
Kemudian ketika mereka berdua telah pulih aura pertempuran dari mereka berdua mulai meluap-luap.
Hao chen segera ditutupi petir kehancuran dan api sembilan warna, entah mengapa saat ini Hao chen benar-benar sangat semangat.
Yansin juga tidak mau kalah, aura dari Qilin milikinya keluar walaupun dia mengalami penurunan kekuatan untuk sementara demi mempercepat regenerasi lukannya.
"Ronde kedua?"tanya Yansin dengan senyum penuh semangat.
"Kuy!"jawab Hao chen dengan semangat membara.
Kemudian gambaran Qilin raksasa segera muncul dan gambaran itu menjadi seberkas cahaya yang kemudian membentuk sebuah tombak dengan warna emas indah dengan kombinasi delapan warna yang mewakili delapan elemen.
"Aku tidak akan kendor melawanmu lagi!"kata Yansi.
Sementara itu Hao chen sekarang ditutupi cahaya sembilan warna indah yang juga mengubah warna dari martial soul pedang peraknya yang sekarang ditutupi oleh cahaya emas dan ungu.
Secara alami martial soul pedang peraknya sekarang mengalami evolusi ketingkat yang sangat kuat, namun Hao chen tidak menyadarinya sama sekali dan saat ini gambaran pohon raksasa yang berdiri tegak muncul dibelakangnya.
"Jiwa anak ini....begitu rupanya jiwanya sekuat pohon dan akan terus tumbuh menarik akhirnya setelah ini aku bisa pergi dengan tenang!"Yansin berkata dengan semangat dalam hati.
Setelah lama menunggu tiba-tiba"swoss"mereka segera maju dengan cepat dan pedang emas ungu segera bertabrakan dengan tombak emas delapan warna yang menyebabkan retaknya ruang disekitar.
"Tring...tring...tring...tring!"pedang dan tombak saling beradu dengan agresif, percikan dari pertempuran mereka berdua membuat alam yang diciptakan Yansn mulai bergetar. Setiap serangan membuat area sekitar menjadi hancur dan terpotong.
Lalu disaat yang sama Yansin segera melepaskan petir hitam disertai api biru kehitaman yang merupakan ciri khas api dari Qilin kearah Hao chen.
__ADS_1
Tidak tinggal diam Hao chen juga melepaskan petir empat warna yang merupakan kekuatan dari elemental tribulation.
"BOOM!"ledakan besar terjadi akibat tubrukan kedua serangan itu, lalu ratusan pedang emas ungu segera melesat kearah Yansin dengan cepat. Dalam keadaan sedikit kaget dia hanya melepaskan sebuah bongkahan batu api raksasa untuk menghalangi serangan Hao chen, "KABOOM!"bongkahan batu api itu hancur oleh pedang-pedang emas Hao chen.
Lalu Hao chen segera melesat dengan cepat kearah Yansin dengan api sembilan warna miliknya, lalu Yansin segera menusuk tombaknya dengan cepat sehingga membentuk ribuan cahaya tombak yang memiliki aura mengerikan dan Hao chen yang telah mengunakan dua pedang langsung menangkis ribuan cahaya tombak itu.
"Tring...tring...tring...tring!"serangan tombak secara beruntun terus diarahkan keHao chen dan Hao chen juga menangkis semuannya, lalu ribuan cahaya tombak itu menjadi satu dan segera membentuk satu cahaya tombak yang besar. Karena Hao chen tau trik ini dia dengan keras mengayunkan kedua pedangnya dan segera membentuk serangan silang sembilan warna yang segera melesat kearah serangan tombak Yansin.
"BOOM!"ledakan pun terjadi dan membuat arena sekitar segera terpotong-potong, lalu Hao chen dengan cepat maju dan mulai menebas Yansin dengan ganas.
"Tring!!!"Yansin dengan cepat menahan serangan pedang Hao chen yang sangat ganas, tidak berhenti sampai disitu Hao chen dengan cepat terus menebas Yansin dengan agresif.
