
Hanya dalam semalam Hao chen dengan wujud pembantaian sukses membunuh semua kelompok yang berani melakukan perampasan kepada orang-orang yang mendapatkan harta dari makam kuno.
Hal tersebut dilakukan oleh Hao chen karena dia sangat membenci tingkah laku orang-orang yang berani merampas hasil kerja keras orang lain. Seperti yang harus diketahui Hao chen adalah orang yang sangat menghargai yang namanya kerja keras.
Lalu tidak hanya sampai disitu Hao chen dengan mengunakan kemapuan khusus mengembalikan semua barang miliki orang-orang yang telah dirampas.
Kemudian hanya dalam waktu singkat, kabar tentang matinya semua kelompok perampas dimakam kuno tersebar luas dan tentang sosok merah misterius yang mengembalikan semua barang yang diambil oleh kelompok itu.
Rasa terima kasih, bahagia dan syukur terdengar ketika barang yang didapatkan dengan meresikokan nyawa mereka, kambali kepada pemilik aslinya.
Sementara itu ditempat lain, didalam sebuah gua ada 5 orang yang sedang berdiam diri. Orang-Orang tersebut tidak lain adalah Hao chen, Zhou yuan, Ling feng, Xie yu dan Qi zijing.
Secara alami mereka tidak beristirahat tapi melewati masa penyembuhan, namun bukan rasa lega atau nyaman yang didapatkan oleh mereka bertiga tapi rasa sakit yang sangat menyakitkan oleh metode penyembuhan Hao chen.
Tulang yang mengalami pergeseran dipulihkan dengan cara yang mengerikan, luka pada tubuh dipulihkan dengan air yang berisi obat yang sangat menyakitkan dan membuat mereka bertiga ingin menagis.
Sebenarnya ada cara yang lebih baik tanpa adanya penderitaan, tapi Hao chen melakukan ini agar dijadikan sebagai alasan saja untuk melatih mereka.
Sementara itu Xie yu yang sedang bertelanjang dada segera merinding ketakutan, karena Hao chen saat ini mengeluarkan petir kehancuran untuk proses penyembuhannya.
"S-Saudara chen, tolong jangan berlebihan!" Xie yu segera menunjukan wajah ketakutan.
"Tenang saja ini akan tadi yang terakhir kali, tapi aku akan sedikit menambah rasio kekuatannya!" ucap Hao chen dengan ekspresi menakutkan.
"Ctar!" ledakan petir ungu segera terdengar keras, "AAAAAAAA.....!" dengan perasaan ingin menangis Xie yu hanya bisa berteriak keras menahan rasa sakit teknik penyembuhan Hao chen.
Setelah beberapa waktu akhirnya giliran Xie yu berakhir untuk selamanya dan ketika dia berjalan kearah Qi zijing mengungkapkan ekspresi seakan masuk surga.
"Baiklah! Zhou yuan giliranmu." Hao chen segera mengambil wadah dengan air berwarna merah jernih yang berisi obat herbal.
"Gulp* aku datang neraka!" sambil menguatkan tekat Zhou yuan segera maju dan melepaskan bajunya.
"Siap! akan aku beritahu jika ini lebihhhh menyakitkan dari biasanya loh~~~" Hao chen segera mamasang senyum jahat.
"Tapi kak chen, AAAAAA....! mengakitkan sekali!" tanpa aba-aba Hao chen segera memasukan air merah tersebut kedalam tubuh Zhou yuan.
Proses itu memakan waktu lama dan membuat Zhou yuan menjadi lemas dan menjadi serak pada suaranya karena kebanyakan teriak.
__ADS_1
"Baiklah yang terakhir adalah Ling feng sebaiknya kau segera maju!" Hao chen hanya memasang wajah datar melihat Ling feng yang merinding ketakutan.
Setelah Di berbaring tengkurap, Ling feng berkata dengan nada memohon "Kak chen kumohon lebih santai sedikit."
"Tenang saja ini akan sangat bermanfaat untukmu!" ucap Hao chen dengan senyum menakutkan.
"Krak!" suara tulang yang tergeser segera terdengar, lalu dengan penuh penderitaan Ling feng hanya bisa mengerakan giginya.
