The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 192. Lantai kesepuluh alam petir


__ADS_3

Kemudian Hao Chen yang saat ini sedang menghadiri kelas terus memikirkan jalan latihannya nanti, sebab hari ini dia akan mencoba untuk mendatangi lantai kesepuluh alam petir untuk melatihnya.


Namun seringkali Hao Chen berfikir jika dia harus melakukan terobosan ketingkat berikutnya yaitu dewa, tapi kadang kala juga Hao Chen merasa jika masih ada yang kurang dalam dirinya.


Maka dari itu Hao Chen memutuskan untuk menunda terobosannya sampai dia merasa cukup yakin untuk menerobos dan menghadapi petir bencana.


"Jumlah poin yang aku miliki sudah sangat banyak, jadi untuk lama waktu yang bisa aku gunakan, aku tidak memiliki masalah." Batin Hao Chen yang melihat sekitar kelas.


Dimana ada beberapa orang yang tidak hadir yaitu, Zhou Yuan, Ling Feng, Xie Yu, Qi Zijing, Qian Ziwei, dan Meng Zhu. Mereka yang terpilih menjadi peserta turnamen sedang melakukan latihan intensif, maka dari itu pihak akademi memberikan izin pada mereka untuk tidak menghadiri kelas.


Setelah pelajaran selesai Yiyi segera berkata, "Baiklah sebelumnya aku ingin memberi tahu pada kalian, jika ujian kenaikan kekelas lima akan segera dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan lagi. Karena ujiannya adalah pertarungan satu lawan satu untuk masing-masing kelas, maka aku harapkan agar kalian bisa memaksimalkan kemampuan kalian, sebab dalam ujian kali ini tidak ada yang namanya kerjasama namun kalian harus bergantung pada diri kalian masing-masing."


Sontak seluruh kelas menjadi senyap dan suasana suram muncul diseluruh kelas, dapat dilihat dari wajah mereka ada tatapan tajam seperti mengincar mangsanya.


Sementara itu Yiyi hanya tersenyum tipis dan keluar dari ruang tersebut tanpa memperhatikan sifat liar dan agresif yang disimpan oleh para murid, mungkin karena ujian kenaikan kelas kali ini adalah pertarungan satu lawan satu dengan orang sesama kelas.


"Semoga saja kau tidak menjadi lawanku." Ucap Su Yao yang segera melirik kearah belakang.


Melihat ekspresi serius Su Yao yang ingin bertarung dengannya, Hao Chen hanya segera tersenyum aneh dan segera berkata, "Hoho...bukannya aku yang harus mengatakan hal itu?"


Niat untuk berkelahi tiba-tiba menyebar ke seluruh kelas, dimana Hao Chen dan Su Yao menjadi pusat perhatian karena keinginan untuk bertarung yang mengerikan.


"Semoga saja aku tidak bertemu dengan salah satu dari mereka."


"Sial! kenapa mereka tidak ikut menjadi peserta turnamen? jika mereka ikut maka musuh yang kuat akan berkurang."


"Gawat jika aku bertemu dengan salah satu dari mereka."

__ADS_1


Mereka semua segera khawatir dengan dua sosok monster yang sangat kuat, ditambah lagi mereka berkemungkinan untuk bertarung dengan salah satu dari mereka.


"Hump! aku mau pergi latihan!" ucap Su Yao yang segera pergi.


"Eh? apakah aku telah mengatakan sesuatu yang salah padanya?" batin Hao Chen dengan wajah tak berdaya.


Sementara itu Su Yao segera memasang wajah cemberut dan menuju ketempat Xu Li untuk memulai latihan.


"Menyebalkan!" batin Su Yao sambil memikirkan wajah Hao Chen.


"Haciuh!!" secara tiba-tiba Hao Chen mendadak bersin ketika ia selesai bertelepotasi ketempat Lao Zu.


"Apakah kau sakiti wahai anak muda?" tanya Lao Zu dengan tatapan aneh.


"Tidak...Tidak! aku baik-baik saja." Jawab Hao Chen yang segera mengelengkan kepalanya.


