The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 277. Festival Phoenix


__ADS_3

Pulau Phoenix. Pulau ini merupakan lokasi dari akademi Phoenix yang dikatakan semua muridnya adalah seorang wanita, tidak seperti namanya dipulau ini, tidak ada seekor Phoenix sama sekali.


Namun dipulau ini terdapat sebuah kisah cinta antara seorang manusia dengan seekor Phoenix. Memang pada masa sekarang tidak ada masalah tentang pernikahan beda ras. Namun dizaman itu, hal ini sangat dilarang.


Kisah tersebut menceritakan tentang perjuangan seorang pria yang merupakan manusia biasa, untuk mendapatkan pengakuan hubungannya dengan seekor Phoenix. Diceritakan hubungan mereka ditentang keras oleh kedua belah pihak, sang pria langsung dikucilkan, dan Phoenix dikurung serta diasingkan ke suatu tempat.


Tapi Karena dalamnya cinta mereka. Sang pria berjuang keras agar dapat bersama. Dia bertarung melawan ribuan orang, dan dengan penuh keberanian menyerang suku Phoenix untuk menolongnya.


Namun sang pria harus meninggal ketika dia baru saja berhasil menolong wanita yang ia cintai, kesedihan mendalam segera dirasakan oleh wanita itu ketika melihat orang yang paling dicintainya mati dihadapannya, dan lagi itu dilakukan oleh keluarganya.


Karena melihat hal tersebut, sang Dewi cinta dan kasih sayang turun tangan. Dia mengembalikan hidup laki-laki tersebut, dan memberkati mereka dengan ikat yang abadi. Bahkan jika mereka mati, renkarnasi mereka pasti akan saling bertemu, dan akan jatuh cinta lagi.


Berdasarkan kisah tersebut, festival Phoenix diadakan, bertepatan dimana sang dewi cinta dan kasih sayang turun untuk memberkati dua pasangan tersebut.


Bukan hanya itu, akademi Phoenix menggunakan festival ini agar para muridnya dapat mencari pasangan. Karena mereka tidak mau murid mereka mengalami penyimpangan seksual, maka dari itu festival Phoenix sangat bermanfaat.


Tepat pada Minggu ini, festival Phoenix akan diadakan. Banyak murid-murid yang berasal dari berbagai akademi, sekte, bahkan orang-orang kerajaan berbondong-bondong menuju kepulauan Phoenix.


Seperti sebuah kapal yang berasal dari akademi langit cerah. Pada tahun ini jumlah yang dikirimkan sangat banyak, terutama orang-orang berbakat yang masih lajang.


Disisi lain Zhou Yuan yang sedang termenung, segera menghembuskan nafas berat, "Kenapa kita harus mengikuti acara ini?"


Sekarang sosok Zhou Yuan terlihat dewasa. Dia nampak mulia dan sangat tampan, sosoknya seperti seorang pria surgawi yang turun ke bumi. Rambut emas panjang yang mengikuti hembusan angin laut, sepasang bola mata yang memiliki warna emas yang sama dengan rambut. Menunjukkan keagungan dari seorang malaikat suci, dan seekor Phoenix api.


Penampilan Zhou Yuan berubah total seiring usia, dan Kekuatan darah Phoenix serta malaikatnya. Tapi justru karena ini, dia sering mendapatkan masalah.


"Hehehehe...apakah ada yang menggangu perasaan anda putra dewa?" tanya laki-laki berambut biru gelap disampingnya.


"Ling Feng! apakah kau bisa berhenti menyebut nama itu?!" tanya Zhou Yuan dengan kesal.

__ADS_1


Laki-laki yang mengejeknya tadi adalah Ling Feng. Seperti halnya Zhou Yuan, Ling Feng telah banyak berubah.


Walaupun tidak setampan Zhou Yuan, dia bisa dikatakan sangat keren dengan sikap dinginnya, dia memiliki rambut biru gelap sampai kebahu, mata birunya terlihat dingin. Tapi aura darinya menunjukkan kelembutan.


"Ayolah! apakah kau tidak bangga mendapatkan julukan sebagai putra dewa?" tanya Ling Feng sambil tersenyum.


"Ugh...kau tidak tau, jika julukan itu justru membuatku menderita. Lagi pula kenapa kita harus kepulau Phoenix?" Zhou Yuan segera bertanya-tanya.


"Hehehehe...apakah kau takut bertemu dengan seorang gadis yang ada di sana?" tanya orang disampingnya yang tidak lain adalah Xie Yu.


