
Setelah beberapa urusan dipulau Phoenix selesai, seluruh peserta festival kembali pulang ketempat masing-masing dengan pengawalan ketat. Demi mencegah sesuatu yang buruk terjadi kembali.
Bahkan karena kejadian tersebut seluruh akademi dan sekte di kekaisaran manusia, telah menyatakan perang terhadap seluruh sekte iblis, tanpa terkecuali.
Terutama akademi Phoenix yang sangat marah, karena putri pemimpin akademi Phoenix Hong Yue telah dimanfaatkan sebagai pion, orang-orang sekte iblis.
Dengan kondisi seperti ini, cepat atau lambat. Peperangan antara kedua kubu pasti akan terjadi, bahkan ini hanya bisa disebut sebagai perang skala kecil.
Sebab dengan menghitung 72 istana iblis yang sudah mulai bergerak di seluruh alam semesta, planet surgawi yang berada diarea Galaxy Star God pasti akan terlibat.
Tapi peperangan ini justru dianggap tidak penting untuk Hao Chen, karena dia juga tidak pernah perduli dengan masa depan galaksi ini.
Berkat ajaran dari dewa Ashura, Hao Chen menemukan banyaknya galaksi ataupun bintang yang dianggap rendahan, justru memiliki sumberdaya yang jauh lebih besar dari Galaxy Star God, dan tempat-tempat tersebut yang diincar oleh Hao Chen.
-
-
Perlu waktu satu Minggu bagi Hao Chen dan orang-orang dari akademi langit cerah untuk dapat kembali.
Dikarenakan orang-orang akademi langit cerah menggunakan jalur laut ketika menuju kepulauan Phoenix, jadi waktunya sedikit lebih lama.
Walaupun sebenarnya Hao Chen dapat membawa mereka dengan kemampuan ruangnya, tapi dia sengaja menyembunyikan banyak kemampuannya dari pandangan orang-orang.
Seperti motonya, Hao Chen tidak akan pernah mau mencolok ataupun menjadi pahlawan yang membela kebenaran, sebab dia hanya ingin menikmati hidup dengan caranya sendiri.
Ketika banyak guru dari akademi menyambut mereka, Hao Chen dan Su Yao diam-diam pergi tanpa meninggalkan jejak.
Awalnya mereka berdua berencana pergi dari tempat tersebut, tapi dengan bantuan Yiyi dan Xu Li. Hao Chen dan Su Yao mendapatkan tempat tinggal disini, bahkan fasilitas yang tersedia pada tempat tinggalnya menyamai tempat para murid inti.
Walaupun sudah diberikan dua tempat, Su Yao lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Hao Chen. Keputusan ini sempat membuat Yiyi dan neneknya Xu Li bingung, tapi melihat jika Su Yao bersikeras, mereka hanya bisa menurutinya.
"Hey...apakah ini tidak apa-apa?" Tanya Hao Chen dengan tatapan aneh.
"Kenapa? kau tidak suka bersamaku?" Su Yao balik bertanya dengan cemberut.
__ADS_1
"Tidak...Tidak, aku justru senang kau akan tidur brrsamaku. Tapi apa kau tidak dapat langsung menjelaskannya pada bibi Yiyi dan nenekmu?" Hao Chen segera menjelaskan.
"Tanpa perlu dijelaskan, mereka akan paham kalau kita merupakan pasangan kekasih." Jawab Su Yao dengan nada acuh tak acuh.
"Hah...sepertinya kau mendapatkan sesuatu yang lain ketika berlatih dibawah bimbingan dewa Yaksha." Hao Chen bergumam tanpa daya.
"Hehehe...tentu saja, walaupun umurku baru delapan belas tahun lebih, mentalku jauh lebih tua dari yang kau kira." Ucap Su Yao yang segera berhenti sejenak.
"Yah...menang benar juga, tapi kenapa kau berhenti?" Tanya Hao Chen dengan bingung.
Lalu Hao Chen segera melihat kearah tetap Su Yao berada, dan dia segera melihat sebuah danau yang sangat luas, memiliki air sebening kristal, dan bermandikan cahaya hijau dari energi kehidupan.
Suasana yang nyaman dan menjernihkan mata membuat Hao Chen terdiam sejenak, sebelum Su Yao secara tiba-tiba meraih lengannya, dan menariknya pergi.
Sepintas Hao Chen melihat senyum yang sangat manis dari Su Yao, entah apa yang masuk kedalam pikirannya. Tapi Hao Chen senang melihat senyum tersebut.
Ketika mereka sampai ditempat tinggal yang ditunjukkan oleh Yiyi. Hao Chen dan Su Yao cukup dikejutkan melihat fasilitas yang disediakan, tapi yang membuat mereka linglung adalah tidak ada penghuni lain disekitar mereka.
Seakan-akan hal tersebut disengaja, sehingga suasana yang damai dan sunyi menghiasi tempat mereka. Bahkan terjadi keributan sekalipun, tidak ada yang akan menyadarinya.
