The Heaven Land

The Heaven Land
Membuka mulut


__ADS_3

Disebuah taman yang indah terdapat dua orang yang sedang duduk dikurusi taman, dengan jarak sedikit dekat.


Dua orang tersebut tidak lain adalah Hao chen dan Su yao, tanpa berbicara sama sekali mereka hanya sunyi menatap taman yang ramai diisi oleh murid-murid akademi.


"Astaga! ayolah cepat berakhir...!" ucap Hao chen dalam batinnya.


"Dasar kenapa aku malah mau ikut, jika berakhir seperti ini!" gerutu Su yao dalam hatinya.


Suasana aneh terjadi ketika mereka duduk dikursi yang sama, walaupun berjauhan mereka berdua masih saja gugup dan canggung.


Lalu secara tiba-tiba alat komunikasi roh milik Hao chen berbunyi, tanpa banyak bicara dia pun langsung mengangkatnya.


"Ya...halo, dengan Hao chen disini!" ucap Hao chen dengan perasaan aneh.


"Ah...ini aku Yiyi, oh...ya aku ingin memberi tahumu agar datang sore ini ketempatku untuk penilaian lencana master alat roh!" tanpa banyak bicara, Yiyi langsung membicarakan intinya.


"Oh...tapi akukan baru saja bergabung dengan komunitas alat roh?" tanya Hao chen dengan bingung.


"Haah...kau pernah membuat alat rohkan?" tanya Yiyi lagi.


"Ya...aku sudah pernah membuatnya, tapi apa hubungannya?" tanya Hao chen.


"Hubungannya adalah agar dapat menentukan tingkat keahilanmu sebagai master alat roh, paham?" ucap Yiyi dengan berat."


"Oh...ya! saya paham terima kasih penjelasannya guru!" ucap Hao chen dengan hormat.


"Hem...baiklah aku matikan! beep*" tanpa memberikan tambahan Yiyi segera mematikannya.


"Hah...ini akan merepotkan, tapi ini akan bagus!" dengan perasaan senang Hao chen segera bersandar.


Tapi suara Su yao secara tiba-tiba terdengar dengan nada penuh tanya "Apa yang kau bicarakan dengan guru Yiyi?"


"Oh...aku sedang membicarakan, masalah keahlian keduaku." Jawab Hao chen dengan spontan.


"Keahlian keduamu? kau sudah memilihnya?" tanya Su yao lagi.


"Ya...aku sudah lama menentukannya!" jawab Hao chen dengan santai.


"Memangnya apa keahilan keduamu?" lagi-lagi tanpa adanya rasa canggung Su yao segera bertanya.

__ADS_1


"Master alat roh." Jawab Hao chen dengan cepat.


Mendengarkan jawaban Hao chen yang serius, Su yao hanya bisa menganguk.


"Kalau kau...apa pilihan keahlian keduamu?" tanya Hao chen lagi.


"Um...mungkin aku memilih membuat aray dan mantra!" jawab Su yao tanpa rasa malu.


"Hebat juga sampai memilih dua keahilan!" puji Hao chen secara spontan.


"Ya...terima kasih!" ucap Su yao dengan senyum manis diwajahnya kehadapan Hao chen.


Sontak mereka berdua menjadi kaget dan segera memerah serta asap mengepul dikepala mereka.


"K-Kenapa aku berbicara dengannya, bahkan aku tersenyum padanya!" dengan perasaan aneh wajah Su yao semakin memerah.


"D-Dia tersenyum padaku? apa karena aku memuji dia tadi?" seakan mau meledak Hao chen hanya bisa membisu.


"Memalukan...!" gumam mereka dalam hati masing-masing.


Kemudian suasana aneh kembali terjadi ketika mereka kembali diam, walaupun begitu ada perasaan aneh yang dialami mereka berdua.


Sedingin-dinginnya Hao chen, dia tetap saja seorang laki-laki pasti menginginkan seorang gadis yang menemaninya. Hal itu terbukti sekarang ini, setelah kejadian dia melihat tubuh Su yao ada rangsangan aneh dipikirannya.


