The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 377. Pilihan yang sangat sulit


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu, dan tidak pernah terpikirkan sudah berapa lama semenjak orang-orang mulai memasuki Makam Primordial, didalam makam tersebut terdapat banyak sekali harta yang sangat luar biasa dan tidak bisa diukur dengan tingkat harta yang sekarang.


Selain itu tidak dipungkiri bahwa ada pertempuran berdarah hanya untuk mengambil satu harta yang ada dimakam ini, dan juga berbagai macam jebakan serta serangan spiritual yang ada diharta tersebut.


Disaat yang sama, ditengah perjuangan keras orang-orang tersebut, ada sosok lain yang melakukannya dengan cara yang berbeda dari pada lainnya, tidak ada yang mengganggunya saat mengambil harta, tidak ada jebakan didalam ruangan, dan lagi jejak spiritual pun tidak ada sedikitpun muncul diharta-harta tersebut.


Sosok itu tidak lain adalah Hao Chen yang sedang dalam kondisi senang saat tumpukan harta berharga terus masuk kedalam dunia kecilnya, dan lagi secara terpaksa dia harus menciptakan ribuan klon untuk mempercepat pekerjaannya.


Tidak hanya itu, Hao Chen juga secara terpaksa harus membantu Tianlong untuk merapikan harta-harta hasil jarahannya, dan membuat beberapa tempat khusus untuk mengkategorikan semua hartanya.


Hao Chen sekarang telah berhasil merampas seluruh ruangan khusus yang disembunyikan oleh orang-orang diera penciptaan, tidak terhitung berapa lama dia melakukan hal ini tanpa merasa kesepian bahkan mereka bersalah sekalipun, sebab satu-satunya yang ada dipikirannya adalah keuntungannya yang dia peroleh.


"Kalau dihitung-hitung dengan benar, mungkin saja aku menghabiskan setengah tahun berada ditempat ini, dan aku sama sekali tidak merasa kesepian ataupun menjadi gila karena suasana sepi ini." Hao Chen benar-benar tersenyum puas melihat pemandangan bagaikan Surga.


Setelah Hao Chen menembus ranah Dewa Bumi, dia sekarang memiliki kendali penuh terhadap dunia kecilnya, dan dunia didalam Inti Dewanya juga terus berkembang serta mulai membentuk beberapa kehidupan kecil.


Walaupun Hao Chen tidak tau apa yang akan dilakukan terhadap harta-harta ini, tapi dia yakin suatu saat nanti akan sangat diperlukan olehnya, dan juga beberapa artefak penerbangan seperti Star Shuttle dan Kapal Ruang Angkasa (Spaceship) akan segera diperlukan ketika dia mulai menjelajahi bintang-bintang.


Bahkan dia sudah menciptakan tempat-tempat khusus untuk membuat Artefak, Pill, Rune, Aray, dan banyak lagi. Bisa dikatakan dalam setengah tahun ini Hao Chen benar-benar bekerja keras, dan hasilnya benar-benar memuaskan.


"Akhirnya selesai juga...aku pikir akan mati jika terus berlanjut." Tianlong bergumam dengan ekspresi kelelahan, bahkan muncul mata panda padanya.


"Oh...ya, pekerjaan kita benar-benar sudah selesai. Aku juga merasa tempat ini sudah melampaui dunia Sembilan Surga yang legendaris, suatu saat semua yang ada disini pasti akan aku manfaat dengan baik." Ucap Hao Chen dengan senyum cerah.


"Yah...akhirnya aku bisa benar-benar beristirahat sekarang." Tianlong sekarang benar-benar ingin tidur didekat danau samsara untuk membuatnya kembali segera.


"Hehehehe...beristirahatlah selagi bisa, karena kita akan memasuki Makam Primordial yang sesungguhnya." Ucap Hao Chen dengan senyum liciknya yang sangat khas.


"Apa?! kau baru saja menjarah sebuah tempat rahasia yang bahkan ukurannya dua kali lipat dari Makam Primordial aslinya dan lagi berjumlah sepuluh, apa kau benar-benar tidak berfikir merasa puas?" Tianlong segera tercengang dengan pola pikirnya.


"Sejak kapan aku merasa puas? sepertinya yang aku katakan, tidak peduli serendah apa nilai suatu barang yang penting itu bisa manfaatkan." Jawab Hao Chen sambil mengedipkan matanya.


