
Kemudian setelah beberapa Minggu setelah ujian kenaikan kelas, kegiatan akademi mulai kembali normal.
Tapi beda halnya dengan murid-murid baru tahun kelima, dimana pertarungan antara Hao Chen dan Su Yao benar-benar membekas dipikirkan mereka.
Karena mereka semua benar-benar melihat bagaimana Kekuatan dari kedua orang tersebut yang sangat besar, mereka hanya seperti seekor semut jika dihadapan Hao Chen dan Su Yao.
Walaupun mereka jarang mencolok, ujian kali ini benar-benar membuktikan jika mereka tidak perlu populer untuk memiliki kekuatan yang sangat besar.
Sementara itu kabarnya Hao Chen dan Su Yao tidak sadar diri selama beberapa hari dan hal ini hanya berlaku untuk Hao Chen, karena kondisi Su Yao jauh lebih parah lagi.
Hal ini disebabkan Su Yao terlalu memaksakan diri menggunakan kekuatan naga emas, walaupun Hao Chen tidak tau kenapa Su Yao hampir kehilangan kendali, tapi dia tau jika kekuatan naga emasnya memiliki suatu misteri.
Disaat Hao Chen ingin melanjutkan latihannya, secara tiba-tiba ia didatangi oleh Lao Zu.
Awalnya Hao Chen bingung dengan hal tersebut, tapi melihat dari ekspresi wajah Lao Zu, pembicaraan kali ini pasti akan benar-benar sangat serius.
Setelah beberapa saat Hao Chen mempersilahkan Lao Zu untuk duduk diruang tamu, sambil membawakan segelas teh padanya.
"Bagaimana kondisimu sekarang?" tanya Lao Zu yang memulai percakapan.
Hao Chen segera menjawab sambil tersenyum, "Sekarang kondisiku sudah dalam keadaan prima, bahkan karena pertarungan melawan Su Yao entah mengapa aku sekarang memiliki keyakinan untuk melewati pembabtisan petir bencana."
Lao Zu segera tersenyum lega mendengar jawaban Hao Chen, tapi setelah itu ia kembali bertanya dengan serius, "Setelah kau melewatinya, mau seperti apa kau ingin berlatih?"
"Aku...tidak tau lagi harus bagaimana, karena dulu aku ketika naik tingkat, aku selalu mencari musuh yang sangat kuat untuk meningkatkan pemahamanku Namun setelah aku kalah melawan proyeksi spiritual kaisar dewa iblis merah, aku harus berhati-hati dalam memilih lawan." Jawab Hao Chen sambil tersenyum pahit.
__ADS_1
Lao Zu segera berkata, "Baiklah sebelum aku melanjutkan topik pembicaraan utama, aku akan menceritakan tentang kondisi planet tanah surga dengan penjelasan singkat dan dapat kau pahami."
Hao Chen segera menjadi serius dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan Lao Zu baik-baik.
Lalu Lao Zu segera berkata, "Baiklah aku mulai dari asal kenapa manusia yang ada diplanet ini bisa berkultivasi menjadi dewa, bahkan tanpa adanya posisi dewa dialam ilahi..."
Lao Zu segera menceritakan semua kejadian dimana awalnya planet tanah surga ini awalnya tidak bisa berkultivasi menjadi dewa, dikarenakan dulu jika seseorang ingin menjadi dewa, mereka harus memiliki posisi dewa dialam ilahi untuk menjadi dewa.
Hal tersebut pernah terjadi pada waktu yang sangat lama, sebenarnya tidak ada masalah dengan konsep adanya alam Ilahi.
Sayangnya seiring berjalannya waktu, dewa-dewa yang berada dialam ilahi mulai menjadi lepas kendali dan bertindak semena-mena, mereka mulai meminta banyak hal aneh pada mahluk hidup yang ada diplanet tanah surga, persembahan, pengorbanan, dan mereka sering meminta para perempuan cantik dan laki-laki tampan untuk dijadikan budak para dewa-dewi.
Bukan hanya itu para dewa alam ilahi tidak segan-segan untuk membunuh mahluk hidup yang memiliki potensi untuk mencuri posisi dewa mereka, disaat itu adalah zaman paling menyengsarakan bagi mahluk hidup yang ada diplanet ini.
