
Disaat Hao Chen memasuki dunia yang telah ia ciptakan didalam cermin dimensional, seperti biasa ia selalu kagum dengan apa yang dia lihat.
Bagaimana tidak. Dengan kondisi alam serta energi yang tersebar disekitar alam ciptaan Hao Chen, semua yang ada dialam ini sudah lebih dari cukup untuk membantu Hao Chen sampai keranah raja dewa.
Semua sumber daya dan kondisi tempat yang tenang membuat alam ciptaan Hao Chen sudah jauh melampaui alam ilahi yang terkenal dijagat raya, apa lagi sistem hukum yang sudah tersusun walaupun masih ada sedikit kesalahan.
Namun Hao Chen patut dipuji karena kemampuannya dalam menciptakan sebuah alam, dengan ingatan dua kehidupan hal seperti ini tergolong mudah untuknya, dengan satu masalah yaitu tingkat kultivasinya saja yang masih rendah.
"Walaupun aku baru saja memasuki alam ini, tapi aku selalu saja kagum." Dengan penuh semangat Hao Chen segera pergi dan menuju ke pusat alam ini.
Dialam ini Hao Chen diibaratkan sebagai dewa agung yang dapat mengontrol semua yang ada dialami ini, bahkan jika dia mau berpindah tempat secara langsung pun tidak menjadi masalah.
Namun karena Hao Chen lebih suka menikmati hasil kerjanya, dia lebih memilih untuk pergi dengan cara yang normal.
__ADS_1
Karena hak penuh atas alam ini Hao Chen dapat dengan mudah sampai dipusat kontrol alam ini, seperti biasa dia selalu disambut oleh satu pohon raksasa yang sangat besar dan tinggi.
Bahkan pohon ini menjadi pusat segala energi kehidupan yang membantu memperkuat alam yang dia ciptakan, bukan hanya itu pohon yang terlihat sedikit lebih besar dengan daun berwarna putih keemasan juga berdiri tegak sambil mengeluarkan energi spiritual dan mental dengan jumlah yang besar.
Dimana pohon tersebut tidak lain adalah pohon samsara yang telah Hao Chen rampok dari makam kuno, Bukan hanya itu danau yang sangat luas dengan warna air sebening kristal biru membuat suasana menjadi segar.
Lalu Hao Chen berkata dengan nada sedikit kecewa, "Andaikan saja aku bisa terus berlatih ditempat ini, seharusnya aku akan dapat naik ke ranah berikutnya dengan mudah. Namun sayang karena aku tidak boleh terlalu sering memanfaatkaannya, karena jika terlalu sering maka alam ini akan sedikit mengalami kerusakan karena alam ini belum resmi diakui sebagai bagian dari dunia."
"Yah paling-paling aku perlu mencapai ranah dewa kelas satu untuk mempermudahnya nanti, baiklah saat kita akan memulai!" Sambung Hao Chen yang segera pergi kesebuah altar yang dikelilingi oleh dua belas patung naga dengan masing-masing warna yang berbeda.
"Baiklah sekarang aku harus memilih teknik tubuh yang bagus untukku, karena dikehidupan sebelumnya aku telah banyak membaca novel tentang kultivasi berbagai macam teknik masih ada didalam pikiranku." Ucap Hao Chen yang saat ini sedang berada dalam samudra kesadarannya.
"Hem...dari sekian banyak teknik tubuh yang aku ketahui, tidak ada yang cocok dengan jenis teknik pondasi ku. Ah! ini dia tubuh tanpa batas!" ucap Hao Chen dengan perasaan senang dia pun mencoba membaca tentang teknik ini berdasarkan ingatan yang dimiliki.
__ADS_1
"Tubuh tak terbatas merupakan teknik tubuh yang tergolong unik karena ketika ketika seseorang memilikinya, maka mereka dapat memiliki kesempatan tak terbatas untuk membentuk potensi dalam diri mereka dan juga dapat membuat seseorang menampung energi sampai ketingkat tak terbatas. Namun karena teknik ini terlalu kuat akan ada kemungkinan besar menghadapi bencana surgawi untuk menyempurnakannya, ditambah lagi dengan energi alam sebagai katalis teknik ini maka teknik ini tergolong curang bagi para kultivator lainnya jadi berhati-hatilah ketika ingin membicarakan tentang teknik tubuh ini."
"Wow! hebat sekali tidak aku sangka jika ada teknik tubuh seperti ini benar-benar ada, tapi kenapa aku sangat deja vu dengan teknik ini?" awalnya Hao Chen sempat kagum dengan teknik ini namun setelah dia menyadari jika dia pernah mendengar teknik ini, Hao Chen segera bingung.
Setelah menyadarinya Hao Chen segera berkata, "Ah! aku ingat sekarang, teknik ini pernah aku coba dulu ketika bermain game bertema kultivasi dikehidupan sebelumnya, walaupun aku tidak ingat apa namanya gamenya tapi saat itu aku menggunakan teknik tubuh ini dan alhasil aku malah dikatain sebagai ceter."
"Ya mau bagaimana lagi, aku bukannya mendapat ataupun membelinya tapi malah aku membuatnya sendiri dengan program khusus, jadi aku memang layak disebut sebagai ceter. Yah itu adalah kisah yang menyenangkan, karena diriku game itu menjadi bangkrut sebab." Ucap Hao Chen dengan tidak berdaya.
"Ehem...baik sebaiknya kita memulai prosesnya saja, toh aku juga tidak peduli karena dengan begini aku akan jadi bertambah kuat." Setelah itu Hao Chen segera mengeluarkan semua bahan yang dia perlukan untuk memulai.
"Buah kekosongan, Inti pohon kehidupan yang berusia miliyaran tahun, dan sebuah inti energi alam. Semua bahan tersebut aku peroleh secara terpisah dan aku juga sedikit menambah beberapa bahan tambahan untuk memperlancar prosesnya, aku juga tidak tau apakah aku sanggup menahan prosesnya....tapi untuk menjadi kuat maka aku akan menanggung resikonya." Ucap Hao Chen dengan penuh tekad.
"Dengan alat penempa tubuh dan saluran energi yang besar, seharusnya aku dapat mencapai sesuatu yang jauh lebih tinggi dari pada deskripsi teknik tubuh tak terbatas ini." Seketika kedua belas pilar naga segera bersinar terang.
__ADS_1
Bukan hanya itu energi kehidupan, spiritual, mental, kekuatan elemen dan energi lainnya segera ditarik kedalam tubuh Hao Chen dengan sangat cepat.
"Akan dimulai!" ucap Hao Chen yang mulai kewalahan.