
Saat ini banyak orang-orang yang sedang menatap sosok manusia suci yang sedang menjaga Pagoda Emas dengan kebencian dan kemarahan, mereka semua berfikir jika mereka telah berhasil melalui ujian masuk Makam Primordial seharusnya mereka sudah diizinkan masuk kedalam ruangan harta, tapi karena kemunculan sosok manusia suci membuat hal ini terasa sia-sia.
"Sialan! dia benar-benar berani memamerkan kekuatannya dihadapan kita, aku harap dia akan terkena getahnya karena berani sombong!"
"Kesombongan yang berlebihan pasti membuatnya jatuh!"
Disaat orang-orang tersebut sedang mengutuki perilaku manusia suci tersebut, salah satu dari mereka segera menyadari sesuatu dan memasang ekspresi serius diwajahnya, tidak hanya itu dua manusia suci juga ikut keluar dari dalam Pagoda.
"Saudara pertama, kau menyadarinya bukan?"
"Itu benar, ini merupakan aura yang sama dengan sosok yang memberikan niat membunuh pada kita."
"Berhati-hatilah! dia sangat kuat, jangan kendor saat melawannya nanti!"
"Baiklah!!"
Ketiga manusia suci tersebut segera waspada dengan mengerahkan segala kekuatannya masing-masing, sehingga orang-orang yang sedang memperhatikan mereka menjadi terkejut melihat sikap mereka yang tiba-tiba berubah.
Lalu semua orang yang hadir ditempat tersebut segera merasakan niat membunuh yang sangat kuat sedang menuju kemari, dan lagi ada pancaran super kuat yang membuat semua orang merinding ketakutan.
Disaat itulah secara tiba-tiba sebuah tebasan berwarna biru azure mengarah pada tiga manusia suci tersebut.
"Awas!"
"Ugh...!"
Tebasan tersebut sangat cepat sehingga mereka bertiga sulit untuk menghindari ataupun menahannya, dan itu meninggal luka yang cukup serius pada mereka.
Lalu sosok Hao Chen segera muncul dihadapan mereka, dia memancarkan kebencian terhadap ketiga orang manusia suci tersebut.
"K-Kau...siapa kau?!" tanya salah satu dari mereka.
Hao Chen menatap mereka dengan dingin dan segera berkata, "Kau tidak berhak untuk tau, dan disini aku akan mengakhiri tindakan semena-mena kalian!"
"A-Apa maksudmu, Makam Primordial adalah tempat suci yang hanya menerima orang yang ditakdirkan, kau tidak bisa menggangu gugat apapun."
"Jangan membuatku tertawa!" ucap Hao Chen dengan keras.
"Kalian ras Saint Race selalu bertindak serakah, karena kalian tidak bisa memasuki Makam Primordial dan dilarang untuk memasukinya, kalian dengan sengaja menempatkan Pagoda Emas tersebut seakan-akan kalian pemilik makam ini."
"Seharusnya orang-orang yang berhasil memasuki makam dan menyelesaikan ujiannya, mereka sudah layak untuk mendapatkan kesempatan untuk mencari sebuah warisan ataupun harta berharga yang ada dimakam ini, dan kalian malah memberikan sebuah larangan yang tidak jelas pada mereka.
Ucapan Hao Chen terdengar sangat keras sehingga mereka dapat mendengarnya, kenyataan yang dikatakan olehnya segera memicu kemarahan yang sangat mendalam kepada ras Saint Race, mereka semua telah berjuang mati-matian saat melewati ujian tujuh dosa mematikan agar bisa memasuki makam ini, dan tindakan dari manusia suci tersebut membuat perjuangan mereka dianggap sebagai lelucon Dimata mereka.
__ADS_1
"Kau dari mana kau bisa mengetahuinya?!"
"Dasar bodoh! penjaga makam inilah yang memberi tahunya, kalian ras Saint Race benar-benar kurang ajar!" Jawab Hao Chen dengan amarah yang ditahan.
"Hahahaha! tidak peduli siapa kau, ras Saint Race kami pasti akan menjadi terkuat untuk selamanya! dan kau ras rendah kelas tiga layak menjadi budak....Khuak!!!"
Sedetik saat manusia suci tersebut menyelesaikan kata-katanya, Hao Chen segera muncul dihadapannya dan segera memberikan pukulan tepat diperutnya yang menyebabkan dia terpental sampai jatuh ketanah.
"Saudara ketiga!"
"Berani-beraninya kau...Agrhhhh!!!"
Hao Chen tidak berhenti, dia segera mencengkram erat kepala dua manusia suci lainnya, dan setelah beberapa saat dia segera membantingnya ketanah dengan sangat keras.
"BOOM!!!"
"Sampah, kalian jangan banyak bicara." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
Saat Hao Chen turun kebawah dan menatap manusia suci tersebut, dia segera menginjak mereka dengan sangat keras dan terdengar suara retakan ditubuh mereka.
"AGRHHHH!!!"
"Kalian semua segera menyingkir sejauh mungkin dari tempat ini, bahkan aku sarankan kalian segera bersembunyi sampai aku benar-benar berhasil mengatasi mereka, sebab aku tidak peduli jika kalian mati karena dampak pertarungan ini." Ucap Hao Chen pada mereka yang masih berada disekitarnya.
