
Aura dewa Rakshasa segera membuat orang-orang yang ada disekitar menjadi sesak nafas, bahkan ada yang langsung pingsan.
"Senior itu memiliki Aura dewa pembantaian?" tanya Yun Qianzhu dengan ekspresi ketakutan.
"Itu...aku awalnya berencana untuk kesana setelah dari sini, tapi ini pertama kalinya aku melihat satu dari tiga jenis aura dewa Pembantaian." Jawab Lou Yunli yang segera mundur.
Sementara itu Hao Chen segera menyelimuti dirinya dengan energi berwarna emas untuk menepis efek negatif dari aura dewa Pembantaian, walaupun sebenarnya ada hal yang aneh dewa Martial Soul pedang Amethyst miliknya.
"Hahahaha! aku tidak tau jika menyerap kekuatan orang lain akan memberikan efek yang sebagus ini." Ucap Qing Zhi sambil tertawa keras.
Lalu dia segera berbalik dan melihat sosok Hao Chen yang masih berekspresi dingin, tapi tatapan jelas menuju kearah Su Yao.
"Kali ini aku akan bertambah kuat jika menyerap kekuatan gadis itu, ditambah lagi aku melihat ada banyak Kekuatan misterius ditubuhnya." Kata Qing Zhi dengan kondisi tidak kesabaran.
Karena hal itu Hao Chen segera menjadi kesal dan sangat jengkel dengan perkataan orang tua itu, lalu dia segera memegangi tubuh Su Yao lebih erat.
Kali ini aku benar-benar akan membuat mu menderita!"
Aura dewa dan api hitam segera muncul dari tubuh Hao Chen, bahkan disertai oleh hawa membunuh yang kuat.
"Tidak mungkin seharusnya aku jauh lebih kuat darinya ketika menggunakan kemampuan rahasia dewa Rakshasa, tapi kenapa aku malah ketakutan dihadapannya?" batin Qing Zhi yang sekarang mulai ketakutan.
Suhu yang sangat panas segera membuat wilayah disekitar menjadi terbakar, jeritan penderitaan dari orang yang pernah terbunuh oleh api ini segera terdengar.
"Aku tidak tahu mengapa aku sangat membenci kau, tapi insting ku mengatakan jika kau benar-benar harus dihabisi." Ucap Hao Chen dengan tatapan mengerikan.
"Kau yang akan mati!" Qing Zhi segera meraih sebuah sabit besar dengan kedua tangannya, aura dewa Rakshasa semakin pekat ketika sabit itu muncul.
Qing Zhi segera melesat dengan aura yang yang mengerikan dan niat membunuh pada Hao Chen.
"Swoss!!!"
Api hitam Hao Chen segera menyambar tubuh Qing Zhi tanpa adanya peringatan, belum lagi api tersebut seakan-akan tidak bisa dipadamkan.
"Kau pikir api ini...TIDAK! TIDAK MUNGKIN!"
Awalnya Qing Zhi bersikap sombong, tapi ketika ia mencoba beberapa kali memadamkan api yang terus membakar tidak menunjukkan hasil, dia mulai panik.
"AAAAAAAA! API APA INI SEBENARNYA?!!"
__ADS_1
Bahkan Aura dewa Rakshasa juga ikut terbakar oleh api hitam tersebut, seperti tidak ada yang bisa menghentikannya atau memadamkannya.
"Hentikan!!"
Qing Zhi mulai merasakan sakit yang luar biasa dan mulai menderita oleh suara jeritan dari api hitam tersebut, api tersebut membawa banyak kesedihan dari orang-orang telah dibunuh tanpa ampun.
"Api ini disebut api kesedihan, api ini akan membawa suara orang-orang yang tak berdosa dan bersalah, semakin banyak orang itu menyakiti orang lain maka semakin menderita juga orang yang terbakar." Ucap Hao Chen yang segera berbalik meninggalkan Qing Zhi yang sepertinya diseret oleh ribuan tangan.
Sementara itu orang-orang yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa bergetar ketakutan, mereka benar-benar sangat takut jika Hao Chen akan membunuh mereka.
Bahkan ada yang sudah kabur duluan dan tidak memperdulikan orang-orangnya, bahkan Zou Qing juga harus berlari menjauh dari Hao Chen seperti seekor ayam yang kehilangan kakinya.
"Hao Chen...."
Karena melihat perbedaan sikap Hao Chen, Su Yao segera memberanikan diri untuk berbicara.
"Hah...sepertinya ini sudah cukup, aku akan pergi saja, lagi pula aku tidak memiliki masalah apapun pada mereka." Ucap Hao Chen yang segera menghela nafas panjang.
Kemudian Hao Chen segera melambaikan tangannya, dimana cahaya perak segera berkedip membawanya dan Su Yao pergi, tapi sebelum pergi Hao Chen segera melepaskan kesadaran Ilahinya untuk membuat mereka yang menyaksikan pertarungan tersebut melupakannya.
