The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 220. Naga Absolute?


__ADS_3

Hao Chen segera menyipitkan matanya mendengar jika naga yang ada didepannya ini disegel dengan cara yang memalukan, bahkan ia sendiri tidak percaya dengan perkataannya.


"Bagaimana mungkin mahluk sekuat dia bisa tersegel? dari kekuatan yang ada disekitarnya saja sudah sangat luar biasa, mungkin dia sudah mencapai ranah Lord of God atau juga True Lord of God." Batin Hao Chen dengan tatapan aneh.


Suasana segera hening karena tidak ada salah satu dari mereka yang angkat bicara, tapi Hao Chen merasa jika naga ini sudah hidup sangat lama.


"Hem...jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Hao Chen yang mulai merasa jika ia tidak memiliki niat buruk.


"Aku juga tidak tau? karena kau telah menghancurkan jiwa kaisar Shen, jadi rantai yang mengikat ku tadi juga ikut hancur, tapi sayangnya keabadian milikku juga ikut hancur." Jawab Naga itu yang semakin melemah.


"Jika aku lihat baik-baik kekuatan mu itu seharusnya berada diranah True Lord of God bukan? tapi kenapa kau bisa ditangkap oleh kaisar anjing yang hanya berada diranah God King?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


Lalu Naga itu segera berkata, "Hah...ceritanya panjang, singkatnya aku saat itu sedang terluka sangat parah, ketika era perang melawan ras iblis, lalu disaat aku memulihkan diriku kaisar anjing itu segera memasang segel kontrak yang membuat aku menjadi hewan peliharaan kaisar anjing itu, tapi karena kesadaran ilahi milikku jauh lebih kuat, dia tidak bisa mengontrol ku."


Hao Chen segera memeriksa kondisi sekitarnya, dimana tempat ini seperti sebuah tempat percobaan atau tempat yang digunakan untuk melakukan ritual aneh.


"Jadi apakah kau ingin keluar?" tanya Hao Chen.


"Hah...sebenarnya aku ingin keluar dari tempat kumuh ini, sayangnya aku tidak memiliki tenaga untuk bergerak." Jawab Naga itu sambil tersenyum pahit.


"Yah...mungkin aku akan menemanimu sebentar sampai kau benar-benar tiada." Ucap Hao Chen yang segera duduk didepan wajah naga itu.


Naga itu segera bingung melihat tindakan Hao Chen, karena dia berfikir jika ia akan langsung membunuhnya.


"Kau tidak berfikir untuk membunuhku?" tanya Naga itu.


"Untuk apa? lagi pula aku telah memiliki kristal roh lengkap dan aku tinggal menyerapnya saja." Jawab Hao Chen sambil mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Kristal roh? apakah kau dari kekaisaran manusia?" tanya Naga itu yang sedikit kaget.


Hao Chen segera menjawab, "Ya...aku dari kekaisaran manusia, kau juga pasti tau kalau disana ada sebuah Martial Art yang bernama Soul Master bukan?"


"Ah...ternyata begitu, tapi tetap saja aku tidak menyangka jika kau benar-benar berani ke alam dewa. Jika aku menebak kau pasti ingin pergi menuju kewilayahan pencerahan bukan?" tanya Naga itu.


Hao Chen tidak banyak bicara dan ia hanya merespon dengan anggukan kecil, tapi ia baru menyadari tubuhnya mulai kehilangan kekuatan hidupnya.


"Sepertinya kau benar-benar akan meninggal?" tanya Hao Chen.


"Yah...setidaknya aku mendapatkan teman bicara, tidak buruk juga." Kata naga itu sambil menghela nafas panjang.


Hao Chen hanya diam dan mulai menutup matanya, dia juga merasakan jika kau tidak memiliki kekuatan, bahkan jika kau telah mencapai tingkat yang membuat dirimu abadi sekalipun, kalau terbunuh bukannya semua itu akan sia-sia.


"Sepertinya aku harus berani mengambil keputusan, tapi melihat sosok naga ini aku sadar jika tidak semua orang akan menjalan kehidupan yang mulus." Batin Hao Chen yang sedang menenangkan diri.


"Sepertinya dia juga telah melewati banyak penderitaan, aku jadi penasaran dengan apa yang akan dia capai." Ucap naga itu dengan suara pelan.


Tapi ia segera terkejut ketika dia menyadari bahwa Hao Chen malah tenggelam dalam meditasi mendalam, mungkin pembicaraan sederhana tadi telah memberikan pencerahan padanya.


"Aku sebenarnya tidak ini mati, tapi aku juga lelah terus menerus dikejar dan tentang, mungkin jika aku menjadikannya sebagai tuan, aku pasti akan menghilangkan rasa bosan?" pikiran naga itu tanpa sadar.


"Hah...akhirnya aku yang dijuluki sebagai sang Naga Absolute akan tunduk pada seseorang." Ucap naga itu sambil menggelengkan kepalanya.


"Yah...sepetinya ini merupakan keputusan yang bagus..."


Naga itu segera bergerak dengan sisa kekuatan yang ia miliki untuk bisa mengangkat ekornya, dimana ia segera mengigit ekornya dan mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


Tapi darahnya yang keluar dari tubuh naga itu mengandung kekuatan yang sangat mengerikan, kekuatan dari garis keturunan yang dimilik benar-benar sangat kuat.


Kemudian ia segera mengarahkan ekornya pada kening Hao Chen yang kemudian segera muncul sebuah Aray kecil yang berwarna merah darah, tapi sebelum lambang naga dengan pedang segera bersinar dikening Hao Chen.


"Apa?! dia telah dijadikan sebagai pewaris kekuatan itu!" batin naga itu dengan kaget.


Tapi ia segera mengelengkan kepalanya dan melanjutkan proses tersebut, namun ada senyum bangga darinya.


"Sepertinya aku telah membuat pilihan yang sangat baik, yah aku mungkin ini adalah takdir." Batin naga itu.


Kemudian cahaya emas hijau bersinar terang, kekuatan garis keturunan naga menyebar luas keseluruhan tempat, energi kehidupan yang luar biasa juga ikut masuk kedalam tubuh Hao Chen.


Lalu naga itu segera berseru keras kepada langit, "Mulai saat ini aku sang Naga Absolute mengakui manusia yang ada di hadapanku sebagai Rajaku!"


Lambang naga dengan pedang dikening Hao Chen segera bersinar terang, dimana tekan agung yang mengerikan segera menyebar ke seluruh alam ilahi kuno.


Langit juga diliputi oleh cahaya keemasan yang terang dan membuat alam ilahi kuno bergetar hebat, seakan-akan tidak mampu untuk menahan kekuatan agung yang tiba-tiba muncul.


***


Disisi lain orang-orang yang menjelajahi alam ilahi kuno juga ikut merasakan kekuatan tersebut, mereka bahkan memiliki keinginan untuk menundukkan diri mereka.


Kekuatan yang luar biasa dan sangat agung beberapa membuat seluruh orang merasa sangat kecil dan tidak berdaya dihadapan kekuatan tersebut, tidak ada orang yang berani berbicara atau melangkah lebih lanjut karena kejadian ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Chu Qing yang saat ini sedang terjatuh dan kesulitan untuk berdiri.


Kemudian secara perlahan tekanan dan kekuatan itu mulai berkurang, dimana cahaya yang berkilau itu juga mulai pudar.

__ADS_1


__ADS_2