"Baiklah ayo aku akan mengantarmu ketempat tersebut." Ucap Lao Zu yang segera membuat celah dimensi.


Tanpa ragu Hao Chen segera mengikuti arahan dari Lao Zu, dimana ketika ia keluar dari celah dimensi tersebut.


Tekanan yang kuat segera muncul, dimana Hao Chen disambut oleh awan hitam dan dentuman keras dari petir tujuh warna yang menyambar tanpa henti.


"Selamat datang didunia petir yang sesungguhnya." Ucap Lao Zu yang segera memperkenalkan dunia petir ini.


"Astaga walaupun dikatakan hanya mengandung 85% kekuatan asli dari petir bencana, tapi aku bisa merasakan tekanan hukum yang mengerikan dari tempat ini." Gumam Hao Chen yang menatap tempat tersebut dengan takjub.


"Tempat ini dibagi menjadi tiga wilayah dimana setiap wilayah memiliki kekuatan petir yang luar biasa, dimana wilayah awal memiliki kekuatan petir terlemah, tengah dengan kekuatan petir sedang, dan yang terakhir adalah yang terkuat." Ucap Lao Zu sambil menunjuk kearah hujan petir yang tak berujung.

__ADS_1


"Gulp*" Hao Chen hanya bisa menelan ludah ketika melihat hujan petir tersebut dengan matanya, dimana cahaya petir mengerikan membuat bulu kuduknya berdiri.


"Nah untuk awal-awal kau dapat mencoba area awal." Ucap Lao Zu.


"Baiklah aku akan mulai!" ucap Hao Chen yang segera terbang menuju tempat yang ditunjukkan oleh Lao Zu.


Dimana Hao Chen sebisa mungkin mencoba untuk mencari tempat yang bagus agar dia bisa mencoba untuk menempa dirinya, setelah beberapa saat mencari Hao Chen menemukan tempat yang merupakan pusat sumber petir diarea awal.


"Baiklah kita coba dulu." Batin Hao Chen dengan gugup.


"CTARRR...!"


Segera petir empat warna yang selalu muncul diwilayah awal mulai menyambar tubuh Hao Chen.


"Ugh! sakit sekali padahal ini baru wilayah awal." ucap Hao Chen yang segera menahan rasa sakitnya.


"Ctarrr... Ctarrr...Ctarrr...Ctarrr!"


Hujan petir mengerikan mulai terus menyambar tubuhnya tanpa ampun, setiap satu petir selesai petir berikutnya akan muncul lagi.


"Kau tau jika persyaratan untuk menggunakan wilayah petir ditempat ini, adalah orang-orang yang setidaknya mencapai level Dewa sejati 110, awalnya aku berencana untuk membuatmu menyerang. Tapi tidak aku sangka jika kau malah dapat bertahan dengan keras." Ucap Lao Zu yang segera menyipitkan matanya, melihat Hao Chen yang terus disambar.


"Dibandingkan dengan alat pemurnian tubuh yang ada didunia kecil yang aku milik, energi petir ini jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh alat pemurnian tubuh tersebut." Batin Hao Chen dengan perasaan senang.


Dengan tubuh Dewa tanpa batas, kekuatan fisik Hao Chen jauh lebih kuat dibandingkan orang lain, bahkan dengan kekuatan fisiknya sudah mencapai tahap dewa.


Namun walaupun begitu Hao Chen hanya bisa bertahan selama tiga jam dari hujan petir tersebut, dimana ia segera keluar dan memulihkan diri sebelum kembali masuk kedalam wilayah penuh dengan petir itu.

__ADS_1


Sementara itu Lao Zu hanya bisa tercengang melihat aksi gila Hao Chen, dengan perasaan bingung ia segera berkata, "Anak ini benar-benar sudah gila! pantas saja kekuatan yang dimiliki sudah siap untuk mencapai level Dewa, dimana tingkat kultivasi masih berada ditingkat 69 Soul Emperor. Sepertinya kerja keras yang dilakukannya benar-benar berbuah manis."


__ADS_2