The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 213. Terbukanya alam Ilahi kuno


__ADS_3

Mendengar jika Hao Chen menyetujui bahwa ia akan mendengarkan penjelasannya, matanya segera berbinar-binar dengan penuh harapan.


"Hey? apakah kau tidak bisa berbicara?" tanya Hao Chen sambil melambaikan tangannya didepan Lou Hua.


Lou Hua segera kaget dan melanjutkannya, "Ehem! biarkan aku menjelaskan dulu, kami saat ini merupakan salah satu fraksi terbesar di kekaisaran Qing, tapi sayangnya kekuatan kami yang berkumpul ditempat ini hanyalah cabang saja..."


"...Dimana kekuatan kami saat ini tidak mampu bersaing dengan cabang dari fraksi lain, bahkan kami memiliki kemungkinan kecil untuk dapat bersaing dengan orang-orang yang berasal dari berbagai penjuru."


Hao Chen masih belum menunjukkan ketertarikan dengan pembicaraan ini, dan hanya bisa mengangguk saja.


"Tapi kabar tentang kami memiliki peta alam ilahi kuno, kami sedikit takut jika orang-orang yang berasal dari berbagai fraksi dan sekte bekerja sama untuk membantai fraksi kami, maka dari itu aku butuh bantuanmu." Sambung Lou Hua dengan tatapan khawatir.


Hao Chen segera menghela nafas berat dan segera berkata, "Aku akan mengatakannya dengan jelas jika aku tidak ini terlibat dengan pertempuran di kekaisaran, karena aku akan segera pergi setelah mencari beberapa hal penting di Alam Ilahi kuno nanti."


Ekspresi Lou Hua segera memucat mendengar ucapan tegas Hao Chen, bahkan ia segera ingin pergi setelah mendengar perkataan Hao Chen tadi.


"Kalau begitu berikan peta itu padaku dan masalahnya akan selesai." Ucap Hao Chen yang terlihat tidak tega.


Karena menurutnya jarang melihat sosok wanita yang memiliki hati yang kuat seperti Lou Hua, jadi setidaknya ia memberikan sebuah saran.


"Tapi bagaimana kami akan menjelajahi alam Ilahi kuno nanti?" tanya Lou Hua dengan senyum pahit.


"Kau serahkan peta itu saja dulu padaku, biar aku yang akan menyelesaikan masalahnya." Jawab Hao Chen yang masih merahasiakannya.


Lou Hua segera mengerutkan keningnya dan memiliki keinginan untuk menolaknya, tapi karena tidak memiliki jalan lagi ia segera menyerahkan peta tersebut.


Lalu Hao Chen dengan seksama membaca peta tersebut, seperti ia sedang menghafal semua isi peta dengan teliti.


"Tidak aku sangka jika alam ilahi kuno memiliki wilayah yang seluas ini, bahkan hampir dua kali lipat dunia kecil milikku." Batin Hao Chen dengan perasaan kagum.


Setelah beberapa saat Hao Chen segera menyimpan peta tersebut dan menghela nafas berat.


"Kau kemarilah." Hao Chen segera memberi isyarat untuk mendekatinya.

__ADS_1


Lou Hua segera kaget atas permintaan dari Hao Chen, bahkan ekspresi kesal muncul diwajah cantiknya.


"Apa dia ingin memanfaatkan ku? tapi... Arghhhhh! sudah saja, sebaiknya aku turuti!" batin Lou Hua segera segera mendekati Hao Chen.


Tapi Hao Chen segera kebingungan dengan tingkah laku Lou Hua yang terlihat sangat gelisah, ditambah lagi wajahnya segera memerah dan malu-malu.


"Tuk!"


Hao Chen segera meletakkan jari telunjuk pada dahi Lou Hua, dimana cahaya emas segera muncul dari telunjuknya dan cahaya emas segera memasuki kepala Lou Hua.


