
Setelah itu mereka berdua segera menunju ketempat Pohon yang terlupakan untuk mendengar kenyataan dunia ini, dan Hao Chen yang sudah lama mencari tahu pada akhirnya akan segera mengetahuinya.
Namun setelah mereka sampai, Hao Chen dan Su Yao sedikit kaget saat melihat sebuah pohon raksasa yang tidak memiliki daun ataupun memancarkan aura kehidupan, tapi yang membuat mereka kagum adalah keinginan untuk bertahan hidupnya.
Tidak hanya itu, kondisi disekitar pohon tersebut sangatlah gersang dan kering, perasaan yang menyedihkan disertai oleh niat untuk berjuang keras dapat dirasakan.
"Inikah pohonnya?" Su Yao bertanya.
"Sepertinya begitu, sebaiknya kita mendekatinya dulu." Hao Chen mendapatkan kesan baik terhadap pohon ini walaupun terlihat mati.
Selain itu, disekitar pohon yang terlupakan ini ada banyak pohon-pohon lain yang tumbuh subur bahkan menghasilkan energi murni, karena hal ini Hao Chen memahami kenapa pohon ini disebut sebagai Pohon yang terlupakan.
Lalu, ketika mereka berdua mendekati pohon tersebut perasaan sedih dan perjuangan dapat terasa dengan kuat, sehingga mereka dua terpengaruh oleh perasaan yang dipancarkan oleh pohon ini.
"Siapa kalian?" sebuah suara segera muncul dari pohon tersebut.
"Bisa bicara?" Hao Chen segera kaget dan mundur beberapa langkah.
Setelah untaian cahaya hitam segera mengelilingi mereka berdua seakan-akan sedang memeriksa kondisi mereka.
"Aku pikir siapa, jadi kalian sedang mencari kebenaran dunia ya?" pohon tersebut bertanya dengan perasaan bersahabat.
"I-Iya..." Hao Chen segera menunjuk rasa penasaran yang kuat.
"Baiklah kalau begitu, mungkin ini akan membuat kalian terguncang berat saat mengetahuinya, terutama saat aku memeriksa keadaan kalian." Pohon itu memperingatkan mereka berdua.
"Aku menyakini hal ini!" ucap Hao Chen secara langsung.
"Aku juga ingin mengetahuinya juga, karena lebih mengetahui banyak hal dari pada tidak sama sekali." Su Yao sedikit santai dengan perasaan bercampur aduk.
"Itu keputusan kalian, baiklah kalau begitu masuklah."
Setelah itu muncul sebuah portal hitam legam didepan pohon yang terlupakan, dan itu memancarkan perasaan akrab.
__ADS_1
"Huh...baiklah ayo masuk." Hao Chen segera melangkah masuk.
-
-
Setelah Hao Chen memasuki portal tersebut, tapi yang membuatnya terkejut adalah dia segera disambut oleh kegelapan yang disinari oleh cahaya yang suram, walaupun Hao Chen dapat melihat suasana yang dirasakannya hanyalah kehampaan dan kesepian.
Lalu, gumpalan kegelapan segera muncul dihadapan Hao Chen, gumpalan itu mengelilinginya dengan rasa penasaran.
"Hem? ada seseorang disini? menarik sekali, seseorang yang sudah berhasil melawan takdir yang direncanakan, tidak aku sangka jika kau bisa bertahan sampai sejauh ini."
"Kau siapa?" tanya Hao Chen dengan tatapan bingung.
Gumpalan kegelapan itu segera menjawab dengan suara lembut, "Aku? ah...aku tidak begitu penting dalam kehidupan ini, aku hanya sebuah kumpulan bintang-bintang redup yang terlupakan, aku mewakili kesedihan, kebencian, kekecewaan, dan kepedihan yang terkumpul dari orang-orang yang tidak bisa hidup bebas."
