
Setelah beberapa saat kemudian Hao Chen kembali tenang dan mulai membicarakan masalah utama tentang terlibatnya para iblis dalam turnamen pemuda berbakat, dimana sebelum Hao Chen menjelaskan Xiao Qi dan Lao Zu segera masuk kedalam ruangan.
"Sepertinya kau sudah bisa menjelaskan semua yang telah kau dapatkan." Ucap Yiyi sambil tersenyum.
Walaupun sempat bingung Hao Chen tetap menjelaskannya, "Baiklah aku akan memulainya dari awal setelah aku menangkap seseorang yang mengawasi para murid tahun kelima..."
Kemudian Hao Chen mulai menjelaskan semua yang dia dapatkan ketika menyelidiki kasus ini, walaupun secara garis besarnya Hao Chen lah yang membantai orang-orang yang menganggu murid akademi langit cerah.
Hao Chen menjelaskan semuanya secara detail tanpa ada yang tertinggal, bahkan Hao Chen seperti sedang bernarasi.
Lao Zu, Xiao Qi, dan Yiyi hanya bisa terkejut mendengar penjelasan dari Hao Chen yang telah mendapatkan banyak informasi, bahkan jauh lebih baik dari pada orang-orang yang sudah ahli dalam bidang ini.
Setelah Hao Chen menjelaskan semuanya Xiao Qi segera bertanya, "Jadi maksudmu adalah mereka semua bukan iblis murni, tapi setengah iblis begitu?"
"Tidak sepenuhnya benar, sebab disaat aku mengintrogasi mereka ada ras iblis murni diantara mereka, jadi kemungkinan besar orang yang terlibat adalah mereka yang memiliki darah iblis dan manusia didalam mereka." Jawab Hao Chen segera.
"Sepertinya para iblis mulai melakukan pendekatan dengan manusia dan ras lainnya, tapi kenapa ras manusia yang dipilih dan bukannya ras lain yang memiliki kekuatan yang lebih kuat?" tanya Yiyi dengan bingung.
"Sebenarnya alasan utama mengapa banyak manusia yang dipilih, sebab ras iblis juga memiliki wujud manusia entah itu laki-laki ataupun perempuan, dan lagi dengan wujud manusia mereka dapat melakukan penyamaran dengan baik dan bisa melakukan hubungan dengan manusia, maka dari itu banyak ras iblis yang bersembunyi diantara para manusia." Jawab Lao Zu sambil mengelus dagunya.
"Namun berdasarkan hasil penyelidikan Hao Chen, dapat dipastikan jika ada akademi atau pun sekte yang meminta mereka untuk melakukannya pada kita. Ngomong-ngomong soal akademi, apakah ada akademi lain yang mengalami masalah yang sama?" tanya Lao Zu yang baru saja menyadarinya.
"Hem...untuk sementara waktu hanya akademi langit cerah saja yang menjadi target, karena saat itu mereka tidak mengetahui apapun." Jawab Hao Chen sambil mengangkat pundaknya.
"Sepertinya masalah ini akan lebih parah dari pada dugaan ku, tapi ketika turnamen nanti aku akan ikut melindungi mereka diam-diam." Ucap Lao Zu dengan tatapan aneh.
__ADS_1
"Memangnya dimana tempatnya turnamen tersebut akan dilaksanakan?" tanya Hao Chen secara tiba-tiba.
"Tempat tersebut dilakukan dikerajaan Laut Utara, dimana tempat tersebut merupakan surga bagi para kultivator yang ingin mencari sumber daya dan beberapa barang yang hebat, karena banyak sekali pedagang dari berbagai penjuru bahkan ada yang menggunakan kemampuan ruang untuk bisa berdagang ditempat itu, walaupun berbeda planet." Jawab Yiyi sambil menunjuk kearah peta.
"Hem...baiklah, semua yang aku ketahui sudah aku katakan, jadi apakah aku bisa pulang?" tanya Hao Chen yang mulai lesu.
"Ah...terserah mu jika kau ingin pulang." Jawab Yiyi segera sebelum Xiao Qi berbicara.
Tanpa banyak bicara Hao Chen segera keluar dari ruang tersebut dan meninggalkan mereka bertiga.
"Kenapa kau memintanya untuk pergi, bukannya kita bisa membujuknya untuk ikut dalam turnamen?" tanya Xiao Qi dengan bingung.
"Astaga apakah kau masih tidak memahaminya? seberapa keras kau meminta padanya, Hao Chen akan tetap menolak bahkan jika kau mengancamnya keluar dari akademi." Jawab Yiyi dengan senyum pahit.
