The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 130. Ada apa denganmu?


__ADS_3

Setelah pembantaian tim Qilin yang terkenal, sosok Hao Chen menjadi dikenal sebagai pembantai yang menakutkan.


Tapi mereka semua tidak tau jelas siapa Hao Chen, karena Yiyi telah melakukan sesuatu ketika Hao Chen pergi dari arena yang membuat mereka lupa tentang siapa yang membantai tim kelas tiga dengan kejam.


Sementara itu Hao Chen saat ini melangkah pergi keasrama dengan amarah yang perlahan mereda.


"Pria brengs*k itu beruntung karena berhasil ditahan oleh guru Yiyi, jika tidak dia pasti akan mati!" ucap Hao Chen dengan kesal.


"Tapi apakah guru Yiyi tau jika dia akan mati jika terus menyerang?" tanya Hao Chen dengan perasaan aneh.


Karena disaat guru tim kelas tiga turun tangan, Hao Chen sudah siap untuk menggunakan kekuatan ibu angkatnya untuk membunuhnya. Tapi seperti sebuah keberuntungan pria itu selamat dari kematian berkat guru Yiyi.


"Aku harus menjadi kuat! tapi percuma jika aku tidak dapat menemukan keberadaan ayah dan ibu, jika aku tiba-tiba membeberkan tentang ayah dan ibu aku takut jika aku akan dijadikan sandera." Gumam Hao Chen sambil merenung.


Setelah dia sampai diasramanya, Hao Chen segera membersihkan diri dan mulai bermeditasi tanpa peduli apa pun.


Tapi bayangan aneh selalu muncul dikepalanya, dimana ada rasa gelisah muncul dihatinya terutama setelah menyadari bahwa dia masih lemah.


Bahkan dia merasa tidak tenang ketika dia memikirkan kedua orangtuanya yang masih tidak diketahui kondisinya.


Ketakutan terus menghantuinya dengan pertanyaan yang sama "Apa yang tejadi pada mereka?"


Dalam semalam ini Hao Chen benar-benar tidak bisa tenang, setelah 8 tahun berpisah dengan kedua orangtuanya pikiran aneh selalu muncul dan membuatnya tidak tenang.


Menghadapi dilema yang sangat kuat, Hao Chen benar-benar tidak bisa berkata apa-apa. Bahkan ada perasaan aneh muncul dihatinya.


Penyesalan dikehidupan sebelumnya mulai bermunculan dan mulai merusak akalnya, kesedihan serta rasa takut muncul ingatan dua dunia seakan bentrok seperti akan menyatu.


Rasa sakit muncul dihatinya membuat dia tak berdaya dengan hal itu, banyaknya penyesalan dikehidupan masa lalu membuat dia kesulitan menghadapinya.

__ADS_1


Gejolak aneh muncul dihati dan pikirannya, walaupun masih melawan tapi Hao Chen benar-benar kerepotan.


Entah mengapa ingatan dikehidupan sebelumnya seakan diangkat dengan sengaja, oleh sesuatu yang meminta Hao Chen untuk melawannya.


Walaupun begitu Hao Chen benar-benar hampir kehilangan akal ketika ingatan menyakitkan muncul dipikirannya.


.....


Disaat yang sama Su Yao pun segera datang keasrama dengan perasaan bingung, terutama rasa penasaran akan apa yang dihadapi oleh Hao Chen.


Karena mau bagaimana lagi, Su Yao seperti paham akan apa yang dialami oleh Hao tapi dia tidak tau sesakit apa yang dialami.


Walaupun Su Yao sempat takjub dengan kekuatan Hao Chen, tapi dia juga sedikit khawatir setelah dia mengatakan bahwa dia paling tidak suka jika kedua orangtuanya dihina.


"Apa yang sebenarnya dia alami sampai seperti ini?" tanya Su Yao dengan perasaan aneh.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Su Yao yang berusaha mendekatinya.


Tapi "Bam...!" sebuah energi kuat segera membuat dia terpental.


"Sial! aku haru masuk bagaimana pun caranya!" ucap Su Yao.


Lalu dia segera mengeluarkan kekuatan Naga emas milik dengan kekuatan penuh, bukan hanya itu saja batu permata berwarna jingga juga ikut muncul dan mengelilinginya.


Kemudian dengan kekuatan penuh Su Yao, mencoba mendekati Hao Chen yang saat ini dikelilingi cahaya dua belas warna.


Lalu dorongan kuat terus menerus mendorong Su Yao yang saat ini mencoba mendekati Hao chen, tapi dia tidak segera menyerah dan terus maju.


"Aku tidak tau kenapa, tapi aku merasa dia berada didalam kesulitan!" ucap Su Yao yang semakin dekat.

__ADS_1


Setelah waktu yang lama Su Yao akhirnya berhasil menyentuh tangan Hao Chen.


Lalu cahaya yang mengelilingi Hao Chen segera memudar dan mulai menghilang.


"Hah...haah...hah...apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Su Yao yang kemudian segera pingsan.


Disaat yang sama Inti emas yang merupakan waris misterius tersebut segera berdetak, dimana setelah itu Hao Chen segera memasuki mode meditasi mendalam.


Dimana cahaya Sembilan warna yang menyelimutinya, juga menyelimuti Su Yao yang telah membantu Hao Chen sadar.


Kemudian ketika pagi menjelang dengan perasaan yang sangat nyaman Hao Chen segera bangun dari meditasi mendalamnya.


"Em... rasanya sangat nyaman, tapi saat itu aku terus memikirkan hal buruk...lalu entah mengapa ada perasaan nyaman dan hangat." Ucap Hao Chen yang masih bingung.


"Eh... ngomong-ngomong soal perasaan hangat, kenapa ada yang aneh denganku?" tanya Hao Chen dengan bingung.


Lalu dia mencoba melirik sekitar dan hanya mendengar suara dari kamar mandi, dimana saat ini Su Yao sedang mandi.


"Dia sedang mandi, lalu apa yang sebenarnya terjadi padaku?" tanya Hao Chen sambil terus memikirkan apa yang terjadi padanya.


Kemudian Hao Chen mencium bau harum dari tubuhnya, dengan keadaan bingung dia segera berkata "Apakah aku telah menggunakan parfum?"


Disaat yang sama Su Yao yang sedang mandi terus mengingat kejadian tadi malam, karena waktu itu dia tidur dipaha Hao Chen semalam penuh.


"Ini memalukan sekali! lalu kenapa juga aku harus menolong dia waktu itu!" ucap Su Yao.


"Sejak kejadian waktu itu aku memiliki kebencian terhadap laki-laki, bahkan karena kejadian waktu aku harus berpisah dengan ibuku!"


"Sejak saat itu aku benar-benar tidak suka dengan laki-laki, tapi kenapa aku merasa sangat nyaman saat bersama dengannya?" tanya Su Yao dengan perasaan Bingung, walaupun wajahnya memerah.

__ADS_1


__ADS_2