The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 150. Reruntuhan kuil ilahi


__ADS_3

Setelah kejadian ketika Hao Chen dan yang lainnya diserang oleh orang-orang yang berasal dari sekte naga hitam, mereka segera mempercepat langkah mereka untuk menuju ke reruntuhan kuil ilahi yang dimaksud.


Tapi mereka semua jelas jengkel dan kesal terhadap para senior serta pemimpin misi ini, karena mereka semua benar-benar tidak diberikan keadilan.


Bagaimana tidak? mereka diminta untuk mengikuti jalan yang telah dilalui oleh para senior yang telah pergi dulu, tapi mereka tidak memikirkan jika ada masalah seperti tadi yang bisa memberikan resiko pada murid lainnya.


Disaat Hao Chen dan yang lainnya hampir sampai kereruntuhan kuil ilahi, mereka segera melihat pilar-pilar raksasa yang besar dan tinggi disertai oleh beberapa bangunan yang telah rusak.


Lalu secara tiba-tiba Zhou Yuan segera bertanya pada Hao Chen, "Kak Chen apakah kita akan memberitahu para senior dan yang lainnya tentang hal ini?"


Mendengar pertanyaan tersebut Hao Chen pun menjawabnya dengan dingin, "Tidak perlu! biarkan saja mereka yang menghadapi masalah ini, karena aku tidak peduli dengan yang lainnya biar saja mereka yang menghadapi situasi yang akan datang."


Awalnya mereka semua kaget mendengar jawaban Hao Chen, tapi mereka segera memahami kenapa Hao Chen bisa memberikan jawaban seperti itu.


"Aku hanya akan menjamin keselamatan kalian bertujuh, sementara yang lainnya biar pun dia sangat penting bagi akademi aku tidak peduli! karena aku hanya perlu melindungi mereka yang perlu aku lindungi!" ucap Hao Chen dalam hatinya dengan tatapan dingin.


"Zhou Yuan segera pimpin jalannya, lalu ubah formasi awal yang kita gunakan ketika memasuki wilayah ini!" perintah Kiyan yang segera mundur kebelakang.


Tanpa banyak menunda mereka segera kembali ke posisi awal ketika mereka memasuki wilayah es mistis.


Karena setelah kejadian ketika Hao Chen membantai orang-orang dari sekte naga hitam, Hao Chen meminta agar dia yang jalan sampai ke lokasi yang disebut oleh para senior.


Dengan adanya Hao Chen yang memimpin jalan, mereka dapat dengan mudah mengatasi segala halangan yang ada didepan mereka.


Maka dari itu mereka bisa dibilang sangat cepat melewati badai salju tersebut, walaupun mereka juga tidak dapat menghindari pertarungan.


Kemudian ketika mereka melangkah kaki ketempat kemah dari akademi langit cerah, banyak orang-orang yang berada ditempat itu tercengang melihat mereka berdelapan telah sampai.

__ADS_1


"Mereka murid kelas 4?"


"Bagaimana mungkin mereka bisa sampai secepat ini?"


"Apa yang telah mereka lakukan sampai bisa sampai ketempat ini?"


Murid-murid yang berada disekitar pun mulai membicarakan kehadiran mereka, karena bisa dikatakan jika mereka adalah satu-satunya murid kelas empat yang telah sampai bahkan para murid kelas Lima pun belum ada yang datang.


"Baiklah aku akan melaporkan apa yang telah terjadi, maka dari itu kalian diperbolehkan untuk beristirahat sejenak karena kita pasti lelah setelah perjalanan panjang!" ucap Zhou Yuan yang segera menuju ketempat pemimpin misi ini, bersama dengan Meng Zhu.


Lalu Qi Zijing segera menarik Xie Yu untuk segera pergi, "Baiklah aku dan Xie Yu akan beristirahat sebentar ditenda yang telah disediakan oleh para senior!"


"Kalau begitu aku akan berlatih sebentar karena tempat ini akan sangat cocok untuk latihan..." sambung Ling Feng yang juga ikut pergi.