"Ugh...baiklah, kau benar-benar melakukan penindasan terhadap ras Naga..." Tianlong hanya bisa pasrah melihat keyakinan Dimata Hao Chen.


"Aku sarankan kau berisitirahat ditaman Elemen Keabadian, dengan bantuan dari lima elemen dasar kau pasti akan cepat pulih." Ucap Hao Chen sebelum melanjutkan perjalanannya.


"Ya...aku mengerti." Setelah itu Tianlong benar-benar tertidur pulas didekat taman elemen keabadian yang dibuat oleh Hao Chen didunia kecilnya.


Karena sudah sangat lama sendirian ditempat ini, Hao Chen jadi benar-benar merindukan kekasihnya Su Yao, dengan adanya segel The Great Absolute dia dapat mengawasi dan melindungi mereka.

__ADS_1


"Tapi aneh, semenjak aku mulai menjarah tempat ini, tidak ada sedikitpun pergerakan muncul pada Su Yao, apa yang dia lakukan selama ini?" Hao Chen mulai merasakan ada sesuatu yang aneh.


Hao Chen tetap berusaha untuk tenang, dia segera berkonsentrasi dan memeriksa kondisi Su Yao dengan menggunakan Segel The Great Absolute yang dikening Su Yao.


*(Segel Naga Dengan Pedang diganti menjadi: Segel The Great Absolute)


Tapi setelah itu perasaan yang sangat buruk segera mengisi hatinya, Hao Chen sontak menjadi pucat setelah mendeteksi kehadiran Su Yao.


"Tidak mungkin, dua segel yang menyegel kekuatan Kaisar Naga Emas terbuka..."


Hao Chen sontak langsung bergerak dengan cepat, dan buruknya dia tidak tau dimana sekarang Su Yao berada, tapi dia cukup beruntung mendeteksi tempat dia terakhir dia berada.


"Ini gawat! dia akan sangat menderita ketika salah satu segelnya terbuka, tapi kali ini langsung dua yang terbuka dan itu merupakan segel terakhirnya. Su Yao aku tau kau tidak ceroboh, tapi jika langsung membuka dua segel sekaligus...sialan aku harus cepat." Hao Chen segera dipenuhi oleh kekhwatiran yang mendalam.


-


-


Disisi lain, sebuah tempat yang dipenuhi oleh Energi Kekacauan Primordial bertebaran dimana-mana, dan itu ditambah oleh tekanan mematikan dari seekor Naga.


Ditengah-tengah hal tersebut, sosok Su Yao yang terlihat menderita dan nampak tak berdaya hanya bisa berjuang keras.


"Kenapa...kenapa kau melakukan ini hanya untuk seorang laki-laki? aku tau kau sangat mencintainya, tapi sampai kau harus menghadapi ini sendirian..." Yaksha sendiri tidak tau seberapa lama dia tengelam dalam kesedihan.


"Bang! Bang! Bang!"


Ditengah kesedihannya dentuman yang sangat keras terdengar dibalik ruang aneh tempat Yaksha berada, dia dapat merasakan kehancuran yang sangat kuat akan segera menghancurkan ruang khususnya.


"Siapa yang berani...tunggu, dia Hao Chen?" Yaksha benar-benar terkejut dengan sosok berambut putih berusaha merusak ruang khususnya.


Tunggu! jangan rusak tempat ini, aku akan memasukanmu kemari." Ucap Yaksha saat menyadari ruang khususnya akan segera hancur.


Disaat itu Hao Chen segera muncul disamping Yaksha, ekspresinya sangat tidak karuan, kekhwatiran yang mendalam benar-benar terlukis diwajahnya.


"Kau...Yaksha?" Hao Chen terkejut melihat sosok yang diterangkan oleh Su Yao waktu itu.


Yaksha tidak terlalu banyak berkata-kata, "Iya, aku adalah Dewi Pembantaian Yaksha."


"Lalu dimana Su Yao sekarang?" tanya Hao Chen dengan segera.

__ADS_1


Yaksha segera menunjuk kesebuah layar yang memperlihatkan bagaimana kondisi Su Yao sekarang, dan hal itu membuat Hao Chen menjadi pucat.