"Tring...tring...tring...tring!"ayunan demi ayunan Hao chen lepaskan dan terus menerus mengarahkan pedangnya keYansin dengan cepat.
Walaupun Yansin bisa menahan serangan Hao chen dia juga mulai kesulitan menahan serangan Hao chen yang semakin cepat, lalu ketika celah datang dari Yansin.
Hao chen dengan cepat mengarahkan pedangnya keperut Yansin tapi bukannya menusukannya dia malah berhenti dijarak beberapa centimeter dari perut Yansi.
"Aim shoot!"teriak Hao chen, lalu lapisan udara emas ungu segera keluar dari pedangnya dan"BOOM!"sebuah tembakan keras mengenali Yansi"KHUK!!"sambil memuntahkan darah dia segera terlempar jauh dan "buk!" Yansin pun menabrak batu besar.
Dengan keadaan perut luka parah Yansi pun mulai bangkit lagi dengan menahan rasa sakit, lalu dia mengerutu dengan kesal"jika saja aku tidak mengalami penurunan kekuatan, regenerasi luka aku pasti akan cepat!"
Lalu tanpa menunggu luka Yansin pulih Hao chen, segera maju dengan cepat dan ketika sudah tiba didepan Yansin entah mengapa Yansin hanya tersenyum, yang menujukan bahwa dia sudah pasrah.
Karena Hao chen tau itu dia segera menghilangkan pedangnya dan "BUK!" pukulan keras segera melayang diwajah Yansin.
__ADS_1
"Khuk!"Yansin segera terlempar dengan wajah lebam, setelah menstabilkan diri dia bingung kenapa Hao chen tidak mengakhiri semua ini.
Namun dia terkejutnya bukan main Hao chen menarik kembali Martial soul miliknya dan segera menangkupakan kedua tangannya yang menunjukan bahwa dia menantang Yansin untul melakukan pertarungan dengan tangan kosong.
"Hah...sepertinya ini tidak akan berakhir dengan cepat!"kata Yansin dalam benaknya dan segera menunjukan senyum diwajahnya.
Kemudian ketika luka Yansin pulih, dia pun langsung maju dan mengenpalkan tangan lalu menyerang Hao chen, Hao chen langsung membalasnya dengan senyum tipis diwajahnya dan dia langsung membalas serangan Yansin.
"BOOM!"tinju mereka saling bertubrukan dan menciptakan gelombang udara yang kuat, tanpa kendor mereka terus memukul dengan keras"buk...buk...buk!" pukulan demi pukulan demi pukulan terus melayang.
Entah berapa lama Yansin dan Hao chen berkelahi, setiap pukulan membuat mereka berdua terlempar namun mereka dengan semangat melajutkan pertarung mereka dengan api pertarungan yang menyala serta terus maju dan terus memukul.
"Sial bocah ini tau bagaimana cara menikmati pertarungan!"kata Yansin dalam benaknya dan dengan penuh semangat terus membalas serangan Hao chen.
"Kenapa ini? perasaan macam apa ini?"tanya Hao chen dalam benaknya dan dalam keadaan terpukul serta luka lebam diseluruh tubuhnya.
"BOOM!"setiap pukulan terus melayang dari tengan mereka berdua, tanpa memulihkan luka mereka. Yansin dan Hao chen terus melajutkan pertarungan dimana masing-masing dari mereka merasakan semangat yang menyala-yala dari hati mereka.
"Entah mengapa aku merasa detak jantungku berdetak dengan sangat cepat!"kata Hao chen yang terus melayangkan pukulannya.
"Buk...BOOM!"Yansin segera mengarahkan pukulannya KeHao chen dan dia pun terlempar.
Namun Hao chen tidak berhenti dia pun terus maju dan memukul Yansin lagi, sama seperti Hao chen, Yansin juga sering terlempar dan terbanting namun dia juga terus bangkit dan terus menyerang balik.
Dengan semangat membara pertarungan mereka telah menguncang alam buatan milik Yansin sendiri, tubuh terluka dan mengalami lebam tidak menghalangi pertarungan mereka.
__ADS_1