
Hao Chen segera termenung memikirkan apa yang perlu dilakukan, sebab saat ini dia sama sekali tidak bisa menggunakan apapun, bahkan semua kemampuannya telah dikunci, terkecuali Kekuatan fisiknya yang masih aman.
"Nah sekarang bagaimana aku melanjutkannya?"
Hao Chen segera berjalan menelusuri tanah gersang dan kering. Hao Chen tidak menemukan apapun setelah beberapa jam berjalan, hanya kondisi gersang yang membuatnya gila.
"Ini gila!! apa yang harus aku lakukan?!" Hao Chen menjadi bingung dan pusing karena tidak tau harus berbuat apa.
Kemudian setiap kali Hao Chen menginjakan kakinya ditanah yang gersang, dia mulai merasakan perasaan yang tidak nyaman.
Bahkan Hao Chen sering melihat banyaknya tengkorak manusia yang bergeletakan sepanjang jalan, entah berapa lama mereka mati, yang pasti mereka semua mati konyol.
"Ini perasaan apa ini sebenarnya? tidak! aku tidak boleh terganggu. Kalau begitu aku harus tetap berjalan sampai menemukan ujungnya!" Hao Chen menampar wajahnya sendiri, dan segera melanjutkan langkahnya.
Namun semakin lama Hao Chen berjalan, semangatnya terus menurun. Dia tidak mengalami luka, tapi entah mengapa ada perasaan yang sangat menyakitkan muncul.
"Berapa lama aku berjalan? sehari? dua hari? sebulan atau tiga bulan? entahlah aku juga tidak tau. Hanya saja aku memiliki keyakinan untuk terus berjalan maju dan tidak boleh berhenti..."
Waktu terus berjalan, kondisi Hao Chen semakin memucat ketika dia semakin jauh berjalan. Sampai Hao Chen menyadari jika dia saat ini sangat kesepian.
"Aku pernah mengalami perasaan ini, tapi kenapa kondisinya berbeda? aku sering hidup menyendiri dan sering diacuhkan, tapi kenapa saat ini aku tidak berdaya?" Hao Chen semakin pucat dan keringat terus bercucuran dari tubuhnya.
"Apa ini? aku tidak pernah kelaparan atau kehausan, tapi kenapa aku menderita? apa tujuan terus berjalan disini sebenarnya?"
Pertanyaan demi pertanyaan muncul dipikirkannya, kondisinya kini seperti seorang yang sudah tak berdaya lagi.
"TIDAK!!! aku tidak boleh menyerah..!!!"
"Aku telah berkultivasi bertahun-tahun untuk mencapai tingkat ini, aku terus menghadapi kematian terus menerus untuk mencapai ini, demi tujuanku..."
"AKU TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI..!!!"
"Swoss!!"
__ADS_1
Hao Chen tidak lagi berjalan biasa, kini dia menggunakan seluruh tenaganya untuk berlari secepat mungkin, ambisinya dan tujuan serta orang-orang yang dia sayangi masih menunggunya. Dengan memikirkan hal tersebut, semangat Hao Chen semakin terbakar.
Kemudian tanpa memperdulikan hasilnya Hao Chen terus melangkah maju, sampai dia benar-benar menemukan sebuah gerbang raksasa yang sedang terbuka.
"Itu dia! pasti itu jalan utamanya!" Hao Chen berseru dengan semangat.
Ketika dia berhasil memasuki gerbang tersebut perasaan lega muncul dihatinya, tapi itu hanya sementara sampai dia melihat sebuah prasasti yang terukir disebuah tablet batu yang ditulis oleh darah dewa.
'Siapapun yang berhasil mencapai gerbang ini adalah orang yang layak untuk melalui cobaan dariku sang Ashura, kau harus dapat mengatasi penderita awal sebelum benar-benar menjalani cobaan yang sebenarnya.'
Seketika Hao Chen membuka mulutnya lebar-lebar, setelah melihat tulisan yang ada didepannya.
"J-Jadi itu hanyalah awal saja? dan bukan cobaan yang sebenarnya?!" Hao Chen segera berkata dengan marah, namun mau tak mau dia hanya bisa pasrah, dan mulai membaca pesannya lagi.
