
Lalu setelah ketika Hao Chen duduk dan mulai mencerna pengetahuan yang diberikan oleh Bai Long dan juga Long Heisen, Hao Chen menemukan banyak sekali hal-hal yang penting untuk kultivasinya.
"Sepertinya mereka berdua sangat kuat! sampai-sampai memiliki pengetahuan seperti ini, tapi kenapa aku merasa jika penyebab kematian mereka berdua Sepertinya meninggalkan satu kenangan yang belum diselesaikan ya?" Satu pertanyaan membingungkan segera muncul dikepalanya Hao Chen.
"Sudah-sudah itu pasti urusan pribadi mereka berdua dan aku tak memiliki hak untuk ikut campur, nah sekarang tinggal menunggu Su Yao selesai. Ucap Hao Chen yang segera duduk menatap Su Yao yang masih menyerap inti kristal roh berwarna hitam putih.
"Apakah Su Yao bisa mengatasinya? tapi bukannya Bai Long dan Long Heisen mengatakan jika dia akan baik-baik saja?" rasa khawatir segera muncul dihati Hao Chen yang melihat sosok Su Yao yang masih menyerap inti kristal roh.
Hao Chen merasa jika dirinya memiliki perasaan aneh jika bersamaan dengan Su Yao selama ini, bahkan dia sendiri merasa jika perasaan aneh mirip dengan ketika dia berkumpul dengan ayah dan ibunya ketika dia kecil.
Anehnya lagi Hao Chen selalu merasa jika dirinya memiliki perasaan dan sikap yang berbeda pada Su Yao, dimana dia selalu menaruh perhatian padanya karena alasan tertentu.
Hal ini hampir sama dengan sikapnya pada saudara bersumpahnya yaitu Zhou Yuan dan Ling Feng, walaupun tindakan Hao Chen sedikit acuh terutama setelah mereka mencapai usia enam belas tahun.
Selama ini Hao Chen pernah memikirkan hal yang terjadi pada dirinya sendiri, seperti sikap dan perilaku Hao Chen, dimana Hao Chen dulu biasa dikatakan sangat kejam dan dingin bahkan memiliki pemikiran tak kenal ampun.
Tapi untuk sekarang dia merasa jika hal tersebut mulai berkurang, walaupun hal tersebut hanya berlaku pada beberapa orang yang Hao Chen anggap penting dan berarti baginya.
"Sepertinya aku harus memahami arti dari perasaan aneh ini, tapi jika aku mencapai tingkat dewa aku dapat dipastikan akan segera pergi dari planet ini dan mencari planet yang memiliki energi yang besar untukku berkultivasi, namun apakah benar tindakanku ini salah dengan berkultivasi sendirian?" tanya Hao Chen pada dirinya.
"Lalu jika aku tidak masuk akademi dan tetap menyendiri, seperti apa sikapku nantinya?"
Karena tidak dapat menemukan sesuatu yang dapat diperbuat Hao Chen hanya bisa merenungkan semua yang telah dialami selama enam belas tahun hidup dikehidupan yang baru, walaupun dia telah melupakan semua kenangan buruk dikehidupan sebelumnya.
__ADS_1
Hao Chen merasa jika dirinya tetap menjalani kehidupan yang menyakiti dikehidupan yang baru, bahkan bisa dikatakan lebih menyakitkan dari kehidupan sebelumnya.
Seperti berpisah dengan orang tuanya dan harus menjalani hidup menyendiri ketika masih kecil, walaupun ada sisi baiknya yaitu dapat berkultivasi untuk menjadi kuat.
"Aku merasa jika hidupku ini sepertinya tidak kurang dan lebih dari kehidupan sebelumnya, apakah aku dapat menemukan sesuatu yang penting selain melindungi kedua orang tuaku?" tanya Hao Chen yang menatap kosong pada sekitarnya.
Disaat Hao Chen dipenuhi pikiran aneh, secara tiba-tiba aura naga emas membuatnya terbangun dari lamunan tak bergunanya.
"Sudah selesai?" ucap Hao Chen yang terlihat seperti orang yang telah mendapatkan kembali nyawanya.
Lalu cahaya hitam dan putih secara perlahan mulai menyelimuti naga emas yang berada dibelakang Su Yao, belum lagi munculnya aura yang kuat dari Hao Chen.
Walaupun tidak memiliki berpengaruh pada Hao Chen, namun dia tetap kagum dengan kekuatan garis keturunan miliknya.
Disaat yang sama Su Yao pun segera membuka mata indahnya, lalu tanpa adanya sesuatu yang besar ataupun luar terjadi dia segera berdiri dan memandangi sekitar.
"Ternyata kekuatan asli dari inti kristal roh ini masih tersegel, namun aku harus bersyukur karena kekuatan yang diberikan sudah sangat kuat. Dengan begini aku dapat setidaknya seri melawan seseorang yang berada pada peringkat Quasi God atau Demi God." Ucap Su Yao dengan ekspresi puas.
"Hem? dimana Hao Chen dan dua Petapa itu?" walaupun Su Yao menyebutkan tiga orang, tapi apa yang paling dia ingin ketahui adalah Hao Chen.
"Apa kau mencariku?" tanya Hao Chen yang sedang duduk santai melihat sosok cantik didepan matanya.
Lalu dengan perasaan sedikit terkejut Su Yao segera berbalik untuk bertanya, "Hanya dirimu saja, dimana Petapa naga putih dan naga hitam itu sekarang?"
__ADS_1
"Mereka sudah tiada, karena mereka merasa semua tugasnya telah selesai mereka berdua memilih untuk pergi." Jawab Hao Chen dengan suara mendalam.
"Jadi bagaimana?" tanya Hao Chen.
"Sepertinya banyak perkembangan padaku, tapi ini bisa dikatakan hanya sedikit dari kekuatan yang masih disegel." Jawab Su Yao yang segera duduk disamping Hao Chen.
"Apa kau mendapatkan sesuatu yang lain, seperti teknik ataupun pengetahuan dari mereka?" tanya Hao Chen lagi dengan penasaran.
"Hem...aku sekarang memiliki kekuatan ruang dan juga kemampuan kegelapan, kalau soal pengetahuan aku telah banyak diberikan oleh kedua Petapa itu." Jawab Su Yao.
Lalu Hao Chen segera berbicara, "Jadi apakah kita akan langsung keluar dan mencari keberadaan teman-teman atau kau ingin mencoba beberapa kemampuanmu dulu?"
"Sepertinya kita lebih baik mencari teman-teman dulu, karena mereka kemungkinan akan mengalami kesulitan." Ucap Su Yao yang memikirkan kedua teman perempuannya.
"Baiklah kalau begitu." Setelah mendengar jawaban Su Yao, Hao Chen segera berdiri tegak.
"Ayo!" ucap Hao Chen yang segera mengulurkan tangannya.
"Baiklah ayo pergi." Tanpa adanya keraguan Su Yao segera meraih tangannya.
Kemudian cahaya perak segera berkedip dan membawa mereka pergi keluar dari alam yang telah dibuat oleh Bai Long dan Long Heisen dengan susah payah, walaupun nampak kosong dapat dirasakan jika tempat ini memiliki banyak kenangan.
Disaat Hao Chen dan Su Yao telah pergi dari alam tersebut, secara bersamaan alam tersebut mulai runtuh dan hancur secara perlahan yang juga menghancurkan kenangan yang ada.
__ADS_1