The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 264. Tidak mudah


__ADS_3

Tanah yang subur dan udara yang segar disekitarnya membuat suasana tempat cobaan pertama jalan Ashura dimulai.


Namun Hao Chen malah kebingungan melihat hal tersebut, karena awalnya dia berfikir jika cobaan dewa Ashura itu sangat mengerikan. Tapi ketika dia menjalani cobaan pertama yaitu jalan manusia, ia sangat terkejut sebab benar-benar berbeda dengan apa yang dia pikirkan.


"Ini apa yang sebenarnya terjadi? bukannya jalan Ashura itu sangat sulit?" wajah Hao Chen segera dipenuhi oleh kebingungan dan rasa tidak percaya, menilai situasinya saat ini.


Lalu Hao Chen segera mendengar suara langkah kaki yang sedang menunju ke arahnya. Walaupun dia tidak bisa menggunakan kekuatannya, tapi insting bertarung dan Kekuatan fisiknya sudah terasah.


"SIAPA?!" tanya Hao Chen dengan dingin, sambil memegang pedang darah.


"Ah! maafkan aku karena telah mengejutkan mu." Suara seorang wanita segera terdengar, dimana dia segera keluar dengan rasa takut.


Penampilannya bisa dikatakan biasa-biasa saja, malah mirip seperti seorang wanita yang telah memiliki pengalaman, tapi entah mengapa Hao Chen merasa ada yang aneh dengan wanita itu.


"Siapa kau?" tanya Hao Chen dengan waspada.


Lalu dia segera menjawab, "Namaku Yu Tian, aku adalah merupakan seorang pelayan di kantor walikota."


"Ngomong-ngomong apakah kau ingin ikut kedalam kota kami?" tanya Yu Tian.


"Kenapa aku merasa sangat aneh? tapi sebaiknya aku mengikutinya saja." Batin Hao Chen yang segera mengangguk kepalanya.


"Baiklah ayo ikut aku..." tanpa adanya rasa malu, dia segera merangkul tangan Hao Chen.


Kemudian Hao Chen segera dibawa ke sebuah kota yang bisa dikatakan lumayan untuk sebuah kota kecil.


Ketika Hao Chen dibawa masuk kedalam kota, dia mulai merasakan beberapa jenis tatapan menunju padanya, namun entah mengapa dia sulit mengartikan semuanya.


"Ah...lihat siapa yang dibawa oleh pelayan ini." Ucap seorang pria setengah baya dengan tubuh gemuk.


"Walikota Na..aku bertemu dengan seorang kesatria diperkebunan kita." Jawab Yu Tian sambil senyum.


"Seorang kesatria ya? kalau boleh tau siapakah tuan kesatria ini?" tanya walikota Na.


"Namaku Hao Chen..." jawab Hao Chen dengan datar.


"Jadi begitu ya...kalau begitu kesatria Chen bisa masuk dulu, atau anda bisa beristirahat sejenak ditempat kami." Ucap walikota Na dengan sopan.


"Pelayan Yu kau bisa mengantarkan kesatria terhormat ini ketempat yang biasa." Walikota Na segera memerintahkan Yu Tian.

__ADS_1


"Baiklah tuan walikota Na." Yu Tian segera menundukan kepalanya dan membawa Hao Chen pergi.


Ketika Hao Chen telah pergi jauh walikota Na segera tersenyum licik dengan wajah yang gelap, seperti dia telah menyembunyikan sesuatu.


Setelah Hao Chen ditinggalkan sendirian disebuah ruang yang lumayan mewah, dia memilih untuk duduk sebentar dan memikirkan apa yang terjadi.


"Mereka menyambutku dengan baik, bahkan menyediakan layanan sebaik ini. Tapi kenapa mereka memanggilku dengan sebutan kesatria? sepertinya ada sesuatu yang aneh." Batin Hao Chen dengan bingung.


"Tuan Chen bisakah kami masuk?"


Sebuah suara terdengar dengan lembut dari balik pintu kamar, terdengar sangat menggoda dan seperti sebuah hipnotis.


"Ya...kalian bisa masuk." Hao Chen segera mengizinkan mereka masuk.


Tapi diluar harapan ada kurang lebih tiga pelayan yang bisa dikatakan lumayan cantik, bahkan mereka memakai pakaian yang terlihat menggoda dan menggairahkan.


Mereka kemudian menyuguhkan sebuah teh dan beberapa makan serta sebuah wine.


"Silahkan nikmati dulu Tuan...kami akan datang mengirimkan makan malam nanti..." ucap salah satu pelayan itu dengan suara menggoda.


Ketika mereka keluar Hao Chen terus menatap hidangan yang telah disediakan oleh pelayan itu, namun dia senyum tipis muncul diwajahnya.


