
Setelah beberapa jam, Hao Chen secara perlahan mulai membuka matanya, tubuhnya masih merasakan sakit di bagian perut karena pukulan Su Yao.
"Ugh...walaupun begitu rasanya masih sangat sakit." Hao Chen masih merasakan sakit, dan itu membuktikan betapa kuatnya kekuatan fisik Su Yao.
"Kau baik-baik saja?" suara manis dan terdengar khawatir segera terdengar ditelinga nya.
"Su Yao?" Hao Chen merasa baikkan saat menatap sosok cantik dihadapannya, selain itu dia merasa sangat nyaman saat berbaring dipaha wanita paling dicintainya.
Hao Chen tersenyum dan segera bangkit dari tidurnya, walaupun masih ada sedikit rasa sakit saat mendapatkan pukul kuat Su Yao, namun itu tidak akan menjadi masalah untuknya.
"Kenapa kau bangun? berbaringlah." Su Yao juga sadar jika pukulannya terlalu kuat, karena dia tidak terkendali saat itu Su Yao lupa mengatur kekuatannya.
"Tidak apa-apa, saat itu aku hanya kurang waspada dan juga itu tidak berpengaruh padaku, jadi kau tidak perlu khawatir lagi oke?" Hao Chen segera menyentuh kepala Su Yao dengan lembut.
"Baiklah kalau begitu." Su Yao sendiri hanya bisa pasrah saat Hao Chen mengatakan jika dia baik-baik saja.
Tapi disaat itu, hawa keberadaan yang sangat kuat muncul dan itu diikuti oleh pancaran energi misterius. Setelah itu dijarak yang cukup jauh, sebuah pagoda emas raksasa tiba-tiba muncul.
"A-Apa itu?" Su Yao menjadi panik ketika pancaran aura dari pagoda itu keluar.
"Tetap dibelakangku!" Hao Chen segera menyadari sesuatu dan membuat Su Yao berada dibelakangnya.
"Wossss!!!" aura itu memancarkan kekuatan Asal yang begitu kuat yang bahkan seorang Dewa Langit pasti akan mati jika terkena pancaran ini, selain itu pagoda emas tersebut tidak memilik hubungan apapun ketika Hao Chen mengamatinya.
"Cih! sepertinya ada terlalu banyak orang yang masuk sehingga pagoda itu berusaha melenyapkan yang dianggap tidak penting, walaupun aku belum mencapai ranah Dewa Bumi dan tidak bisa menggunakan kekuatan Asal, tapi dua keberadaan ditubuhku sudah sudah lebih dari cukup!!" Hao Chen segera tersenyum sinis.
Saat ini juga, energi berwarna biru bintang dan cahaya keunguan pekat muncul disekitar tubuh Hao Chen, dan itu diikuti oleh hawa keberadan kolosal super kuat yang memancarkan perasaan marah.
Seketika, kekuatan Asal dan pancaran aura dari pagoda emas tersebut segera dihancurkan dengan mudah oleh dua keberadaan kolosal ditubuh Hao Chen, mereka sangat marah dengan tindakan asing dari pagoda tersebut karena berusaha membunuh Hao Chen.
Kekuatan Asal merupakan kombinasi dari khayalan dan kenyataan, dan ini merupakan sejenis kekuatan misterius dialam semesta ini, hanya para kultivator ranah Dewa Bumi yang bisa mengontrol kekuatan menakutkan ini. Selain itu, kekuatan Asal merupakan hal penting bagi kultivator Dewa untuk menyatu dengan kehendak sebuah planet atau bintang.
Bahkan kekuatan Asal merupakan salah satu cara paling efektif jika ingin menghalau serangan spiritual, dan juga bisa memberikan serangan balik yang kuat pada lautan ilahi milik seseorang jika ada sebuah celah dilautan Ilahinya.
Tapi Hao Chen berbeda, dua keberadan kolosal ditubuhnya sangatlah kuat yang bahkan membuat Hukum Alam Semesta sendiri hancur dan ketakutan, jika bukan karena Hao Chen menahan diri mungkin dua keberadaan kolosal ditubuhnya akan benar-benar menghancurkan Hukum Alam Semesta.
"Hanya keronco-keronco saja, kau pikir dua penjaga ditubuhku bisa ditaklukkan dengan mudah?" Hao Chen tersenyum sinis.
