The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 224. Hampir mirip


__ADS_3

Lalu Hao Chen segera memeriksa kondisi sekitar yang dipenuhi oleh tumpukan batu giok berwarna merah muda, bukan hanya itu area sekitar menjadi hancur lebur dan berantakan.


Bahkan Hao Chen sendiri juga merasakan kekuatan ilahi yang berada disekitarnya, bisa dibilang jika pertemuan ini baru saja terjadi.


"Memiliki kemampuan untuk mengendalikan batu giok dan memiliki kekuatan ilahi yang mengerikan, sepertinya orang yang telah melakukan ini sangatlah kuat." Gumam Hao Chen yang segera mengamati kondisi sekitar.


Hao Chen segera melanjutkan penyelidikannya dengan menyusuri setiap tempat yang terdapat bekas pertarungan, semakin jauh Hao Chen mengikutinya maka tingkat kehancuran yang terjadi semakin berkurang.


Lalu setelah beberapa saat Hao Chen telah kehilangan jejak pertempuran tersebut, tapi ia segera melihat sebuah pedang raksasa yang telah merenggut banyak nyawa.


"Dilihat dari masing-masing jasad mereka, setidaknya mereka memiliki kekuatan diperingkat 110 dewa kelas dua, mereka seperti sedang bertarung dengan seseorang yang memiliki kekuatan diatas God Expert...


"...tapi karena jumlah musuh yang sangat banyak orang yang memiliki kultivasi yang tinggi kalah, namun dia telah banyak merenggut banyak nyawa musuhnya." Ucap Hao Chen yang segera mengamati kondisi sekitarnya.


Setelah itu Hao Chen segera melepaskan kesadaran Ilahinya untuk melacak keberadaan wanita tadi, karena ia merasa sangat familiar dengan sosok itu.


"Entah mengapa aku merasa jika harus menolongnya, tapi kenapa aku bisa sampai seniat ini?" batin Hao Chen dengan wajah aneh.


Lalu setelah itu Hao Chen berhasil menemukan sesosok wanita yang terlihat seperti sedang tertidur disebuah ranting pohon, tapi ada banyak sekali luka yang ada pada tubuhnya.


"Apakah itu dia? sebaiknya aku memeriksanya dulu." Ucap Hao Chen yang segera pergi ketempat itu.


Namun ketika Hao Chen hampir mencapai tempat itu dia segera dihadang oleh beberapa orang yang mengenakan jubah berwarna putih dengan lambang naga merah di dada mereka, bahkan masing-masing dari mereka memiliki kekuatan dewa kelas tiga.


"Apa kau melihat seseorang yang mencurigakan lewat disini?" tanyanya dengan nada arogan.


Hao Chen hanya diam dan acuh akan hal tersebut, dimana ia segera memeriksa kondisi yang ada disekitar.


"Sepertinya orang-orang ini mengincar wanita itu, sebaiknya aku tidak kesana lebih dahulu." Batin Hao Chen yang menatap dingin kearah mereka.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya padaku? aku baru saja sampai kemari." Ucap Hao Chen yang melepaskan tekanan.


Mereka yang merasakan tekanan dari Hao Chen segera berkeringat dingin dan merinding ketakutan, mereka dapat merasakan hawa membunuh yang mengerikan dari tatapan matanya.


"Ah! kalau begitu kami mohon maaf atas gangguannya, permisi!" kata pemimpin mereka yang segera pergi.


Hal itu segera diikuti oleh orang-orangnya yang memasang ekspresi bingung.


"Tuan, kenapa kita harus pergi darinya?" tanya salah satu dari mereka.


"Kalian tidak tau jika kita melakukan kesalahan, nyawa kita akan melayang olehnya." Jawabannya dengan gemetaran.


Melihat reaksi pemimpin mereka yang terlihat sangat ketakutan, mereka segera mengangguk paham dan melanjutkan pencarian.


Sementara itu Hao Chen segera melirik kearah pohon tersebut yang dimana sosok wanita yang menutupi tubuhnya dengan jubah hitam z tapi dapat dilihat jika dia memiliki luka yang sangat parah.


"Sepertinya aku tidak bisa bersembunyi lagi darimu..." Wanita itu segera keluar dari tempat persembunyian dan menjaga jaraknya.


Tapi sebuah pedang giok berwarna merah muda segera mengarah padanya dengan cepat, Hao Chen hanya diam sejenak sebelum sebuah lubang hitam muncul.


Lalu serang pedang tersebut segera ditelan dan berubah menjadi energi yang membantu Hao Chen, dengan lambaian tangannya ia segera memberikan serangan balasan padanya.


"Swooos!!!"


Bom udara segera mengarah padanya dengan tekanan yang mengerikan, bahkan kecepatan yang diciptakan juga sangat hebat.


"Gawat!" wanita itu berusaha untuk menghindarinya.


Namun sayangnya bom udara tersebut sudah menghantamkannya dengan sangat keras, karena dalam kondisi terluka ia segera terlempar sampai menabrak pohon.

__ADS_1


Lalu Hao Chen segera mendatangi wanita itu yang saat ini sedang terluka parah, tidak ada rasa kasihan dari matanya.


Sampai ia melihat wanita itu yang saat ini tidak mengenakan jubahnya, karena telah dihancurkan oleh Hao Chen.


Ia memiliki wajah yang cantik dengan kondisi tubuh yang sudah matang, rambut dan matanya memilik warna merah muda yang indah, belum lagi jubah berwarna biru yang ia kenakan.


Tapi Hao Chen tidak sama sekali tergoda, justru dia memasang ekspresi aneh dan linglung menatap wanita itu.


"Kau mau apa denganku!" ucap wanita itu yang segera memasang ekspresi marah.


Hal tersebut segera membangunkan Hao Chen dari lamunannya dan segera memperhatikan kondisi wanita rambut merah muda itu, dan lagi-lagi ia segera memasang ekspresi kebingungan diwajahnya.


Sementara wanita itu juga bingung dengan respon aneh Hao Chen, bahkan ia sendiri ingin tertawa jika kondisinya bagus.


"Tunggu dulu! aku tau jika umurnya hampir-hampir sama dengan ibuku sekarang ini, tapi kenapa aku merasa dia mirip dengan seseorang ya?" batin Hao Chen dengan pikiran penuh tanya.


Sampai tiba-tiba Hao Chen kepikiran sosok Su Yao yang sangat cantik dan anggun, karena hal tersebut ia kembali melirik wanita itu lagi yang sedang kelelahan.


"Tidak! Tidak! Tidak! aku juga tidak pernah mendengar spesifikasi ibunya Su Yao, jadi aku tidak boleh sembarang tebak." Batin Hao Chen sambil menggelengkan kepalanya dengan keras.


Setelah lama hening Hao Chen segera angkat bicara, "Ngomong-ngomong siapa namamu?"


"Dia mempertanyakan namaku? tapi dia juga tidak memiliki tujuan yang buruk padaku." Batin wanita itu.


Dengan pasrah wanita itu segera menjawab, "Namaku Xu Mengyi."


"Xu!!" mata Hao Chen segera melebar mendengar nama 'Xu' dari mulut Xu Mengyi.


Tapi secara tiba-tiba Hao Chen segera memasang ekspresi serius dan melirik ke atas, dimana terdapat banyak orang yang mengepungnya dan Xu Mengyi.

__ADS_1


Dari tatapan mereka, dapat dipastikan jika mereka mengincar Xu Mengyi.


__ADS_2