"Kenapa begitu? apa yang sebenarnya terjadi? tidak bisa hidup bebas? apakah kehidupan harus seperti itu?" Hao Chen segera bertanya dengan terburu-buru, sebab dihatinya banyak sekali kejanggalan dan kepedihan yang sudah lama ditahan olehnya.
"Seharusnya tidak seperti itu, setiap orang memiliki takdir masing-masing dan mereka juga berhak untuk menentukan kehidupan mereka sendiri, tapi semenjak badai kehampaan yang melenyapkan sembilan puluh sembilan persen kehidupan, semuanya mulai berubah. Hukum Alam Semesta segera muncul untuk menciptakan kembali segalanya yang telah hancur oleh kehampaan."
Hao Chen sangat terkejut saat mengetahui jika ras Saint Race tenyata berasal dari era penciptaan, dan lagi mereka sanggup menahan bencana badai kehampaan yang hampir menyapu bersih alam semesta saat itu, tapi apa hubungannya dengan kehidupannya dengan mereka?
"Ngomong-ngomong kalau boleh tau, apakah tau tentang Shen Jiu?" tanya gumpalan tersebut.
"Shen Jiu? Dewa Iblis Terkuat dialam semesta?" Hao Chen berkata dengan bingung.
"Ternyata julukannya sangat mengerikan, tapi apakah kau tau asal-usul sebenarnya dari Shen Jiu? dan kenapa dia bisa menjadi musuh alam semesta?" tanya gumpalan tersebut.
Hao Chen segera menjawab, "Tidak, aku sendiri masih sangat minim informasi tentang dia."
"Shen Jiu, naga berkepala sembilan yang merupakan sosok pemusnahan dan perusak sekaligus mewakili kebencian dan kepedihan dari orang-orang diera tersebut, kelahirannya menjadi tanda betapa menderitanya orang-orang diseluruh alam semesta."
"Apa?! tapi apa yang sebenarnya terjadi diera setelah hancurnya era penciptaan?" tanya Hao Chen dengan terkejut.
__ADS_1
"Saat itu ras Saint Race sangat mendominasi dengan pengetahuan dan keterampilan diera penciptaan, mereka memperbudak ras-ras lain yang dianggap tidak penting Dimata mereka, bahkan nyama ras-ras lain dianggap sebagai mainan oleh mereka. Penderitaan yang tidak terhitung jumlahnya berkumpul menjadi satu, dan segera menciptakan sosok yang dianggap sebagai sosok pemusnahan, Naga Berkepala Sembilan Shen Jiu!"
"Shen Jiu saat hidup menderita dengan menyimpan kebencian dan kepedihan yang dialami olehnya, kedua orangtuanya mati dihadapannya, perbudakan dan penyiksaan yang dilakukan oleh Manusia Suci membuatnya terdorong untuk membalas dendam, karena dia terlahir berdasarkan kebencian dan kepedihan seiring berjalannya waktu kekuatannya meningkatkan drastis, tapi dia harus menanggung beban yang berat dipundaknya, menahan kepedihan, kesedihan, penderitaan, dan banyak sekali halangan yang harus dia lewati."
"Ketika waktu penetuaan dimulai, Shen Jiu berhasil memusnahkan lebih dari sembilan puluh persen kehidupan ras Saint Race, dan tidak hanya itu Hukum Alam Semesta yang memiliki hak untuk menjaga keseimbangan juga ikut dihancurkan olehnya, kebenciannya tidak hanya pada ras Saint Race tapi juga Hukum Alam Semesta yang saat itu bertindak tidak adil."
Hao Chen benar-benar syok setelah mendengar kenyataannya, ras Saint Race adalah asal-usul dari bencana yang menimpa seluruh alam semesta, dan tidak hanya itu Hukum Alam Semesta juga dari awal memang tidak pernah bersikap adil.