Hal ini juga berlaku pada Su yao, walaupun dia memiliki sikap acuh dan selalu merasa geram jika dilirik oleh laki-laki. Su yao juga tetap memiliki ketertarikan pada lawan jenisnya, terutama setelah kejadian tadi pagi.


Disaat yang sama ketegangan aneh dan perasaan panas ditubuh masing-masing muncul dihati Hao chen dan Su yao.


"A-Aku harus menghentikan suasana canggung ini!" ucap Hao chen dalam hatinya.


Kemudian dia segera mengirimkan pesan spritual pada Zhou yuan dan Ling feng, yang mengatakan bahwa dia akan pergi.


Disaat dia akan beranjak pergi, entah mengapa secara bersamaan Su yao juga beranjak pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Su yao yang masih memerah.


"A-Aku ingin mendatangi guru Yiyi untuk tes lencana Master alat rohku." Jawab Hao chen dengan canggung.


"A-A-A-Apa?!" entah mengapa Su yao tiba-tiba berteriak.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?" tanya Hao chen dengan bingung.


"T-Tidak ada apa-apa, aku juga ingin mendatangi guru Yiyi juga!" jawab Su yao dengan wajah memerah.


"Oh...kalau begitu ayo pergi bersama." Ucap Hao chen yang langsung pergi duluan.


Su yao pun menjadi bingung tak berkutik mendengarkan jawaban Hao chen yang tiba-tiba, walaupun begitu Su yao tetap beranjak pergi dan mengikuti langkah Hao chen.


"T-Tunggu aku!" ucap Su yao yang segera menyusul Hao chen.


Sementara itu empat orang segera bergosip ria melihat kejadian tersebut.


"Wah...apakah mereka sudah mulai berhubungan?" tanya Ling feng dengan senyum kecut diwajahnya.


"Tidak akan mungkin itu terjadi!" jawab Qi zijing dengan nafas berat.


"Kenapa?" tanya mereka bertiga secara bersamaan.


"Kau lihat saja siHao chen, masa dia bisa-bisanya pergi duluan dan meninggalkan seorang gadis untuk pergi duluan!" Jawab Qi zijing dengan kesal.


"Benarkah? kalau begitu kenapa Su yao malah berinisiatif mengikuti Kak chen?" tanya Ling feng dengan argumen yang tajam.


"Itu...hump! ya! ya! ya! kau menang kali ini!" jawab Qi zijing dengan kesal.


"Heheheh...apakah mereka mulai menumbuhkan perasaan cinta dihati mereka masing-masing?" tanya Xie yu dengan senyum aneh.


"Hem...mungkin saja, tapi apa yang terjadi ketika Su yao benar-benar menjadi kekasih Hao chen?" tanya Ling feng dengan rasa penasaran.


"Huh! pria seperti dia itu pasti sulit peka, jadi tidak mungkin!" jawab Qi zijing.


"Hey! Hey! Hey! apa kau lupa? jika bukan karena Kak chen kau sudah diperkosa waktu itu!" ucap Ling feng dengan kesal, karena saudara bersumpahnya diejek.


"Itu..." Qi zijing hanya bisa diam tak berkutik, mendengar perkataan Ling feng.


"Dengar ini baik-baik! walaupun Kak chen itu kejam dan tanpa ampun, dia juga memiliki sisi baik juga. Dia akan melindungi orang yang penting baginya bahkan bisa membunuh orang yang berani menyakiti orang yang penting baginya!"


"Juga Kak chen itu lebih pengertian dari orang yang seumuran dengannya bahkan lebih dewasa dari pada orang tua, kau belum pernah mendapatkan pengajaran darinya kau tidak akan pernah paham tentang dirinya!"


"Kau pikir aku dan Zhou yuan memanggilnya sebagai Kakak tanpa adanya alasan? kami pernah melewati badai sebagai saudara, jadi kami tau seperti apa dia sesunggunya!" ucap Ling feng dengan panjang lebar serta nada yang tegas.

__ADS_1


Qi zijing dan Xie yu menjadi diam dan sunyi tak berkutik mendengarkan penjelasan Ling feng.


__ADS_2