The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 344. Su Yao diintrogasi


__ADS_3

Hao Chen segera memindai seluruh wilayah dunia pasir api dengan kesadaran Ilahinya, setelah menyadari jika tidak ada lagi yang akan mengganggunya, Hao Chen kembali melirik kearah Su Yao yang masih dalam proses penyatuan.


"Apa ini sebuah warisan? atau mungkin Su Yao mendapatkan sebuah warisan yang berhubungan dengan ibu?" Hao Chen masih mengawasinya dari atas udara dengan bantuan angin.


Beberapa saat kemudian, api multi warna disekitar Su Yao secara perlahan mulai berkurang, api yang sebelumnya menjulang tinggi keatas langit mulai menurun, bahkan elemen api disekitarnya menjadi biasa dan tidak lagi tunduk.


Tapi Hao Chen kebingungan melihat sosok Su Yao yang melayang diudara dengan cahaya sembilan warna disekitarnya, tidak hanya itu penampilannya secara tiba-tiba berubah menjadi lebih indah.


Su Yao saat ini mengenakan gaun indah berwarna-warni, rambut biru kehitamannya berkibar ditiup angin, api multi warna mengelilingi dirinya seperti seorang pengawal. Sosok itu membuat semua orang tertegu dengan rasa hormat, Su Yao sekarang begitu anggun dan elegan seperti membawa perasaan dunia lain.


Su Yao sendiri juga tidak terlalu mengerti apa yang sebenarnya terjadi, tapi saat ini dia tau bentul jika dia telah melewati kesengsaraan penyatuan Nyala Api Sembilan Surga, ia melihat sekeliling namun tidak menemukan keberadaan Hao Chen.


Setelah itu Su Yao segera turun dan menyapa teman-temannya yang tertegu melihat penampilannya, "Ada apa dengan kalian? seperti kalian baru melihatku saja." Ucapnya sambil terkekeh pelan.


Diantara mereka semua, Qi Zijing lah yang pertama kali bersuara, "Sister Su Yao, apakah kau telah berhasil?" tanyanya.


Su Yao tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum dan menunjukkan Nyala Api Sembilan Surga berada dibawah kendalinya.


Mereka semua terkejut termasuk kaisar api, Nyala api Sembilan Surga merupakan api mutlak yang melampaui api surgawi, jadi Su Yao mungkin saja akan gagal, tapi dihadapan mereka saat ini sesuatu yang mustahil untuk dilakukan telah berhasil dicapai oleh Su Yao.


"Selamat! sepertinya aku tidak salah pilih, tekad dan keyakinan mu sangatlah kuat sehingga Nyala Api Sembilan Surga bisa kau taklukkan." Kaisar api tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya, dan segera memberikan pujian pada Su Yao.


"Nyala Api Sembilan Surga ya? jadi itu nama api multi warna ini, sangat bagus dan kekuatanku akan semakin bertambah dengan adanya api ini, terlebih lagi kekuatan elemen yang tiba-tiba masuk kedalam tubuhku." Su Yao tersenyum tipis melihat kekuatannya yang terus bertambah.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong soal kekuatan, dari mana asal kemampuan sembilan elemen yang kau gunakan saat itu?" kaisar api bertanya dengan penasaran.


"Aku juga tidak terlalu mengerti, tapi aku yakin jika kekuatan ini berasal dari..." sebelum menyelesaikan kata-katanya, kaisar api segera menyela, "Tidak perlu kau jelaskan padaku, sebab ada orang lain yang jauh lebih ingin tau dari pada kami."


Su Yao pada awalnya bingung, tapi setelah menyadari jika ada perasaan akrab dibelakangnya, dia menyadari jika itu adalah Hao Chen yang sedang melayang diudara, tapi dia sedikit takut untuk berbalik, karena dia sendiri merasakan kemarahan dari aura Hao Chen.


"Oh? dimana rasa senangmu tadi? bukannya kau harus menjelaskan tentang apa yang terjadi sekarang?" Ucap Hao Chen dengan penuh pertanyaan.


