The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 176. Dua Minggu Kemudian


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin dimana Zhou Yuan secara tiba-tiba mengamuk dan memporak-porandakan Altar dua naga kembar suasana kembali normal.


Namun sayang secara tiba-tiba Alam naga putih dan naga hitam secara tiba-tiba hancur berkeping-keping setelah kejadian tersebut, walaupun banyak spekulasi jika rusaknya alam tersebut disebabkan oleh kekuatan Phoenix Zhou Yuan.


Tapi sebenarnya adalah karena harta yang paling berharga ditempat tersebut telah diambil oleh Hao Chen dan Su Yao, jadi karena hal itulah mereka berdua memutuskan untuk diam.


Tidak sepenuhnya rugi sebab akademi langit cerah telah mendapatkan dua mutiara naga putih dan naga hitam secara bersamaan, walaupun kedua benda itu telah diberikan kepada Zhou Yuan dan teman-temannya.


Tapi itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi akademi, karena memiliki murid yang bisa merebut hal tersebut dari ribuan orang yang memiliki kekuatan yang luar biasa.


Lalu setelah lama memutuskan kelompok akademi langit cerah memilih untuk kembali dari pada menunggu sesuatu yang dianggap sia-sia, ditambah lagi Zhou Yuan masih dalam kondisi yang sang parah dan Meng Zhu tidak bangun-bangun sama sekali.


Disaat Hao Chen bertanya pada tetua dan orang yang merawat Zhou Yuan dan Meng Zhu, mereka mengatakan jika kedua orang tersebut masih dalam keadaan baik-baik saja.


Walaupun Hao Chen merasa tidak enak tentang kondisi Zhou Yuan dan Meng Zhu, dia tetap meyakini jika mereka pasti akan baik-baik saja.


Dua Minggu kemudian.......


Walaupun butuh waktu yang lama untuk menstabilkan segalanya setelah kejadian misi dua Minggu lalu, semua yang berpartisipasi sudah kembali normal bahkan kondisi Zhou Yuan dan Meng Zhu mulai baik.


"Hey...apakah kau memiliki ide tentang kedua mutiara ini?" tanya Xie Yu yang memegang sebuah mutiara hitam dengan motif naga.


"Aku juga tidak tau bagaimana cara kerjanya, apa sebaiknya kita pergi dan bertanya pada Zhou Yuan?" kata Ling Feng dengan sebuah saran.


"Sepertinya itu ide bagus, kemungkinan dia banyak tau sebab mutiara naga putih ada ditangannya." Xie Yu pun segera setuju dengan rencana tersebut.

__ADS_1


Lalu Xie Yu dan Ling Feng segera pergi untuk mendatangi Zhou Yuan, ditengah perjalanan mereka melihat sosok Hao Chen yang sepertinya memiliki tujuan yang sama.


"Kak Chen!" segera Ling Feng dan Xie Yu mendatangi Hao Chen.


"Apakah kalian ingin mendatangi Zhou Yuan?" tanya Hao Chen.


"Ya! kami ingin mendatangi Zhou Yuan, sebab kami ingin mendiskusikan tentang cara melepas segel yang berada di mutiara ini." Jawab Xie Yu sambil menunjukkan mutiara tersebut.


"Baiklah ayo! aku dengar Zhou Yuan dan Meng Zhu sekarang telah baik-baik saja, dimana kita diperbolehkan untuk mengunjunginya." Kata Hao Chen yang segera berjalan menuju keasrama Zhou Yuan.


Disaat mereka sampai keasrama Zhou Yuan dan meminta izin untuk masuk, secara mendadak Qi Zijing segera membukakan pintu.


"Eh? Qi Zijing apa yang kau lakukan disini?" tanya Xie Yu dengan bingung.


"Kalian ingin mengunjungi Zhou Yuan bukan? ayo silahkan masuk." Ucap Qi Zijing yang segera membawa mereka bertiga menuju kekamar tempat Zhou Yuan beristirahat.