Sampai tiba-tiba mulai munculnya konflik antara iblis dan berbagai ras yang ada diseluruh Jagat raya, hal tersebut segera membuat penjagaan alam ilahi longar.
Tapi hal tersebut tidaklah mudah, banyak orang-orang yang telah berusaha keras gagal, tapi sampai satu ketika ada tiga orang yang berhasil mencapai ranah tersebut.
Dimana mereka dikenal sebagai Rakshasa, Yaksha, dan Ashura.
Mereka adalah manusia pertama yang berhasil melewati pembabtisan petir bencana untuk menjadi dewa, tapi mereka masih tidak sanggup untuk mengalahkan para dewa.
Lalu mereka membawa orang-orang dan monster serta hewan jiwa yang memiliki potensi untuk menembus ranah dewa pergi dari jangkauan para dewa alam Ilahi, tapi karena hal itu banyak penduduk planet tanah surga menjadi menderita akibat hal tersebut.
Tapi setelah waktu yang sangat lama para dewa alam ilahi menyiksa mahluk hidup dari planet tanah surga, waktu pembantai segera dimulai.
__ADS_1
Dimana Ketiga orang tersebut entah bagaimana caranya berhasil menembus ketingkat dimana para dewa alam ilahi tidak sanggup mengalahkan mereka, ditambah lagi mereka bertiga sanggup memghancurkan batas yang selalu menutupi agar mahluk hidup yang ada diplanet tanah surga untuk mencapai tingkat dewa.
Namun hal tersebut berhasil dilakukan berkata pengorbanan dari Kaisar Rubah emas ekor sembilan, dengan mengorbankan nyawanya ia berhasil menghancurkan hal yang disebut 'tabu' ciptaan dewa.
Setelah perang tersebut ketiga orang tersebut mendapat berkah dari jagat raya, yang dimana mereka mendapatkan posisi sebagai Dewa pembantaian.
Perang internal tersebut menimbulkan banyak korban, tapi setelah itu banyak mahluk hidup yang mampu mencapai ranah dewa dengan berkultivasi, atau juga melalui jalan Tao.
Sayangnya kedamaian tersebut segera berakhir ketika Rakshasa secara tiba-tiba menjadi haus akan kekuatan, dengan memanfaatkan berkat pembantaian dia mulai membunuh setiap mahluk hidup tanpa ampun untuk meningkatkan kekuatannya.
Sehingga Yaksha berusaha untuk membujuk Ashura untuk mengatasi masalah ini, tapi sang Ashura menolaknya karena dia berfikir itu bukan urusannya.
Maka dari itu Yaksha segera turun tangan untuk membunuh Rakshasa secara langsung, dimana mereka melakukan pertarungan yang mengguncang galaksi akibat pertarungan mereka, malah hal tersebut segera diketahui olah banyak ras yang ada diseluruh Jagat raya.
Sehingga ketika mereka berdua sekarat mereka mendapatkan serangan mendadak dari manusia yang berasal dari planet yang mereka bela selama ini, dimana mereka lebih mempercayai ras lain dari pada mahluk yang berasal dari planet yang sama.
Sebelum kematian mereka Yaksha menyatakan kebenciannya terhadap Rakshasa, lalu mereka segera mengutuk para manusia yang berada diplanet tanah surga.
Setelah beberapa waktu berlalu semenjak pertarungan Yaksha dan Rakshasa, manusia mulai bangga karena mulai banyaknya bantuan ras dari luar planet, tapi ada juga orang yang memisahkan diri dari mereka yang menerima diri.
Tapi kebahagiaan mereka segera berakhir ketika mereka selama ini telah dijadikan budak oleh ras dari dunia lain, sehingga mereka segera meminta bantuan Ashura untuk menolong mereka.
Karena pengkhianatan mereka Ashura segera melepaskan kutukan pada mereka yang menolak keberadaan ras lain, lalu mengusir orang-orang yang minta bantuannya.
Sering berjalannya waktu secara tiba-tiba ada seseorang yang berhasil menciptakan alam Ilahi kembali, dimana mereka segera melawan balik dan berhasil menang.
__ADS_1
Namun karena Ashura takut jika para dewa alam ilahi akan melakukan hal yang sama ketika era gelap para dewa alam ilahi, ia segera mengorbankan nyawanya untuk membuat pelindung khusus agar tidak ada siapapun yang ada diseluruh Jagat raya memberikan kutukan yang sama.