The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 242. Wilayah pencerahan


__ADS_3

Hao Chen dan Su Yao menghabiskan waktu selama tiga hari untuk beristirahat serta memulihkan kondisi, kadang kala mereka akan keluar dan berkeliling kota hujan untuk menenangkan diri.


Walaupun mereka dilihat seperti pasangan yang sempurna, tapi secara tidak sadar Hao Chen dan Su Yao masih malu-malu untuk mengungkapkannya, bahkan mereka seperti sengaja menekan emosi dihati mereka.


Meskipun Hao Chen memiliki ingatan dua dunia, dia masih tidak memiliki banyak pengalaman tentang masalah cinta, ditambah lagi dia sepertinya memang benar-benar masih belum berfikir kearah tersebut.


Tapi sosok Su Yao seakan-akan telah tercetak jelas dihatinya, maka dari itu Su Yao merupakan satu-satunya gadis yang membuat dia bahagia.


"Ngomong-ngomong apakah akan ada banyak orang diwilayah pencerahan?" tanya Hao Chen yang terbang dengan mengimbangi kecepatan Su Yao.


"Em, ditempat tersebut pasti akan ada banyak orang-orang yang berasal dari berbagai penjuru dunia, entah itu dari kekaisaran manusia ataupun alam dewa." Jawab Su Yao yang terlihat sedang memperhatikan sesuatu.


Mereka berdua telah terbang selama dua hari penuh dengan kecepatan yang tinggi, walaupun sebenarnya Hao Chen harus mengimbangi kecepatan Su Yao.


Tapi Hao Chen juga sedikit gelisah tentang kondisi Su Yao, karena asal kekuatan garis darahnya bukan Naga emas biasa, namun benar-benar disebut sebagai Kaisar Naga emas legendaris.


Bahkan Tianlong yang dijuluki sebagai Naga Absolute saja mengakui keberadaannya. Tianlong juga sempat berkata jika kekuatan Kaisar Naga emas sangat liar dan penuh dengan kehancuran, tapi kekuatannya sanggup membuat seluruh alam semesta ketakutan akan kekuatannya.


Namun Tianlong juga sempat mengatakan jika ada dua periode dimana seseorang yang memiliki kekuatan Kaisar Naga emas akan mengalami keliaran. Jika itu berada ditubuh manusia mereka akan terus mengamuk sampai sebuah planet ataupun galaksi hancur, bisa juga dengan kondisi tubuh mereka yang tidak sanggup menahan kekuatan yang masuk.


Seperti sebuah kemampuan yang akan dimiliki oleh mahluk hidup yang memiliki garis darah Kaisar Naga emas, dimana kemampuan itu akan membuat seseorang terusan menjadi kuat ketika mereka terus membunuh.


Kemampuan tersebut jelas mengerikan, tapi siapapun yang menggunakannya akan kehilangan akal sehat dan menyerang siapapun yang ada dihadapannya.


Karena hal ini Su Yao akan berkemungkinan melewati periode yang mengerikan seperti ini, tapi kadang kala Hao Chen juga sedikit bingung tentang identitas keluarganya.

__ADS_1


"Kalau boleh tau, apakah tidak apa jika kita tidak langsung menuju kedalam cobaan dewa Pembantaian?" tanya Hao Chen dengan penasaran.


"Kau tidak perlu khawatir sebab cobaan dewa Pembantaian akan dibuka dalam satu bulan ke depan, jadi selama kita menelusuri Alam Permaisuri Giok. Akan ada waktu luang untuk menunggu cobaan dewa Pembantaian terbuka." Jawab Su Yao sambil tersenyum.


Hao Chen segera mengangguk paham dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke Wilayah pencerahan, ketika mereka mulai mendekati tujuan mereka segera disambut oleh hamparan hutan yang diselimuti oleh aura gelap, seperti menyimpan banyak sekali bahaya didalam hutan tersebut.


Kemudian mereka segera melihat sebuah gunung yang terdapat tiga gerbang raksasa, setiap gerbang memiliki bentuk dan warna berbeda, hijau gelap, biru gelap, dan merah darah.


