The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 185. Kaisar Dewa iblis merah


__ADS_3

Sosok iblis tersebut hanya bisa terpaku diam melihat Hao Chen yang masih sanggup berdiri dengan luka yang sangat parah, walaupun dia nampak sangat mengerikan Hao Chen tetap saja terus berusaha untuk tidak jatuh.


"Sepertinya ini akan semakin menarik, mari kita lihat apakah dia akan mati atau hidup?" batin iblis tersebut dengan senyum tipis diwajahnya.


"Aku harus bertarung lagi, aku harus mengalahkannya!" ucap Hao Chen segera menarik energi kehidupan untuk memulihkan lukanya.


Namun sebuah cahaya putih tiba-tiba berkedip, dimana sosok yang dikenal oleh Hao Chen muncul, dimana dia tidak lain adalah Lao Zu.


"Kakek kebun? kenapa kau bisa ada disini?" tanya Hao Chen yang masih menjaga tubuhnya agar tidak jatuh.


Dengan memasang ekspresi tak percaya Lao Zu hanya bisa bingung menatap Hao Chen yang dalam kondisi mengerikan, walaupun lukanya perlahan mulai dipulihkan, energi yang masih dimilik oleh Hao Chen benar-benar sangat sedikit bahkan bisa dikatakan habis total.


Kemudian Lao Zu segera melirik kondisi sekitar yang ditutupi oleh dinding transparan berwarna merah gelap, ditambah lagi wilayah yang ada disekitar hancur lebur seakan telah terjadi kiamat mengerikan ditempat ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini dan kenapa kau bisa mengalami kondisi seperti ini?" tanya Lao Zu dengan keras.


"Penjelasannya sangat panjang, karena aku masih harus bertarung!" jawab Hao Chen yang segera melangkah.


Lalu Lao Zu segera melihat kearah Hao Chen melangkah, dimana ia segera melihat sosok iblis yang segera membuat Lao Zu menjadi pucat.


"Sudah cukup kau bertindak! sebaiknya kau diam dan pulihkan saja luka yang ada ditubuhmu itu!" ucap Lao Zu yang segera membekukan ruang disekitar Hao Chen.


Dimana hal tersebut membuat Hao Chen tidak dapat bergerak sama sekali, ditambah lagi ia segera ditarik mundur oleh Lao Zu.


"Apa yang ingin kau lakukan kakek kebun? aku masih bisa bertarung!" ucap Hao Chen dengan keras sambil berusaha untuk lepas dari kemampuan ruang Lao Zu.


"Sudah aku katakan agar kau diam disana!" balas Lao Zu yang segera melepaskan tekanan yang mengerikan pada Hao Chen.

__ADS_1


Lalu ekspresi wajah Hao Chen segera menghitam setelah menghadapi tekanan tersebut, ditambah lagi ada perasaan tertekan dihatinya.


Lao Zu segera berbalik melirik kearah iblis tersebut dan segera berkata, "Sepertinya ada beberapa hal yang bisa membuat sang kaisar dewa iblis turun tangan."


"Kau sang Raja petir Lao Zu!" kata iblis tersebut dengan mata yang segera melebar.


"Tidak aku sangka jika namaku masih dikenali bahkan oleh kaisar dewa iblis yang berada diperingkat sepuluh besar, yah karena aku juga sudah lama tak berurusan dengan iblis." Ucap Lao Zu yang secara tiba-tiba mengeluarkan petir putih disekitarnya.


Lalu iblis tersebut segera berkata, "Hoho...tapi kau harus tau jika aku adalah pemilik istana iblis ke-7, walaupun aku tidak tahu menahu asal mula kau bertarung dengan si Harimau iblis tersebut, aku cukup mengangumi kehebatanmu."


"Tapi yang aku ketahui adalah jika kau tidak kemari dengan tubuh aslimu dan menggunakan tubuh orang lain agar kau dapat bertarung, maka aku berada diatasmu sekarang." Ucap Lao Zu yang segera tersenyum.


"Apa yang dikatakan oleh kakek-kakek itu, tapi walaupun aku kembali ke tubuh asliku hal ini tidak menimbulkan banyak masalah, karena aku masih bisa menunggu pertarungan sebenarnya melawannya." Batin iblis tersebut yang segera melirik kearah Hao Chen yang terdiam dengan ekspresi wajah menghitam.


"Baiklah mari kita coba ukur kemampuanmu kakek tua, yang dulunya dikenal sebagai Raja petir." Ucap iblis tersebut yang segera bersiap menyerang.


