The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 64. Tidak salah lagi


__ADS_3

Karena kaget akibat datangnya Hao Yu, kepintaran dan pendiriannya Hao Chen menjadi runtuh total, seperti yang terlihat bahwa yang sedang dihadapi oleh Hao Chen adalah kakak sepupunya, dan dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ibunya.


Jika itu adalah orang lain maka Hao Chen mungkin akan mudah mengatasinya, namun beda halnya jika itu keluarganya, ditambah Hao Yu adalah orang dekat dengan ibunya sebelum kelahiran Hao Chen, bahkan kedua orang tua Hao Yu yang sekaligus paman dan bibinya sangat baik pada kedua orang tua Hao Chen.


Sampai tetap mempercayai dan melindungi kedua orang tua Hao chen, jadi wajar saja baginya untuk menjaga mereka yang telah baik pada kedua orang tuanya ditambah mereka adalah keluarga Hal chen.


Hao chen dapat membunuh seseorang tingkat batas fana terkuat dan sanggup mengalahkan seorang Dewa tahap awal walaupun itu bukan kekuatannya sendiri.


Namun mau bagaimana lagi bahkan pendirian dan kepintaran Hao Chen bisa runtuh akibat bertemu dengan kakak sepupunya, jika Hao Chen tau informasi lebih jelas lagi maka dia akan dengan senang hati karena bertemu kakak sepupunya.


Tapi dia tidak mendapatkan informasi jelas tentang apa yang terjadi pada klan Hao dan klan Li tempat kelahiran ibunya, walaupun kedua orang tua Hao Yu baik dan tetap percaya pada orang tua Hao Chen, namun siapa tau mereka berdua telah tertangkap atau dikendalikan, karena itu dia jadi waspada sampai ia mendapatkan informasi yang jauh lebih dalam.


Disaat yang sama, tindakan Hao Yu yang dengan inisiatif sendiri mendatangi kelompok Hao Chen, segera mendapatkan banyak perhatian seluruh orang diarea makam kuno.


Bahkan Yu mo yang melihat tindakan Hao Yu pun menjadi terkejut total, dan banyak pertanyaan dipikirannya sampai-sampai mengeluarkan niat membunuh yang kuat.


Sementara, itu Zhou Yuan dan Ling dengan yang menutupi Hao chen mulai berkeringat dingin, dan anehnya mereka tidak kagum dengan kecantikan Hao Yu seperti waktu pertama kali mereka datang.


Wajar saja karena hal ini bukanlah sesuatu yang Hao Chen bisa tangani sendiri, jadi sebagai saudara sudah sewajarnya Zhou Yuan dan Ling Feng membantu, namun itu semua berbenturan dengan perlawanan iman mereka berdua yang mulai terpengaruh oleh penampilan Hao Yu, Ling Feng mungkin dapat mendapatkan mengatasinya sedikit dengan memikirkan tunangannya Qian Ziwei, tapi beda lagi jika itu Zhou yua,n dimana perlawanan iman besar-besaran terjadi dibatinnya.


Dengan suara lembut Hao yu pun mengambil inisiatif untuk berbicara, "Salam kenal namaku adalah Hao Yu dari Akademi Phoenix."


Sontak salam perkenalan dari Hao Yu membuat seluruh orang menjadi tercengang dan terjadi keributan besar.

__ADS_1


"Apaaaaaa! Ratu Es yang dingin memberi salam?!"


"Kenapa dia bisa seramah itu? dimana sikap dinginnya!"


Pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar akibat sikap Hao Yu yang sangat ramah, bahkan orang yang dia sapa adalah seorang pria, jika mereka ada seorang wanita mereka akan wajar namun mereka adalah pria.


Bukan hanya orang-orang yang hadir bahkan seluruh Fraksi Phoenix Suci pun terkejutnya bukan main, termasuk juga Lin Yuhan yang merupakan teman baik dan sekaligus sahabatnya.


Setelah mendengarkan sapaan dari Hao Yu entah mengapa Zhou Yuan harus mengalami konflik batin akibat memilih saudara dan temannya atau wanita cantik didepannya.


Lalu suara Ling feng pun terdengar dengan gagap, "Ada...ada apa? sampai yang mulia Ratu Es yang dingin ini sampai kemari."


