
Dengan perasaan senang Hao chen segera berjalan keasrama sambil menikmati sinar matahari terbenam, Hao chen seakan baru saja mengalami hal yang menyenangkan.
"Akhirnya setelah lama menanti, aku akhirnya naik keperingkat Soul King. Yah...ini merupakan hal yang bagus!" ucap Hao chen yang dengan santai mulai masuk kelingkungan asrama.
Dengan rasa kaget Hao chen segera berkata denga rasa takjub "Wow...ini bukan asrama lagi! lebih tepatnya ini merupakan sebuah Villa mewah."
"Satu tempat, akan diisi oleh dua orang, aku harap temanku nanti tidak terlalu menganggu!" ucap Hao chen dengan malas.
Walaupun membutuhkan waktu Hao chen pada akhirnya sampai diasramanya.
"Hem...nomor 333, oke yang ini." Tanpa banyak basa-basi Hao chen segera masuk.
Walaupun Hao chen merasa biasa saja dengan bagian dalam asrama, Hao chen sebenarnya cukup takjub dengan asrama yang disediakan oleh akademi.
"Eh..? kenapa aku memiliki perasaan buruk tentang ini ya?" walaupun Hao chen merasakan hal yang aneh dia tetap masuk kedalam kamar tidur yang hanya berjumlah satu.
Kemudian dia segera duduk dikasur paling kanan yang jauh dari jendela, walaupun ini merupakan satu-satunya kasur yang masih kosong.
"Hem...satu kamar dan dua kasur, jaraknya cukup dekat! tapi seperti apa teman sekamarku ini?" tanya Hao chen dengan bingung.
Kemudian disegera mendengar tetesan air, dari kamar mandi yang ada didalam kamar tidur.
"Sepertinya dia sedang mandi! sebaiknya aku meditasi sebentar!" ucap Hao chen yang segera menutup matanya dan mulai meditasi.
Sementara itu disebuah ruangan dengan kabut dari air tebal, terdapat sosok cantik yang sedang mandi dengan tenang.
Dengan rambut hitam kebiruan cerah dan mata merah muda yang indah serta tubuh yang indah, walaupun masih dalam proses perkembangan wanita itu tampak sempurna, dengan air yang secara perlahan mengalir melalui celah-celah tubuhnya.
Lalu dengan suara lembut dia segera bergumam sendiri "Tak kusangka, kali ini aku akan memiliki seorang teman."
"Qi zijing gadis yang aku selamatkan waktu itu, ternyata masuk keakademi yang sama denganku." ucap gadis itu yang tidak lain adalah Su yao.
__ADS_1
"Walaupun aku tidak suka tatapan mereka, tapi setidaknya Qi zijing lebih baik Ya...dia pada akhirnya menjadi temanku, tapi tak masalah juga!" Ucap Su yao dengan senyum tipis diwajah cantiknya.
Setelah beberapa saat dia segera keluar dari kamar mandi dengan menggenakan handuk, serta sisa air yang mengalir dari tubuhnya yang sudah sangat berkembang.
"Guru Li mengatakan untuk aku agar meditasi malam ini, agar bisa mendinginkan esensi darah Naga emas. Tapi dia mengatakan jika aku memiliki teman yang memiliki kekuatan elemen yang kuat, itu akan lebih mudah." Ucap Su yao yang segera berjalan menuju kamarnya.
Tapi Su yao segera diam membeku, seakan melihat hantu yang menakutkan.
"K-Kau kenapa ada disini!" dengan raungan Naga kecil Su yao segera melepaskan aura yang sangat menakutkan.
Karena apa yang membuat dia marah adalah teman sekamarnya adalah seorang laki-laki, yang tidak lain adalah Hao chen sendiri.
"Swoss...!" Su yao segera melesat dengan wajah memerah dan ingin menghajarnya dengan kekuatan penuh.
Namun Su yao segera berhenti tepat dengan tinjunya berada didepan wajah Hao chen.
"Dia meditasi? tapi aku baru saja melihat dia membuka mata tadi, apakah aku salah lihat?" tanya Su yao yang segera menyikirkan kepalan tangannya.