"Ugh...ini pasti kerjaan nenek!" Su Yao menggerutu kesal.
"Eh? apa maksud tatapanmu itu..." Su Yao secara tidak sadar mundur kebelakang dengan perlahan, sebab dia merasakan ada sesuatu yang akan datang padanya.
"Apakah kau tau tentang cerita serigala yang menyantap kelinci?" tanya Hao Chen dengan senyum tipis diwajahnya.
"Tidak...aku tidak tau kisah apa yang kau sebutkan itu!" Su Yao segera sadar jika dia tidak akan pernah bisa melarikan diri Hao Chen, sebab seluruh ruang disini telah dikunci olehnya.
Buruknya lagi dia pada akhirnya tidak dapat mundur lagi, karena dibelakangnya saat ini ada sebuah kasur yang sangat empuk.
Tapi melihat tingkah misterius Hao Chen, membuatnya sedikit terkejut dan merasakan ada sesuatu yang aneh.
"H-Hao Chen...kau mau apa? tunggu dulu kita bisa berbicara sebentar. Oh ya! biarkan aku mendengar cerita yang kau sebutkan itu, bagaimana?" Ucap Su Yao secara tidak sadar.
"Kau tidak perlu mendengar cerita tersebut. Sebab...kau akan merasakannya!!" Hao Chen segera menerkam kearah Su Yao, dan menjatuhkan kebawah kasur, dengan dia yang berada diatasnya.
__ADS_1
Sontak hal tersebut membuat Su Yao terkejut, bahkan dia sendiri tidak sempat menggunakan kekuatannya, ataupun kemampuan lainnya untuk lolos dari terkaman Hao Chen.
Karena hal tersebut wajah Su Yao jadi memerah dengan asap mengepul diatas kepalanya, bahkan ketika dia menggunakan kekuatan penuhnya, Su Yao hanya bisa terbaring dengan kondisi tak berdaya.
"Ku-kuat sekali..." batin Su Yao dengan gugup.
Mata indahnya terpaku melihat wajah Hao Chen yang sangat dekat, Su Yao menjadi semakin memerah melihat sosok tampan tersebut sedang berada diatasnya, bahkan jantung berdetak kencang dengan rasa gugupnya.
"K-Kau ingin melakukan apa?" tanya Su Yao dengan gugup.
"Menurutmu seperti apa?" Hao Chen hanya mengedipkan matanya, dan memberikan isyarat dengan mengedipkan matanya.
Karena isyarat tersebut, Su Yao segera terdiam dengan wajah yang bertambah merah seperti apel matang, asap mengepul diwajahnya karena rasa malu.
Tapi Su Yao segera menghela nafas panjang, dan menenangkan dirinya. Tidak ada rasa malu lagi diwajahnya, justru ada keyakinan ditatapan matanya.
Segera Su Yao memegang wajah tampan Hao Chen, dengan senyum menggoda.
"Entah apa yang akan kau lakukan padaku, tapi asalkan itu tidak membahayakan nyawaku, aku akan menerimanya dengan senang hati." Ucap Su Yao dengan senyum menggoda.
Hao Chen segera tertegu melihat keyakinan Dimata cantik Su Yao, dia tidak menyangka jika gadis cantik dihadapannya ini, akan dengan senang hati memberikan segalanya.
Segera senyum tulus muncul diwajah Hao Chen, dan dengan lembut dia mencium bibir menggoda Su Yao.
"Sebaiknya kita tidak perlu melanjutkannya." Ucap Hao Chen yang segera berbaring sambil memeluk Su Yao.
"Kenapa memangnya?" tanya Su Yao dengan bingung, bahkan ada jejak rasa kesal dimatanya.
"Bukannya aku tidak mau, tapi ini bukan saat yang tepat. Hubungan kita baru saja terbentuk, dan kita masih pasangan baru. Karena aku ingin melakukannya disaat kita menikah nanti." Jawab Hao Chen sambil tersenyum lembut.
"Me-menikah?" Segera wajah Su Yao memerah, bahkan dia belum terbiasa dengan kata menikah sepanjang hidupnya.
"Tentu saja...lagi pula aku tidak ingin seperti kultivator kebanyakan, dimana mereka memiliki lebih dari satu pasangan, dan membuat Harem. Aku lebih suka hidup dengan bahagia bersama istriku dimasa depan, dan itu adalah kau." Ucap Hao Chen yang segera mempererat pelukannya.
"Begitu ya...baiklah kalau begitu, aku juga tidak sabar menantikannya." Senyuman manis dan bahagia segera terbentuk dibibir Su Yao, bahkan wajahnya sedikit memerah.
__ADS_1
"Tapi kalau ada sebuah kejadian ataupun kondisi yang mengharuskan. Aku tidak akan segan-segan untuk kawin denganmu." Ucap Hao Chen dengan senyum lebar.
"Ugh..."