
Saat ini Hao Chen sedang duduk bersilang disebuah tempat yang tidak jauh dari Chu Qing dan lainnya, walaupun Hao Chen telah menebus ranah dewa ia masih perlu berlatih lebih banyak untuk mencapai puncak.
Tapi kali ini Hao Chen merasa senang dengan perkembangan yang dimilikinya sekarang, terutama tentang dunia kecilnya yang dimana saat ini dia memiliki kontrol penuh atas dunia miliknya.
Seperti halnya Hao Chen memerlukan kekuatan Ilahi untuk menaikkan tingkat kultivasi, dengan koneksi dari dunia kecilnya, ia bisa menyerap kekuatan ilahi dengan mudah dari dunia kecilnya.
Sebab jika seseorang telah mencapai ranah dewa, mereka tidak akan lagi menyerap kekuatan roh atau semacamnya, karena mereka harus menggunakan kekuatan ilahi untuk memperkuat diri.
Sebenarnya sudah ada sejak lama dimana metode mengubah energi fana seperti kekuatan roh dan Qi menjadi kekuatan ilahi, tapi trik ini sangat kuat efesien.
Layaknya seperti sebuah embun yang berkumpul menjadi satu tetes air, konsep mengubah energi fana menjadi kekuatan ilahi sangat sulit dan lama.
Maka dari itu banyak orang yang telah mencapai ranah dewa mencari tempat yang memiliki kekuatan ilahi diseluruh dunia, bisa juga dengan pergi ke pusat domain Galaxy Star God.
Namun untuk pergi ke pusat domain tersebut butuh usaha keras, karena banyak orang-orang yang sangat kuat berada di sana.
Tapi beda halnya dengan Hao Chen yang saat ini memiliki inti energi ilahi yang tak memiliki batas serta paling murni, dimana pun ia berkultivasi sumber kekuatan ilahi miliknya tidak akan pernah habis.
Tapi Hao Chen memilih untuk tidak serakah dalam menyerap kekuatan ilahi, jika ia ketahuan memiliki inti energi ilahi yang tak terbatas maka dia akan segera diburu oleh banyak orang.
Maka dari itu setiap kali Hao Chen meditasi, ia selalu membuat pelindung khusus yang dapat menyamarkan segalanya.
"Tingkat kultivasi ku sudah sangat stabil, tapi untuk masih terlalu cepat untuk naik tingkat.." Gumam Hao Chen yang baru saja membuka matanya.
"Aku harap agar dapat segera sampai diwilayah pencerahan, selain memerlukan kekuatan Ilahi untuk menaikkan kultivasi ranah dewa, kekuatan kehidupan juga ikut ambil bagian dalam budidaya tingkat dewa." Ucap Hao Chen yang segera berdiri dan meregangkan tubuhnya.
Kemudian Hao Chen segera melirik kearah Zhang Jie yang terus berlatih keras, sementara itu ia melihat Lou Yan yang memangku Chu Qing, lalu adiknya sedang menyiapkan makanan.
Tapi Hao Chen segera tertarik dengan kekuatan Qi yang muncul disekitar Zhang Jie, diikuti oleh gerakannya dalam menggunakan tombak.
__ADS_1
"Kekuatan roh dan Qi benar-benar sangat berbeda, tapi aku tidak terlalu memperdulikannya sebab aku tidak menyerap hal-hal tersebut." Batin Hao Chen yang segera melepaskan kesadaran Ilahinya.
Kesadaran Ilahi yang sangat kuat segera menyebar sejauh 100 kilometer, Hao Chen dapat melihat segalanya dengan jangkauan dari kesadaran ilahinya, dimana ini jauh lebih kuat sebelum ia menembus ketingkat Dewa.
Disaat yang sama Zhang Jie segera kaget merasakan gelombang kesadaran ilahi yang begitu kuat, ditambah lagi ia masih belum tau jika hal ini adalah kesadaran ilahi milik Hao Chen.
"Menurutmu apa yang sedang dilakukan oleh senior Chen?" tanya Lou Yan dengan bingung.
