergolong unik yaitu terus berlari diatas air dengan mengandalkan kekuatan mental, menghadapi rentetan serang sambil menutup mata, kesadaran spiritual dan mentalnya, lalu dilarang menggunakan kekuatan roh ataupun magis lainnya dan hanya mengandalkan kekuatan fisik.


Namun hasil latihan intensif tersebut berbuah hasil yang luar biasa dalam satu setengah bulan Hao Chen berlatih dibawah bimbingan Lao Zu.


Sementara itu diseluruh akademi langit cerah, banyak pembicaraan tentang turnamen pemuda berbakat yang akan dilaksanakan dalam satu setengah bulan lagi, dimana tepat hari ini akan ada seleksi untuk mengikuti turnamen tersebut.


Turnamen ini dibagi menjadi tiga jenis pertandingan, yaitu junior, senior, dan ahli. Dengan susunan Junior dengan batas usia 14 sampai 16 tahun, senior 16 sampai 20 tahun, dan ahli 20 sampai 22 tahun.


Tapi yang paling antusias untuk menjadi bagian dalam peserta turnamen ini adalah murid-murid yang berasal dari perantara luar, sebab jika mereka dapat menunjukkan kehebatan mereka dalam turnamen maka ada kesempatan yang lebih besar untuk masuk perantara dalam.


Walaupun banyak spekulasi jika kelompok Zhou Yuan akan dipilih sebagai perwakilan peserta junior dalam turnamen ini, tapi hal tersebut tidak menghalangi banyaknya murid yang ingin menjadi peserta dalam turnamen ini.


Lalu disebuah danau yang dikelilingi oleh air yang jernih ada Hao Chen yang sedang duduk bersila diatas sebuah batu yang berada ditengah-tengah danau tersebut, dia nampak sedang bermeditasi dengan tenang tanpa terganggu.


Lalu secara tiba-tiba aliran petir segera muncul dari bawah air dan segera muncul sesosok monster dengan wujud aneh, tapi jika dilihat dengan baik monster itu mirip seperti ikan piranha dengan kulit hitam diikuti oleh aliran listrik yang kuat.

__ADS_1


Tidak hanya satu tapi ada sekitar ribuan jumlahnya, walaupun tidak besar sekelompok ikan tersebut sepertinya sangat berbahaya.


Tapi Hao Chen masih menutup matanya seakan tak memperdulikan kedatangan mereka, sampai ketika ada salah satu mahluk itu yang akan memakan kepala Hao Chen.


Secara tiba-tiba Hao Chen membuka matanya, dimana ada suara aneh dengan cahaya biru yang tiba-tiba melintas disekitar monster tersebut, lalu....


"Slaas...Slaas...Slaas...Slaas...!"


Secara tiba-tiba para monster itu terpotong-potong setelah cahaya biru samar itu melintas mereka, anehnya lagi ketika mereka lenyap mereka menjadi sebuah energi berbentuk bulat dengan energi listrik yang luar biasa.


"Sepertinya aku tidak bisa mengajarimu apapun deh..." ucap Lao Zu yang dengan santai memancing ditengah danau yang berisikan monster tadi.


"Tidak...Tidak, aku masih belum bisa disandingkan denganmu kakek kebun, tapi menurutku setelah berlatih dengan anda aku merasa jika berkembang ku benar-benar sangat luar biasa." Kata Hao Chen sambil tersenyum dan segera mengambil energi listrik tersebut.


Lalu setelah Hao Chen mengambil energi listrik tersebut dia segera menutup matanya dan mulai meditasi lagi, tapi kali ini energi listrik yang mengerikan segera memasuki tubuhnya dan seperti sedang menempa tubuhnya.


Proses meditasi tersebut tidak berlangsung lama sekitar sepuluh atau lima belas menit untuk selesai, dimana setelah itu Hao Chen segera mengeluarkan asap hitam pekat dari tubuhnya.


