
Lou Hua segera melirik kondisi sekitar dimana apa yang dikatakan oleh Mu Bai ada benarnya, mata semua orang tertuju padanya.
Tapi Lou Hua segera menghela nafas panjang dan mengejutkan mereka semua, namun mereka tetap memasang kewaspadaan yang tinggi padanya.
"Jika kau ingin mengambilnya dariku, maka kau tidak akan mendapatkan apapun karena peta tersebut tidak ada di tanganku." Ucap Lou Hua dengan datar.
"Hahahaha! apakah tipuan seperti itu akan dapat mempan pada kami?!" tanya Mu Bai dengan tatapan mengerikan.
"Heh...kau pikir hanya dengan ditemani oleh banyak orang, kau bisa berbuat seenaknya? lagipula aku bisa membunuhmu dan pergi dari sini dengan sebuah trik." Jawab Lou Hua dengan ekspresi mengejek.
"Kau! sebaiknya serahkan peta itu pada kami sekarang!" perintah Mu Bai yang sangat menunjuk aura Harimau Putih.
"Hahahaha...aura lemah seperti ini dapat menekankan diriku ini? bodoh sekali, sudah aku katakan bahwa peta tersebut tidak ada ditangan kami." Ucap Lou Hua tanpa terpengaruh.
"Sebelum aku kehabisan kesabaran, sebaiknya serahkan peta itu sekarang juga!!" amarah dari Mu Bai semakin menjadi-jadi, bahkan cakar Harimau Putih mulai muncul.
"Hah...idiot! sungguh idiot! apakah kau tidak berfikir jika adikku serta tunangannya masih baik-baik saja?" tanya Lou Hua yang terlihat tidak berdaya mengatasi tempramen Mu Bai.
Mu Bai segera berkata, "Apa hubungannya hal ini dengan peta tersebut?!"
"Kau harusnya tau jika Bai Jun telah menyerang Chu Qing dan adikku bukan? seharusnya kau juga tau tujuan dari Bai Jun, lalu kau pasti tau jika Chu Qing diserang oleh orang misterius yang ingin membunuhnya." Ucap Lou Hua yang segera menunjuk kearah Chu Qing dan Lou Yan yang masih baik-baik saja.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Mu Bai dengan bingung.
"Seharusnya kau sudah sejak dari awal sadar, jika Chu Qing dan adikku memutuskan untuk menyerahkan peta tersebut pada orang misterius tersebut, karena mereka masih ingin hidup, jadi wajar saja jika mereka menyerahkan peta tersebut." Jawab Lou Hua sambil menggosok keningnya.
"Ini...bagaimana mungkin?" ekspresi Mu Bai segera kaku mendengar perkataan Lou Hua.
"Itu terserah mu mau percaya atau tidak, sebab seorang God King saja tidak akan bisa menemukan peta tersebut ditangan kami." Ucap Lou Hua dengan ekspresi sinis.
"Ck!" Mu Bai segera menarik transformasi Harimau Putih miliknya dan segera berbalik pergi.
Lalu ekspresi Mu Bai menjadi aneh ketika melihat ekspresi wajah Chu Qing yang sedang berada dibawah, dimana ia sedang menatap sosok pria dengan rambut perak dan mata biru cerah sedang duduk santai menunggu celah penghubung muncul.
"Siapa pria itu?" batin Chu Qing yang segera dipenuhi oleh pertanyaan.
__ADS_1
Tapi ketika Mu Bai memperhatikan baik-baik ekspresi wajah mereka, ia berhasil menebak jika orang tersebut adalah yang dimaksud oleh Lou Hua.
"Ternyata dia rupanya!" ucap Mu Bai dengan senyum arogan.
Dengan penuh percaya diri Mu Bai segera mendatangi pria rambut perak tersebut yang tidak lain adalah Hao Chen.
"Apakah kau yang memegang peta itu? kau hanya bisa menjawab dengan jujur, jika tidak kau akan menyesali ini!" Ancam Mu Bai dengan nada arogan.
"Apakah aku harus membunuhnya? tapi sepertinya tidak menyenangkan kalau dia langsung kubunuh, lebih baik aku mempermainkannya." Batin Hao Chen yang pura-pura tidak mendengar suara Mu Bai.
"Dasar brengs*k! jawab aku!" ucap Mu Bai dengan marah.
