The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 158. Kesulitan yang menakutkan


__ADS_3

Sejumlah energi yang sangat besar segera ditarik kedalam tubuh Hao Chen, dimana energi-energi tersebut tidak menunjukkan tanda akan berhenti ketika memasuki tubuh Hao Chen.


Bukan hanya itu beberapa bahan yang telah dibuat oleh Hao Chen sendiri mulai membuat sebuah reaksi yang cukup intens, ketika prosesnya dimulai.


"Aku harus mulai mengelolanya, jika tidak tubuhku akan meledak!" Hao Chen segera bertindak ketika sejumlah energi yang kuat terus-menerus masuk kedalam tubuhnya, bukan hanya itu dia juga mengalami kesulitan ketika mulai mengelola ketiga bahan utama untuk pembentukan tubuh.


Lalu secara perlahan namun pasti ketiga bahan tersebut mulai berubah menjadi wujud cair dan secara perlahan mulai menyatu sama lain, walaupun prosesnya tergolong sulit tapi Hao Chen masih dapat mengontrolnya.


"Ini berbeda dengan cara pembuatan pil, ini lebih seperti menyatukan ketiga energi besar yang berlawanan arah namun harus bisa menyatu." Dengan konsentrasi penuh Hao Chen masih bertahan untuk mengelolanya.


"Jika bukan karena teknik tubuh ini, seharusnya aku dapat menyelesaikannya dengan mudah, tapi karena sudah terlanjur begini ya sudahlah!" ucap Hao Chen dalam batinnya.


Proses awal ketika penyatuan bahan menjadi sebuah inti kekuatan memakan proses yang sangat panjang, bahkan tanpa disadari olehnya sudah 8 hari sejak dia memulai.


Walaupun prosesnya tidak terlalu sulit, tapi ini baru saja tahap awal sebelum proses sebenarnya dimulai.


"Tidak buruk! ini inti yang terakhir, baiklah mari kita mulai proses yang sesungguhnya!" ucap Hao Chen yang segera menelan inti tersebut.


"Memang seperti namanya tehnik ini terlalu kuat, aku tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun! karena jika aku gagal maka habis sudah aku." Ucap Hao Chen yang mulai kewalahan.


Layaknya sebuah air terjun raksasa energi alam, spiritual dan mental dengan agresif terus menerus masuk kedalam tubuh Hao Chen.


"Ini adalah inti energi spirit yang kuat, mungkin bahannya terlalu kuat sampai bisa menghasilkan kekuatan yang seperti ini. Hal ini telah melampaui batas target ku!" Hao Chen pun semakin tak terkendali ketika tubuhnya mulai tidak sanggup menahan kekuatan yang ada didalam tubuhnya.


Bahkan kedua belas energi inti kristal yang disegel oleh Hao Chen secara perlahan mulai keluar, walaupun segel yang dia pasang tidak rusak namun kekuatan yang dikeluarkan dari kedua kristal roh yang ada didalam tubuhnya terlalu kuat.

__ADS_1


"Glek*" tanpa banyak keraguan Hao Chen segera menelan inti energi spirit tersebut.


Kemudian secara perlahan tubuh Hao Chen mulai terkoyak-koyak, bahkan suara tulang yang dihancur-hancurkan terdengar keras.


"Mengerikan! proses pergantian tubuh Benar-benar sangat menakutkan, rasanya seperti disiksa selama miliyaran tahun. Tubuh dan tulang seperti dihancurkan lalu disatukan lagi, ini lebih menyakitkan dari pada dugaan ku!" Dengan usaha keras Hao Chen tatap menahan teriakannya ketika proses yang begitu menyakitkan terjadi.


Entah bagaimana Hao Chen dapat menahan rasa sakit yang begitu luas biasa, namun karena ambisinya untuk menjadi kuat maka dia masih saja menyanggupi menahan semua rasa sakit yang dia derita.


Satu bulan kemudian.......