Hao Chen segera keluar dari dunia milik penguasa alam dewa, karena dia sendiri tidak memiliki sesuatu yang dibutuhkan.
Lalu Hao Chen dengan lembut segera turun dan memandangi kota hujan yang tidak terlalu jauh, tapi dia juga sedang melirik banyak sekali pasukan dari lima Kekaisaran yang saat ini tengah berjaga-jaga.
"Sepertinya mereka ingin menangkap setiap orang yang masuk ke dunia penguasa alam dewa, jika tebakan ku benar seharusnya mereka telah mengetahui banyak orang-orang mereka terbunuh." Ucap Su Yao yang memiliki perasaan tidak enak.
Hao Chen segera berkata sambil tersenyum sinis, "Kau tidak perlu khawatir, karena aku telah membuat mereka semua kehilangan ingatan tentang pertarungan tadi, lagi pula ada beberapa kenalan ku yang masih berada didalam alam tersebut."
Kemudian Hao Chen segera menurunkan Su Yao, "Kau bisa berjalan bukan? jika tidak aku akan mengendong mu menuju kota." Ucapnya.
Su Yao segera merespon dengan suara lembut, "Itu...aku baik-baik saja, kalau berjalan aku masih bisa, lagi pula aku hanya kehilangan kemampuan terbang ku."
Setelah menurunkan Su Yao, Hao Chen segera mengangkat tangannya yang kini ditutupi oleh api.
"Tapi aku merasa jika orang-orang dari kekaisaran ini akan membunuh setiap orang yang berada dialam dewa, jadi sebelum itu aku akan membantai mereka." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
"Seni Suci Phoenix api, hujan meteor api!"
Langit diatas celah ruang menuku kedalam dunia penguasa alam dewa segera bersinar terang dengan cahaya merah cerah, pemandangan tersebut nampak seperti ada puluhan matahari yang menyinari dunia.
__ADS_1
Tapi ekspresi mereka semua segera pucat seketika ketika mereka menyadari jika itu adalah sebuah meteor yang sedang menuju kearah mereka, para ahli dari lima Kekaisaran segera maju untuk menahannya.
Sementara itu orang-orang yang menunggu murid mereka segera mundur, karena mereka tidak ingin menanggung resiko.
"Sial! dari mana meteor ini berasal!" ucap seorang ahli dari kekaisaran Zou.
"Sudah cukup basa-basinya cepat mundur!" perintah seorang ahli tingkat dewa kelas satu.
"BOOOM!!!"
Meteorit itu segera menghantam mereka dengan sangat keras dan lagi efek dari hal tersebut segera terasa sampai keseluruhan Kekaisaran Zou dan Qing, tapi untuk kota hujan masih aman-aman saja.
Karena orang-orang dari berbagai sekte menahan efek samping dari hantaman meteor tersebut, tapi yang menjadi pertanyaan adalah orang macam apa yang sanggup mengeluarkan meteor itu?
****
Sebelum itu saya ingin memberi tahu kalau mulai kedepannya saya mungkin up Chapter untuk semua novel saya random dan tidak menentu.
Kenapa?
Karena ini saya mau ngasih tau kalau saya hampir saja gagal untuk satu materi, pada semester pertama perkuliahan saya.
Dan itu benar-benar memberikan sebuah peringatan keras pada saya, belum lagi saya harus kerja.
Mau bagaimana lagi kalau saya sudah diminta hidup mandiri mulai dari usia 18 tahun, kuliah dan kerja secara bersamaan.
Kalau untuk gajih sih, tidak ada masalah dan lebih dari cukup untuk membayar biaya hidup dan kuliah saya sendiri.
Sementara itu untuk seorang penulis novel, bisa dikatakan hanya sebagai hobi dan mencari uang tambahan.
Sebenarnya kalau enggak terjadi pandemi covid 19 dan mengharuskan para mahasiswa dan pelajar untuk melakukan semuanya secara online, saya masih bisa menyanggupi.
Tapi mau bagaimana lagi materi sulit dipahami, kepala pusing karena menatap layar komputer Berjam-jam, dan tugas yang selalu ada setiap hari, apa lagi saya harus kerja untuk hidup saya.
Mungkin mulai besok semua novel karya saya seperti The Heaven Land, Level Up, dan The Immortal Cultivator.
Up Chapternya bakalan random dan kemungkinan enggak tiap hari lagi, tapi untuk novel The Heaven Land saya bakal tetap usahain untuk up tiap hari, namun kali ini mungkin enggak dua Chapter perhari, hanya satu Chapter perhari. Walaupun mungkin ada saja Chapter bonus.
Jadi mohon maklumi teman-teman saya juga manusia, karena saya sebagai penulis novel hanya sebagai hobi dan mencari uang tambahan.
__ADS_1
Sekian dari saya 😄😄😄