"Oh? ternyata ada orang, tadi kau bilang apa?" tanya Hao Chen.
"Kau mati sekarang!!" Mu Bai dengan penuh amarah segera maju dan menyerang Hao Chen.
Tapi Hao Chen dengan santai masih duduk dan meminum tetesan terakhir dari teh hijaunya, kemudian Hao Chen segera mengeluarkan sesuatu dari gelang penyimpanan miliknya.
Tanpa mengetahui apa yang dikeluarkan oleh Hao Chen, Mu Bai dengan percaya diri segera menyerangnya.
Walaupun serangannya hampir mengenai Hao Chen, ia segera mundur dan segera mengeluarkan sesuatu yang ada didalam mulutnya.
Tapi matanya segera melebar ketika menyadari jika yang masuk kedalam mulutnya adalah ikan.
"Berani-beraninya kau!!!" kebencian yang mendalam segera terpancar dari Mu Bai, karena merasa dipermainkan oleh Hao Chen.
"Walah! masih marah ya? kupikir kau seperti kucing yang dapat jinak kalau dikasih ikan." Ucap Hao Chen sambil terkekeh pelan.
"Kau bangs*t!!!" Mu Bai segera kembali menyerang dengan penuh kebencian.
"Mungkin satu ikan saja tidak cukup, walah si kucing garong ini sepertinya masih belum cukup puas." Gumam Hao Chen, tanpa memperdulikan serangan Mu Bai.
Disaat serangannya hampir mengenai Hao Chen, dia segera terkejut ketika sebuah tamparan keras melayang pada wajahnya.
"PAK!"
__ADS_1
Mu Bai pun segera terlempar oleh serang tersebut, bahkan luka lebam diwajahnya.
Tapi apa yang membuat dia naik darah adalah kenyataan jika dia mendapatkan tampar memalukan diwajahnya, ditambah lagi alat yang digunakan oleh Hao Chen untuk menamparnya adalah ikan.
"Push...Push...Push...kucing kecil sini sini, kalau lamban nanti bisa diambil oleh orang lain loh!" ucap Hao Chen dengan senyum mengejek.
"Kau telah memaksa ku!" Mu Bai segera mengeluarkan aura Harimau Putih yang menakutkan dari tubuhnya.
Bukan hanya itu Mu Bai sekarang mulai bertranformasi menjadi sosok yang mengerikan, bahkan warna rambut yang sebelumnya pirang sekarang menjadi putih polos, tapi tidak dengan matanya yang menunjukkan keinginan membunuh yang mengerikan.
"ROARRRR!!"
Raungan Harimau yang mengerikan segera terdengar keras diudara, bahkan Auman tersebut benar-benar membuat banyak orang merinding.
Tapi sayangnya itu tidak membuat Hao Chen takut, bahkan ekspresi wajah terlihat sangat tenang.
"Ck Ck Ck! kucing ini, sebaiknya kau tidak terlalu marah, karena tidak baik untuk kesehatan kulit loh!" ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
"Nah...begini saja, jika kau mengucapkan kata 'Meong' aku akan mau memberikan petanya padamu." Saran Hao Chen dengan terkekeh geli.
"Mati!!" amarahnya semakin menjadi-jadi ketika mendengar Mu Bai segera maju.
"Hah...kucing ini, sebaiknya aku menghukumnya saja." Ucap Hao Chen sambil menghela nafas berat.
"Jurus memasukkan ikan kedalam mulut!" dengan gerakan yang Hao Chen segera mengeluarkan ikan segar dari gelang penyimpanan miliknya.
Lalu memasukkannya kedalam mulut Mu Bai yang sedang terbuka lebar.
"Hum!!!" karena gerakan Hao Chen sangat cepat, ia sampai-sampai tidak bisa menghindari serang tersebut.
"Masih belum cukup, Jurus petarung jalanan!" Hao Chen segera bertelepotasi kebelakang Mu Bai dan....
"Tendangan selangkang*n!!" Hao Chen segera menendang sesuatu yang berbeda ditengah paha Mu Bai dengan keras.
Mata Mu Bai yang sedang dalam mode beast segera melebar, bahkan dia sendiri merasa jika nyawa seakan-akan ditendang dari tubuhnya dan diikuti oleh suara burung yang menderita.
__ADS_1