
Untuk beberapa saat Hao chen mencoba mengkombinasikan Rantai surgawinya dengan berbagai serangan dan elemen.
Hasilnya pun sangat memuaskan untuk Hao chen, dengan begini Hao chen bisa menutupi keberadaan Rantai surgawinya nanti.
"Wow...artefak yang berasa seperti Martial soulku saja!" Hao chen dengan senang kembali menarik Rantai surgawinya.
Kemudian air mata dari seorang tirani mulai mengalir dimatanya, dan dia berkata seperti seorang bajak laut "Hahahaha...akhirnya aku memiliki artefak super kuat! dengan begini jika ada harta berharga lainnya maka aku bisa dengan mudah merampasnya...!"
"Baiklah saatnya mencari inti energi ilahi!" ucap Hao chen dengan serius dan tegas.
Lalu dia segera bergerak menuju ketempar dimana lokasi Rantai surgawi berada.
"Semoga saja benar bahwa inti energi ilahi berada ditempat itu." Hao chen dengan rasa semangat dia berlari dengan cepat.
Namun apa yang dia lihat benar-benar tidak sesuai dengan ekspetasi dan hal tersebut membuat dia tercengangnya bukan main.
"Mother f*cker, kenapa benar-benar berbeda dari yang aku bayangkan!" ucap Hao chen dengan wajah pucat.
Lalu seketika itu amarahnya meledak dan dia berkata dengan suara keras "Anjeng! bagaimana aku bisa menyerapnya kalau segede ini....!!!!"
Benar saja inti energi ilahi yang Hao chen lihat benar-benar sangat besar, bahkan ukurannya sebesar matahari yang sesunguhnya.
"Sial! ternyata tidak sesuai ekspetasi sama sekali! bagaimana aku akan menyerapnya kalau begini, dari auranya saja inti ini dapat dipastikan bahwa ini Inti energi ilahi sungguhan!" ucap Hao chen dengan keringat dingin diwajahnya.
Lalu secara tiba-tiba muncul sesosok pria tua dihadapan Hao chen, hal tersebut sontak membuat Hao chen kaget melihat kemunculan mendadak sosok tua itu.
"Salam kultivator muda nama aku Bai tianshi, aku adalah...."
Kemudian portal kecil berwarna emas ungu muncul dan Rantai surgawi segera muncul dan mengikat sosok tua tersebut dengan erat.
"Kau ingin membodohi aku atau kau malah ingin membodohi dirimu sendiri dasar anjeng kampung!" ucap Hao chen dengan nada kasar.
__ADS_1
"Apa-Apaan maksudmu ini! lepaskan aku dasar bocah!" Bai tianshi berusaha melepaskan diri dari Rantai surgawi tersebut.
Namun "AAAAAA...!" Rantai itu malah mempererat ikatannya dengan keras.
"Tidak tau malu sudah menjadi roh gentayangan masih saja bacot! aku tau tujuanmu apa."
Bai tianshi menjadi sunyi ketika Hao chen mengetahui rencananya.
"Kau mati karena berusaha mengambil Inti energi ilahi saat itu, namun sayang kau malah mati oleh benda yang sangat kau inginkan!"
"Betapa bodohnya hidupmu itu! keserahakan berlebihan akan membawa petaka! namun kau masih saja tidak menyerah dan berencana untuk mengambil tubuh orang yang berhasil mencapai tempat ini."
"Lalu ketika orang tersebut berhasil kau akan mengambil alih tubuhnya ketika dia lengah!" Hao chen dengan ekspresi menakutkan mulai mengeluarkan niat membunuh menakutkan.
"Sial dari mana kau bisa mengetahuinya!" Bai tianshi menjadi takut setelah mendengarkan analisa Hao chen.
"Banyak bicara sebaiknya kau mati saja!" Hao chen dengan segera menjentikan jarinya dan Rantai surgawi segera mengeluarkan api kesedihan.
"Kau hanyalah jiwa gentayangan dan kau tidak memiliki hak untuk mengaturku!" ucap Hao chen dengan keras.