Justru kekuatan Asal dari pagoda tersebut dihaluskan oleh penggilingan primordial dan dimurnikan oleh Metode Energi Surga, sehingga jika Hao Chen mencapai ranah Dewa Bumi kekuatan Asal tersebut dapat dimanfaatkan olehnya.
Karena kemarahan dari dua keberadan kolosal ini pancaran kesombongan dari pagoda dengan cepat menghilang, dan ini merupakan sebuah bukti jika Hao Chen telah menciptakan keberadan yang menakutkan.
"Sudah selesaikah? tapi Hao Chen, apakah kau menggunakan semacam teknik rahasia? ada apa dengan dua keberadaan darimu itu?" tanya Su Yao dengan sedikit kaget.
"Cukup panjang jika ingin menjelaskannya, tapi suatu saat aku akan menunjukkannya padamu." Jawab Hao Chen sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hem?" Su Yao sedikit bingung dengan jawabannya, sebab Hao Chen tidak pernah menyembunyikan apapun darinya, jadi ketika Hao Chen merahasiakan sesuatu membuatnya bingung.
"Sudahlah, dia pasti memiliki alasan tersendiri untuk tidak memberitahuku." Batin Su Yao dengan senyum tipis.
"Ayo kita periksa pagoda tersebut." Hao Chen segera mengulurkan tangannya.
"Baiklah..." Su Yao segera mengelengkan kepalanya dan segera mengikutinya.
-
-
Setelah cukup lama terbang, Hao Chen dan Su Yao berhasil mencapai pagoda tersebut dengan waktu tempuh sekitar dua jam lebih, disaat itu juga banyak orang-orang yang sudah berkumpul seperti lautan manusia.
"Cukup merepotkan, Su Yao sebaiknya kita tunggu sebentar di paling belakang." Saran Hao Chen, karena dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan pagoda ini.
"Baiklah aku akan mengikutimu." Su Yao memiliki jawaban simpel dan segera setuju.
Setelah mereka menyamarkan diri, Hao Chen segera melepaskan kesadaran Ilahinya untuk memindai tempat ini, karena kemunculan dari pagoda ini sangatlah tidak wajar dan lagi ruangan harta ataupun warisan tidak ada sama sekali didunia Makam Primordial, jadi pagoda ini mungkin berkaitan dengan keanehan dimakam ini.
Kemudian secara tiba-tiba muncul cahaya keemasan yang membentuk wujud manusia, dan Hao Chen cukup terkejut dengan perwujudan tersebut, selain itu kekuatan yang dipancarkan olehnya benar-benar sangat kuat.
Lalu wujud cahaya itu segera berbicara, "Hanya orang-orang yang dipilih oleh Surga dan Alam Semesta saja yang diizinkan masuk kemakam Primordial yang sesungguhnya!"
"Apa-apaan ini? siapa kalian yang berani mengatur!"
"Itu benar! kami telah melewati ujian sesungguhnya dari Makam ini, apa hak kalian mengatur kami?!"
Gelombang protes segera terdengar keras, tapi perwujudan tersebut segera menyeriyit karena mereka dan segera melepaskan serangan dengan kekuatannya.
"Siapapun yang berani menentang akan mati!"
Setelah itu lingkaran halo berwarna emas segera menyebar dan memberikan serangan menakutkan.
"Agrhhhh!!" orang-orang yang tidak dapat bertahan hanya bisa mati sampai menjadi abu oleh lingkaran halo tersebut, sehingga mereka semua menjadi sunyi dan ketakutan.
Tanpa banyak bicara lagi, perwujudan tersebut segera mengayunkan tangannya dan membentuk semacam Rune misterius, "Sekarang kita mulai, hanya orang-orang yang disinari oleh cahaya Surga yang dapat masuk!"
Setelah itu cahaya emas lembut dari pagoda segera menyinari beberapa orang yang hadir, dan cahaya itu mengadu semacam perasaan surgawi yang menakjubkan.
Tapi, bagi orang yang tidak disinari oleh cahaya itu menjadi khusyuk, marah, dan iri dengan mereka yang disinari.
