
Ketika Hao Chen dan Su Yao menginjakan kakinya dilantai aula singgasana, keagungan yang luar biasa segera menyelimuti tempat tersebut, dan sebuah tahta yang sangat indah dan megah membuat keagungan dari tempat tersebut bertambah.
Lalu tahta tersebut segera bersinar dengan cahaya kehijauan yang jernih, memiliki kekuatan kehidupan yang kaya dan murni, namun ada perasaan bersahabat ketika cahaya hijau itu menyentuh Su Yao.
Lalu sosok wanita yang sangat cantik dengan rambut hijau mengalir seperti air terjun, lekuk tubuh yang sangat indah dan lagi mata yang menunjukkan anggun murni.
"Aku tidak tau mengapa tapi aku juga sedikit heran dengan kejadian hari ini. Namun apakah kau kenapa aku merasa sangat heran?" tanya wanita itu sambil tersenyum ramah.
Su Yao segera mengangguk dan berkata, "Saya paham apa yang anda maksud, karena untuk saat ini gelar Permaisuri Giok masih ada ditangan orang lain yang merupakan ibuku."
Wanita segera menghela nafas, "Hah...ternyata tujuan kau kemari untuk mencari Seni Rahasia ya?" tanyanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya...saya ingin mencari keberuntungan untuk mencari beberapa Seni Rahasia, saya juga tidak memiliki tujuan lain dan saya sudah memiliki sumber kekuatan yang sama kuatnya, bahkan ada yang mengatakan jika sumber kekuatan saya bisa jauh lebih kuat dari pada permaisuri giok." Ucap Su Yao dengan hati-hati, karena dia tidak mau menyinggung perasaan orang yang ada didepannya.
Mata wanita itu segera menyipit dan memeriksa kondisi Su Yao dengan teliti, disaat setelahnya dia segera memasang ekspresi terkejut.
"Pantas saja aku paham sekarang, kali ini aku tidak melawan sama sekali, tapi kau harus berusaha mencari seni rahasia yang telah dikumpulkan oleh generasi-generasi sebelumnya. Namun aku peringatkan baik-baik jika tidak semua seni rahasia yang terkumpul dapat kami pahami." Wanita yang merupakan mantan permaisuri giok itu segera memberikan peringatan keras.
"Baik! junior ini mengerti." Su Yao segera menangkupkan kedua tangannya dan memberi hormat.
Tapi wanita itu segera bertanya dengan penasaran, "Ngomong-ngomong dengan siapa kau ditemani? jika ada orang kuat disampingmu kau bisa mendapatkan bantuan."
Su Yao pun tanpa ragu segera menunjuk kearah Hao Chen yang bersikap pendiam, ekspresinya sangat lembut dan hangat.
"Hem?"
__ADS_1
Wanita itu segera melirik kearah Hao Chen yang sedang linglung menatapnya, awalnya dia hanya menggelengkan kepalanya yang menandakan jika dia meremehkannya, namun ketika dia menyadari jika ada banyak aura divine beast ditubuhnya, wanita itu hanya segera tercengang.
Tapi dari persepsi wanita itu ada sebuah aura yang membuatnya merinding dan memasang ekspresi ketakutan, aura tersebut bukan berasal dari Hao Chen, lebih tepatnya berasal dari kalung sembilan warna yang dikenakannya.
"Senior ada apa?" tanya Hao Chen dengan bingung.
"Ah! tidak ada, kalian bisa melanjutkannya. Kalian hanya perlu berjalan menuju gerbang yang ada disana." Wanita itu segera mengganti jalur pembicaraan dan segera meminta untuk menuju kesebuah gerbang.
Su Yao dan Hao Chen segera bertatapan dengan bingung, tapi mereka segera tersenyum dan menuju ketempat gerbang tersebut.
"Apa yang dilihat oleh senior tadi padamu?" tanya Su Yao dengan penasaran.
