The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 322. Mereka gila!


__ADS_3

Hao Chen berdiri tepat didepan sebuah Aray yang dia buat persis dengan ada yang disekitar pohon Celestial Abadi, Hao Chen berencana untuk memindahkan pohon tersebut ketempat yang berbeda, dengan tujuan untuk tidak merusak kualitas pohon tersebut.


Sebab Hao Chen dapat merasakan miliyaran jiwa kultivator dewa yang sangat kuat sedang melindungi pohon tersebut, jika Hao Chen membuat kesalahan sedikit saja maka jiwa-jiwa itu berkemungkinan besar untuk menyerangnya, bahkan buruknya lagi mereka akan memilih untuk menghancurkan Pohon Celestial Abadi dari pada diambil oleh orang lain.


"Hey! kau masih belum menjelaskan harta apa yang ingin kau ambil itu?" Suara Tianlong terdengar dipikirkan Hao Chen.


"Kau bisa menilainya nanti, ketika kau melihat banyak jiwa-jiwa serakah yang melindungi harta tersebut." Hao Chen menjawabnya dengan nada acuh tak acuh.


Tianlong segera bingung dan memilih untuk tidak bertanya lagi, dia lebih memilih untuk memerhatikan apa yang akan terjadi nanti.


Lalu Hao Chen segera mengaktifkan Aray tersebut dengan menggunakan kekuatan spiritualnya, Aray tersebut bersinar dengan cahaya putih yang menyilaukan, kekuatan ruang yang cukup kuat juga keluar seperti sedang menarik sesuatu, dan dalam sekejap Pohon Celestial Abadi muncul dihadapan Hao Chen sekarang.


Tapi Hao Chen tidak memilih untuk segera mengambilnya, dengan cepat dia mundur kebelakang sembari memperkuat pertahan jiwanya.


Disaat Hao Chen mengeluarkan Pohon Celestial Abadi dari Aray pengumpul energi. Kabut gelap yang mengeluarkan perasaan merinding muncul, dan hal tersebut diikuti oleh suara raungan serta jeritan yang menakutkan, bahkan Hao Chen hampir kehilangan kesadarannya setelah beberapa saat kabut gelap itu muncul.


"Harta itu adalah milikku!!" Suara yang menakutkan segera terdengar jelas, bahkan terdapat gelombang spritual yang sangat kuat.


Setelah itu Hao Chen dapat melihat banyak sekali jiwa-jiwa yang mulai keluar dari pohon tersebut, jiwa-jiwa tersebut menatap Hao Chen dengan mata penuh kebencian dan amarah.


"Mati! mati! mati kau!"


Hao Chen segera mundur lebih jauh lagi ketika jiwa-jiwa tersebut mengejarnya, Hao Chen sudah lama menduga hal seperti ini akan terjadi, tapi dia tidak menyangka jika jiwa-jiwa ini lebih seperti melindungi dan memperebutkan pohon tersebut.


"Kau orang yang sangat gila! dari mana asal jiwa-jiwa orang kuat tersebut?" suara Tianlong bergema dipikirkannya.


"Itu berasal dari pohon tersebut, jiwa-jiwa ini berasal dari orang-orang yang ingin mendapatkan harta yang ada dihadapan kita saat ini, mereka menggunakan metode rahasia untuk mengunci jiwa mereka pada pohon tersebut, dan kau pasti tau alasannya bukan?" Hao Chen tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskannya pada Tianlong, tapi dia yakin jika Tianlong pasti mampu memahaminya.

__ADS_1


"Lalu apa rencanamu sekarang?! mereka tidak berniat mengambil alih tubuhmu, tapi mereka justru ingin membunuhmu sekarang! sialan jika aku juga membantu paling-paling hanya akan menjadi beban, Hao Chen kita harus menghancurkan harta tersebut!" Tianlong yang merasa tidak nyaman dengan jiwa-jiwa gila tersebut segera memberi saran.


"Sialan! dua rencana yang telah aku susun tidak bisa dilaksanakan jika kondisinya seperti ini, maka dari itu aku tidak memiliki pilihan lain. Aku akan menghancurkannya!" Hao Chen segera berbalik dan tangannya segera membentuk sebuah segel yang rumit.


"Segel api agung! Pemurnian jiwa jahat!"


Sebuah badai api hitam yang menakutkan segera terbentuk disekitar Hao Chen, panas yang begitu menakutkan segera membakar jiwa-jiwa gila tersebut, dan kematian mereka diikuti banyak rintihan dari mereka yang memiliki hati yang serakah.


Hao Chen lebih memilih menggunakan api kesedihan untuk menghancurkan jiwa-jiwa tersebut, selain dikenal sebagai api terkuat dan menakutkan, api ini juga dapat melenyapkan jiwa-jiwa tidak peduli seberapa kuatnya mereka.