"Um...kalau aku sih seperti akan mengawasi dia, karena aku takut dia malah membeku nanti." Qian Ziwei pun segera pergi karena telah menyadari alasan dari tindakan mereka.


Sementara itu Hao Chen dan Su Yao diam membeku, karena seakan mereka semua sengaja meninggalkan mereka untuk berduaan.


"Memangnya kenapa apakah hal tersebut tidak boleh? lagi pula kau telah lama berteman dengan Su Yao, masa tidak tau dengan apa yang terjadi." Jawab Ling dengan senyum aneh.


"Apa maksudnya itu? memangnya kenapa dengan bis sis?" tanya Qian Ziwei yang masih belum menangkap apa maksud dari perkataan Ling Feng.


"Hah...apakah kau tidak menyadari jika sikap Su Yao pada Hao Chen benar-benar sangat berbeda." Jawab Ling Feng yang masih menyimpan misteri.


"Berbeda? tunggu sebentar biar aku pikirkan dulu....apakah jangan-jangan bis sis Su Yao!" Ucap Qian Ziwei seakan menangkap sesuatu dari perkataan Ling Feng.


Lalu Ling Feng segera berkata dengan mengedipkan matanya, "Hehehehe...itu benar, karena seperti yang kita tahu Su Yao itu bersikap dingin dan acuh dengan sekitarnya dimana sikap tersebut sangat mirip dengan kak Chen, tapi sikap dari Su Yao benar-benar berubah total ketika bersama dengan Hao Chen. Aku tidak tau apa yang terjadi pada mereka berdua tapi, aku dapat menyakini jika ada sesuatu yang membuat hubungan mereka dekat."

__ADS_1


"Sejak kapan hubungan Ling Feng dan Qian Ziwei baik?" tanya Hao Chen dengan bingung.


Lalu Su Yao segera bertanya, "Dari pada itu...apa uang ingin kau lakukan?"


Mendengar hal tersebut Hao Chen menjadi bingung dan segera bertanya balik, "Eh? apakah kau tidak memikirkan apa yang kau lakukan?"


"Aku akan mengikuti apa yang akan kau lakukan, karena aku sedang bingung ingin melakukan apa." Jawan Su Yao dengan santai.


"Hem...kalau bisa aku ingin duduk santai saja, sambil menunggu." Ucap Hao Chen yang segera mencari tempat bersantai, dengan diikuti oleh Su Yao.


Disaat mereka duduk berduaan didepan api unggun yang menghangatkan mereka, secara bersamaan jantung Hao Chen segera berdebar kencang.


"K-Kenapa dia terlihat santai duduk denganku? aku kan laki-laki, tapi kenapa dia biasa bersikap berbeda padaku?" tanya Hao Chen dalam wajah memerah dan diikuti oleh jantung berdebar kencang.


"Hem, apakah kau sakit? kenapa wajahmu merah sekali?" tanya Su Yao dengan khawatir.


"T-Tidak apa-apa! aku hanya merasa jika ada sesuatu yang aneh!" jawab Hao Chen dengan jawaban aneh.


"Kau aneh sekali, apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Su Yao dengan tatapan penuh rasa curiga.


Melihat tatapan Su Yao, Hao Chen segera berbicara, "Oi! Oi! Oi! apa maksud dari tatapanmu itu hah?!"


"Sebaiknya kau menjawab pertanyaan dariku dulu, apa kau membicarakan atau memikirkan sesuatu yang buruk tentang aku atau lainnya." Jawab Su Yao yang masih memberikan tatapan yang sama.


"Dari mana kau bisa tau jika aku memikirkan sesuatu?" tanya Hao Chen yang tidak bisa menghindari tatapan mata Su Yao yang seperti ingin memakannya.


"Insting seorang wanita..., sebaiknya kau segera menjawab pertanyaanku saja dulu!" jawab Su Yao dengan sinis.

__ADS_1


Lalu Hao Chen segera berkata, "Ehem! aku hanya memikirkan sesuatu yang aneh saja, tidak ada yang buruk-buruknya kok."


Mendengar jawaban tersebut Su Yao masih saja tetap menatapnya dengan sinis dan penuh kecurigaan terhadap Hao Chen.


__ADS_2