
Beberapa hari kemudian Hao Chen segera menyadari jika aktivitas orang-orang akademi langit cerah semakin, bahkan jauh lebih padat dari tahun-tahun sebelumnya. Hao Chen sendiri pun tidak pernah bertemu dengan Su Yao semenjak dia datang menjenguk neneknya, terlebih lagi Hao Yue masih belum selesai dengan proses penyatuan energi bintang.
"Benar-benar sangat ramai, apakah ini berhubungan dengan energi misterius di-Jalan Surgawi?"
Rasa penasarannya semakin besar semenjak dia memikirkan bagaimana dia mendapatkan banyak harta disana, terlebih lagi jika dunia itu benar-benar kuburan para pejuang yang bertarung melawan Shen Jiu, maka Maka Kuno yang dulu dia kunjungi kemungkinan besar adalah sebagai kecil dari peninggalan mereka.
Mungkin karena Hao Chen masih berada diranah Fana sampai-sampai dia tidak bisa mengungkapkan rahasia yang berada di-Jalan Surgawi, jika dia memiliki sebuah kesempatan, Hao Chen akan benar-benar menyelidiki tempat itu dengan baik.
Lagi pula, Hao Chen perlu memperlakukan banyak persiapan yang matang jika ingin menjelajahi alam semesta yang maha luas ini, dan buruknya lagi Hao Chen akan sedikit kesulitan karena ayah dan ibunya telah meninggalkan Domain Galaxy Star God, jadi ini bisa disebut sebagai mencari jarum ditumpuk jerami.
Ditengah lamunannya, sosok cantik yang anggun dan menawan secara tiba-tiba memeluknya erat dari belakang, Hao Chen sendiri cukup terkejut dengan hal tersebut karena longgarnya kewaspadaannya.
Tapi Hao Chen segera tersenyum tipis, sebab wanita itu tidak lain adalah kekasihnya Su Yao.
"Hehehehe...apakah kau merindukanku sayang~~?" tanyanya dengan suara lembut dengan penuh kerinduan.
Hao Chen segera menjawab dengan senyum mengejek, "Um....sepertinya tidak juga."
"Apa?!" segera Su Yao menjadi cemberut, kelembutan diwajahnya secara perlahan mulai digantikan oleh kemarahan.
Namun Hao Chen segera tersenyum dan berbalik sehingga dia dapat memeluk wanita tersebut.
"Tidak peduli sejauh mana kau pergi, aku pasti akan menemukanmu kapan saja." Hao Chen mengedipkan matanya disertai oleh senyum penuh arti.
Walaupun terdengar seperti sebuah rayuan sederhana, wajah Su Yao merah merona dengan kata-kata tersebut.
"Pintar sekali! ngomong-ngomong bagaimana kondisi Hao Yue? apakah dia baik-baik saja?" tanya Su Yao segera setelah menyadarinya.
Hao Chen tersenyum dan menjawab, "Untuk sekarang dia masih baik-baik saja, aku hanya memasang beberapa susunan roh tingkat Kuno disekitarnya, selama aku mengawasinya dalam beberapa hari ini kondisinya mulai baik, dan ada banyak perubahan padanya."
"Benar-benar sangat luar biasa, adikmu itu memiliki sifat keras terhadap dirinya sendiri, tapi dia juga pintar dalam bertindak dan tidak ceroboh, mengingatkanku padamu." Ucap Su Yao dengan senyum hangat diwajahnya.
Hao Chen hanya tersenyum, dan secara tiba-tiba dia bertanya, "Ngomong-ngomong apa alasanmu pergi begitu lama? seperti bukan dirimu saja, terlebih lagi kau menghadiri pertemuan dengan para tetua akademi."
__ADS_1
Su Yao cukup terkejut ketika Hao Chen mengetahui kegiatannya, dan dia segera memasang ekspresi tak berdaya dengan senyum pahit diwajahnya.
"Ugh...nenek saat itu tiba-tiba meminta bantuan ku untuk mengantikan sebagai penengah dalam pertemuan tersebut, aku sendiri kurang tau apa yang sedang nenek lakukan, tapi mau tidak mau aku harus mengantikan nya." Jawabannya dengan ekspresi kelelahan.
"Eh? dia masuk belum kembali? apa yang sebenarnya dilakukannya bersama dengan nenekku?" Hao Chen memiringkan kepalanya dengan ekspresi penuh tanya.
"Hah? dia saat ini sedang bersama nenekmu? apa yang terjadi padanya?" Su Yao juga bingung dengan kondisi mereka.
"Ah! tidak-tidak! itu tidak mungkin!" Hao Chen mengelengkan kepalanya dengan keras seperti ingin membuang pikirannya yang barusan.
"Oh ya! aku hampir lupa. Apakah kau tau jika akan muncul sebuah makam misterius di-Jalan Surgawi?" tanya Su Yao yang baru saja mengingatnya.
"Makam misterius? apakah itu berhubungan dengan energi misterius yang bergejolak dipusat Jalan Surgawi?" Hao Chen cukup terkejut ketika mendengar kata makam, sebab tempat tersebut memang menyimpan banyak misteri.
Tapi ada sebuah makam yang akan muncul? bukannya ini sedikit menarik, dulu Hao Chen berfikir jika Makam Kuno yang dimasukinya adalah tempat terbaik, tapi semakin lama dia memikirkannya, ada lebih banyak misteri ditempat tersebut.
