
Hao Chen segera linglung menatap aula agung ini, bahkan dia sendiri tidak tau harus berbuat apa sekarang, karena dia memiliki rencana tersendiri untuk mengikuti ini.
Kemudian Hao Chen terus berjalan disekitar aula tersebut, anehnya lagi dia sendiri merasa dia harus tunduk dihadapan tahta yang ada didepannya.
"Hem...menarik sekali, apakah orang yang dulunya duduk di tahta itu merupakan orang terkuat dialam ilahi dulu." Batin Hao Chen yang sedang mengamati kondisi sekitarnya.
Lalu disaat Hao Chen mendekati tahta megah tersebut, cahaya keemasan yang indah segera bersinar terang, keagungan yang luar biasa juga ikut menyebar.
Hao Chen seakan-akan diharuskan untuk tunduk dihadapan tahta itu, sayangnya jiwa Hao Chen benar-benar sangat kuat dan ia bisa dengan mudah menepisnya.
"Meminta aku tunduk? kau terlalu banyak berharap!" ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.
Sebenarnya dengan kekuatan Hao Chen saat ini, dia seharusnya mampu berhadapan dengan dewa kelas 3 tapi jika kaisar alam ilahi ini masih hidup, maka habis sudah dia.
Kemudian cahaya keemasan tersebut segera membentuk suatu sosok manusia yang agung dan nampak luar biasa, wajah yang sangat tampan dengan rambut keemasan panjang dan mata yang juga berwarna keemasan layaknya sebuah bintang terang, ditambah lagi aura yang luar biasa dari pria itu.
Sementara itu Hao Chen hanya segera mengerutkan keningnya menanggapi hal itu, tapi ada senyum licik diwajahnya.
"Perkenalkan aku adalah kaisar alam ilahi terdahulu, kau bisa memanggilku kaisar Shen ." Ucap sosok itu yang dipanggil kaisar Shen.
Lalu Hao Chen segera merespon dengan sopan, "Aku Hao Chen, salam kenal senior!"
Kaisar Shen segera melepaskan kesadaran Ilahinya untuk memeriksa kondisi Hao Chen, walaupun hanya seuntai jiwa yang masih bisa bertahan, dapat Hao Chen rasakan jika orang yang ada didepannya ini sangatlah kuat.
Lalu kaisar Shen segera berkata, "Seperti kau telah mendapatkan peta alam Ilahi, kau benar-benar sangat beruntung pemuda."
"Jadi peta ini memiliki hubungan dengan alam ilahi kuno?!" tanya Hao Chen dengan terkejut.
__ADS_1
"Itu benar, peta itu akan menuntut seseorang menuju ke tempat ini, sebagai bukti kau bisa memasuki istana suci ini, tanpa terluka atau terbunuh." Jawab Kaisar Shen.
"Jadi kalau boleh tau, apa ada tujuan lain dari pemegang peta ini?" tanya Hao Chen lagi.
"Jika kau memiliki peta itu kau memiliki hak untuk mencoba mengambil warisan yang ditinggalkan oleh para dewa alam ilahi, tapi kau harus memberanikan diri untuk mencobanya." Jawab Kaisar Shen dengan senyum aneh diwajahnya.
"Warisan? sepertinya warisan itu sangatlah kuat, sampai-sampai seorang kaisar seperti anda mengatakan seperti itu." Gumam Hao Chen sambil mengelus dagunya.
"Sekarang apakah kau ingin mencobanya?" tanya kaisar Shen segera.
"Baiklah aku akan mencobanya dulu!" ucap Hao Chen dengan serius.
Kemudian kaisar Shen segera menuntunnya menuju kesebuah ruangan yang tersembunyi dibalik tahta suci tersebut, tapi sebelum itu Hao Chen merasa ada sebuah suara aneh yang muncul dipikirkannya.
"Jangan pernah kau percaya pada siapapun yang kau temui didalam istana suci alam ilahi."
Mata Hao Chen segera melebar mendengar hal itu, tapi setelah itu senyum tipis muncul diwajahnya.
Ruang yang lewati juga bisa dikatakan sangat unik, Hao Chen merasa jika ia sedang melewati lautan berbintang yang indah, tapi ia dapat merasakan jika kekuatan ruang dan waktu disini sangatlah kuat.
Lalu ketika Hao Chen sampai, dia segera disambut oleh sebuah kunci warna-warni yang memilik kekuatan hukum ilahi yang luar biasa, bahkan Hao Chen sedikit terkejut melihat hal itu.
"Yang kau lihat adalah kunci untuk kendali alam ilahi ini." Ucap Kaisar Shen dengan bangga.
"Jadi warisan yang anda maksud adalah alam ilahi ini?" tanya Hao Chen dengan kaget.
"Benar! jika kau berhasil menaklukkan kekuatan ini, kau bisa menjadi pemilik alam ilahi ini dan bisa menggunakannya semaunya, bahkan jika kau ingin membangun alam ilahi." Jawab kaisar Shen dengan senyum tipis diwajahnya.
__ADS_1
Hao Chen segera terdiam sejenak dan memikirkannya dengan baik sebelum ia segera angkat bicara, "Baiklah akan aku coba!" ucapnya dengan semangat.
Hao Chen segera mendekati kunci tersebut dan mulai duduk bersilang, dia pun segera menenangkan dirinya dan segera menutup matanya.
Butuh beberapa waktu agar Hao Chen benar-benar dapat bermeditasi dengan tenang, sampai dia benar-benar tidak merasakan apapun didunia luar.
Tapi ketika Hao Chen benar-benar telah tenggelam dalam meditasi yang damai, secara tiba-tiba Kaisar Shen tertawa keras, "Hahaha! mudah sekali menipu anak ini."
Entah mengapa secara tiba-tiba perubahan sikap Kaisar Shen menjadi aneh, tapi sikap jahatnya menunjukkan jika ini adalah sikap aslinya.
"Kau sampai bisa-bisanya menipu seorang anak kecil!"
Sebuah suara yang terdengar penuh kebencian dan amarah memenuhi ruangan tersebut, dimana aura menekan yang mengerikan juga menyertainya.
"Sebai kau diam saja! tak lama lagi kau akan segera aku habisi dan mengambil kekuatanmu, dengan mengambil tubuh bocah ini, aku akan meraih segala dalam genggamanku!" ucap Kaisar Shen dengan tawa arogan.
Lalu suara itu kembali terdengar keras, "Jika kau tidak menipuku saat itu, kau sudah aku habis dengan cara yang menyedihkan!"
"Aku tidak akan pernah peduli, dengan mengambil tubuh anak ini, aku akan mewujudkan ambisi ku menjadi penguasa seluruh alam semesta dan alam semesta lainnya, Hahahah!!!" Kaisar Shen saat ini seperti orang gila yang ingin mewujudkan ambisi gilanya.
"Cih! kau sendiri juga kalah dalam beberapa gerakan oleh Ashura, dan kau berfikir untuk menguasai alam semesta ini? mimpi." Suara itu kembali terdengar dengan nada yang mengejek.
"Sebaiknya kau diam!" Kaisar Shen segera marah dan melakukan sesuatu dengan lambaian tangannya.
"Tringgg...!"
Secara tiba-tiba ada suara rantai yang keras muncul dan diikuti oleh suara teriak penuh kesakitan juga terdengar.
__ADS_1
"AAAAAAAA!!!"
Kaisar Shen segera tertawa terbahak-bahak mendengar suara kesakitan tersebut, "Hahahahahahahah!!! kau sebaik diam dan jangan pernah menyebut nama orang itu dihadapan ku!"