Tapi mereka segera kaget setelah melihat jika Zhou Yuan dan Meng Zhu ditempatkan pada satu kasur yang sama, bukan hanya itu Su Yao dan Qian Ziwei juga ada.


"Kalian datang?" Kata Zhou Yan dengan senang.


"Wah...sepertinya kau dapat banyak bro." Ucap Hao Chen dengan senyum mengejek.


"Ugh...." wajah Zhou Yuan dan Meng Zhu segera memerah akibat perkataan Hao Chen tadi.


"Oh Sebelum itu Ling Feng...Xie Yu, aku meminta izin kalian untuk menunda pembahasan kalian dulu, sebab ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada kedua orang ini." Ucap Hao Chen dengan senyum menakutkan.

__ADS_1


Seketika Xie Yu dan Ling Feng segera mengangguk setuju tanpa banyak berdebat, sebab dilihat dari ekspresi wajah Hao Chen dapat disimpulkan jika ada sesuatu yang sang penting.


"Nah sebaiknya kalian menjelaskan semuanya padaku tentang apa yang terjadi dan kenapa kau bisa lepas kendali oleh kekuatanmu sendiri?" tanya Hao Chen dengan petir ungu menakutkan disekujur tubuhnya.


"Eh...baiklah aku akan menjelaskannya semuanya." Jawab Zhou Yuan dengan ekspresi ketakutan.


Kemudian Zhou Yuan mulai menjelaskan awalnya pertemuannya dengan Zhou Yan waktu itu, dimana dia selalu diejek, dihina dan dipermalukan didepan umum.


Walaupun terus dihina Zhou Yuan tetap bisa sabar atas hal tersebut, namun semuanya mulai berubah ketika Zhou Yan menghina ibunya dan mengolok-olok nama ibunya didepan umum.


Karena hal tersebut dia sangat marah dan mulai lepas kendali, bahkan Zhou Yuan sendiri memiliki keinginan untuk menghancurkan seluruh kerajaan Saint Light yang membuat dia dan ibunya menderita.


Setelah mendengar semua hal tersebut Hao Chen segera berkata, "Hem...seperti itu rupanya. Yah mau bagaimana lagi dengan kelakuan seperti itu sudah seharusnya kau marah bahkan jika aku ada diposisi mu, mungkin aku akan melakukannya juga dan akan jauh lebih kejam, tapi kali ini aku sangat menyayangkan kejadian ini kau tau mengapa?"


"Sepertinya aku tidak tau." Jawab Zhou Yuan dengan wajah kebingungan.


Hao Chen segera berkata, "Kau tidak menyadari jika kekuatan yang kau milik saat itu tidak bisa menandingi mereka semua dan jika kau bertindak sembarang maka kau akan mati, semarah-marahnya dirimu kau harus sadar dengan kondisimu sendiri, tapi beda halnya jika kau memiliki kemampuan atau kekuatan untuk menandingi mereka."


Zhou Yuan dan yang lainnya hanya diam mendengarkan perkataan Hao Chen, bahkan Meng Zhu sendiri takjub karenanya.


Lalu Hao Chen segera melanjutkan, "Lalu untukmu Meng Zhu, aku tidak tau mengapa kau menyembunyikan Martial Soulmu, namun jika kau sudah memiliki orang yang benar-benar percaya padamu dan tulus menerima dirimu, kau sebaiknya jangan merahasiakannya sesuatu yang menyakitkan dan akan lebih baik jika kau mengatakan semuanya."


Entah mengapa ketika Hao Chen berbicara, mereka berenam seperti orang yang patuh mendengar kakak mereka berbicara.


Walaupun respon Su Yao berbeda yang pernah mengalami hal yang menyakitkan, tapi ada senyum puas dari wajah cantiknya seakan dia senang akan sesuatu ketika menatap Hao Chen.

__ADS_1


__ADS_2