Hao Chen segera pergi dulu kekamar mandi untuk membersihkan wajahnya, setelah itu dia segera menyantap hidangan tersebut dengan lahap tanpa terganggu.


Disisi lain tiga pelayan yang sedang mengintip dari balik pintu terkekeh pelan, dan ada sesuatu yang bangkit dari mereka.


Hari demi hari terus berlalu, Hao Chen terlihat hanya bersantai menikmati sensasi bersantai, bahkan dalam tiga hari dia tidak melakukan apapun.


Namun apa yang terjadi berikutnya membuatnya tidak pernah membayangkan jika ada seorang pelayan yang lumayan cantik secara tiba-tiba membuka seluruh pakaiannya, dan memperlihatkan tubuh mulusnya.


"Ini...apa yang ingin kau lakukan?" tanya Hao Chen dengan wajah memerah.


"Tuan...aku sangat bergairah ketika menatap anda selama beberapa hari ini, jadi bersenang-senanglah denganku." Jawab wanita itu dengan nada aneh.


"Kau...tunggu dulu!!" Hao Chen segera mencegah tindakan yang akan dilakukan oleh pelayan itu.


Tapi apa daya Hao Chen telah terbaring dengan celana dilepaskan darinya, dia merasa jika dirinya seperti hanya seorang manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan sama sekali.


"Tuan kesatria aku akan melayani anda." segera wanita itu mulai bertindak agresif.

__ADS_1


Dan hanya dalam sekejap mereka segera bersenang-senang dengan suara berat dan tergesa-gesa, pelayan itu nampak sangat menikmati sensasi ketika bermain dengan Hao Chen.


Namun ada sekitar dua sampai lima wanita lainnya yang seperti sedang menunggu antrian untuk bersenang-senang dengan Hao Chen. Benar saja setelah satu wanita selesai pelayan wanita berikutnya segera datang dengan tujuan untuk memuaskan Hao Chen.


Kemudian hari demi hari berlalu. Setelah satu mingguan lebih, kurang lebih puluhan wanita akan datang setiap malam, dan memuaskan hasrat seksual Hao Chen yang ternyata disebabkan oleh obat yang selalu disediakan ketika makan.


Tapi ketika para wanita itu menikmati sensasi bersenang-senang dengan Hao Chen. Ada sosok lain yang selalu memperhatikan apa yang terjadi.


"Begitu rupanya...sepertinya aku dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kekuatan mereka rupanya." Ucap orang itu yang tidak lain adalah Hao Chen.


Kenapa Hao Chen ada disini? lalu siapa Hao Chen yang sedang bersenang-senang dengan para wanita itu?


Sebenarnya Hao Chen baru menyadari jika dia bisa melakukan beberapa teknik sederhana seperti membuat klon contohnya, dan Hao Chen yang sedang memuaskan tubuh para wanita itu adalah klonnya.


"Begitu rupanya...dengan memasukkan cairan 'Itu' kedalam tubuh mereka, para wanita itu akan mendapatkan keuntungan besar." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.


Namun bukan hanya itu Hao Chen yang menyelinap diam-diam menemukan beberapa hal yang membuatnya terkejut. Mulai dari tindakan semena-mena, pelecehan, pemerkosaan, penyalahgunaan kekuasaan, dan berbagai jenis kejahatan serta dosa mereka.


"Yah...sepertinya aku mulai memahami arti dari jalan Manusia ini." Hao Chen hanya bisa menghela nafas berat, dan bersyukur jika kesuciannya masih aman.


Kemudian dia segera muncul tepat didepan para wanita yang sangat menikmati tubuh klonnya, tatapan dingin dan tak bernyawa membuat mereka tersadar dari sensasi kesenangan mereka.


"Apakah klonku sangat membuat kalian senang? kalau begitu kalian bisa mati..." ucap Hao Chen dengan dingin.


"Hanya klon?!" para wanita itu segera melirik klon Hao Chen yang secara tiba-tiba berubah menjadi api.


"AAAAAAAA!!!" mereka yang sedang terhubung dengan klon Hao Chen segera terbakar oleh api.


Tidak hanya itu Hao Chen segera bergerak dengan cepat, bahkan ia hanya terlihat seperti melewati mereka saja.


Lalu....


"AAAAAAAA!!!"


"TOLONG!!!"


"AMPUN!!!"


Hao Chen segera membunuh mereka tanpa berekspresi sama sekali, tatapan dingin dengan niat membunuh tajam terpancar. Hanya dalam sekejap kamar tersebut segera dilumuri oleh darah segar.

__ADS_1


"Sudah saatnya aku melenyapkan kota penuh dosa ini..." Ucap Hao Chen dengan mata berubah menjadi merah dengan aura membunuh yang sangat menakutkan.


__ADS_2