Lalu secara tiba-tiba inti energi ilahi sebesar matahari mulai melakukan reaksi aneh pada tindakan Hao chen.
"Apa yang terjadi?!" tanya Hao chen dengan keringat dingin diwajahnya.
Kemudian inti energi ilahi segera memancarkan sinarnya kearah Hao chen dan tiba-tiba dia diangkut kesebuah dunia kosong dan hanya warna putih saja yang terlihat disekitar.
"Apa yang terjadi? dimana ini?" Hao chen menjadi bingung dan panik ketika dia dipindahkan sebuah dimensi aneh.
Lalu pertanyaan aneh muncul dibenaknya "Apakah kau percaya dengan adanya keadilan?"
"Tunggu apa ini? kenapa ada sebuah pertanyaan?" tanya Hao chen dengan bingung, karena secara tiba-tiba ada suara aneh dikepalanya.
__ADS_1
"Apakah ini sebuah ujian dari inti energi ilahi? kalau begitu maka akan aku jalani saja!" Hao chen pun menjadi tenang sekarang.
"Keadilan memang ada didunia ini, namun tidak berarti bahwa keadilan akan selalu adil. Keadilan dapat dibeli dengan apa pun asalkan sepadan dengan orang yang menentukan keadilan tersebut, hingga kondisi menimbulkan sebuah kebencian yang mendalam!"
"Yang kemudian kebencian tersebut membuat orang tersebut menjadi kuat dan terus menjadi kuat untuk membalas dendam atas perlakuan tidak adil tersebut." jawab Hao chen dengan nada tegas.
"Jadi apa arti keadilan dari penyataan kamu tadi?" suara yang sama segera bertanya kembali.
"Keadilan akan menimbulkan dendam dan dendam akan melahirkan kebencian, kemudian kebencian akan melahirkan kekuatan. Lalu kekuatanlah yang akan menjadi keadilan yang sesunguhnya!"
"Aku bersyukur dilahirkan didunia kultivasi, karena jika ada ketidakadilan yang menimpa diriku, aku hanya perlu berlatih menjadi kuat sampai bisa membalas dendam. Jika sebuah kerajaan memberikan ketidakadilan padamu maka hancurkan! jika sebuah negara memberikan ketidakadilan padamu maka musnahkan dan jika seluruh dunia memberikan ketidakadilan padamu maka lenyapkan!"
"Didunia yang aku pijak adalah dunia dimana kekuatan adalah segalanya, kekuasan, kekayaan dan koneksi hanya sampah dihadapan kekuatan absolute!" jawab Hao chen dengan penuh makna.
"Lalu apakah kau percaya dengan adanya perdamaian?" tanya suara misterius itu lagi.
"Tentu saja tidak! aku tidak percaya dengan adanya perdamaian!" jawab Hao chen dengan suara tegas.
"Kenapa?" tanya suara itu lagi.
"Banyak orang yang berpikir bahwa mereka dapat mencapai yang namanya kedamaian, tanpa adanya kematian dan membunuh. Perdamaian hanya membuat orang-orang menjadi bodoh dan tidak bisa berfikir, karena tiada perdamaian tanpa adanya perang."
"Kepercayaan, ideologi, sumber daya, tanah, dendam dan cinta sudah menjadi alasan cukup untuk menimbulkan perang. Hanya yang berhasil menang dari peranglah yang akan mendapatkan kedamaian sesunguhnya."
"Tidak ada yang namanya kedamaian didunia terkutuk ini. hanya kebencian dan peranglah yang akan muncul. Selama manusia ada maka kebencian dan perang akan tetap ada." jawab Hao chen dengan pemikiran yang kuat.
"Baiklah jawabanmu diterima!" ucap suara itu.
Kemudian cahaya menyilaukan segera menerpa Hao chen dan rasa pusing dikepalanya segera dirasakan olehnya.
Hao chen seperti ditarik kesebuah tempat yang aneh, dan ketika dia sadar....
__ADS_1