"Ditambah lagi kekuatannya itu tidak normal untuk seorang Soul Emperor, bahkan dia sudah sanggup mengalahkan seorang Quasi God." Sambung Yiyi.
"BUK...!" Secara tiba-tiba Yiyi menghantam meja dengan keras, yang segera membuat Xiao Qi dan Lao Zu kaget.
Dengan marah Yiyi segera berkata, "Apakah kau tidak menyadari betapa menakutkannya Kekuatan dan cara bertarung Hao Chen? dengan kekuatannya dia hanya perlu sekali jepret/jentikan jarinya untuk mengalahkan para peserta, bahkan jika itu dia harus menghadapi satu lawan tujuh. Yang paling aku takuti adalah Hao Chen secara tidak sengaja membunuh lawannya karena tak sengaja menggunakan kekuatan lebih, apakah kau tidak memikirkannya?"
Perkataan Yiyi segera membuat Xiao Qi terdiam, bahkan dia seperti orang yang baru saja bangun dari tidur.
"Sudah...Sudah! jangan kalian ributkan permasalahan ini, jika dia tidak mau tidak perlu dipaksakan untuk ikut. Mungkin aku mengajari Hao Chen hal itu..." Ucap Lao Zu yang segera mengingat sesuatu.
Kemudian Hao Chen yang telah sampai diasramanya hanya bisa menutup matanya dan mulai bermeditasi, sambil memikirkan semua yang telah terjadi padanya.
__ADS_1
Pikiran menjadi acak-acakan dan kepalanya menjadi pusing, sebab Hao Chen tidak tau harus apa yang dipikirkan olehnya.
"Arghhhhh! aku bingung sekali!" ucap Hao Chen sambil menggaruk kepalanya.
Namun Hao Chen segera kaget ketika ada tangan lembut tiba-tiba memegang kepalanya, dan segera menjatuhkannya.
"Musuh? tapi kenapa kepalaku merasakan hal yang aneh?" batin Hao Chen yang segera membuka matanya.
Tapi sebelum Hao Chen membuka matanya, dua jari lembut segera menyentuh keningnya dan memberikan sensasi yang nyaman.
Namun setelah Hao Chen membuka matanya, dia segera kaget dan panik sebab setelah melirik ke atas, dia segera disambut oleh wajah cantik yang dia kenal.
"Su Yao? apa yang kau lakukan?!" ucap Hao Chen yang ingin segera berdiri.
Namun tangan Su Yao segera menghentikan tindakannya, yang menyebabkan Hao Chen kembali terbaring ditempat yang aneh.
"Sebaiknya kau tetap terbaring dan menenangkan dirimu!" ucap Su Yao sambil melakukan gerakan yang sama pada kening Hao Chen.
"Setelah kau menjalankan misi yang tidak jelas, sifat dan karaktermu mendadak berubah, ditambah lagi kau menjadi acuh pada teman-teman." Sambungnya dengan marah.
Sementara itu Hao Chen segera memerah karena tindakan mendadak Su Yao, sebab dia sedikit tau jika saat ini kepalanya diletakkan di paha milik Su Yao.
"Aku tidak tau apa yang telah terjadi padamu, namun aku sedikit tau jika kau telah mengalami kekalahan yang pahit." Ucap Su Yao sambil membelai rambut putih keperakan Hao Chen.
"Seharusnya kau tidak bersikap demikian dan membuang emosimu, walaupun kau kalah dengan pahit atau memalukan, kau harus tenang dan memikirkan letak kesalahan yang kau lakukan. Tapi kau jangan sampai membuang perasaanmu ketika kau berusaha untuk bangkit, karena kau sudah memiliki teman yang baik kau dapat membicarakannya atau kau hanya perlu diam dan bersikap normal." Ucap Su Yao yang terlihat seperti memaknai perkataannya.
__ADS_1
"Sebab semua orang akan mengalami penurunan dan tidak akan pernah mungkin untuk terus naik, tapi penurunan tersebut bukanlah hal yang buruk sebab karena hal itu seseorang akan menjadi terus mengembangkan dirinya agar jauh lebih baik." Sambung Su Yao yang segera menundukan kepalanya dan menatap Hao Chen dengan senyum manis.
Sementara itu Hao Chen hanya bisa tertegu mendengar hal tersebut dari Su Yao, lalu ia segera menghela nafas berat dan segera berkata, "Hah...kemana arah pikiranku, Kenapa aku bisa lupa jika aku mencapai tingkat ini berkat kerja kerasku."