"Sepertinya energi listrik dari ikan-ikan itu sudah tidak berguna lagi." Gumam Hao Chen yang langsung berdiri dan melangkah ke tempatnya Lao Zu.


"Sepertinya latihanmu bisa dikatakan sangat sukses, namun karena kekuatanmu yang sudah menyentuh batas fana dan segera menerobos ketahap dewa, latihan ini tidak terlalu efektif sekarang." Ucap Lao Zu sambil mendayung perahu tersebut menuju ketepian.


Lalu Hao Chen segera berkata, "Sepertinya aku harus menggunakan petir kehancuran untuk menempa tubuhku, karena aku masih kurang yakin jika terjadi petir Bencana nanti."

__ADS_1


"Hahahaha...sebenarnya dengan kondisimu sekarang seharusnya kau dapat melakukan terobosan, tapi karena standarmu terlalu kuat dan tidak wajar sudah seharusnya kau mengincar lebih, namun kau tidak perlu khawatir sebab ada cara lain untuk mengatasinya." Ucap Lao Zu dengan tawa keras.


"Benarkah! lalu apa itu?!" tanya Hao Chen dengan penuh semangat.


Lao Zu segera bertanya balik, "Kau tau jika alam petir yang kita tempati ini berada dilantai kedelapan?"


Lalu Hao Chen hanya segera mengangguk paham, "Ya! aku tau itu, tapi apa hubungannya hal ini dengan pelatih ku?"


Lao Zu segera berkata,"Dialam petir ini terdapat sembilan lantai utama, dimana disetiap lantai memiliki kekuatan petir yang berbeda-beda, seiring dengan tinggi lantainya maka akan semakin kuat lantainya. Tapi pernahkah kau sadari jika ada lantai puncak yaitu lantai kesepuluh yang menjadi pusat dari petir yang ada disetiap lantai?"


"Jadi ada lantai kesepuluh dialam petir ini? jika aku hitung-hitung sejak aku mulai sering berlatih dialam petir ini, seharusnya petir dilantai kesembilan dapat aku atasi, tapi apa yang ada dilantai kesepuluh itu?" tanya Hao Chen dengan mata berbinar-binar.


"Tentunya ditempat tersebut terdapat sumber petir yang sangat dahsyat, bisa dikatakan jika petir yang ada ditempat tersebut merupakan petir Bencana!" jawab Lao Zu dengan senyum misterius.


"Apa?! bagaimana bisa petir bencana yang selalu muncul ketika seseorang melakukan terobosan ketingkat dewa, bisa ada dan muncul berkali-kali?" ucap Hao Chen dengan bingung.


"Tentunya petir tersebut tidak sekuat petir bencana yang asli, lebih tepatnya hanya mengandung delapan puluh lima persen kekuatan petir bencana yang sebenarnya. Disaat orang-orang akademi menciptakan alam ini, secara tidak sengaja inti petir aneh tersebut muncul dan mulai mengeluarkan energi petir yang luar biasa, ditambah lagi bisa dimanfaatkan untuk berlatih." Kata Lao Zu dengan santai.


"Baiklah ayo pergi kemana!" Ucap Hao Chen yang ingin segera pergi.


Namun hal tersebut segera dihentikan oleh Lao Zu dan ia segera berkata, "Sebaiknya kau beristirahat dulu untuk hari ini, karena tidak terlalu baik terlalu sering berlatih dan beristirahat merupakan hal yang baik untuk memulihkan mentalmu."


"Ah! aku baru ingat, kalau begitu kita akan bertemu besok lagi!" ucap Hao Chen yang segera pergi dengan kemampuan ruangnya.

__ADS_1


"Eh?! tunggu dulu!" Lao Zu ingin menghentikannya namun sayangnya cahaya perak segera berkedip dan Hao Chen menghilang.


"Lah? sudah menghilang begitu saja, padahal aku ingin bertanya apakah dia mau ikut campur dalam turnamen tersebut, sebab hari ini adalah seleksinya." Ucap Lao Zu dengan ekspresi tak berdaya.


__ADS_2