The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 225. Melawan orang yang merepotkan


__ADS_3

Setiap orang yang mengepung Hao Chen dan Xu Mengyi memiliki kekuatan sekitar dewa awal dan Quasi God, jumlahnya juga bisa dikatakan sangat banyak.


"Hahahaha!! permaisuri giok Xu Mengyi yang terkenal sangat hebat dan bisa disandingkan dengan sang permaisuri es Li Qingchan, tapi sekarang dia sedang dalam kondisi sekarat." Ucap seorang pria tua yang ada ditengah-tengah mereka.


Setelah mendengar kata Li Qingchan ekspresi Hao Chen segera berubah menjadi serius, karena nama itu adalah milik ibunya.


"Kau Xiao Ping brengs*k!" gerutu Xu Mengyi dengan marah.


"Hahahaha! kau akan kami tangkap dan diserahkan pada kaisar Xiao diplanet bintang kuno, dan kami akan mendapatkan hadiah yang bagus dari kaisar." Ucap Xiao Ping dengan tawa menjengkelkan.


"Kaisar anjing itu tak akan pernah bisa menangkapku!" balas Xu Mengyi dengan marah.


"Berani-beraninya kau menghina kaisar kami!" Xiao Ping segera memasang ekspresi marah dan segera memerintahkan beberapa orangnya untuk menangkap Xu Mengyi.


Ekspresi bejat segera muncul dari orang-orang yang ingin menangkap Xu Mengyi, bahkan hasrat seksual mereka dapat dirasakan oleh Hao Chen dan Xu Mengyi.


Tapi ketika mereka ingin menyentuh Xu Mengyi, secara tiba-tiba tubuh mereka meledak oleh petir ungu.


Semua orang yang menyaksikan hal itu segera kaget dan syok berat, bahkan mereka baru saja menyadari kehadiran Hao Chen yang melepaskan tembakan petir ungu itu.


"Kau siap?! berani-beraninya kau ikut campur dalam urusan kami!" ucap Xiao Ping dengan kesal.


"Harusnya kau diam dan tunggu kematianmu!" kesadaran ilahi yang mengerikan segera menyebar ke sekitar.


"Sepertinya aku memiliki alasan yang jelas untuk membunuh kalian semua." Ucap Hao Chen yang segera mengeluarkan kekuatan aslinya.


Xiao Ping dengan pengawalnya segera kaget dan gemetar karena hal itu, bahkan Xu Mengyi juga segera merinding melihat hal itu.


"Sebenarnya aku tidak ini terlibat masalah, tapi kalian sendiri yang memintanya." Hao Chen segera mengeluarkan aura membunuh yang mengerikan.


Melihat hal itu Xiao Ping segera memerintahkan pengawalnya untuk menyerang Hao Chen, dimana ia juga ikut membantu.


Lalu secara tiba-tiba sosok singa yang sangat besar muncul dibelakang Hao Chen, singa itu memiliki bulu berwarna ungu dan memiliki sayap yang diselimuti oleh api ungu emas dan lagi memiliki tekanan yang mengerikan.

__ADS_1


"Manifestasi tubuh spiritual, Raja Singa Amethyst." ucap Hao Chen sambil tersenyum.


"ROARRRR!!!" Auman singa yang diikuti oleh gelombang api ungu segera membakar orang-orang yang telah berada diarena serangan.


"Apa-apaan itu sebenarnya?!" tanya Xiao Ping dengan panik.


Sementara itu Xu Mengyi kaget melihat sosok singa yang muncul dibelakang Hao Chen, dimana matanya segera terarahkan pada inti yang ada dibelakangnya Hao Chen.


"Itu Inti kristal roh? jadi dia berasal dari kekaisaran manusia, tidak hanya itu dia bahkan telah bisa mewujudkan Manifestasi tubuh spiritual?" Batin Xu Mengyi dengan kaget.


Bukan hanya itu Xu Mengyi segera bingung saat ini dilindungi oleh kekuatan misterius yang melindungi dirinya dari serang tadi.


"Kalian akanku bunuh dengan cepat, karena aku masih memiliki urusan." Ucap Hao Chen dengan tatapan dingin.


"Seni Suci Raja api ungu, Tsunami api ungu emas!"