Zhang Jie segera memikirkannya sejenak dan mengelengkan kepalanya, "Aku tidak tau, tapi seperti senior Chen sedang memeriksa kondisi sekitar." Ujarnya.
Setelah Hao Chen menghilangkan kesadaran ilahi miliknya, ia kembali melirik kearah Chu Qing yang masih tak sadarkan diri.
Lalu ia segera mendatangi Chu Qing yang terlihat berusia sekitar 15 tahun, tapi ia memiliki wajah yang bisa dikatakan tampan, membuat dia seperti berumur 18 tahun.
"Sepertinya dia akan sadar sebentar lagi." Ucap Hao Chen sambil tersenyum.
"Benarkah!" mereka bertiga segera berteriak senang mendengar perkataan Hao Chen.
"Si-Siapa senior ini?" tanya Chu Qing yang berusaha untuk bangun.
"Kalian bisa memanggilku dengan sebutan Hao Chen." Jawab Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.
"Senior Chen, perkenalkan namaku adalah Chu Qing." ucap Chu Qing dengan hormat.
"Dia adalah teman kami Zhang Jie, itu adalah adikku Chu Wei, dan ini adalah tunangan ku Lou Yan." Chu Qing segera memperkenalkan semua orang pada Hao Chen.
"Tapi kenapa ada sampai menolong kami?" tanya Chu Qing.
Hao Chen segera berkata, "Hem...sebenarnya aku tidak terlalu mengerti mengapa, tapi ketika aku tersesat ketika menuju ketempat wilayah alam ilahi kuno."
__ADS_1
"Senior Chen ingin pergi ketempat itu juga, jadi ketika aku meminta dia ikut dengan kita, ia menyetujuinya." Ucap Zhang Jie.
"Ah! ngomong-ngomong kenapa kalian bisa sampai ketempat seperti ini?" tanya Hao Chen.
Chu Qing segera menjawab, "Sebenarnya kami membawa peta yang menunjukkan wilayah alam Ilahi kuno, disaat kami pergi dari wilayah keluarga Chu secara tiba-tiba ada seseorang yang mengetahui tentang peta ini, awalnya kami meminta bantuan fraksi Naga Azure untuk menolong kami, sayangnya orang-orang dari fraksi Macan putih duluan menemukan kami."
"Fraksi? untuk apa adanya fraksi tersebut?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Maaf karena belum menjelaskan, di Alam Dewa terdapat banyak fraksi yang dibentuk untuk mengumpulkan orang-orang yang tertarik untuk mencari warisan yang ada dialam dewa." Jawab Chu Wei.
"Ngomong-ngomong karena senior Chen tidak mengikuti fraksi manapun, Bagaimana jika senior bergabung dengan fraksi kami yang disebut Naga Azure?" tanya Chu Qing yang berusaha memberanikan diri.
"Hem...sepertinya aku bisa setuju, tapi apakah harus ada pembagian harta?" tanya Hao Chen.
"Tidak! difraksi naga azure setiap kali orang yang menemukan sebuah harta akan menjadi miliknya, asalkan dia adalah orang pertama yang mendapatkannya." Jawab Lou Yan.
Hao Chen segera memikirkannya sejenak dan segera merespon, "Baiklah kalau begitu aku akan bergabung."
Ekspresi senang muncul diwajah Chu Qing dan lainnya melihat respon Hao Chen, karena dengan perlindungan dari orang seperti Hao Chen mereka pasti akan aman.
"Baiklah kalian semua segera persiapkan diri untuk pergi, jika kalian telah selesai beristirahat panggil aku." Ucap Hao Chen yang segera mencari tempat untuk bermeditasi.
Tapi mata Chu Wei segera menyipit ketika secara tiba-tiba melihat ekor rubah yang berkibas-kibas, ketika ia mengedipkan matanya ekor tersebut segera menghilang.
"Apa aku tadi salah lihat?" tanya Chu Wei sambil menggosok-gosok matanya.
"Ada apa Chu Wei?" Lou Yan segera melirik kearah Chu Wei.
"Tidak ada!" Chu Wei segera kembali ke urusannya.
__ADS_1
Tapi apa yang tidak mereka lihat adalah ekspresi licik diwajahnya Hao Chen muncul.