The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 219. Mahluk yang tersegel


__ADS_3

Sementara itu ketika tubuh Hao Chen diselimuti oleh cahaya keemasan, ekspresi kaisar Shen menjadi lebih senang.


"Bagus! Bagus sekali! sudah saatnya aku mengambil alih tubuhnya!" ucap kaisar Shen dengan girang.


Lalu tubuh kaisar Shen tiba-tiba menjadi transparan dan menjadi cahaya emas terang, dimana cahaya tersebut segera mengarah ke kepala Hao Chen.


Sementara itu suara yang sebelumnya kembali terdengar, "Sial! orang itu mendapatkan tubuh, tapi aku berharap agar dia gagal atau hancur lebur ketika ingin mengambil alih tubuh anak itu."


***


Disisi lain kaisar Shen yang sedang berada dipikirkan Hao Chen segera kebingungan dengan apa yang terjadi disekitarnya, karena saat ini dia sedang berada dilautan emas dengan empat belas inti kristal roh didepannya.


"Apa yang terjadi? dimana ini?" Kaisar Shen segera dipenuhi oleh pertanyaan dan ketakutan melihat hal tersebut.


Kemudian suara tetesan air segera terdengar, yang segera membuat Kaisar Shen kaget dan hampir terkena serang jantung.


"Kenapa aku menjadi takut? aku adalah kaisar alam ilahi terkuat, tidak mungkin orang seperti ku menjadi takut." Ucap kaisar Shen yang menyembunyikan ketakutannya.


Lalu secara tiba-tiba Hao Chen muncul dihadapan kaisar Shen, "Bagaimana rasanya?" tanyanya sambil tersenyum licik.


Mata kaisar Shen segera melebar melihat sosok Hao Chen, bahkan ia sendiri segera tersungkur jatuh.


"Kau-Kau! bagaimana bisa ada disini?!" tanya kaisar Shen.


"Kenapa katamu? tentu saja ini adalah lautan energi milikku, memangnya kenapa dengan hal itu." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Tidak mungkin! kau seharusnya tidak dapat memiliki kesadaran apapun ketika terhubung dengan kunci kendali alam ilahi." Ekspresi kaisar Shen menjadi pucat melihat sosok Hao Chen.


"Kau pikir alam ilahi milikmu itu, akan sebanding dengan alam yang aku miliki?" tanya Hao Chen dengan santai.


Lalu kaisar Shen segera berkata, "Apa?! tidak mungkin, kau tidak akan pernah bisa memiliki alam sendiri!"

__ADS_1


"Hahahaha! kau sebenarnya telah lama mati, kau tidak tahu jika sekarang orang-orang yang telah mencapai ranah dewa bisa menciptakan alam sendiri, asalkan mereka memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup." Ucap Hao Chen yang segera mendekati Kaisar Shen.


"Kau mau apa?! kau tidak memiliki kekuatan untuk menghancurkan diriku!" Kaisar Shen segera tersenyum melihat tindakan Hao Chen.


"Memang benar jika aku tidak dapat menghancurkan jiwamu, tapi bukan berarti tehnik milikku tidak, sekarang aku akan memperlihatkan padamu kemampuan yang telah aku ciptakan." Ucap Hao Chen sambil mengangkat tangannya


Kemudian sebuah penggilingan raksasa secara tiba-tiba muncul diatas lautan energi milik Hao Chen, diikuti oleh aura kekacauan dan kehancuran yang mengerikan.


"A-Apa itu?!!!" Kaisar Shen segera mundur dengan rasa takut melihat penggilingan raksasa itu.


"Sepertinya menggunakan jiwamu untuk memurnikan inti kristal roh milikku akan bermanfaat." Senyum menakutkan segera muncul diwajahnya Hao Chen.


"Tidak mungkin! aku adalah kaisar alam ilahi, lari aku harus lari!" kaisar Shen segera melesat untuk segera pergi dari lautan energi Hao Chen.


Sayangnya penggilingan raksasa itu segera bergesekan dan mulai menghisap jiwa kaisar Shen, walaupun dia akan mati kaisar Shen tetap saja berusaha untuk lari dari daya hisap mengerikan dari penggilingan raksasa itu.


Lalu disaat ia tidak memiliki banyak kekuatan untuk melawan lagi, kaisar Shen segera digiling sampai halus oleh penggilingan raksasa itu dengan kekuatan kekacauan dan kehancuran murni.


Jeritan penuh kesakitan segera terdengar sebelum jiwa kaisar Shen hancur total akibat oleh Divine grinding, dimana Kekuatan jiwanya segera memperkuat kesadaran ilahi Hao Chen dan beberapa hal lainnya.


Kemudian setelah hal itu Hao Chen segera membuka matanya dan berdiri tegak, tapi kunci alam ilahi itu segera memudar dan menghilang.


"Apa yang terjadi? kenapa menghilang?" tanya Hao Chen dengan mata melebar penuh kejutan.


"Karena apa yang kau lihat itu adalah palsu!" suara yang sama segera terdengar kembali.


"Siapa itu?!" Hao Chen kembali waspada karena suara itu.


"Hahahaha! kau tidak perlu khawatir, karena saat ini aku sudah hampir mati, karena kau telah melenyapkan jiwa kaisar Shen itu." Jawab suara misterius itu.


"Jadi kau adalah tawanan atau semacamnya?" tanya Hao Chen yang masih waspada.

__ADS_1


"Itu benar! bahkan dia sendiri berambisi untuk menyerap kekuatan ku, jika ia sampai bisa mengambil alih tubuhmu." Jawab suara itu.


"Bisakah kau menunjukkan dirimu?" tanya Hao Chen yang masih tidak mempercayai suara ini.


"Jika kau bisa memberikan sebuah serangan spritual pada tempat ini, kau akan segera melihat ku." Jawab suara itu dengan nada yang mulai pelan.


Hao Chen segera menyipitkan matanya seakan masih kurang percaya, setelah beberapa saat berpikir ia segera menutup matanya.


Kemudian cahaya keemasan segera menyebar dan menghancurkan segalanya, dimana aula yang terlihat agung dan mewah segera menunjukkan wujud aslinya.


Dimana tempat ini lebih mirip dengan sebuah penjara yang tak terawat, belum lagi ada banyak sekali tengkorak yang disetiap penjara.


"Cih! seharusnya aku menyiksanya dulu!" gerutu Hao Chen dengan marah.


"Aku suka pemikiran mu itu!"


Suara itu kembali terdengar jelas dan nyaring, bahkan tekanan yang hebat juga ikut menyertainya.


Hao Chen segera berpaling kearah sumber suara, dimana ia segera melihat sosok naga dengan sisik berwarna emas dan hijau ditubuhnya, tapi kondisinya bisa dikatakan sangat parah dengan tubuh yang terikat oleh rantai berwarna merah darah.


"Siap kau?!" tanya Hao Chen dengan kaget.


"Aku adalah suara yang kau dengar tadi." Jawab naga itu.


Hao Chen hanya bisa terdiam sejenak, karena ia merasa jika naga ini memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


Bahkan Hao Chen berani jamin jika kekuatan naga itu setidaknya seratus kali lipat dari dewa naga besar yang dikatakan sebagai sosok naga terkuat, tapi Hao Chen segera linglung dikarena ia tidak tau apapun tentang naga ini.


"Apa yang terjadi sebenarnya dan siapa kau sebenarnya?" tanya Hao Chen lagi yang masih belum memahami situasi.


"Aku hanyalah seekor naga yang tersegel dengan cara yang memalukan." Jawab naga itu sambil tersenyum pahit.

__ADS_1


__ADS_2