The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 348. Memiliki mata yang sama


__ADS_3

Hao Yue tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok cantik Su Yao yang memiliki kecantikan yang sangat ekstrim, bahkan dia sendiri sampai melamun saat menatap sosok Su Yao yang dimatanya seperti seorang Dewi.


"Tangan kakak Su Yao hangat sekali, benar-benar berbeda dengan tangan ibu yang dingin. Bahkan ibu saja tidak secantik dia, apa dia pacarnya kakak Hao Chen?" batin Hao Yue saat menatap Su Yao dari atas kebawah.


Su Yao yang menyadari tatapan Hao Yue segera melirik kearahnya dan memasang senyum, "Jika kau terus menatapku, kau akan membuatku tersipu loh." Dia menggodanya dengan kata-kata aneh.


"Ah! maafkan aku kak Yao, aku hanya tidak pernah melihat wanita secantik dirimu selain ibuku." Ucap Hao Yue dengan malu-malu.


"Benar-benar sangat imut dan manis, dia masih bisa mempertahankan pikirannya saat bencana menimpanya, dia benar-benar mirip denganmu Hao Chen..." Batin Su Yao dengan senyum tulus diwajahnya.


"Kak Yao, apakah dia...tidak maksudku kak...tidak! tidak! maksudku bagaimana keadaannya?!" Hao Yue bertanya dengan gagap.


Su Yao tidak bisa menahan tawanya karena tingkah laku Hao Yue, gadis yang sedang menggenggam tangannya dengan erat seperti gadis kecil biasa yang bebas dan tidak terkekang, tapi tidak semua orang mengerti jika dia telah mengalami sesuatu yang buruk untuk gadis seusianya.


"Kau akan tau sebentar lagi..." Su Yao tidak menjawab dan lebih memilih untuk melanjutkan langkahnya.


***


Disisi lain, Hao Chen yang sedang bersama dengan semua teman-temannya berjalan santai dari danau kehidupan milik akademi langit cerah, walaupun ada beberapa wajah yang tidak dikenal olehnya, mereka semua bisa mengakrabkan diri mereka dengan suasana yang sedang berlangsung.


"Hah...aku harus melakukan lebih banyak persiapan lagi, tidak aku sangka Guru Zhang melarang ku untuk melakukan terobosan." Ucap Zhou Yuan dengan sedikit rasa kecewa.


"Hahahaha! kau terlalu banyak tugas-tugas lain sampai-sampai kultivasimu tertinggal oleh kami, walaupun kami bisa menerobos keranah Dewa sekarang, kami pasti akan menunggu agar kita bisa melakukan bersama." Ling Feng segera memberikan semangat.


"Saudara Feng..." Zhou Yuan segera terharu oleh perkataan Ling Feng, tapi Hao Chen segera menyela dengan cepat.


"Hal tersebut tidaklah berguna, jika kau memiliki kesempatan untuk menerobos maka lakukan saja, ranah Dewa merupakan langkah awal kalian agar bisa menjadi Dewa Sejati, jadi semakin cepat kalian menerobos maka semakin cepat kalian mengkokohkan pondasi kalian." Ucapnya dengan nada acuh.


"Hem...sepertinya saudara Hao Chen benar, kita tidak perlu menunggu orang yang telah longgar dalam kultivasinya!" Xie Yu segera angkat bicara dengan tegas.


"Aku juga! ayo kita tinggalkan saudara Yuan ini." Ling Feng mengangguk setuju.

__ADS_1


"Apa-apaan ini?! dimana rasa persaudaraan kalian tidak?!" Zhou Yuan bertanya dengan marah.


"Hehehehe...Kesatria kuda putih, mungkin kau harus bisa jujur pada dirimu sendiri, sebab semakin lama kau menahannya, maka masalahnya akan bertambah besar." Ucap Hao Chen dengan senyum misterius, dan matanya tertuju pada beberapa wanita cantik yang mengikuti Zhou Yuan.


"Hah? apa maksudmu kak Chen?" Zhou Yuan segera memasang ekspresi bingung.


"EQ-nya benar-benar sangat rendah! pantas saja kau masih jomblo!" Hao Chen berkata dengan kesal dengan sikap Zhou Yuan.


"Ah! ngomong-ngomong, dimana sister Su Yao ya?" Qi Zijing bertanya dengan penasaran.


"Itu benar, aku tidak melihat sejak tadi pagi? apakah kalian bertengkar?" Meng Zhu segera melanjutkan pertanyaannya.


"Tidak terjadi sesuatu diantara kami, tapi saat itu dia mendapatkan panggilan dari neneknya pagi-pagi sekali, dan secara tiba-tiba dia memasang ekspresi kesal, mungkin dia diminta melakukan sesuatu oleh neneknya." Jawab Hao Chen dengan mengangkat pundaknya.