"Api, Es, Angin dan Bumi, empat elemen dasar, Martial soul diakan Naga kosong? bagaimana mungkin. Apakah dia telah mengembangkannya sampai seperti ini." Su yao segera kaget setelah merasakan aura elemen dari tubuh Hao chen.
Tapi dia segera memerah bahkan lebih merah dari sebelumnya, karena dia saat ini sedang bertelanjang bulat tanpa ada sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya.
"Kya...." Walaupun dia sempat berteriak, Su yao berhasil menutup mulutnya agar tidak membangunkan Hao chen.
Lalu Su yao segera melihat handuknya yang tergeletak dilantai, hal ini terjadi ketika dia menggunakan kekuatannya maka dari itu handuknya lepas.
Dengan wajah memerah Su yao segera mengenakan pakaian tidur dari cincin penyimpanannya, lalu segera merangkak ketempat tidur dan menutupi diri dengan selimut serta rasa malunya.
"Untung saja dia tidak melihatnya...!" ucap Su yao dalam hatinya dengan wajah memerah.
Namun apakah Hao chen tidak menyadarinya? tentu saja dia sadar, bahkan wajahnya segera memerah semerah apel, Bahkan kondisi pedang sucinya benar-benar tidak terkendali.
__ADS_1
"A-Aku benar-benar melihatnya...!" gumam Hao chen dalam bantinnya.
Walaupun matanya tertutup, tapi dengan kesadaran spirtual dan energi mental yang sangat kuat, bagaimana mungkin Hao chen tidak tau sama sekali bahkan apa yang dilihatnya benar-benar sangat jelas.
Dengan wajah memerah serta asap mengepul dari kepalanya, dia segera bergumam sendiri dari dalam hatinya "T-Tubuhnya bagus sekali, walaupun masih dalam tahap berkembang...tidak-tidak jangan kepikiran yang aneh-aneh!"
Walaupun Hao chen sering digoda oleh beberapa wanita berpengalaman, kejadian tadi adalah pertama kalinya dia melihat tubuh seorang gadis yang benar-benar tanpa busana.
"Aku harus berpura-pura dan membuat kebohongan, agar tidak terjadi kesalah pahamanan." Ucap Hao chen didalam hatinya.
Lalu Hao chen segera membuka matanya dan melihat Su yao yang menutupi diri dengan selimut.
"Hah...sepertinya aku kelamaan, eh..? dia sudah tidur?" tanya Hao chen yang langsung pergi ketempat tidur Su yao.
Sementara itu Su yao semakin memerah, karena Hao chen telah sadar dari meditasinya.
"Bagaimana ini...Bagaimana ini...Bagaimana ini?!" Su yao menjadi panik tak terkendali, dengan detak jantung pun sudag sangat cepat.
Setelah mendekati Su yao, Hao chen segera pura-pura terkejut "I-Ini teman sekamarku adalah seorang wanita?!"
"Ugh...ini akan sulit, tapi aku tidak peduli yang penting aku masih bisa berkultivasi dengan tenang." Ucap Hao chen yang sedang pura-pura dingin.
"Hem...dirumah ini pasti ada tempat meditasinya, sebaiknya aku ketempat itu agar tidak mengangunya tidur!" Hao chen dengan wajah memerah segera pergi, serta ingatan kejadian yang baru saja terjadi yang sangat membekas dihatinya.
Ketika Hao chen telah keluar dari kamar tidur, Su yao segera keluar dari selimutnya dengan wajah memerah.
"D-Dia benar-benar tidak mengetahuinya?...syukurlah!" ucap Su yao yang kembali tidur, walaupun dia sebenarnya diminta untuk meditasi malam ini.
Sementara itu Hao chen yang saat ini telah berada diruang meditasi, sedang berusaha menenangkan diri.
"Karena sudah tenang sebaiknya aku mulai saja terobosannya, untung saja Cermin dimensionalku sudah siap!" ucap Hao chen dengan puas.
__ADS_1
Segera cahaya perak berkedipan dari tubuh Hao chen yang membuat dia menghilang dan memasuki dunia Cermin dimensional.