
Ditempat lain walikota Na yang sedang dikerumuni oleh para wanita penghibur terlihat sangat senang, tawanya juga terdengar sangat keras, seakan-akan dia telah berhasil melakukan hal yang sangat besar.
"Hey! kau bagaimana kondisi kesatria itu selama beberapa Minggu ini?" tanyanya dengan nada yang arogan.
Lalu seseorang yang menggunakan armor perak segera menjawab, "Selama ini dia hanya diam diruang tersebut dan tidak banyak bergerak sama sekali. Ditambah lagi beberapa wanita yang ingin bertambah kuat, mulai berdatangan dan berhubungan badan dengannya."
"Hahahaha!! sepertinya dia tidak memiliki pengalaman akan hal ini. Pantas saja dia terlihat sangat menikmatinya sampai-sampai tidak ingin keluar." Walikota Na segera senang dan memasang ekspresi bahagia.
"Apakah kau senang dengan hal itu?"
Secara tiba-tiba sebuah suara yang terdengar sangat dingin segera terdengar, belum lagi hawa membunuh yang kuat segera muncul.
Karena hal itu para prajurit segera melindungi walikota Na, dan para wanita penghibur itu segera merinding ketakutan dan segera lari keluar ruang tersebut, tapi...
"Slaas...!!"
Sebelum melintasi pintu keluar, tubuh para wanita penghibur itu segera terpotong-potong dan darah segera bercucuran.
"AAAAAAAA!!! SIAPAPUN TOLONG..!!" walikota Na dan beberapa orang masih hidup segera ketakutan, bahkan para prajurit yang terlihat sangat kuat, segera menunjukkan ekspresi ketakutan.
"Tap...Tap...Tap...Tap..."
Suara langkah kaki segera terdengar. Dimana segera muncul sosok Hao Chen yang saat ini ditutupi oleh darah yang menodai pakaiannya, mata berwarna merah darah, memegang sebuah pedang yang memiliki warna merah darah cerah, dan niat membunuh yang menakutkan.
"Kau...Kau! Kesatria Hao Chen? APA YANG KAU LAKUKAN?!" Tanya walikota Na dengan marah.
Hao Chen segera menjawab dengan dingin, "Apa yang aku lakukan? jika kau benar-benar ingin mengetahui apa yang telah aku lakukan, sebaiknya kau tanya mereka yang telah pergi keneraka duluan."
"Kau...!!!"
__ADS_1
Sekitar lima Prajurit segera memberanikan diri untuk menyerang Hao Chen. Tapi setiap serangan yang dilancarkan oleh mereka ketubuh Hao Chen, justru malah merusak senjata mereka.
"Terbuat dari apa tubuhnya itu...?!!!" Wajah mereka segera menjadi pucat dan ketakutan segera membuat mereka mulai menggila.
"Slaas...Slaas...Slaas...Slaas...Slaas...!!"
Segera tanpa banyak bicara Hao Chen mengayunkan pedangnya dengan gerakan lembut untuk membunuh mereka, dan seperti memotong tahu para prajurit yang melindungi walikota Na segera terbunuh oleh Hao Chen.
"Aaaaaaaa!!! siapapun tolong." Walikota Na segera berusaha untuk menyelamatkan diri dan menjadi wanita penghibur tersebut segera pengalihan perhatian.
Tapi hal tersebut tidak lagi mempan pada Hao Chen, bahkan ia tidak segan-segan untuk membunuh mereka dengan cara yang kejam.
"Entah berapa lama kau melakukan semua ini, sampai-sampai kau bisa mengorbankan banyak orang tak bersalah untuk menyelamatkan diri. Kau memang benar-benar layak mati." Ucap Hao Chen yang dengan santai mengikuti walikota Na.
"Aku akan meminta bantuan lebih banyak untuk membunuhnya! lihat saja nanti." Batin walikota Na sambil tersenyum licik.
Tapi harapannya segera hilang ketika melihat kota yang dipimpin olehnya hancur total. Bercak darah menghiasi setiap tempat, jasad orang-orang tergeletak dengan kondisi yang mengerikan, dan setiap bangunan yang hancur seperti dipotong.
Walikota Na yang mendengar suara Hao Chen segera merinding ketakutan, dia ingin melarikan diri, tapi niat membunuh yang menakutkan membuatnya kakinya lemas karena ketakutan.
