
Walaupun begitu Hao Chen telah tau jika Tianlong benar-benar kelelahan, karena dia masih belum memulihkan kekuatan aslinya.
Bisa dikatakan kekuatannya hanya berada diranah dewa kelas satu dan itu cacat, walaupun sebenarnya kondisinya mulai pulih secara perlahan.
Kalau dia mau sebenarnya Tianlong dapat memulihkan kondisinya dengan terus berada didalam dunia kecilnya Hao Chen, tapi karena dunia itu belum diakui oleh hukum alam semesta, Tianlong tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
"Baiklah-Baiklah aku tau, ayo kita masuk." Ucap Hao Chen yang segera memasuki ruangan tersebut.
Dimana ketika Hao Chen melihat isi ruangan matanya segera berbinar-binar, semangat yang luar biasa segera terbakar.
"Wah...ada banyak sekali harta ditempat ini, bahkan seperti tidak memiliki batas." Ucap Hao Chen dengan aura tirani yang keluar.
Sementara itu Tianlong yang dalam wujud naga kecil segera mengucek matanya, dimana dia samar-samar melihat ekor rubah dibelakang Hao Chen.
"Apa itu tadi? kenapa aku merasa dia sangat berbeda dari biasanya?" batin Tianlong dengan ekspresi penuh tanya.
Lalu Hao Chen segera menjarah tempat tersebut dengan sangat cepat dan menyimpannya didalam dunia kecilnya, karena gelang penyimpanan miliknya tidak akan cukup untuk menampung semuanya.
Bahkan Hao Chen sendiri tidak memperdulikan jika ada banyak harta berharga menumpuk di dunia kecilnya, walaupun akan merepotkan untuk merapikannya, tapi itu tidak masalah asalkan dia menjadi kaya.
Hal ini menyebabkan pandangan Tianlong pada Hao Chen benar-benar berubah total, dia juga tidak menyangka orang seperti Hao Chen akan memiliki sisi seperti ini.
"Astaga aku pikir dia seorang pekerja keras dan sulit ditebak, tapi ketika berurusan dengan hal seperti ini dia...benar-benar menjadi orang yang berbeda." Ucap Tianlong yang hanya bisa menatap Hao Chen menjarah tempat ini.
Hao Chen sendiri membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk benar-benar membuat tempat ini menjadi ludes tak bersisa, bahkan dia sendiri tidak apa fungsi dari setiap harta yang diambil.
"Hah...aku bisa tidur nyenyak, setelah aku keluar dari tempat ini aku menyeleksinya." Gumam Hao Chen dengan senyum puas.
"Kau...benar-benar menjarah semuanya?" tanya Tianlong dengan rasa tidak percaya.
"Tentu saja, jika kau tak percaya coba kau pergi kedalam dunia kecilku, maka aku akan melihat tumpukan harta yang belum aku rapikan." Jawab Hao Chen dengan senyum puas.
__ADS_1
Tianlong hanya bisa membuat mulutnya lebar-lebar mendengarkan jawaban Hao Chen, belum lagi dia sempat mengatakan jika ada lebih banyak lagi.
"Setelah aku menembus ranah dewa dan dunia kecilku sudah diakui oleh hukum alam semesta, aku akan membangun beberapa hal penting di dalamnya." Ucap Hao Chen yang segera termotivasi.
Sementara itu Tianlong segera mengelengkan kepalanya dan segera berkata, "Lebih baik kita mencari catatan ilahi itu..."
Hao Chen segera tersadar dan mengangguk paham, lalu dia segera pergi melanjutkan penjelajahannya.
Hanya dalam beberapa saat Hao Chen berhasil menemukan permata berwarna biru dan seperti diselimuti oleh bintang-bintang yang indah, bahkan ada kekuatan hukum yang sangat dahsyat di dalamnya.
"Ini...apakah ini benar-benar catatan ilahi?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Benar...tapi yang ini sedikit spesial dan hanya ada satu diseluruh Jagat raya, kau tau mengapa?" Tianlong segera berbalik bertanya.
"Aku tidak tau, tapi aku merasa jika informasi yang ada didalam permata ini sangat penting." Jawab Hao Chen yang masih samar-samar menebaknya.
"Kau benar, karena berdasarkan pengamatan ku didalam permata ini terdapat catatan Ilahi yang berisikan segala kekuatan dan jenis hukum, lalu ada juga catatan yang berhubungan dengan kekuatan penciptaan sebuah galaksi dan domain bintang." Ucap Tianlong sambil berkeringat dingin.
***
Disisi lain wanita yang mengenakan penutup tubuh berwarna hitam sedang dikepung oleh beberapa orang dari kekaisaran, walaupun begitu dia nampak seperti tidak terpengaruh oleh mereka.
"Sebaiknya kau menyerah dirimu!" ucap seorang prajurit Kekaisaran.
"Kau akan dihukum sangat berat atas perlakuan mu yang membuat para pewaris tahta Kekaisaran terluka dan menjadi cacat." Sambung seorang penatua.
Lalu wanita itu segera menjawab dengan kesal, "Kalian pikir aku mau? aku juga bosan dengan tingkah sombong kalian, padahal aku hanya ingin mencari sesuatu."
"Serang dia!" perintah penatua tersebut.
"Swoss!!"
__ADS_1
Para prajurit Kekaisaran segera melesat dan ada juga yang memberikan sebuah serangan jarak jauh.
"Jika aku membandingkan kekuatan mereka, seharusnya mereka memiliki kekuatan setidaknya sekitar Soul Lord, lalu pria tua itu setidaknya memiliki kekuatan sekitar Demi God." Batin wanita itu yang segera melambaikan tangannya.
Lalu secara tiba-tiba tubuh para prajurit segera terhenti dan serang yang dilepaskan mereka juga ikut berhenti, tapi hanya wanita itu saja yang dapat bergerak dengan mudah.
"Tidak mungkin! dia memiliki kekuatan atas waktu." Ucap penatua tersebut dengan ekspresi ketakutan.
"Siapapun yang masih tidak terpengaruh segera minta bantuan, hanya orang yang telah mencapai ranah dewa yang bisa mengalahkannya, dan juga panggilan semua orang sebanyak-banyaknya." Perintah penatua itu dengan wajah dipenuhi keringat dingin.
"Menyebalkan sekali!" ucap wanita itu dengan kesal.
Dimana ada ratusan tombak yang terbuat dari giok berwarna hijau muncul, disetiap tombak memiliki cahaya emas terang.
"Mati saja kalian orang-orang yang menjengkelkan!"
Wanita itu segera melambaikan tangannya dan tombak-tombak itu segera melesat kearah para prajurit Kekaisaran.
"AAAAAAAA!!"
Setiap tembakan berhasil membunuh mereka dengan mudah dan dapat menembus tubuh mereka, belum lagi wanita itu melakukannya tanpa peduli dengan mereka.
Tapi secara tiba-tiba ada sebuah serangan mendadak yang muncul.
"Swoss!"
"Poff!"
Walaupun begitu wanita itu hanya menggunakan kesadaran spiritualnya untuk menghancurkan serangan tersebut.
"Sepertinya kau membuat masalah yang sangat besar pada kekaisaran, jika para kaisar tahu kau telah melakukan hal seperti ini, aku yakin kau akan mati dengan cara yang mengenaskan." Ucap seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun-an.
__ADS_1
"Sepertinya ini akan sedikit merepotkan, ditambah lagi aku merasa jika dia memiliki hukum yang aneh." Batin wanita itu sambil menyipitkan matanya.