"Aaaaaaaa....!" setelah cukup lama menderita Hao Chen pun telah berhasil menyelesaikan proses yang begitu menyakitkan.


"Hah...haah...hah, akhirnya selesai juga euy! bahkan semua kekuatan serta tehnik yang telah aku kelola berkembang sangat pesat, tapi ini masih belum berakhir karena tahap terakhir akan segera dimulai." Ucap Hao Chen yang menatap kearah langit yang mulai gelap.


Kemudian awan hitam menakutkan segera muncul diatas Hao Chen, dimana awan tersebut benar-benar berbeda dengan awan bisa sebab awan tersebut mengandung kekuatan hukum yang mengerikan.


Kemudian gemuruh Guntur yang menakutkan segera terdengar dari awan tersebut, dimana atmosfer mencekam segera dirasakan oleh Hao Chen.


"Ctarrr...!" tanpa adanya aba-aba petir dengan warna violet segera menyambar tubuh Hao Chen dengan kuat.


"BOOOM....!" ledakan menakutkan segera terdengar ketika petir tersebut mulai menghantam Hao Chen.


Awalnya Hao Chen berfikir jika proses ini bisa mudah dia atasi, namun untuk sekarang dia benar-benar kewalahan.


Karena pikirannya dalam sekejap menjadi kacau, lautan mental dan samudra kesadarannya menjadi acak-acakan, rasa sakit yang luar biasa segera dirasakan oleh Hao Chen baik itu pikiran, roh, serta tubuh Hao Chen menjadi terguncang hebat.

__ADS_1


"Ctarrr...!" petir kedua pun segera dikirimkan lagi kearah Hao Chen dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan dari yang pertama.


Untungnya Hao Chen saat ini berada diatas altar penempaan tubuh, jika tidak kondisi yang ada disekitar alam yang dia ciptakan pasti akan rusak. Maka dari itu Hao Chen senang jika dia telah merampok alat ini.


"Ctarrr...!" petir berikutnya pun segera dikirimkan dengan intensitas kekuatan yang semakin bertambah.


"Ini...benar-benar sangat merepotkan!" ucap Hao Chen yang masih menahan serangan petir surgawi.


"Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr...!" Lama kelamaan kekuatan petir yang menyambar tubuh Hao Chen, bahkan sekarang petir tersebut tidak menyambarnya secara berurutan tapi lebih tepatnya seperti ini membunuh Hao Chen.


Bagaimana tidak?. Sambaran petir surgawi terus-menerus dijatuhkan secara beruntun, ditambah lagi kekuatannya terus saja bertambah


Lalu Hao Chen segera berkata, "Sial! ini bukan lagi pemurnian, lebih tepatnya ini mirip seperti sedang bertahan hidup! Tapi ini bukan hal yang buruk karena kemampuan serta kekuatanku semakin bertambah pesat."


"Ayo kirimkan lagi padaku! jangan setengah-setengah saja!" Hao Chen pun segera menantang petir surgawi untuk memberikan lebih banyak petir lagi.


"Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr..!!!" Sambaran petir pun semakin agresif dan semakin brutal, ketika mendapatkan tantangan dari Hao Chen.


3 hari kemudian.....


Tanpa disadari Hao Chen telah mandi petir selama tiga hari berturut-turut tanpa berhenti, ketika proses penyempurnaan tehnik tubuhnya.


Sampai petir surgawi segera mereda dan langsung menghilang dalam sekejap, seakan-akan takut pada Hao Chen.


"Eh? sudah selesai, tunggu kenapa kau berhenti apakah kau sudah kehabisan baterai!" Hao Chen pun segera memberikan ejekan pada petir surgawi yang terlihat seperti kabur darinya.

__ADS_1


"Sudahlah yang penting semua pekerjaan telah selesai...." ucap Hao Chen dengan puas walaupun saat ini dia sama sekali tidak mengenakan apapun atau bisa dikatakan telanjang bulat.


__ADS_2