"Namun Shen Jiu harus berakhir dengan tersegelnya dia dan dibuang kedalam kehampaan yang dalam untuk selamanya, tapi saat itu dia berhasil menghancurkan banyak akses penting milik ras Saint Race, dan juga membuat otoritas Hukum Alam Semesta berkurang drastis, serta menghancurkan Dunia Sembilan Surga yang juga merupakan salah tujuan utama Shen Jiu."
"Tapi ras Saint Race sangatlah pintar, salah satu Dewa terkuat dari ras mereka segera melakukan kesepakatan pada Hukum Alam Semesta untuk menciptakan kembali Dunia surga, dan memperkuat posisi mereka dialam semesta, tidak hanya itu Hukum Alam Semesta yang telah mendapatkan akal dan emosi juga berencana membuat kekuatannya meningkatkan lagi agar otoritasnya menjadi lebih kuat."
Hao Chen sedikit bingung dengan perkataan gumpalan hitam tersebut, sebab dari mana Hukum Alam Semesta bisa mendapatkan akan dan emosi?"
"Kalau begitu, apakah ada alasan kenapa Hukum Alam Semesta bisa mendapatkan akal dan emosi?" tanya Hao Chen dengan penasaran.
"Saat itu dimana ketika Shen Jiu memporak-porandakan Dunia Saint Race dan Hukum Alam Semesta, salah satu Dewa terkuat saat itu menemukan sebuah celah agar bisa menyatu dengan Hukum Alam Semesta yang merupakan sosok mutlak dialam semesta, sayangnya Dewa dari ras Saint Race tersebut gagal total ketika ingin menyatu dengan Hukum Alam, tapi karena itu mereka justru membuatnya mendapatkan emosi dan akal."
Mendengar hal tersebut membuat Hao Chen menyeriyit dengan kesal, ras Saint Race pintar sekali dalam mencari masalah.
Tapi dengan hal ini membuat Hao Chen tau siapa musuhnya dan siapa yang bisa dianggap sebagai teman, namun fakta ini tidak cukup untuk menjawab pertanyaannya selama ini.
"Hah...sepertinya kau memiliki mentalitas yang sangat kuat sampai-sampai bisa beradaptasi dengan informasi yang aku berikan. Jadi kau ingin mengetahui alasan mengapa kehidupanmu terasa diatur, dan kenapa kau selalu ingin dilenyapkan oleh Hukum Alam Semesta bukan?" tanyanya dengan perasaan berat.
Hao Chen tidak menjawabnya, tapi ekspresinya sudah lebih dari cukup menunjukkan keinginannya yang benar-benar ingin mengetahuinya.
"Sebenarnya aku cukup terkejut saat melihat takdirmu yang merupakan sosok pemicu, dan juga seharusnya kau sudah mati bersama dengan wanita yang merupakan kekasihmu itu."
"Apa?!! kenapa kami berdua harus mati?!" tanya Hao Chen dengan kemarahan yang meledak.
"Sudah aku katakan jika kalian berdua alam pemicu untuk seseorang yang ditakdirkan menjadi seorang penguasa alam semesta dan dunia, saat aku memeriksa pengaturan yang dilakukan pada kehidupan kalian, aku cukup kaget karena kalian berhasil melawan takdir tersebut."
"Aku tidak tau terlalu jelas apa tujuannya, tapi kalian berdua harusnya mati saat orang-orang dunia luar menyerang, dan tujuannya adalah membuat salah satu teman kalian yang mengemban takdir penguasa dunia, namanya tidak salah adalah Zhou Yuan yang merupakan manusia suci dari ras Saint Race, bahkan kau sendiri juga dijadikan sebagai pemicu untuk ayahmu sendiri."
__ADS_1
"A-Apa kau bilang? jadi selama ini aku adalah seorang yang dijadikan sebagai pemicu untuk teman baikku dan juga ayahku?! lalu kematianku direncanakan agar membuat mereka terus maju!" Hao Chen segera syok berat saat mulai terbukanya kesimpulan yang menjadi pertanyaan selama ini.