"Ah....begitu rupanya." Mereka semua mengangguk paham.


Setelah beberapa saat mereka berjalan santai, sosok Su Yao segera terlihat dengan membawa Hao Yue untuk berkeliling.


"Eh? siapa gadis kecil yang ada disampingnya itu?" Qi Zijing segera menunjuk kearah Hao Yue yang memegang tangan Su Yao.


Mata mereka semua segera teralihkan oleh kedua wanita itu, sementara itu Hao Chen hanya bisa tertegu dengan rasa tidak percaya.


Setelah mereka saling berhadapan, gadis berambut pirang keemasan tersebut segera gemetaran.


"Apa yang kalian lakukan?" Su Yao bertanya dengan senyum aneh.


"Er...kami baru saja keluar dari danau kehidupan, kau sedang apa disini? lalu siapa gadis kecil yang bersama denganmu itu?" Qi Zijing bertanya dengan penasaran.


"Hem? dia ya...sebentar lagi kalian akan tau." Su Yao segera mengedipkan matanya.


"Ah! kau tidak menyenangkan sama sekali sister Yao!" Qi Zijing menggerutu kesal melihat tingkahnya.

__ADS_1


Namun mereka tidak menyadari ekspresi rumit Hao Chen saat menatap gadis berambut pirang keemasan tersebut, keduanya merasakan kedekatan yang sangat kuat seperti ada ikatan yang tak terpatahkan diantara keduanya.


"Hey! kak Chen, ada apa denganmu? kau sedang melamun?" Xie Yu bertanya dengan saat melihat ekspresi rumitnya.


Hao Chen segera terkejut dan segera terbangun dari lamunannya, dan secara tiba-tiba dia segera mendekati gadis itu dengan ekspresi kosong diwajahnya, dan segera berlutut dihadapan gadis yang terlihat kebingungan dengan tubuh gemetaran.


Su Yao yang melihat tindakan tersebut diam-diam segera menjauh dari keduanya, dan senyum yang sangat cerah muncul diwajahnya.


"Hey...kak Chen, apa yang kau lakukan?" Zhou Yuan berusaha mencegah tindakan Hao Chen.


Namun disaat yang sama, Hao Chen segera meletakkan kedua jarinya dikening Hao Yue dengan senyum tipis muncul diwajahnya.


"Seperti yang ibu katakan, kita berdua memiliki bentuk dan warna mata yang sama bukan?" Hao Chen segera tersenyum tulus saat mata birunya menatap Hao Yue.


Segera tubuh Hao Yue berhenti gemetaran, perasaan hangat yang dicampur dengan kerinduan bercampur aduk dihatinya, dan secara perlahan matanya mulai berliangan air mata.


Sosok yang hanya dia lihat melalui foto yang diperlihatkan kedua orangtuanya, sosok kakak yang selama ini dia kagumi dan ingin dia temu sekarang berada dihadapannya, senyum tulus dan hangat mengingatkan akan ibunya, Hao Yue melihat sosok tampan dihadapannya segera menangis.


"Hiks...Hiks...kakak!" segera Hao Yue memeluk sosok Hao Chen dengan erat, dan menangis dengan keras.


"Ya...ya...ya, ini aku kakakmu." Hao Chen tidak terlalu banyak bicara, dia hanya memeluk dan mengelus rambut keemasan milik adiknya dengan lembut, senyumnya sedikit gemetaran diikuti oleh air mata yang juga ikut menetes secara perlahan.


Hao Chen tidak pernah merasakan kehangatan keluarga saat kedua orangtuanya mengorbankan diri agar dia dapat hidup dengan bebas, walaupun dia memiliki saudara bersumpah {Zhou Yuan, Ling Feng, dan Xie Yu}, dia benar-benar tidak pernah merasakan kehangatan keluarga yang dirindukannya.


Namun sekarang benar-benar berbeda, gadis kecil yang berada di pelukannya adalah adik kandungnya, sosok yang membawa kenyamanan dan kehangatan keluarga kembali padanya, dia juga tidak tau pengalaman pahit macam apa yang dilalui oleh adiknya ini.


Tapi itu merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan untuk mereka berdua, dan akan terus membuat mereka bertambah kuat serta semakin bijaksana.


"Ini pasti sangat melelahkan untukmu." Hao Chen berkata dengan lembut


"Ya...benar-benar sangat melelahkan, banyak hal menyakitkan yang telah aku lalui dan itu benar-benar melelahkan." Jawab Hao Yue yang masih menangis.

__ADS_1


__ADS_2