"Baiklah, kalian yang telah disinari oleh cahaya surgawi bisa memasuki pagoda tersebut untuk mendapatkan hadiah pertama kalian karena berhasil memasuki Makam." Ucap wujud cahaya itu yang segera membuka pintu pagoda.
Tentu saja orang-orang yang disinari oleh cahaya surgawi menjadi senang, tapi tidak untuk yang tidak disinari. Mereka menjadi marah terhadap wujud cahaya tersebut karena mengatur kehidupan mereka, bahkan Hao Chen dan Su Yao pun juga tidak disinari cahaya surgawi, sehingga mau tidak mau mereka harus diam diluar pagoda.
__ADS_1
"H-Hao Chen?" Su Yao segera terkejut saat Hao Chen memancarkan kebencian yang mendalam, tidak hanya itu rasio kebencian dan kemarahannya benar-benar mengerikan.
"Mereka pasti berhubungan dengan kejadian yang menimpaku dan keluarga kecilku, aku...akan menghacurkannya!" Ucap Hao Chen dengan tubuh gemetaran.
"Sepertinya ada orang terlupakan lainnya ternyata."
Secara tiba-tiba sebuah suara yang terdengar sedih muncul dikepala Hao Chen, dan tidak hanya dia, Su Yao juga mendengarnya.
"Kau siapa?" tanya Hao Chen dengan lembut, entah mengapa dia merasa sangat memahami perasaan dari asal suara ini.
"Aku? aku hanyalah sosok tidak penting yang pada akhirnya dibuang layaknya sampah, bahkan setelah pengorbanan yang telah dilakukan, tidak ada sedikitpun penghargaan pada kami."
"Apa? apakah ada lebih banyak dari kalian?" tanya Su Yao yang juga tiba-tiba memahaminya.
"Kami hanyalah keberadan yang telah berjuang mati-matian untuk berusaha, tapi berakhir dengan kegagalan."
Hao Chen dan Su Yao saling menatap, entah mengapa mereka merasakan kemiripan dengan kehidupan yang dimaksud oleh suara-suara ini.
"Aku sendiri sangat terkejut jika ada seorang yang berjuang sama seperti kami, walaupun takdir dan kehidupan diatur oleh mereka yang memanfaatkan kami seperti boneka, tapi kalian berbeda dan seperti ada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa mengatur kalian."
"Jadi kau tau siapa mereka yang mengatur kehidupan dan takdir orang lain?!" Hao Chen tiba-tiba bertanya dengan panik.
"Menjelaskannya sangat panjang, dan akan lebih baik jika kalian datang kemari untuk melihat segalanya."
"A-Apakah tempat yang kau maksud adalah Pohon raksasa yang telah layu?" tanya Hao Chen.
"Ah! kau ternyata bertemu dengan Greed rupanya, seperti biasa dia tidak menyebutkan nama asli dari pohon tersebut. Pohon yang dimaksud oleh Greed itu bernama Pohon yang terlupakan, dan tempat tersebut merupakan sebuah tujuan bagi orang-orang yang memiliki Tekad untuk menentang takdir."
"Tekad? menentang takdir?" Hao Chen dan Su Yao saling memandang dengan perasaan heran.
"Jika kalian ingin mengetahui segalanya, kenyataan dunia, dan takdir mahluk hidup. Segera kunjungi Pohon yang terlupakan, dan kau mungkin juga akan bertemu denganku."
"Baiklah kalau begitu, bagaimana dengan kekasihku?" tanya Hao Chen dengan khawatir.
"Tentu saja, bahkan dia benar-benar harus mengetahui lebih penting dari padamu. Sebab dia merupakan pewaris dari salah satu orang yang paling kau kenal."
"Orang yang aku kenal? Su Yao, apakah kau tau siapa?" tanya Hao Chen.
"Hahahaha! sudahlah, kalian akan segera mendapatkan jawabannya nanti, bahkan dia sendiri tidak memahami siapa yang memberikannya."
"Bagaimana? mungkin ini akan mengguncangmu." Hao Chen mempertanyakan pendapat Su Yao.
"Tidak apa, aku juga harus mengetahui hal ini dan kau jangan pernah meremehkan wanitamu ini oke?" Su Yao segera setuju dengan senyum cerah.
"Baiklah kalau begitu ayo pergi, setelah ini selesai aku akan menghancurkan sibangs*t itu." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
__ADS_1