"Aku juga tidak paham, saat itu aku dapat merasakan tatapannya yang meremehkan ku. Namun sepertinya dia melihat sesuatu yang membuatnya mengingat sesuatu yang buruk." Hao Chen segera memberikan jawaban yang membingungkan.
"Apakah kau mencari Seni Rahasia untuk teknik tubuh dan teknik pondasi?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Aku tidak ingin terlalu mengecewakanmu, namun menilai dari garis darah Naga emas ditubuhmu dan kekuatan giok surgawi padamu. Kau harus mencari teknik yang sangat kuat, sebab tidak semudah itu mempraktekkan teknik tubuh..."
"...Belum lagi jika harus mempraktekkan teknik pondasi, karena semakin kuat dirimu, maka akan semakin hebat pula teknik yang diperlukan dan sumberdaya yang bisa dikatakan tidak sedikit." Ucap Hao Chen sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa? jadi semuanya akan sia-sia?" ekspresi kecewa segera muncul dari wajah cantik Su Yao.
"Hahahaha...tidak perlu khawatir tentang hal tersebut, aku sudah mempraktekkan teknik tubuh dan pondasi, aku bisa membantu untuk memilihnya." Hao Chen segera berkata dengan nada menghibur pada Su Yao.
"Benarkah?!" Su Yao bertanya dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Hehehehe...aku telah membaca catatan ilahi dan sejarah, jadi aku memiliki beberapa beberapa pengetahuan yang luas." Jawab Hao Chen sambil tersenyum lembut.
Su Yao segera bersemangat dan antusias, bahkan dia secara tidak sadar menerkam Hao Chen dan memeluknya dengan erat.
Tapi hal itu hanya sebentar, sampai dia sadar jika tindakannya terlalu tiba-tiba, dan Su Yao segera mendorong Hao Chen dengan lembut dan menyembunyikan wajahnya.
"Ngomong-ngomong soal kedua teknik tersebut, bolehkah aku tau apa saja yang telah kau praktekkan?" tanya Su Yao sambil mengganti topik pembicaraan.
Hao Chen segera menjawabnya, "Saat ini aku mempraktekkan teknik pondasi pemurnian tubuh dua belas elemen, dan untuk teknik tubuh aku memiliki tubuh dewa tak terbatas."
Su Yao sedikit linglung mendengar nama-nama teknik yang terdengar asing ditelinga nya. Namun dari namanya saja Su Yao dapat yakin Seni yang dipraktekkan oleh Hao Chen benar-benar sangat kuat.
Walaupun dia tidak tau jika kedua teknik yang digunakan oleh Hao Chen adalah ciptaannya sendiri. Ditambah lagi kemampuan dari dua Seni tersebut sangatlah kuat.
"Hehehehe bagiku menciptakan sebuah Seni Rahasia ataupun membuat teknik dan lainnya adalah hal yang sangat mudah bagiku." Batin Hao Chen sambil tersenyum tipis.
Sementara Hao Chen dan Su Yao membicarakan hal yang membuat suasana nyaman, wanita yang merupakan permaisuri giok itu masih ada disana.
Tapi sikap anggun dan elegan darinya telah menghilang. Sekarang dia sedang duduk dan menundukkan kepalanya seperti seorang anak kecil yang telah melakukan kesalahan besar.
Dimana ia menatap sosok wanita yang sedang berdiri dihadapan dengan tangan dipinggang, dengan tatapannya yang sangat dingin pada wanita itu.
Sosok itu tidak lain adalah Qian Zhu yang merupakan ibu angkatnya Hao Chen, berbeda dengan sikap aslinya yang lembut dan ramah. Kali ini ada aura mendominasi darinya.
"Tidak aku sangka kau masih bisa mempertahankan kesadaran mu selama ini, bukankah begitu permaisuri giok pertama 'Xu Jing' ?" tanya Qian Zhu dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Sial! apa hubungan antara sangat Dewi Elemen ini dengan anak rambut perak tadi sih?" batin Xu Jing dengan ekspresi tak berdaya.