
Belum genap sehari setelah Hao Chen memasuki kota hujan, dia segera menemukan banyak hal yang menarik ditempat ini.
Bahkan dia sendiri kaget jika ada sebuah warisan yang jauh lebih berharga dari alam Ilahi kuno, mungkin karena hal ini tidak semua orang jenius dari alam dewa menuju ke alam ilahi kuno.
Kurang lebih dalam beberapa jam Hao Chen berhasil menemukan beberapa informasi penting tentang hal ini, dimana Hao Chen berhasil mendapatkannya dengan menggunakan kesadaran Ilahinya.
Warisan yang disebut oleh orang-orang yang ada disini disebut sebagai Warisan Kaisar penguasa Alam Dewa, katanya banyak sekali orang-orang yang mewarisi hal itu adalah orang-orang terkuat dialam dewa.
Bahkan jika seseorang mendapatkannya mereka dapat dipastikan akan menjadi penguasa alam dewa, belum lagi peninggalan lain dari kaisar alam dewa lainnya.
"Cukup menarik, tapi karena warisannya adalah pewaris Kaisar Alam Dewa aku tidak akan ikut campur." Ucap Hao Chen sambil menghela nafas panjang.
"Kenapa tidak? bukannya kau akan mendapatkan banyak hal ketika menjadi Kaisar Alam Dewa?" tanya Tianlong melalui pikirannya.
"Kau belum paham, jika aku mendapatkan warisan tersebut hanya akan ada hambatan dalam jalan yang aku tempuh." Jawab Hao Chen dengan santai.
"Sepertinya kau tidak tertarik untuk menjadi seorang penguasa atau yang lainnya, mungkin kau memiliki tujuan lain ketika kau berkultivasi." Ucap Tianlong sembari tersenyum.
Lalu Hao Chen segera berkata dengan pelan, "Tentunya aku tidak tertarik pada hal bodoh seperti itu, kenapa juga aku harus membela sesuatu yang belum pasti akan setia padaku. Karena aku hanya ingin melindungi mereka yang telah menerima keberadaan ku dan tulus padaku."
Mendengar hal itu Tianlong segera memasang ekspresi aneh diwajahnya, "Sejak aku memperhatikan pola pikirnya, aku dapat menyimpulkan jika dia adalah seseorang yang sangat tenang dan sulit ditebak."
Sementara itu waktu mulai gelap dan hujan masih turun dengan deras, memang layak disebut sebagai kota hujan karena intensitas hujan diwilayah ini sangat tinggi.
"Sebaiknya aku mencari penginapan dulu.."
__ADS_1
Hao Chen segera pergi dari restoran tersebut dan mencari sebuah penginapan yang terbaik, karena dia juga ingin beristirahat setelah perjalanan panjang.
Sampai dia menemukan sebuah penginapan kelas atas yang ditunjukkan oleh orang-orang kaya atau yang memiliki pengaruh besar, bahkan interior penginapan ini sangat mewah.
"Sepertinya aku harus sedikit mendominasi, karena aku tidak ingin terlalu banyak membunuh." Batin Hao Chen sambil melepaskan sedikit aura dewanya.
Ketika Hao Chen memasuki penginapan tersebut banyak orang yang segera terkejut dan menyingkirkan dari jalan Hao Chen, mereka seakan-akan sedang menyambut seorang dewa yang terhormat.
"Tuan yang terhormat, apa yang ingin kau perlukan." Ucap seorang resepsionis dengan hormat.
"Hao Chen segera berkata, "Aku ingin memesan sebuah kamar yang terbaik di penginapan ini."
"Baiklah total permalam untuk kamar eksklusif senilai 500 koin emas." Kata pelayan itu yang menyembunyikan rasa senangnya.
"Aku akan memesan kamar itu untuk tujuh hari penuh." Ucap Hao Chen dengan ekspresi datar.
"Baiklah tuan! kami akan memberikan pelayanan yang terbaik." resepsionis itu segera mengantar Hao Chen secara langsung.
Ketika Hao Chen melihat kamarnya dia segera terkejut melihat kemewahan didalam tempat ini, walaupun tidak sebanding dengan istana suci dialam ilahi kuno.
"Apakah anda ingin mendapatkan pelayanan sepesial malam ini?" tanya resepsionis itu dengan sopan.
"Tidak! aku tidak memerlukan hal-hal seperti itu, aku hanya akan meminta makanan terbaik untukku." Jawab Hao Chen dengan wajah datar.
"Baiklah saya mengerti..." Resepsionis itu yang segera pergi meninggalkan Hao Chen.
__ADS_1
Lalu ia segera melirik sebuah kamar mandi yang juga disediakan tempat untuk berendam air panas, belum lagi aroma wewangian yang menyebar disetiap ruangan.
"Sepertinya aku akan merilekskan pikiranku selama seminggu penuh, buka hal yang buruk." Gumam Hao Chen segera segera mandi.
Hao Chen segera merasakan kenyamanan yang luar biasa ketika merasakan hangatnya ketika berendam, belum lagi mereka menyediakan anggur mewah yang cocok untuk menemani Hao Chen.
"Suasana yang sangat menyenangkan, berendam dan memandangi kota yang telah diterangi oleh lampu, belum lagi suasana hujan yang membuat semakin melegakan." Gumam Hao Chen yang melirik kearah luar jendela.
Sementara itu suara Tianlong segera terdengar dibenaknya, "Andaikan saja aku bisa berubah wujud menjadi manusia seperti biasa, aku pasti akan ikut berendam air hangat."
Mendengar hal itu Hao Chen hanya tertawa terbahak-bahak, karena dia sendiri tahu jika Tianlong hanya bisa keluar dengan wujud bayi naga.
***
Disaat yang sama terdapat seorang gadis muda yang dikenal oleh Hao Chen sedang menggerutu kesal didalam sebuah gua, dimana ia tidak lain adalah Su Yao yang sedang menuju wilayah pencerahan.
"Sial! kenapa nenek sampai setega ini..." Ucap Su Yao sambil cemberut.
Walaupun Hao Chen lebih dahulu berangkat, tapi Su Yao juga dapat sedikit bantuan dari Xu Li.
Namun entah mengapa ketika Su Yao berada ditengah jalan, Xu Li meninggalkannya dan mengatakan jika ia harus melaksanakan semua sendiri.
"Kalau begini lebih baik aku pergi sendiri saja lebih awal, tapi apa yang membuat nenek sampai begitu panik?" ekspresi Su Yao segera berubah ketika mengingat kejadian waktu itu.
"Berdasarkan informasi yang aku peroleh kota hujan seharusnya dapat aku tempuh sekitar setengah hari jika menerobos hujan, tapi karena malas lebih baik aku tunggu hujannya mereda." Ucap Su Yao yang segera mengerikan pakaian.
__ADS_1