The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 294. Mirip dengan ibuku?


__ADS_3

Kota bulan es, merupakan kota kecil yang terletak disekitar kerajaan bunga api. Tidak ada yang spesial tentang kota ini, maju dan memiliki gaya hidup mandiri.


Kota ini merupakan salah satu dari sekian banyak kota di kekaisaran manusia yang ditakuti, bahkan orang kekaisaran sendiri.


Sebenarnya kita ini hanyalah sebuah desa, sampai seorang wanita memimpin tempat ini. Wanita itu dikenal sebagai Xiao Ying sang bulan es yang dingin, dia merupakan mantan salah satu istri kerajaan es.


Tapi kerajaan es sepertinya benar-benar menyesal setelah mengetahui kekuatan asli Xiao Ying yang memiliki basis kultivasi Expert God puncak, belum lagi Martial Soulnya yang dikenal sebagai Bulan Es.


Bahkan ketika kerajaan es memaksakan diri untuk menarik kembali Xiao Ying, kerajaan tersebut secara terpaksa harus membeku selama dua tahun lamanya, karena membuat Xiao Ying marah besar.


Maka dari itu kota bulan es menjadi sangat terkenal, bahkan pembudidaya terkenal saja ketakutan hanya dengan mendengar namanya.


Walaupun kabarnya Xiao Ying itu keras dan tegas, dia adalah wanita yang lembut dan penyayang. Terutama pada putranya Ling Feng, bahkan dia semakin bahagia ketika dia akan mendapatkan menantu perempuan.


Saat ini dia hanya duduk santai di paviliun yang dikelilingi oleh danau yang indah, dia terlihat cantik walaupun telah menjadi seorang ibu. Dengan rambut biru gelap, dan mata yang sama-sama biru, menghiasi penampilan cantik serta anggun darinya.


"Sekte iblis mulai bergerak, dan seluruh kekaisaran manusia telah menyatakan perang, bahkan lima akademi besar juga akan ambil bagian. Aku tidak mempermasalahkannya, tapi bagaimana dengan keadaan putra, dan calon menantuku ya?" Xiao Ying bergumam sendiri, sembari menatap pantulan cahaya bulan.


Tapi secara tiba-tiba ekspresi menjadi serius, ketika dia melihat seberkas cahaya perak tepat didepan paviliun miliknya, suhu disekitar menjadi dingin, dan cahaya perak juga ikut menyertainya.


"Musuh? berani-beraninya dia muncul di depanku." Ucap Xiao Ying dengan tatapan dingin.


Namun ekspresi berubah ketika melihat sekelompok pemuda berusia delapan belas tahun yang muncul dari cahaya perak tersebut, dan ada perasaan gembira dihatinya ketika melihat sosok yang dikenal olehnya.


"Ling Feng? Qian Ziwei?" Xiao Ying berseru senang, tidak ada yang dapat membuat dirinya bahagia selain putra dan calon menantunya.


Segera Ling Feng mendatanginya dengan senyum diwajahnya, tapi dia kejutan ketika ibunya langsung memeluknya seperti anak kecil.


"I-Ibu jangan peluk aku seperti ini, teman-teman melihatnya!" Ucap Ling Feng dengan wajah memerah.


"Teman-teman mu?" Xiao Ying segera melirik kearah Hao Chen dan yang lainnya yang sedang terkekeh pelan, melihat sosok Ling Feng yang malu-malu.

__ADS_1


"Salam kenal bibi." mereka berenam segera memberi hormat.


"Oh...kalian teman-teman yang sering dibicarakan Feng'er ya? tapi kenapa aku merasa ada aura yang familiar diantara kalian ya?" Xiao Ying bertanya-tanya sambil melihat dengan mata indahnya.


"Hem...kalau Zhou Yuan, Xie Yu, Meng Zhu, dan Qi Zijing aku telah mengenal kalian. Tapi siapa dua temanmu itu?" tanya Xiao Ying, sembari menatap Su Yao dan Hao Chen.


"Maafkan aku karena tidak memperkenalkan diri, namaku Su Yao. Salam kenal bibi Xiao." Su Yao segera memperkenalkan diri.


"Ah...ya, salam kenal." Xiao Ying segera linglung ketika menatap Su Yao yang sangat cantik.


"Wah...gadis ini cantik sekali, banyak sekali kehidupan disekitarnya." Batin Xiao Ying.


Tapi tatapannya membeku ketika melihat sosok Hao Chen yang akan segera memperkenalkan dirinya, dia merasakan keakraban yang luar biasa darinya.


"Mungkin Ling Feng pernah menceritakan tentang aku sebelumnya, aku Hao Chen bibi, salam kenal." Ucap Hao Chen sambil tersenyum lembut.


"Hao Chen?" Segera Xiao Ying memasang ekspresi tak percaya diwajahnya, dan dengan penasaran dia mengamati Hao Chen dari dekat.


"I-Ini kenapa ya bibi?" Hao Chen bertanya dengan bingung.