Tidak ada perubahan besar pada Xie Yu, tapi dia terlihat sederhana, namun Kekuatannya jauh lebih dari apa yang sebenarnya terlihat. Dia berhasil menguasai petir cahaya ketika berada di turnamen, dimana hal tersebut membuatnya terkenal.


"Apa maksudnya itu hah?!" Zhou Yuan segera bertanya.


"Bukankah itu benar, kau memiliki masalah dengan murid top akademi Phoenix bukan? kalau tidak salah namanya adalah Su Yan kan?" Ling Feng segera terkekeh setelah menyebut nama tersebut.


"Berhenti mengejekku!" Zhou Yuan segera berseru kesal.


"Aku tidak tau akan seperti apa Meng Zhu merespon ini." Kata Ling Feng sambil tertawa kecil.


"Ka-kalian ini!!" api keemasan segera muncul dikepala Zhou Yuan, amarahnya seperti akan meledak.


"Hey! ngomong-ngomong marganya adalah Su, jangan-jangan dia memiliki hubungan dengannya?" tanya Xie Yu.


"Oh! maksudmu Su Yao? Hem...memang benar sih." Zhou Yuan segera bergumam sendiri.


"Kapten, bukannya kau akan mendapatkan masalah jika Su Yao Benar-benar memiliki hubungan dengan Su Yan? kau tau bertapa mengerikannya dia bertarung bukan?" tanya Ling Feng dengan ekspresi tak berdaya.


Seketika mereka bertiga menjadi sunyi. Sebab mereka tau sekuat apa Su Yao, dan lagi dia sangat kejam.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong sudah dua tahun kita belum bertemu dengan kak Chen." Ucap Zhou Yuan tiba-tiba.


Ling Feng segera berkata, "Itu benar. Guru Yiyi mengatakan dia masih baik-baik saja, tapi dia tidak mengatakan dimana kak Chen berada."


"Bukan hanya kak Chen, Su Yao juga tidak pernah terlihat selama dua tahun ini. Bahkan ketika Qi Zijing bertanya pada neneknya, ia malah menjawab tidak tau." Xie Yu segera mengelengkan kepalanya.


"Menurutmu apakah mereka berdua telah menjadi pasangan?" tanya Ling Feng segera.


"Eh? kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" Zhou Yuan segera memasang ekspresi bingung.


"Kau tidak tau, jika selama ini Qi Zijing menemukan hubungan antara Hao Chen dan Su Yao itu agak aneh, mereka sangat dekat dan terlihat seperti pasangan. Jadi mungkin saja mereka sudah saling mengakui." Ucap Xie Yu dengan senyum aneh.


"Sebaiknya kalian berhenti membicarakan hal yang tidak-tidak, terutama jika itu berhubungan dengan Hao Chen. Aku takut kalian akan babak belur olehnya." Zhou Yuan segera memberi peringatan.


"Ugh...." Seketika mereka terdiam, dan memasang ekspresi tak berdaya.


***


Disisi lain kelompok wanita dari berbagai penjuru kekaisaran manusia mulai berdatangan. Sebab menurut tradisi festival Phoenix, kelompok wanita harus datang lebih dahulu, sebelum kelompok pria. Hal ini seperti sebuah istilah wanita yang pertama.


Bagi wanita tak berpengalaman, hal ini bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri atau bersantai sejenak. Karena tidak semua orang akan berakhir bahagia, bahkan ada banyak orang yang berakhir kecewa, dan buruknya lagi sakit hati.


Pulau Phoenix telah dihiasi oleh ornamen yang romantis, dengan suasana yang sangat nyaman bagi pasangan. Tidak ketinggalan pula tempat yang bagus untuk mengungkapkan perasaan pada orang yang dicintai.


Lalu ditengah keramaian tersebut, sesosok wanita yang menutupi tubuhnya dengan jubah putih segera terdiam.


"Aku baru saja kembali dari alam dewa. Tapi kenapa aku langsung diminta kemari ya?" ucap wanita itu dengan suara yang merdu dan lembut.


Mata merah muda seperti permata memperhatikan kondisi sekitarnya dengan dingin, walaupun wajah dan tubuhnya tertutup. Tapi dari matanya saja, sudah dapat membuktikan jika dia sangat cantik.

__ADS_1


"Jika bukan permintaan dari nenek, aku akan menolaknya. Lagi pula kenapa aku berfikir akan bertemu dengannya disini?"


"Sudahlah! setelah ini selesai aku akan mencarinya, kali ini aku tidak akan menunggu, sebab aku yang akan mencarimu." Ucap wanita itu dengan bibir membentuk senyuman tipis.


__ADS_2