"Sepertinya kita sudah sampai, lihat yang ada didepan mu itu adalah akses masuk cobaan dari tiga dewa pembantaian." Ucap Su Yao yang segera memperlambat gerakannya.


Hao Chen segera mengangguk dan mencoba untuk menggunakan kesadaran spiritualnya untuk memindai wilayah pencerahan ini, benar saja ketika dia mencoba untuk menyelidiki sekitar gerbang tersebut, ada Kekuatan yang mengerikan segera menghalangi kesadaran Ilahinya.


"Apa yang kau dapatkan?" tanya Su Yao, karena dia juga menyadari jika Hao Chen sedang memindai wilayah pencerahan.


Sebenarnya Su Yao tidak terlalu berharap jika Hao Chen dapat melakukannya, karena dia mendengar kabar jika ada seseorang yang dengan sombongnya mencoba untuk memindai area tersebut, dan segera berakhir dengan cara yang mengenaskan.


"Tapi kali ini aku cukup yakin jika gerbang tersebut akan terbuka sekitar satu bulan ke depan." Ucap Hao Chen dengan yakin.


"Baguslah, ayo aku dengar ada sebuah kota yang sangat dekat dengan gerbang tersebut." Su Yao segera menunjuk ke arah sebuah kota yang berjarak cukup dekat.


Hao Chen tidak bicara, dan segera mengangguk setuju.


Wilayah pencerahan disebut sebagai wilayah yang sangat keras diseluruh alam dewa, bahkan semua penduduknya adalah seorang kultivator yang memiliki kekuatan yang cukup hebat.


Tapi ditempat ini tidak ada yang boleh sembarang menyinggung seseorang, karena banyak kultivator yang sangat kuat kadang kala menjadi seorang penjual ataupun pekerja sederhana, dikatakan mereka melakukan hal tersebut untuk dijadikan sebagai media penenang hati.

__ADS_1


Bahkan ketika Hao Chen memasuki kota yang disebut sebagai kota Ho, dengan menggunakan metode rahasia dia telah menemukan jika banyak orang-orang yang mencapai ranah dewa awal berkeliaran bebas disini, bahkan banyak dari mereka yang bekerja sebagai pedagang atau pendiri restoran dan pemilik penginapan.


"Oh! aku baru sadar, kapan kau akan pergi ke Alam Permaisuri Giok?" tanya Hao Chen sambil menemani Su Yao berkeliling.


"Kita akan istirahat sekitar satu hari, lagi pula kita tidak perlu terburu-buru untuk melakukannya..." Jawab Su Yao sambil mengedipkan matanya.


Tapi Hao Chen segera menemukan sebuah kejanggalan ketika mengamati kondisi sekitarnya, karena seharusnya Su Yao akan menarik banyak perhatian orang-orang, terutama para pemuda yang menginginkan kecantikan.


"Aneh?"


Hao Chen segera mengamati kondisi Su Yao, sampai dia menemukan ada sebuah mantra yang sangat kuat disekitarnya.


"Ini...bukannya mantra penyamaran? tapi kenapa aku malah bisa melihat wujud aslinya? batin Hao Chen yang penuh dengan pertanyaan.


"Apakah kau baru saja menyadarinya?" tanya Su Yao secara tiba-tiba.


"Jadi kau selama ini menyembunyikannya? tapi kenapa aku malah bisa melihat wujud aslimu?" Hao Chen segera melebarkan matanya.


"Hehehehe...sebenarnya ini adalah mantra yang nenekku buat, karena takut akan terjadi masalah padaku karena penampilanku, dia mengajariku mantra ini. Namun aku akan sedikit mengistimewakan khusus untukmu, karena kita sudah sangat dekat, aku tidak mempermasalahkannya." Ucap Su Yao dengan senyum penuh makna.


Karena hal itu Hao Chen segera tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan dia nampak seperti orang bodoh yang tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan.


"Sudah! Sudah! ayo kita berkeliling dan beristirahat dulu, AYO!" Ucap Su Yao penuh semangat.


Su Yao segera merangkul lengan kekar Hao Chen dan menariknya agar mau ikut bersantai, sementara itu Hao Chen hanya bisa pasrah dengan hal ini.

__ADS_1


__ADS_2