Saat berlatih didunia Ashura Hao Chen berlatih keras dalam mengontrol api kesedihan, dan saat ini dia telah memiliki kontrol penuh terhadap api hitamnya, bahkan dia telah melampaui ibunya Qian Zhu dalam ****** api kesedihan ini.


"Kuahk! tidak! tidak! jangan hancurkan!"


Ketika api hitam tersebut akan membakar Pohon Celestial Abadi, jiwa-jiwa yang masih menginginkan pohon itu keluar secara berurutan untuk mencegahnya hancur.


"Tingkatkan!"


Segel api Hao Chen segera lebih besar ketiak dia mengerahkan lebih banyak energi, api hitam menjadi semakin ganas membakar jiwa-jiwa tersebut, bahkan setiap detiknya kecepatan api tersebut melahap jiwa-jiwa tersebut terus meningkat.


Setelah beberapa jam lamanya, api hitam Hao Chen mulai menyentuh Pohon Celestial Abadi, awalnya Hao Chen berfikir dia telah menang.


Tapi apa yang tidak dia sangka terjadi, jutaan jiwa dari orang-orang yang memiliki basis kultivasi Lord of God terlihat seperti bekerjasama untuk menghilangkan api hitam yang mulai membakar pohon tersebut, walaupun bisa dikatakan mereka tidak memadamkan api hitam tersebut, mereka terlihat seperti mengorbankan banyak jiwa lain memindahkan api hitam tersebut pada mereka.


"Sialan! Hao Chen walaupun api hitam mu dapat membakar jiwa kultivator ranah Lord of God yang telah mati, jumlah yang sedang kau lawan saat ini terlalu banyak!" Tianlong berseru sembari memberikan energinya pada Hao Chen.


"Brengs*k! kalau begitu aku harus mengunci api hitamku pada pohon itu!" Hao Chen segera mengambil nafas dalam-dalam, dan segera membentuk sebuah segel yang berbeda.

__ADS_1


"Segel pembakaran!"


Badai api disekitar Hao Chen segera membesar dengan brutal dan dia mengarahkan api tersebut pada Pohon Celestial Abadi, tapi dia harus segera menyiapkan segel lain untuk melindunginya, sebab Hao Chen yakin jika jiwa-jiwa yang tersisa akan menyerangnya.


Tapi apa yang dia bayangkan tidak terjadi, sebab jiwa-jiwa yang itu itu segera kehilangan akalnya ketika api hitam Hao Chen berubah membakar pohon tersebut, dari pada menyerang Hao Chen yang membentuk badai api hitam itu, mereka lebih memilih untuk melindungi pohon tersebut.


"Tidak! Tidak! hartaku!"


Baik itu Hao Chen dan Tianlong hanya bisa tertegu melihat kejadian tersebut, mereka tidak bisa membayangkan betapa besar hasrat mereka terhadap harta tersebut sampai-sampai melakukan banyak hal gila.


"Ini menakutkan sekali! tidak peduli seberapa berharganya harta tersebut, mereka tidak seharusnya melakukan hal gila seperti ini." Tianlong yang telah berumur ratusan juta tahun tidak bisa mempercayai penglihatannya, ketika jiwa-jiwa dari kultivator yang sangat kuat menjadi gila hanya karena sebuah pohon.


Hao Chen yang sedang dalam kondisi buruk segera mengambil kesempatan untuk memperkuat serangannya tersebut, dia segera menarik energi dewa dari dunia kecilnya dan memberikan serangan yang jauh lebih besar.


Tapi alis Hao Chen segera terangkat melihat jiwa-jiwa tersebut masih berupaya melindungi Pohon Celestial Abadi, karena segel yang Hao Chen bentuk sudah merupakan batas tertingginya, dia hanya bisa pasrah dan melihat perjuangan jiwa-jiwa tersebut seperti menonton sebuah film komedi.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tianlong bertanya.


"Awalnya ada dua rencana yang bisa menangani mereka, tapi sekarang hanya tersisa satu. Jika aku berhasil maka aku bisa memiliki pohon tersebut." Hao Chen menjawabnya sambil tersenyum licik.


"K-Kau masih ingin mendapatkan harta yang sampai membuat jutaan jiwa ranah Lord of God melakukan gila itu?!"


"Tentu saja kenapa tidak? dengan manfaat yang luar biasa dari pohon itu siapa juga yang menolak?"


"Hah...kau benar-benar sangat menakutkan, tapi apa rencanamu itu?" Tianlong bertanya dengan penasaran.


"Aku harus pergi ke area kelima dunia pasir api, sebab disana merupakan tempat yang sangat cocok untuk mengembangkan sebuah teknik yang dapat mengatasi jiwa-jiwa ini." Jawab Hao Chen dengan senyum mengejek diwajahnya.

__ADS_1


__ADS_2