Tapi ekspresinya segera berubah melihat sosok burung petir yang menakutkan yang tiba-tiba muncul dibelakang, gemuruh petir menakutkan segera terdengar.


"Seni Suci hebat, burung petir melambung tinggi...!"


Sosok burung petir tersebut segera terbang kearah iblis tersebut dengan sangat cepat, bahkan iblis tersebut tidak sempat bertindak atas hal tersebut.


"Dasar rubah tua...! aaaaaaaa...!" secara bersamaan sosok iblis tersebut lenyap oleh serang petir yang begitu mengerikan.


Sementara itu disebuah singgasana disebuah kastil, terdapat sosok yang sama dengan iblis yang melawan Lao Zu tadi yang secara tiba-tiba membuka matanya.


Lalu dia segera menghentakkan kakinya dengan kesal, sambil menggerutu dengan kesal, "Dasar rubah tua menjengkelkan, andaikan aku dapat secara langsung berada di sana, dia pasti sudah mati olehku."

__ADS_1


Sosok tersebut tidak lain adalah iblis yang baru saja Hao Chen lawan, dimana kali ini berbeda karena ia adalah yang asli.


"Ada apa Yang mulia?" tanya salah satu iblis yang ada disampingnya.


"Tidak ada, aku baru saja menggunakan kesadaran ku untuk bertarung dengan seseorang, tapi sayangnya ada gangguan yang membuat ku kembali." Jawabannya dengan sedikit kesal.


"Hah...tidak masalah juga, diakan masih lemah untuk bertarung dengan wujud ku yang asli, sebaiknya aku memperkuat diri." Ucap iblis tersebut yang segera pergi dari singgasana.


"Ada ingin kemana Yang mulia?" tanya salah satu iblis.


"Aku akan berlatih lagi, karena aku telah menemukan musuh yang sangat hebat walaupun kekuatan yang belum mencapai tingkat yang sama denganku." Jawab iblis tersebut yang segera menghilang.


Lalu iblis tersebut segera bergumam sendiri, "Anak itu bisa bertarung dengan kekuatan yang masih berada dibatas fana, dia tidak memiliki bakat ataupun sesuatu yang sang hebat, semua itu dapat dilihat dari Martial Soul yang digunakan oleh manusia tanah surgawi untuk berkultivasi, jika dibandingkan dengan Hao Tian waktu itu yang memilik bakat yang luar biasa yang bahkan membuat para iblis gemetar, anak itu jelas berada dibawah Hao Tian."


"Tapi jika Hao Tian berada ditahap yang sama dengan anak itu aku dapat yakin jika bocah rambut putih itu akan membuatnya kalah dalam sekejap, jika aku membandingkan dengan baik Hao Tian sebagai seorang yang tenang dan kuat, sementara anak rambut putih itu memiliki kombinasi yang sama dengan Hao Tian, tapi anak itu lebih seperti seekor naga yang sedang tertidur."


"Naga yang tertidur? yah walaupun sulit tapi itu memang benar, sepuluh tahun lagi...tidak kemungkinan besar delapan tahun lagi anak rambut putih itu pasti akan mencapai tingkat kultivasi yang sama denganku berdasarkan determinasinya."


"Disaat itu kita akan bertanding lagi dengan kekuatan asli, bahkan jika pertarungan kita menghancurkan sebuah galaksi itu tidak masalah."


Sementara itu disekitar singgasana kaisar dewa iblis tadi duduk, ada sesosok wanita cantik yang terlihat seperti Dewi tapi memiliki energi iblis yang mengerikan.


"Selamat datang Ratu!" sambut mereka dengan hormat.


"Dimana suamiku itu?" tanyanya.


"Dia sedang berlatih, sebab dia telah menemukan musuh yang memiliki potensi untuk bisa menjadi lawannya." Jawab salah satu pelayan.

__ADS_1


"Apa?!" wajah dari istri iblis tersebut segera memasang ekspresi wajah kaget.


"Siapa yang bisa membuat dia terpaksa berlatih setelah sekian lamanya, Kaisar Dewa iblis merah Moshen yang ditakuti oleh banyak mahluk hidup diseluruh Jagat raya, bahkan oleh semua kaisar dewa iblis lainnya. Sebenarnya lawan macam apa yang membuatnya sampai seperti itu?" batin iblis wanita tersebut dengan ekspresi serius.


__ADS_2