The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 161. Kau tidak bisa membaca peta?


__ADS_3

Sementara itu Hao Chen hanya duduk tanpa berbuat apapun karena Su Yao memintanya untuk tidak melihat kearahnya, sebab ada sesuatu yang bergelantungan dimana hal tersebut dianggap indah oleh Hao Chen sendiri.


"Sayang sekali aku tidak dapat melihatnya lagi..." batin Hao Chen dengan sedikit cemberut.


"Tapi apa yang terjadi padaku? biasanya aku tidak pernah memberikan perhatian penuh pada seseorang..." Hao Chen hanya diam melihat langit cerah tertutup awan.


Angin sepoi-sepoi segera menerpa Hao Chen yang duduk dengan santai, perasaan nyaman dan damai membuat Hao Chen menjadi ingin tidur ditempat yang nyaman.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Su Yao yang secara tiba-tiba duduk disamping Hao Chen.


"Tidak ada sesuatu yang penting, hanya memikirkan sesuatu yang tidak penting..." jawab Hao Chen yang menatap kearah tanah dengan rumput-rumput yang tertiup angin.


"Ngomong-ngomong kenapa kau masih belum menganti pakaianmu? apakah kau suka pakai kultivator zaman kuno?" tanya Hao Chen yang memandang Su Yao.


"Bajuku masih belum kering, jadi karena itu aku masih memakainya." Jawab Su Yao.


"Hem...dari mana kau mendapatkan pakaian itu? dari kelihatannya ada kekuatan yang luar biasa dari pakaian kultivator itu..." Ucap Hao Chen.


Lalu Su Yao segera berkata, "Aku juga tidak terlalu mengerti, tapi aku yakin pakaian ini pasti merupakan artefak jadi aku pakai saja dulu. Tapi baju ini terlihat vulgar karena ada beberapa titik yang dapat dilihat dengan mudah, apa lagi sepertinya pakaian ini sepertinya mudah untuk dilepaskan..."


"Hem...tapi dari kulihat kau sudah terbiasa dengan pakaian zaman kuno." Ucap Hao Chen.


"Apa kau mengejekku?" tanya Su Yao dengan sedikit marah.


"Tidak juga ini merupakan pujian kau terlihat cantik dengan pakaian seperti itu, tapi apa pun yang kau kenakan pasti akan sangat cantik." Puji Hao Chen dengan tulus.


'Blusss...!'


Wajah Su Yao secara tiba-tiba memerah dan dia menjadi canggung, setelah pujian tulus dari Hao Chen tadi.


"A-Aku akan segera menganti pakaianku dulu, setelah itu kita dapat pergi untuk menjelajahi labirin ini." Ucap Su Yao yang segera pergi dengan wajah memerah dengan asap mengepul dari kepalanya.

__ADS_1


"Hem? apakah aku mengatakan sesuatu yang salah padanya, aku hanya memujinya saja loh.." batin Hao Chen dengan perasaan aneh.


Setelah lama menunggu Hao Chen segera mendengar suara dari Su Yao yang saat ini sudah berganti pakaian.


"Kau boleh berbalik."


Kemudian Hao Chen segera melihat sosok Su Yao dengan pakaian berwarna biru dengan kombinasi putih cerah, walaupun terlihat biasa-biasa saja dengan penampilan Su Yao apa pun yang dia kenakan pasti akan cantik.


"Bagaimana?" tanya Su Yao dengan sedikit malu-malu.


"Um...cantik juga, kan sudah aku katakan jika apapun yang kau kenakan pasti akan tetap cantik..." Puji Hao Chen dengan senyum tulus.


'Bluss....!'


Wajah Su Yao menjadi semakin memerah dan dia segera berkata, "Sudahlah ayo kita masuk."


"Apakah kau sudah mengetahui semua jalannya?" tanya Hao Chen.


"Jadi kau yang pimpin jalannya.." Ucap Hao Chen yang sedang menunggu Su Yao maju duluan.


"Baiklah...aku yang pimpin!" Su Yao pun segera maju duluan, tapi ada ekspresi khawatir dari wajahnya.


Tanpa memperhatikan hal tersebut Hao Chen hanya segera mengikuti arahan dari Su Yao, awalnya mereka disambut oleh ruangan gelap tapi secara tiba-tiba ruangan tersebut segera terang ketika Hao Chen dan Su Yao masuk.


"Batu cahaya? sepertinya orang yang desain labirin ini sangat pintar, tidak kusangka dia memanfaatkan batu cahaya sebagai pengganti alat penerangan lain seperti obor atau lampu." Puji Hao Chen yang melihat sistem penerangan ruangan ini.


"Bukannya hal ini seperti ini adalah wajar, apalagi yang menciptakan ini mungkin salah satu dari kedua Petapa naga putih dan naga hitam, karena kepintaran manusialah yang membuat kita sering ditakuti oleh ras lainnya." Ucap Su Yao yang berjalan pelan sambil memegang peta.


Kemudian Hao Chen segera berkata, "Ya kau benar sekali manusia memiliki pemikiran yang luar biasa, bahkan manusia yang tidak bisa berkultivasi bisa saja mendapatkan kekuatan dengan teknologi yang telah diciptakan. Walaupun teknologi dari manusia biasa tidak dapat menandingi kekuatan para kultivator, tapi mereka patut dipuji karena sanggup menciptakan sesuatu yang bisa setara dengan para kultivator."


"Ngomong-ngomong tentang teknologi...sudah diperingatkan berapa kau sebagai master ala roh?" tanya Su Yao secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Untuk sekarang aku masih ada diperingkat ketujuh, walaupun sebenarnya aku jarang menggunakan alat roh tapi karena suatu saat akan berguna, maka aku mempelajarinya." Jawab Hao Chen dengan santai.


Kemudian mereka segera melajukan perjalanan menjelajahi labirin tersebut..


Empat jam kemudian......


Entah mengapa Hao Chen merasa jika ada yang aneh dengan Su Yao, dimana mereka telah berjalan selama empat jam tapi mereka tidak menemukan apapun.


"Su Yao bisakah aku bertanya tentang sesuatu?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


"Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?" Su Yao pun segera mempersilahkan Hao Chen untuk bertanya.


"Bagaimana jika aku saja yang memegang petanya." Ucap Hao Chen dengan sedikit enggan membuat masalah.


"Kenapa apakah kau tidak percaya denganku?" tanya Su Yao dengan cemberut.


"Ya...karena menurutku kau seperti kesulitan dalam membaca peta." Jawab Hao Chen dengan sedikit ragu.


"Apa?! hump, lihatlah ini aku pasti akan membawa kedalam ruangan berharga bahkan ketempat yang berada ujung labirin ini." Ucap Su Yao yang segera pergi dulu.


Sementara itu Hao Chen hanya mengikutinya dengan perasaan tidak berdaya, karena dia tau jika Su Yao benar-benar kesulitan membaca peta.


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menjelajahi labirin ini dengan waktu yang lama, sampai mereka pun segera mencapai jalan buntu.


"Su Yao...sebaiknya kau jujur saja padaku, apakah kau kesulitan dalam membaca peta?" tanya Hao Chen dengan senyum aneh.


Wajah Su Yao segera merah dan dia segera berkata dengan malu-malu, "Y-Ya aku memang kesulitan dalam membaca peta, karena peta sangat sulit untuk dipelajari."


"Sebaiknya aku saja yang memimpin jalannya." Ucap Hao Chen dengan kondisi tak berdaya.


"Ini silahkan!" ucap Su Yao segera menyerahkan peta tersebut pada Hao Chen.

__ADS_1


__ADS_2