
Banyak orang yang segera terdiam menyaksikan perubahan sikap Hao Chen, bahkan mereka seperti telah menyaksikan sesuatu yang sangat langka.
Tapi Hao Chen tidak terlalu memperdulikan pandangan mereka dan segera menatap para jenderal dari berbagai kekaisaran yang sangat ingin membunuhnya, namun gadis yang dia gendong tersebut segera menatap sesosok pria tua yang turun dan berdiri didepan Zou Shen dan Liang An.
"Tidak aku sangka jika wanita yang aku lawan ternyata adalah seorang yang sangat cantik." Ucap pria tua itu sambil mengelus janggutnya.
"Senior Qing Zhi, kenapa kau sampai datang kemari?" tanya Zou Shen dengan hormat.
"Menilai dari sikap jendral Kekaisaran Qing itu, aku dapat yakin jika orang tua itu sangatlah kuat, tapi aku seharusnya bisa membunuhnya." Batin Hao Chen yang segera mempererat pegangannya.
"Hao Chen...bukannya kau sudah lama sampai di wilayah pencerahan?" tanya wanita itu dengan wajah tersipu.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apakah kau diusir oleh guru mu? lalu kenapa seseorang seperti mu bisa jatuh dari langit?" Hao Chen segera balik bertanya padanya.
"Ugh...ini ceritanya agak panjang, tapi saat ini aku kehilangan kemampuan terbang ku untuk sementara waktu, karena monster tua yang ada di hadapanmu menggunakan kekuatan hukum yang aneh." Ucap wanita itu sambil menunjuk kearah Qing Zhi.
"Hey! jika kalian tidak ingin terbunuh, cepat serahkan gadis itu padaku, karena aku sangat memerlukan esensi darah yang ada pada tubuhnya!" perintah Qing Zhi dengan sombong.
"Hahahaha! kau hanya berada ditingkat dewa kelas dua awal dan itu cacat, kau pikir aku tidak dapat membunuhmu?" tanya Hao Chen dengan tatapan dingin.
"Ingatlah ini bocah, kesabaran ku ada batasnya!" ucap Qing Zhi dengan kesabaran yang mulai habis.
Lalu Hao Chen segera berkata dengan ekspresi dingin, "Kalau begitu maju dan buktikan jika kau benar-benar bisa merebut gadisku ini."
"Mati kau!"
Qing Zhi segera maju dengan energi berwarna hitam membawa sebuah pedang yang terbakar oleh kekuatan ilahi yang panas, belum lagi ada aura membunuh yang sangat mengerikan.
"Su Yao bisakah kau memegang ku lebih erat?" tanya Hao Chen yang akan segera melepaskan serangan.
Walaupun hanya berpisah sekitar beberapa bulan saja, penampilan Su Yao sekarang jauh lebih cantik dan bertambah kuat, mungkin banyak orang yang akan kesulitan untuk mengenalinya.
__ADS_1
Tapi ketika Hao Chen menatapnya ada senyum tulus darinya, karena sangat sedikit orang yang bisa membuatnya menunjukkan senyum seperti itu, bahkan Su Yao adalah satu-satunya gadis yang dapat membuatnya tersenyum.
"Y-Ya aku mengerti, tapi apakah kau tidak kesulitan dengan mengendong ku?" tanya Su Yao dengan wajah memerah.
"Tidak masalah, lagi pula orang yang menyerang ku adalah cecungguk tak penting." Jawab Hao sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Hao Chen yang penuh keyakinan Su Yao segera mengangguk paham dan segera berpegang lebih kuat.
"Sepertinya aku tidak perlu menahannya lagi..."
"Swoss!!"
Hao Chen segera melepaskan teknik yang selama ini menekankan aura dewa miliknya, bahkan aura dewa nya sekarang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Tidak mungkin! dia hanya ditingkat dewa awal, bagaimana aura dewa miliknya sekuat ini?" ekspresi Qing Zhi menjadi serius dan tidak menahan Kekuatannya lagi.
"Manifestasi tubuh spiritual, Phoenix Es!"
Suhu disekitar Hao Chen segera turun drastis dan seekor Phoenix yang memiliki bulu es seperti kristal berwarna biru, penampilan yang sangat cantik dan anggun segera mengeluarkan dominasi.
"Kwak!"
Phoenix es itu segera maju dengan arah dari Hao Chen dengan tujuan untuk membunuh Qing Zhi, disaat yang sama dia juga menggunakan kemampuan pedangnya untuk membalasnya.
"BOOM!!"
Karena elemen dari Qing Zhi dan Phoenix es Hao Chen berbeda, ledakan pun segera terjadi dan menciptakan badai panas dingin.
"Kau lumayan juga pak tua, tapi bisakah kau menghadapi ini?" Hao Chen segera mengangkat tangan kanannya.
Dimana sebongkah es raksasa segera jatuh dari atas langit, sementara itu Phoenix Es Hao Chen segera menyebabkan bulu-bulunya yang telah berubah menjadi jarum es.
__ADS_1
Ekspresi wajah Qing Zhi segera memucat melihat hal tersebut, tapi karena tidak mau kalah dia segera menggunakan kekuatan penuhnya.
"Tebasan Api pembakaran langit!"
Artefak yang digunakan oleh Qing Zhi segera menjadi sebuah ilusi dan menjadi sebuah energi yang dilepaskan dengan satu tebasan.
"SWOSS!!!"
"BOOMM....!"
Dentuman mengerikan segera mengguncang hukum ruang waktu yang ada dialam penguasa alam dewa, bahkan menyebab orang-orang yang berada didekatnya tersapu oleh gelombang udara.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk! bocah itu benar-benar sangat mengerikan." Ucap Qing Zhi dengan tubuh penuh luka.
Tapi ketika dia ingin bersorak-sorai atas kemenangannya, raungan Phoenix es segera membekukan segalanya dan lagi Hao Chen masih baik-baik saja dengan Su Yao dipegangnya.
"Apakah hanya ini saja kemampuan yang kau miliki?" tanya Hao Chen dengan tatapan dingin.
Ekspresi Qing Zhi memucat, karena mereka hanya melakukan beberapa pertukaran dan dia kalah, bahkan hampir mati serta membuatnya sekarat.
"Aku tidak boleh mati!" Qing Zhi segera mundur dan menangkap lima jendral muda dari kekaisaran berbeda.
"Senior! apa yang ingin kau lakukan?" tanya mereka berlima secara bersamaan.
"Jasa kalian akan dikenang dan ini juga demi kejayaan alam dewa." Jawab Qing Zhi dengan ekspresi aneh.
"Kemampuan melahap darah!" Tangan Qing Zhi segera diselimuti oleh cahaya hijau dan mulai menarik Kekuatan dari mereka berlima.
"AAAAAAAA!!!"
Qing Zhi segera menyerap semua kekuatan yang dimiliki lima jendral dari lima kekaisaran sampai kering, parahnya lagi dia menyerapnya sampai menjadi tulang belulang.
__ADS_1
"Itu sepertinya aura dewa pembantaian." Ucap Hao Chen yang segera menyipitkan matanya.
"Jika dilihat dari warna aura nya, aku dapat jika yakin itu adalah aura sang dewa Rakshasa!" Su Yao segera mengatakannya setelah mengamati lebih jelas.