"Tolong jelaskan padaku apa yang terjadi selama aku tidak bersama dengannya..." tanya Hao Chen dengan tubuh gemetaran.


Yaksha benar-benar terkejut melihat sikap Hao Chen yang tiba-tiba berubah, selain itu dia dapat dengan jelas merasakan aura yang berbahaya muncul disekitarnya, tapi dia segera menjelaskannya secara singkat.


Setelah memutuskan untuk melepas semua segelnya ditubuhnya, Su Yao memulai proses menyatukan dan adaptasi terhadap kekuatan asli Kaisar Naga Emas, dan itu menghabiskan waktu yang sangat lama.


Keputusan yang diambil oleh Su Yao merupakan pilihannya sendiri, dari pada menunggu segelnya terbuka sendiri dan itu akan menimbulkan bencana yang jauh lebih menakutkan, dengan mengambil resiko dia berjuang sendiri untuk menahan kepedihan dan rasa sakit.


Kemarahan, kebencian, dan dendam dihatinya terangkat kepermukaan, masa lalu pahit Su Yao kembali diperlihatkan ketika proses penyatuan, kepedihan yang dia rasakan tidak hanya secara fisik tapi mentalnya juga.


"Aku juga membuat perbedaan ruang waktu sebesar 1/10 juta tahun atas keinginan Su Yao sendiri, dan sudah banyak sekali waktu yang berjalan cukup lama." Ucap Yaksha dengan tatapan mendalam.


"Berapa lama waktu yang dia lewati disana?" tanya Hao Chen dengan air mata yang mengalir diwajahnya.


"Jika dihitung dengan kedatanganmu, dia telah melewati ini selama seratus ribu tahun lebih didalam sana." Jawab Yaksha dengan perasaan berat.


Hao Chen segera terjatuh dengan perasaan yang menyakitkan, seratus ribu tahun? dia benar-benar melewati kepedihan dan penderitaan seperti itu sendirian?


Hatinya terasa sangat sakit, dadanya terasa sesak yang membuatnya kesulitan bernafas, dan air mata menetes dari matanya.


"Kegigihannya benar-benar sangat luar biasa, bahkan orang gila pun tidak akan sanggup melakukannya dengan kondisi pikiran yang tetap sadar dan masih baik-baik saja, dan kau tau Hao Chen..."


"Dia mengatakan lebih baik mengalami penderitaan yang tidak berlangsung lama dari pada kehilangan kebahagiaan untuk selamanya, dia tidak ingin kebahagiaan yang telah dia dapatkan menghilang dari pelukannya, dan membuat orang yang dicintainya menjadi sedih karena dirinya." Ucap Yaksha dengan senyum lembut.


"I-Izinkan aku memasuki tempatnya...aku mohon." Hao Chen berdiri tegak dengan ekspresi hangat, kesedihan mendalam dihatinya segera sirnah


"Apa kau yakin? dengan Energi Kekacauan Primordial yang ada disekitar, aku khawatir akan..." sebelumnya menyelesaikan kata-katanya, Hao Chen segera menyela.


"Tidak perlu khawatir, sama seperti dia melakukan segalanya untukku, aku juga akan melakukan hal yang sama dengannya." Ucap Hao Chen dengan senyum lembut, kehangatan dan cinta terpancar jelas diwajahnya yang masih dihiasi oleh air mata.


Yaksha segera tersenyum puas, dengan perasaan yang ditunjukkan oleh Hao Chen, walaupun terlihat sederhana ada semacam kepedulian dan kasih sayang yang mendalam.


"Baiklah kalau begitu mohon bantuannya, dan aku harap kalian bahagia..." Segera Yaksha mengirimkan Hao Chen ketempat Su Yao berada.


Setelah kepergian Hao Chen kesisi Su Yao, tubuh Yaksha secara perlahan mulai menghilang dengan cahaya biru gelap yang menyatu dengan dunia, dia tersenyum tipis dan berkeinginan untuk tertawa.


"Kau sudah ketinggalan jauh Guru Zhu, putra angkatmu itu sudah mengetahui cara yang sama dengan yang kita pikirkan, tapi aku tidak peduli asalkan muridku yang menganggapku sebagai ibu bahagia, semua yang aku lalui dari awal sampai akhir, semuanya terasa sudah terbayarkan..."

__ADS_1


__ADS_2