Tapi "krak...krak...krak...krak!" suara tulang-tulang renyah segera terdengar berirama.
"AAAA!!! sudah-sudah aku mohon!"
"Krak!"
"AAAAAAAA...MENYAKITKAN!
Seakan menghadapi neraka sesunguhnya Ling feng hanya bisa memohon, lalu penderitaan berlangsung selama berjam-jam akhirnya selesai.
Dimana tiga orang pria berada dalan kondisi mengenaskan, sementara itu Hao chen hanya tersenyum kecut melihatnya.
Namun hanya dibalas dengan anggukan saja, lalu dia segera melirik Qi zijing yang terjadi gerakan aneh.
"Oh...sepertinya dia akan bangun!" ucap Hao chen.
"Benarkah!?" dengan penuh semangat Xie yu segera mendekatinya.
Lalu mata Qi zijing secara perlahan mulai terbuka, kemudian dia bertanya dengan bingung "Dimana aku? apa yang terjadi!"
Namun setelah itu dia segera mengeluarkan air mata dengan rasa sakit dihatinya.
"Tenang saja kau masih baik-baik saja!" ucap Hao chen yang sudah didepan Qi zijing.
"T-Tapi aku sekarang..." dengan nada penuh penyesalan.
"Tidak mereka masih belum sempat melakukannya padamu saat itu, aku berhasil menolongmu!" jawab Hao chen dengan nada menghibur.
"Benarkah? syukurlah kalau begitu...syukurlah!" Qi zijing dengan air mata penuh kabahagian.
__ADS_1
"Apakah kau Hao chen yang dikatakan oleh Zhou yuan dan Ling feng?" tanya Qi zijing yang sekarang sudah mulai tenang.
"Benar sekali!" jawab Hao chen dengan santai.
"Tunggu dimana Xie yu!" ucap Qi zijing dengan rasa khawatir.
"Aku disini.." jawab Xie yu yang ada dibelakang Hao chen.
"Xie yu!" Qi zijing segera berusaha untuk bangkit namun dicegah oleh Xie yu.
"Jangan bergerak dulu kau baru saja sadar!" Xie yu hanya bisa menahan gerakan Qi zijing.
Lalu Qi zijing dengan bahagia segera memeluk Xie yu tanpa adanya aba-aba.
"Kau tau aku sangat mengkhawatirkan kamu!" dengan air mata mengalir Qi zijing hanya bisa mempererat pelukannya.
"Ya...aku juga sangat mengkhawatirkan kamu juga!" Xie yu segera membalas pelukan erat Qi zijing.
Sementara itu Hao chen, Zhou yuan dan Ling feng segera keluar dari dalam gua, agar memberikan sedikit waktu pada kedua pasangan muda tersebut.
"Kau sengaja menarik Xie yu tadi, agar terjadi hal seperti itu?" tanya Ling feng.
"Yup...benar sekali, jika gadis itu langsung melihat sosok orang yang dia cintai setelah dia hampir kehilang kesuciannya oleh orang lain. Dia pasti akan langsung melarikan diri dari hadapanya karena rasa penyesalannya!" jawab Hao chen dengan penuh makna.
"Jadi begitukah...kak chen ingin menjelaskan bahwa dia masih baik-baik saja dan masih aman lalu menuggu Qi zijing mencari keberadaan Xie yu, apakah begitu?" tanya Zhou yuan.
"Kau benar! inilah yang dimaksud dengan tidak perlu buru-buru." jawab Hao chen.
"Kau sangat ahli dalam hal ini kak chen!" puji Ling feng.
"Hehehe...tidak seahli itu namun aku hanya tau saja." balas Hao chen.
"Jadi apa yang akan kalian lakukan setelah semua ini selesai?" tanya Hao chen pada mereka berdua.
"Oh...kami sebenarnya ingin pergi kekuil penempaan era kuno yang digunakan oleh para Kultivator zaman dulu yang disebut-sebut sebagai era dimana kultivator benar-benar sanhat kuat!" jawab Zhou yuan dengan semangat.
"Benar sekali! kami berempat sebenarnya memiliki teknik tubuh yang didapatkan dari makam kuno dan kami berencana untuk menggunakannya, begitu!" sambung Ling feng.
__ADS_1