'Enam cobaan awal; Jalan Manusia, Jalan Bumi, Jalan Langit, Jalan Surga, Jalan neraka, dan jalan Ashura. Kemudian hanya orang-orang yang memiliki akses utama yang dapat melanjutkan ujian utama.'
Hao Chen segera terdiam dan memasang ekspresi bingung, sebab kata-kata terakhir membuatnya pusing.
"Tunggu sebentar! bukannya hanya ada satu cobaan saja?" Hao Chen segera bingung membaca tulisan terakhir.
"Akses utama...apa jangan-jangan itu adalah warisan?" Hao Chen segera berfikir keras memikirkan apakah dia memiliki sesuatu yang berhubungan dengan Ashura.
"Tunggu dulu...!!"
Segera Hao Chen mengeluarkan Martial Soul pedang miliknya, dimana kali ini tidak muncul pedang Amethyst. Lebih tepatnya adalah pedang darah.
"Apakah ini merupakan akses utamanya?"
Hao Chen segera mencoba menggunakan kemampuan Seni Suci nya, tapi hasilnya nihil walaupun telah mencobanya beberapa kali. Bahkan ketika dia mencoba untuk menggunakan Martial Soul utamanya pun sama saja, dan parahnya lagi Hao Chen sama sekali tidak bisa menggunakannya.
"Jadi aku benar-benar hanya bisa menggunakan pedang ini?" gumam Hao Chen sambil mengeluarkan pedang tersebut dari sarungnya.
Seketika cahaya merah darah bersinar terang dan membuatnya segalanya diselimuti oleh cahaya merah darah, disaat yang sama Hao Chen merasakan ada sesuatu yang baru saja memasuki tubuhnya.
__ADS_1
"Jadi ini benar-benar pedang darah Ashura ya? apakah dengan begini aku bisa bertambah kuat?" Hao Chen segera linglung menatap pedang yang kini seperti menguat setelah dia mengeluarkan ditempat ini.
"Bodo amat! aku akan tetap menjalankan cobaan ini, dan pasti akan ada jawabannya dia akhir ujian ini!"
Dengan tekad yang kuat Hao Chen segera memasuki jalan pertama yaitu Jalan Manusia.
***
Disisi lain disebuah planet yang terlihat sangat indah, puluhan orang sedang bertarung melawan dua orang yang saat ini sedang terkepung.
Mereka berdua tidak lain adalah Hao Tian dan Li Qingchan, tapi dilihat dari kondisi mereka saat ini, mereka saat ini sedang kelelahan.
"Jadi inikah jawabannya ayah?" tanya Hao Tian dengan marah.
Lalu orang yang terlihat agak tua yang memimpin orang-orang tersebut hanya bisa menutup matanya, dan dipenuhi oleh rasa penyesalan.
"Maafkan aku nak..." ucap pria itu dengan nada penuh penyesalan.
Hao Tian segera memucat mendengar jawaban dari ayahnya sendiri, rasa tidak percaya dan amarah dihatinya memuncak.
"Baiklah jika ini keinginan mu. Maka aku juga sama, demi melindungi keluarga kecilku aku juga akan mengerahkan segalanya!!"
"Bahkan jika aku harus melenyapkan keluarga ku sendiri!!!" Hao Tian segera berteriak keras dengan nada penuh amarah.
"Tidak Hao Tian!" Li Qingchan segera berseru sambil menggendong Hao Yue yang terlihat sedang pingsan.
Seketika Hao Tian bergerak dan dia segera merobek ruang untuk melarikan diri, dia juga segera membawa Li Qingchan berserta Hao Yue untuk melarikan diri.
"Gawat! cepat tangkap mereka!" ucap salah satu dari mereka.
"Baik!!" mereka segera mencoba sebisanya untuk mencoba menangkap Hao Tian dan istrinya, namun sayangnya Hao Tian telah berpindah tempat.
Sementara itu ayahnya Hao Tian atau bisa disebut kakeknya Hao Chen, saat ini hanya bisa terdiam dengan ekspresi penuh penyesalan dan hatinya terasa sangat pedih.
__ADS_1
"Nak... aku harap kamu dapat terus lari sejauh mungkin, bahkan aku sendiri tidak peduli jika tidak bisa bertemu lagi denganmu, hanya aku ingin agar kau selamat." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca seakan-akan ingin menangis.