"Aku tidak perlu blak-blakan soal ini, anda mungkin mengenal ibuku yang bernama Li Qingchan." Jawab Hao Chen sambil tersenyum lebar.


"Senior Li? kau benar-benar anak senior Li?!" ekspresi terkejut muncul diwajahnya, Xiao Ying tidak menduga jika pemuda didepannya adalah anak dari Li Qingchan.


"Tunggu biar aku memeriksanya terlebih dahulu." Segera Xiao Ying mengambil sesuatu dari cincin penyimpanan, dan meletakkannya ditangan Hao Chen.


Setelah itu sinar cahaya yang mendalam segera terpancar dari alat itu, dan ekspresi Xiao Ying segera kaku, tapi setelah itu dia tiba-tiba tertawa senang.


Sembari mengelus-elus rambut Hao Chen, Xiao Ying berkata, "Hahaha...ternyata kau benar-benar putra senior Li, pantas saja kau sangat mirip dengannya dari segi penampilan, dan sikap."


Kegembiraan segera pecah, sementara itu mereka semua termasuk Hao Chen, tidak memahami maksud perkataan Xiao Ying yang membuat mereka bertanya-tanya.

__ADS_1


"Anu...apa yang anda maksud bibi?" Hao Chen bertanya.


"Hem...sikap dingin dan mendominasi, serta tak kenal ampun. Aku benar-benar bernostalgia saat bertemu denganmu." Xiao Ying segera memberikan jawaban yang membingungkan.


"Hah?" mereka berdelapan hanya bisa pasrah melihat perasaan bahagia muncul diwajah ibunya Ling Feng, lagi pula tidak baik mengganggu suasana hatinya.


"Kemari...kita duduk terlebih dahulu." Xiao Ying segera mengajak mereka semua untuk duduk, tapi sempat ada ekspresi tak berdaya diwajahnya, seperti dia baru mengigat sebuah bencana.


Disaat yang sama Su Yao segera mendekati Hao Chen, dan bertanya, "Sepertinya hubungan ibumu dan ibunya Ling Feng sangat dekat, tapi kenapa tadi aku sempat melihat ekspresi tak berdaya diwajahnya?"


"Aku tidak tau, mungkin bibi Xiao telah mengetahui kondisi ibuku. Jika dibandingkan dengan orang-orang yang aku temui, dia merupakan salah satu orang yang sangat dekat dengan ibuku." Jawab Hao Chen sambil tersenyum pahit.


"Begitu ya..." Su Yao segera berhenti bicara, dan memegangi tangan Hao Chen yang terlihat murung.


"Baiklah aku akan langsung saja menanyakan hal ini, berada diranah apa tingkat kultivasimu sekarang?" tanya Xiao Ying dengan tatapan serius.


"Saat ini aku berada ditingkat dewa sejati, dan setengah langkah menuju keranah dewa kelas satu atau bisa disebut dewa super." Jawab Hao Chen sambil menelan ludah kering.


"Sepertinya aku dapat memberitahu kondisi kedua orangtuamu padamu sekarang." Ucap Xiao Ying dengan serius.


"Baiklah aku akan mendengarkannya." Hao Chen meresponnya dengan serius.


"Aku tau kau saat ini sedang mencari keberadaan orangtuamu, tapi aku mendapatkan informasi ini sekitar enam bulan yang lalu. Saat itu kedua orangtuamu berada disebuah planet bernama bulan air yang terletak diujung domain bintang Galaxy Star God, namun untuk saat ini aku tidak tau apakah mereka masih disana atau tidak, tapi yang jelas kondisi mereka saat ini baik-baik saja." Ucap Xiao Ying sambil memejamkan matanya.


"Mereka telah berada diujung Domain Galaxy Star God?! sudah berapa kali ayah dan ibuku bersembunyi, dan melarikan diri!" amarah yang kuat segera muncul dihati Hao Chen, apalagi setelah mengetahui jika kedua orangtuanya telah banyak mengalami hal buruk.


Tidak hanya itu Xiao Ying juga menjelaskan beberapa hal tentang kondisi kedua orangtuanya, dimana mereka sedang dikejar-kejar oleh kaisar dewa iblis matahari, Sun Tianzong yang merupakan pemimpin Istana iblis ke-12.


Pembicaraan tersebut terdengar singkat, tapi informasi yang diperoleh oleh Hao Chen sangat banyak, jadi Hao Chen sudah cukup memiliki modal untuk mencari kedua orangtuanya.


Namun Xiao Ying memperingati Hao Chen agar dia mulai mencari orangtuanya ketika sudah mencapai ranah dewa kelas satu, dan Xiao Ying juga mempertegas agar Hao Chen tidak ceroboh.

__ADS_1


Setelah membicarakan soal kondisi kedua orangtuanya, Xiao Ying tiba-tiba tersenyum tipis melihat sosok Hao Chen.


"Sepertinya aku telah memberikan informasi yang aku ketahui. Nah bagaimana jika kau menceritakan kondisi orangtuamu ketika kau masih kecil dulu?" Tanya Xiao Ying dengan mata berbinar-binar.


__ADS_2