"Mungkinkah ada sesuatu yang lebih besar ditempat tersebut?" Hao Chen segera menyadari sesuatu.
"Masalah lain? apalagi sekarang?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Para ahli kuat diseluruh benua Holy Peak menyadari sesuatu jika penghalang yang menjaga agar ras lain yang berasal dari luar planet tanah surgawi, secara tiba-tiba berubah menjadi sangat aneh, hukum yang seharusnya melarang orang luar masuk, kini telah memperbolehkan agar beberapa orang luar bisa masuk." Ucap Su Yao dengan sedikit risau.
Hao Chen tidak terpengaruh dengan hal tersebut, dan berkata dengan santai," Em...begitukah, tapi kau masih belum terlalu paham tentang Aray misterius yang menyelimuti planet ini."
"Aray? kau telah menyadari hal seperti itu?" Su Yao segera terkejut mendengarnya.
Hanya ada beberapa orang ataupun kelompok yang sangat kuat saja yang mampu membuat sebuah Aray raksasa untuk menyelubungi sebuah planet, selain itu sumber daya dan upaya yang perlu dikerahkan sangatlah besar.
Jika Aray yang berada diplanet tanah surgawi dibuat oleh seseorang, seberapa kuatnya para kultivator diplanet ini dulunya?
"Aku juga masih tidak jelas dengan hubungan Aray super kuat ini dengan orang-orang tanah surgawi, tapi yang pasti tempat ini dulunya merupakan salah satu planet super yang dapat bersaing dengan domain-domain lainnya." Hao Chen mengangkat pundaknya.
"Hem...begitukah, tapi sebelum itu apakah kau tau jika adikmu mendapatkan sesuatu yang bagus?" tanya Su Yao tiba-tiba.
__ADS_1
"Keuntungan yang bagus? maksudmu adalah energi bintang keemasan yang sedang menyatu kedalam tubuhnya tersebut?" Hao Chen tidak terlalu terkejut, sebab Hao Yue akan bertambah kuat jika dia berhasil mengendalikan energi bintang tersebut.
Su Yao mengangguk dengan senyum cerah, "Itu benar! sebenarnya aku mendapatkan satu kitab yang berhubungan dengan kekuatan bintang, dan itu bernama kitab Kaisar Bintang Emas yang pernah dikuasai oleh seseorang yang sangat kuat, tapi entah mengapa kitab itu beresonansi dengan Hao Yue."
"Jadi alasanmu memberikan kitab tersebut pada Hao Yue karena resonansinya dengan kitab tersebut, sepertinya itu adalah sesuatu yang bagus." Hao Chen tersenyum tipis mendengarnya.
"Begitukah..." Su Yao ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba berhenti sejenak.
Suasana secara tiba-tiba menjadi sunyi, Hao Chen ingin membicarakan sesuatu, tapi dia mendapatkan perasaan tidak enak saat melihat senyum Su Yao.
Wanita itu segera menarik Hao Chen kesebuah kursi tamu dan membaringkannya dengan penuh semangat, dan secara tiba-tiba ekspresi mesum dan penuh keliaran terpampang jelas diwajahnya.
"S-Su Yao? ada apa denganmu?" Hao Chen sendiri terkejut dengan wajah memerah.
"Ara~? kenapa kau sebegitu semangatnya Hao Chen ku sayang~?" Su Yao mengedipkan matanya dengan senyum mesum.
"Apa? apa yang sedang kau bicarakan Su Yao?" Hao Chen tidak habis pikir dengan tindakan kekasihnya, dan kali ini wajahnya benar-benar memerah semerah apel.
Su Yao tidak memperdulikan kondisi Hao Chen, justru dia berkata dengan aneh namun menggoda, "Kali ini, biarkan wanita kesayanganmu ini memberikan sedikit pemanasan, sebelum kemenu utamanya~~"
"Hah?!!!" Hao Chen ingin lari, namun Su Yao dengan sengaja menekannya dengan kekuatan fisiknya.
"Kita mulai~~"
"T-Tidak! Su Yao apa yang terjadi padamu!"
Disisi lain lebih tepatnya disebuah kamar, sosok Hao Yue menutup mulutnya dengan wajah yang memerah seakan-akan darah akan menyembur dari kepalanya, asap mengepul seperti ada yang terbakar.
"M-Mereka s-sedang berhubungan intim?! tapi mereka adalah pasangan, jadi itu adalah hal yang wajar bagi mereka." Ucap Hao Yue tanpa sadar.
"Agrhhhh!!! harusnya aku meminta nenek Xu untuk memberikan sebuah kediaman untukku sendiri!" Hao Yue segera menutup matanya dan memilih untuk bermeditasi, namun bayangan aneh terus terngiang-ngiang dikepalanya, sehingga wajahnya memerah dan asap terus mengepul diwajahnya.
"Aiya...memang Hao Chen memiliki alasan tersendiri untuk tidak melakukan hubungan intim denganku sekarang, tapi jika menggoda adiknya ini akan menyenangkan. Namun...akan menjadi masalah jika Hao Chen mengetahuinya." Batin Su Yao dengan senyum pahit.
__ADS_1