"Manusia merupakan ras terlemah diseluruh Jagat raya, tapi mereka justru memiliki potensi yang tak terbatas dan bisa melampaui segala-galanya...." Hao Chen segera terlihat dengan santai berjalan diudara sambil melirik kondisi kota yang telah hancur olehnya.
"Namun...konflik, kebohongan, kecemburuan, keserakah adalah sifat manusia yang membuat mereka sangat rapuh. Setelah bertahun-tahun aku berkultivasi dan menjadi dewa, akhirnya aku paham kenapa jalan kultivasi itu sangat sulit..."
"Entah mahluk hidup apapun, jika mereka mencapai ranah dewa. Layaknya sebuah mahluk hidup yang terlahir kembali, mereka akan memiliki pemikiran yang jauh lebih besar..."
"Sebagai seseorang yang merupakan manusia, aku memahami hal tersebut. Bahkan aku sendiri berpendapat jika hewan yang dianggap rendah oleh manusia justru jauh lebih baik." Ucap Hao Chen yang terdengar keras, bahkan membuat langit dan bumi bergetar seakan-akan sedang takut.
Setiap langkah Hao Chen, akan ada satu orang yang akan terbunuh olehnya. Sosoknya kini seperti seorang dewa yang turun untuk menghukum mereka.
__ADS_1
"D-Dewa! dia adalah seorang dewa!!!" walikota Na segera berseru ketakutan melihat sosok Hao Chen yang dapat berjalan diudara.
"Dewa? mungkin benar jika Dimata kalian aku adalah seorang dewa. Tapi bukanlah seorang dewa yang memberikan sebuah karunia, tapi aku adalah sosok dewa yang turun tangan untuk menghapuskan tempat penuh dosa ini." Ucap Hao Chen dengan suara dingin.
Kemudian Hao Chen segera mengangkat tangannya keatas, ribuan pedang berwarna merah darah bermunculan diatas langit.
Orang-orang yang masih hidup segera ketakutan, bahkan tanpa memikirkan apapun mereka mencoba untuk lari dari Hao Chen, tapi...
"Swoss...!!"
Pedang-pedang tersebut segera berjatuhan seperti air hujan yang turun dari langit, setiap pedang akan membunuh siapapun tanpa terkecuali sama sekali.
Seketika tempat itu segera hancur lebur, dan semua orang yang merupakan penghuni kota penuh dosa tersebut mati, terkecuali walikota Na yang sengaja dibiarkan hidup.
"Kau akan mendorong menu utama dari pembantaian ini..." Hao Chen segera mengeluarkan api hitam pekat dibawah walikota Na.
Kemudian sebuah rantai segera muncul dari api tersebut dan menariknya kebawah, bukan hanya itu Hao Chen segera menyebarkan api hitam tersebut untuk membakar seluruh kota.
"Perbuatan kalian yang sangat menjijikkan, akan mendapatkan bayaran yang setimpal. Selain membunuh kalian, aku juga menghancurkan jiwa kalian!" ucap Hao Chen.
Kurang dari satu jam Hao Chen berhasil melenyapkan kota penuh dosa ini dan membantai habis manusia yang ada didalamnya, walaupun mereka nampak seperti orang yang tak bersalah.
Tapi perbuatan dan tindakan mereka yang sangat menjijikkan membuat hal ini layak untuk mereka, bahkan ada perasaan lega yang muncul dihatinya.
Kemudian Hao Chen segera kembali ke tempat asalnya, dan disambut oleh gerbang berikutnya yang menunju kejalan berikutnya, tapi Hao Chen tidak langsung masuk, dia malah terdiam sejenak dan berfikir keras.
"Andaikan saja dikehidupan sebelumnya aku memiliki kekuatan seperti ini...."
"Sudahlah! kehidupan sebelumnya tidak lagi penting untukku, aku hanya memiliki ingatannya saja dan hubunganku dengan hal tersebut sudah lama mati." Ucap Hao Chen sambil menenangkan pikirannya.
__ADS_1
"Cobaan dewa Ashura ini tidak sesederhana yang terlihat. Benar-benar sangat kejam dan merusak mental serta pikiran, tapi karena hal ini aku justru semakin memahami banyak hal yang sulit dipahami." Gumam Hao Chen yang segera masuk ke cobaan berikut.