Setelah beberapa saat Lou Hua segera kaget ketika banyak informasi yang masuk kedalam pikirannya, bahkan ia segera kaget ketika ia mendapat hal tersebut.


"Ini...semua detail dari alam Ilahi kuno? tapi bagaimana?" tanya Lou Hua dengan terkagum.


"Sudahlah aku hanya memberi bantuan kecil." Jawab Hao Chen yang tidak ini memberitahukan hal ini.


"Terimakasih atas bantuannya, lalu bagaimana dengan kelanjutannya?" tanya Lou Hua dengan bingung.


"Kau...Kau...Kau!" wajah Lou Hua segera memerah dan ada keinginan untuk membunuh yang kental darinya.


"Hehehehe...kau harus memanggilku sebagai kakak setiap kali kau melihatku." Ucap Hao Chen segera.


Lou Hua segera terkejut mendengar persyaratan dari Hao Chen, tapi dia segera mengerutkan keningnya.


"Kenapa aku harus memanggilmu sebagai kakak?" tanya Lou Hua dengan kesal.


"Mau atau tidak? kalau tidak mau kau bisa urus sendiri." Jawab Hao Chen yang segera mengangkat bahunya.


Segera Lou Hua berfikir keras dan setuju dengan ekspresi kesal, "Baik! Baik! Baik! aku setuju kakak!"


Segera senyum mengejek muncul dari wajah Hao Chen, ketika ia dipanggil sebagai kakak.


"Baiklah rencanaku adalah kau katakan saja begini..." Hao Chen segera membisikkan sesuatu ke Lou Hua.

__ADS_1


"Tunggu apa kau yakin dengan ini?" tanya Lou Hua yang terlihat tidak setuju.


"Aku tidak memiliki masalah, lagi pula jika aku mau dengan kehadiran ku sendiri kekaisaran Qing tidak akan menjadi masalah untukku." Jawab Hao Chen dengan santai.


"Hah...baiklah kalau begitu, aku akan kembali ketempat fraksi dulu." Ucap Lou Hua.


"Tapi kusarankan agar kau merahasiakannya hal ini, karena jika kau ketahuan oleh mereka maka kau akan diburu atau diperlakukan dengan buruk!" Ucap Hao Chen dengan serius.


"Baiklah aku mengerti, apakah kau masih memiliki urusan disini?" Lou Hua segera mengangguk paham.


"Ya...aku memiliki beberapa hal yang ingin aku urus." Respon Hao Chen.


Lalu Lou Hua segera pergi sambil melirik kearah Hao Chen yang masih menatapnya.


"Hey! kau tau jika kau ini jauh lebih mudah darimu!" Ucap Hao Chen secara tiba-tiba.


"Bruk!"


Lou Hua segera tersentak dan hampir jatuh ketanah, akibat dari perkataan Hao Chen tadi.


"Sial! ternyata dia mempermainkan aku selama ini!" batin Lou Hua dengan tatapan terbakar pada Hao Chen.


"Oh ya! kalau boleh aku memberikan sebuah saran, lebih baik kau cepat menikah dengan kekasihmu itu. Lagi pula kesucianmu itu telah diambil oleh kekasihmu itu bukan?" tanya Hao Chen dengan senyum misterius.


Wajah Lou Hua segera memerah dengan asap mengepul dari atas kepalanya, bahkan dia selalu hampir jatuh ketika melayang diudara.


"Apakah dia melihat isi kepalaku?!" tanya Lou Hua dengan tatapan membunuh yang mengerikan pada Hao Chen.


Tapi dia segera melesat pergi dengan perasaan malu, karena rahasianya yang dia simpan dalam-dalam terbongkar oleh Hao Chen yang jauh lebih muda darinya.


***


Lalu setelah beberapa hari sebuah celah dimensi yang menghubungkan ketempat alam ilahi kuno segera munculnya, dimana banyak orang-orang yang berasal dari berbagai Sekte dan Fraksi berkumpul.

__ADS_1


__ADS_2