Tapi suaranya yang terdengar sangat dingin membuatnya mematung dengan keringat dingin diwajahnya, dengan penuh kegugupan Su Yao berpaling melihat kearah Hao Chen dengan kepala tertunduk, dia memainkan jari-jarinya seperti anak kecil yang melakukan kesalahan.


"Itu...emm...aku tidak, tidak! maksudku kenapa kau bisa ada disini?" Su Yao bertanya dengan gagap.


Hao Chen masih menatap wanita cantik itu dengan dingin sambil menyilangkan tangannya, kakinya terus menerus mengetuk-ngetuk tanah, dia masih diam menunggu Su Yao berbicara.


"Teman-teman...senior Yan?" Su Yao segera meminta bantuan pada orang-orang dibelakangnya.


Merasa dikhianati oleh teman-temannya, Su Yao ingin memukul kepala mereka dengan keras, tapi merasakan jika Hao Chen benar-benar marah membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa.


"M-Maafkan aku." Su Yao angkat bicara dengan nada gugup.


"Kenapa kau meminta maaf? apa yang telah kau perbuat padaku sampai harus meminta maaf?" Hao Chen bertanya dengan dingin.


Su Yao segera menjawab dengan perasaan bersalah, "Aku salah karena telah membuatmu khawatir, dan aku layak dihukum karena melakukan suatu yang ceroboh..."

__ADS_1


Hao Chen segera menghela nafas panjang dan segera memasang ekspresi tak berdaya, tapi dia tidak bisa menyangkal jika Su Yao menjadi ceroboh dan terburu-buru, namun dia bisa bersyukur karena Su Yao sekarang telah berhasil.


Dia mendekati Su Yao yang masih menunduk kepalanya karena rasa bersalahnya, dan segera memeluknya dengan lembut. Sehingga Su Yao terkejut dengan tindakan tersebut, awalnya dia berfikir jika Hao Chen akan memukul pantatnya atau menjitak keningnya, namun tindakannya justru berbeda dengan apa yang dia pikirkan.


Setelah beberapa saat, mereka berdua segera melonggarkan pelukan masing-masing dan saling menatap.


"Ada apa? kenapa kau terlihat seperti orang bingung?" tanya Hao Chen.


"T-Tidak ada, aku hanya terkejut saja." Jawab Su Yao dengan gugup.


"Hem...kalau begitu, bolehkah aku tau asal-usul kekuatan elemen yang muncul waktu itu?" Hao Chen segera bertanya pada topik yang membuatnya penasaran.


"Itu...aku sendiri kurang tau, tapi aku menebak jika kemampuan elemen tersebut berasal dari Seni tubuhku, mungkin terjadi sesuatu pada tubuh Permaisuri Zhu sampai-sampai membuatku bisa mengontrol sembilan elemen." Jawab Su Yao dengan perasaan sedikit bingung.


"Permaisuri Zhu, nama itu memiliki hubungan dengan ibuku, tapi apakah aku melakukan sesuatu saat menyempurnakan seni tubuh itu?" batin Hao Chen dengan rasa penasaran yang kuat.


"Hao Chen?" Su Yao memanggil namanya dengan bingung saat melihat ekspresi Hao Chen.


Sontak Hao Chen tersadar dari lamunannya, dia segera menatap wanita dilengan nya dengan senyum misterius, dan secara tiba-tiba memberikan ciuman panas pada bibirnya.


"Hmm..." Su Yao pada awalnya cukup terkejut dengan ciuman yang mendadak, tapi setelah beberapa detik dia mulai menikmati perasaan tersebut dengan perasaan yang gembira.


Setelah mereka selesai berciuman, Hao Chen tersenyum dan berkata, "Selamat untukmu!"

__ADS_1


Ucapan tersebut membuat perasaan Su Yao tidak karuan, tapi dia sangat senang dengan ucapan selamat dari Hao Chen.


"Pasti ibu melakukan sesuatu padanya, aku dapat menyadari jika Inti yang mengandung seluruh hasil kekuatan ibu berada pada tubuh Su Yao, jadi kemungkinan besar Inti yang dulunya ada padaku telah dipindahkan kepadanya, dan juga Su Yao mungkin adalah pewaris yang dipilih oleh ibu." Hao Chen segera berfikir dengan rumit.


__ADS_2