Segera singa amethyst dibelakang Hao Chen meraung dengan keras dan segera memunculkan gelombang api mengerikan pada Xiao Ping dan orang-orangnya.


"Lari sejauh mungkin!" perintah Xiao Ping dengan keras.


"Tidak mungkin! dia bisa membekukan ruang dan waktu?!" mata Xiao Ping menunjukkan rasa tidak percayanya melihat pemandangan tersebut.


"Mati!" Kata Hao Chen dengan nada dingin.


"AAAAAAAA!!"


Dalam sekejap mereka semua terbakar oleh api yang sangat panas dan lagi tubuh mereka segera dibakar sampai tak tersisa apapun dari tubuh mereka, hal ini menunjukkan betapa panasnya api ungu emas yang dilontarkan oleh Hao.


"Tidak mungkin! aku saja akan membutuhkan waktu untuk membunuh mereka semua dengan kondisi primaku, api apa yang digunakan oleh anak itu?" tanya Xu Mengyi dengan bingung.


Sementara Hao Chen segera mendekati Xu Mengyi yang menatapnya dengan ekspresi ketakutan, mungkin hal ini adalah wajar karena Hao Chen membunuh mereka tanpa adanya ekspresi sama sekali.


"Kau mau apa padaku! ku ingatkan jika kau telah menikah!" ucap Xu Mengyi dengan takut.

__ADS_1


Lalu Hao Chen segera berkata dengan bingung, "Eh? siapa juga yang tertarik padamu, karena aku sendiri juga tau kalau kau adalah seorang ibu-ibu."


"Lalu kenapa kau menolongku?" tanya Xu Mengyi dengan curiga.


"Aku hanya penasaran sebenarnya apa hubunganmu dengan Li Qingchan?" tanya Hao Chen yang sedikit bersalah menyebut nama ibunya secara langsung.


"Dia adalah temanku, bahkan aku menganggapnya sebagai kakak perempuan ku!" jawab Xu Mengyi dengan senyum bangga.


"Ternyata bibi ini memiliki hubungan dengan ibuku ya? sepertinya menolongnya adalah pilihan yang terbaik." Batin Hao Chen dengan senyum puas.


Lalu Hao Chen segera mengeluarkan energi kehidupan dan kekuatan ilahi pada Xu Mengyi, sikapnya kini lebih ramah setelah mengetahui jika Xu Mengyi memiliki hubungan baik dengan ibunya.


Hanya dalam sekejap kondisi Xu Mengyi kembali kedalam posisi primanya, karena energi kehidupan yang melimpah dan kekuatan ilahi yang memulihkan kekuatannya.


"Kau menyembuhkan ku?" tanya Xu Mengyi dengan bingung.


Sementara itu Hao Chen hanya meresponnya dengan senyuman tulus, seperti dia menganggapnya sebagai bagian dari keluarganya.


Xu Mengyi hanya bisa memiringkan kepalanya melihat perubahan sikap Hao Chen padanya, tapi ia dapat dengan jelas merasakan jika kehangatan keluarga terpancar dari mata Hao Chen.


"Ngomong-ngomong bibi apakah kau akan langsung pergi?" tanya Hao Chen dengan khawatir.


"Bibi? kenapa dia memanggilku bibi?" batin Xu Mengyi dengan bingung.


Lalu Xu Mengyi segera menjawab, "Hah...aku harus kembali secepat mungkin, karena aku telah menyelesaikan tujuanku."


"Oh...baiklah kalau begitu aku juga akan melanjutkan perjalananku, aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu." Ucap Hao Chen yang segera pergi dengan senyum tipis diwajahnya.


"Ngomong-ngomong jika kau bertemu dengan Li Qingchan katakan padanya jika Hao Chen baik-baik saja!" kata Hao Chen sebelum pergi.


"Apa dia mengenal kak Li?" Tanya Xu Mengyi dengan penasaran.


Setelah terdiam beberapa saat dia segera pergi dari tempat itu dengan ekspresi penuh tanya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong umurnya hampir sama dengan putirku, jika dia bersama dengan putirku sudah seharusnya aku akan tenang. Apalagi jika ia benar-benar anak Li Qingchan." Ucap Xu Mengyi dengan senyum girang.


__ADS_2