Hao Yu segera mengelengkan kepalanya dan tersenyum manis, "Tidak perlu sopan panggil saja aku kak Yu."


Lagi-lagi keributan terjadi akibat dari perkataan Hao Yu dan entah mengapa Lin Yuhan menjadi sakit hati, karena diantara seluruh murid akademi Phoenix hanya dia yang diizinkan memanggil Hao Yu dengan kata 'kak Yu', tapi dia lebih memanggilnya Senior sebagai bentuk rasa hormat.


Empat fraksi besar pun dipenuhi niat membunuh kuat ketika menatap kelompok Hao Chen.


"Apa t-tujuan kamu datang kesini?" tanya Ling Feng dengan keringat dingin.


"Tentu saja aku datang ingin bertemu dengan orang yang ada dibelakangmu itu." Jawab Hao Yu dengan lembut.


Setelah itu entah apa yang terjadi Zhou yuan dan Ling Feng, mereka berdua langsung berubah total dimana aura menakutkan segera muncul.

__ADS_1


Dengan Api Phoenix yang sedang membara Zhou Yuan bertanya dengan keras, "Apa tujuanmu sampai ingin bertemu Kak Chen?!!"


"Tidak...aku tidak memiliki tujuan yang aneh-aneh aku hanya ingin berbicara sebentar denganya." Ucap Hao Yu yang tidak terpengaruh dengan Api Phoenix Zhou Yuan.


"Tidak boleh!!" Zhou Yuan dan Ling Feng dengan keras menolak, dan mengejutkan orang-orang disekitar makam.


"Kalau begitu aku akan sedikit mengunakan kekerasan namun karena kalian sangat melindunginya maka aku tidak akan menyakiti kalian." Hao Yu sambil menghela nafas dan hanya dengan lambaian tangan seketika Zhou Yuan dan Ling Feng membeku dengan hanya menyisakan kepala mereka saja yang tidak membeku.


"Kak Chen...lari!" mereka berdua berteriak keras layaknya seorang pahlawan yang telah mengorbankan diri.


Lalu dia segera mendekati Hao chen yang mulai panik akibat gagalnya kedua saudaranya menghalangi Hao Yu, awalnya dia ingin mengunakan amarahnya namun tidak bisa karena yang didepannya adalah saudarinya.


Dengan panik Hao chen segera mendorong tubuhnya kebelakang untuk lari, namun sayangnya tangannya telah dipegang oleh Hao Yu dan pada akhirnya jubah yang menutupi kepala Hao Chen segera terbuka.


Dimana ketika Wajah Hao Chen terungkap itu membuat semua orang terkejutnya bukan main.


Karena penampilan Hao Chen dengan wajah tampan disertai rambut putih pendek dan mata biru cerah disertai postur tubuh yang sangat sempurna untuk anak berusia 13 tahun. Bukan hanya itu ketika Hao Chen dan Hao Yu berdekat penampilan mereka agak mirip bahkan akan sangat mirip jika Hao Chen adalah wanita dan perbedaan mereka hanya ada diwarna mata saja.


Sontak hal tersebut membuat seisi tempat mengalami keributan besar tidak terkecuali para anggota fraksi besar juga sama-sama kaget.


"Tidak salah lagi...dari warna rambutmu sama dengan bibi Li qingchan dan warna matamu mirp dengan paman Hao Tian." Hao Yu dengan mata berkaca-kaca segera menatap lebih dalam anak laki-laki didepannya.


Sementara Hao Chen menjadi kaku seperti batu yang tidak dapat bergerak, dia benar-benar dalam keadaan linglung dan tidak dapat berbuat banyak, bukan karena dia tidak dapat bertindak namun dia bingung harus bagaimana, karena Hao chen biasanya sering menghajar dan membantai orang yang menggangunya, tapi kali ini berbeda jauh dengan biasanya.

__ADS_1


Namun secara tiba-tiba Hao Yu langsung dengan gembira memeluk Hao Chen, karena Hao Yu lebih tinggi dari Hao chen maka ada sensasi aneh pada wajahnya.


Lalu Hao Yu dengan ekspresi gembira semakin memperat pelukannya dan berkata dengan keras, "Tidak salah lagi! benar-benar tidak salah lagi! kau adalah adik kecilku!"


__ADS_2