
Walaupun suasana ketika malam sebelum ujian sangat menegangkan mereka semua mau tidak mau akan tetap melaksanakannya.
Disaat yang sama para murid kelas pertama berkumpul disebuah area yang luas, dimana mereka sedang menunggu instruksi berikutnya dari guru masing-masing.
Suasana tegang menyelimuti diri mereka masing-masing, dengan pikiran negatif yang selalu menghantui mereka.
Namun berbeda dengan Hao Chen sendiri dimana dia adalah murid yang paling tenang diantara mereka, karena dia memiliki satu keyakinan bahwa dia harus percaya pada dirinya sendiri.
Kemudian suara keras segera terdengar "Baiklah untuk setiap murid, aku akan memberikan arahan sederhana pada kalian semua yaitu kalian semua harus menang dalam pertarungan kalian, jika kalian kalah maka kalian akan dinyatakan gagal."
"Lalu aku ingin memberi tahu jika tidak boleh ada yang namanya kecurangan ataupun menggunakan cara yang licik, namun tetaplah berusaha sekuat mungkin karena hal itu sangat baik untuk kalian."
Setelah mendengar perkataan itu setiap murid menjadi tegang dan tidak bisa berkutik, karena ada dari mereka yang telah menyiapkan rencana curang agar lulus.
"Baiklah kalian semua bisa ketempat kalian masing-masing dan bisa memulai ujian kalian, aku peringatkan agar kalian mendengar arahan tadi dengan baik!" ucap Yiyi yang segera memberikan sedikit arahan pada muridnya.
Kemudian tanpa adanya pertanyaan lagi mereka seger pergi ketempat masing-masing, ditempat mereka akan melaksanakan ujian akan terpisah.
Disaat yang sama Hao Chen dan Su Yao segera menuju lokasi yang telah ditunjuk oleh para guru, ditengah perjalanan Hao Chen segera berkata "Aku akan memberi tahumu, jika kau harus memiliki keyakinan pada dirimu sendiri dan memiliki tekad yang kuat dalam ujian kali ini."
Su Yao hanya segera mengangguk paham dengan maksud dari perkataan Hao Chen "Aku mengerti...!"
Walaupun mereka berdua terlihat tenang-tenang saja, tapi ada ketegangan yang muncul dihati mereka karena mereka tidak tau apa yang akan terjadi ketika ujian nantinya.
Tanpa banyak memakan waktu Hao Chen dan Su Yao telah tiba diarena pertarungan yang dimaksud, dimana ada seseorang laki-laki yang menggunakan pakaian seorang pengawas ujian, aneh dia tidak seperti seorang senior namun malah terlihat seperti seorang kultivator biasa saja.
"Apakah kalian peserta ujian dari kelas satu?" tanya laki-laki itu dengan suara pelan.
__ADS_1
"Ya...aku Hao Chen murid tahun pertama akademi luar!" jawab Hao Chen dengan hormat.
"Aku Su Yao murid tahun pertama akademi luar!" sambung Su Yao dengan tegas.
"Baiklah perkenalkan namaku adalah Shen Han murid akademi dalam!" balas Shen Han dengan suara yang dikeraskan.
Sontak Hao Chen dan Su Yao menjadi kaget setelah mendengar bahwa laki-laki yang ada didepan mereka, merupakan murid akademi dalam.
"Bagaimana mana ini?" tanya Su Yao yang sedikit tegang.
"Jangan pernah luntur! tetap yakin pada dirimu sendiri!" jawab Hao Chen yang siap dalam posisi bertarung.
"Sepertinya kalian berdua sudah siap, baiklah kita akan mulai!" Ucap Shen Han.
"Apakah kalian sudah siap?" tanya Shen Han.
Lalu Hao Chen dan Su Yao hanya mengangguk saja, dimana hal itu menandakan bahwa mereka telah siap.
Ketika aba-aba telah selesai diucapkan, Su Yao segera maju duluan.
Dimana ketika Su Yao maju retakan segera muncul dilantai ketika mulai melangkah, dimana hal ini dapat membuktikan jika kekuatan fisik Su Yao sangatlah kuat.
"Swoss...!" dengan kecepatan yang tinggi, Su Yao segera tiba didepan Shen Han dengan mudah.
Lalu dengan cahaya emas ditangannya Su Yao segera memberikan sebuah pukulan kearah Shen Han, tapi ada pelindung aneh segera muncul didepannya.
"BAM...!" pukulan kuat segera menghantam pelindung itu, walaupun bisa menahan pukulan Su Yao cukup lama tapi "Krak!" secara perlahan pelindung tersebut mulai retak.
__ADS_1
"Dia kuat sekali!" ucap Shen Han dengan takjub.
Tapi ada rentetan api biru yang melesat kearah Shen Han dengan cepat dan "BOOOM!" ledakan kuat segera terjadi ketika serang tersebut mengenainya.
Namun sayang Shen Han dapat menghindarinya walaupun ada sedikit luka ditubuhnya, lalu dengan keringat dingin dia segera berkata "Apakah mereka berencana untuk mengorbankan temannya sendiri?"
Disaat Shen Han sedang berargumen Su Yao tiba-tiba muncul dibelakang dan memberikan pukulan keras padanya "BAM!"
Karena terlalu mendadak Shen Han hanya bisa menerima serang yang menyakitkan tersebut, namun bukan hanya sampai disitu sebuah rentetan panah petir segera mengarah kedia dengan cepat.
"BOOOM!" Sambaran petir dari panah-panah tersebut membuat ledakan yang menghancurkan lantai disekitar.
Sementara itu Su Yao segera ditarik oleh Hao Chen sebelum panah Petir tersebut mengenai Shen Han dengan telak.
"Apakah berhasil?" tanya Su Yao yang masih waspada.
"Sepertinya belum!" jawab Hao Chen yang segera membentuk sebuah perisai angin dan menarik Su Yao kedekatnya.
Lalu sebuah serangan pedang raksasa segera muncul dan menghantam perisai angin yang dibentuk oleh Hao Chen.
"Triiiitttrrr....!" tabrakan angin yang berputar cepat dengan pedang raksasa, menimbulkan percikan yang menyala-nyala dan juga menimbulkan sayatan kelantai arena.
Disaat yang sama Hao Chen segera melempar bilahan angin tajam kearah Shen Han yang tertutup debu tebal.
Lalu setelah bilahan angin tersebut mengenai Shen Han, pedang raksasa tersebut segera menghilang.
"Su Yao sekarang berikan dia sebuah serangan!" ucap Hao Chen dengan keras.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Su Yao segera maju dengan kekuatan penuhnya, tapi secara tiba-tiba Shen Han segera melepaskan sebuah cahaya putih keseluruhan arena.
Dimana cahaya tersebut membuat Hao Chen dan Su Yao tidak bisa melihat apapun.