Mereka semua sadar jika kekuatan Hao Chen sangat kuat, bahkan mereka pasti akan mati karena dampak pertarungan yang akan segera terjadi, dan juga mereka tidak ingin usaha mereka sia-sia dalam memasuki makam ini.
Setelah itu Hao Chen kembali melihat tiga manusia ras Saint Race tersebut yang dalam kondisi tergeletak, walaupun mereka berada diranah Dewa Bumi menengah mereka langsung terkapar hanya dengan kekuatan fisik Hao Chen saja.
"Jika kau berani membunuh kami, para penjaga tua didalam pagoda tersebut akan membunuhmu!" Ucap mereka untuk menakuti Hao Chen.
Tapi Hao Chen tidak peduli, api hitam sudah menyala-nyala ditangan kanannya, mata birunya menatap dingin dengan ekspresi acuh tak acuh.
"Matilah.."
"AAAAAAAA!!!"
Setelah itu Hao Chen dengan ekspresi dingin meninggalkan mereka yang terbakar oleh api hitam, dan segera menuju Pagoda Emas tersebut dimana teman-temannya sedang menerima berkah Energi Saint.
"Aku bisa menghilangkan penanda yang dipasang pada mereka nanti, tapi lebih baik aku menyingkirkan monster tua menjengkelkan ini terlebih dahulu." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
"BOOM! BOOM! BOOM!"
Hao Chen segera menyerang pagoda tersebut dengan tujuan untuk memancing monster tua yang dimaksud tiga manusia suci tadi, dia tidak bertujuan untuk menghancurkan pagoda tersebut karena teman-teman dan kakak sepupunya berada didalam.
__ADS_1
"Siapa yang berani merusak Pagoda Emas Suci!!"
Setelah sekitar sepuluh orang yang memancarkan aura suci serta energi yang sangat kuat, jika menilai dari kekuatan mereka setidaknya sembilan dari mereka memiliki kekuatan sekitar ranah Dewa Langit, dan ada juga yang mencapai ranah Dewa Surgawi.
Disaat itu juga mereka memandang rendah sosok Hao Chen yang dianggap seperti semut.
"Siapa kau? kenapa kau berani-beraninya menyerang Pagoda Emas Suci kami?" tanya salah satu dari mereka.
"Apa hakmu untuk bicara? kalian ras Saint Race kurang ajar karena berani-beraninya memonopoli Makam Primordial, dan juga kalian akan segera mati disini!" Jawab Hao Chen dengan acuh.
"Kau? akan membunuh kami? jangan bercanda, ada sembilan Dewa Langit dan seorang Dewa Surgawi dihadapanmu, bahkan kami hanya perlu menggunakan jari kami saja untuk membunuhmu." Ucap mereka dengan sombong.
Tapi Dimata Hao Chen, tingkat kultivasi tidak akan terlalu mempengaruhi apapun, jika kau memiliki fondasi yang sangat kuat menghadapi orang yang berada diranah yang lebih tinggi.
"Kalian ini...terlalu banyak bicara!" Hao Chen tanpa banyak bicara segera melempar sebuah tombak hitam kearah salah satu dari mereka.
"Heh...hanya seperti ini saja?"
"Gawat! jangan sampai menyentuh tombak tersebut!" Dewa Surgawi diantara mereka segera memperingatkan.
Namun sayangnya tombak tersebut tepat menancap ditubuhnya, dan itu segera membuat mereka semua tertegu.
"Mati..." Ucap Hao Chen dengan senyum menakutkan.
"AGRHHHH!!!" secara tiba-tiba tubuh manusia suci yang terkenal tombak hitam terhisap oleh kekuatan misterius didalam tombak tersebut.
"Apa yang kau lakukan?!!" tanya mereka dengan marah dan segera melepaskan niat membunuh pada Hao Chen.
"Itu adalah kesalahan kalian sendiri karena meremehkan musuh!" Balas Hao Chen yang juga melepas niat membunuhnya yang jauh lebih kuat.
Sontak kesombongan mereka menghilang saat merasakan niat membunuh Hao Chen, dan ini segera merubah pandangan mereka terhadap Hao Chen.
"Karena kau telah membuat masalah dengan kami, maka terimalah akibatnya!!"
Setelah itu sembilan orang lainnya segera melepaskan kekuatan penuh mereka, kesadaran ilahi, kehendak Asal, dan energi murni yang sangat kuat menyebar luas kesegala penjuru.
"Jika kalian berfikir akan dengan menggunakan jumlah, JANGAN TERLALU BERHARAP!!!" Hao Chen juga meledak dengan kemarahan, kekuatan kekosongan segera muncul disekitarnya dan aura Dewa Ashura yang menakutkan segera menebarkan teror.
Langit dan Bumi bergetar hebat ketika dua kubu yang memiliki kekuatan yang sangat menakutkan saling bertubrukan, seakan-akan dengan lambaian tangan mereka saja sudah mampu meluluh lantakkan satu benua diplanet tanah surgawi.
"Cepat menjauh! ini merupakan pertempuran yang berada diluar tindakan kita!"
"Mereka sangat menakutkan sampai-sampai bisa memancarkan aura semenakutkan ini."
__ADS_1
Orang-orang tersebut segera mundur lebih jauh kebelakang, karena pancaran dari mereka saja sudah membuat mereka sesak nafas dan terasa akan segera mati oleh tekanan mereka saja.
"MATI...!!!"