The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 240. Satu tempat


__ADS_3

Setelah Hao Chen menyelesaikan beberapa urusannya, dia segera pergi kekota hujan untuk memulihkan diri sebelum melanjutkan perjalanan.


Tapi sekarang dia harus mengalami sebuah masalah, dimana ketika ia akan memesan kamar di penginapan.


Ternyata sisa hanya ada satu saja, parahnya lagi kamar yang tersisa itu adalah kamar yang dikhususkan untuk pasangan.


"Anu...apakah benar-benar tidak ada kamar lain?" tanya Hao Chen dengan ekspresi tak berdaya.


"Itu benar, apakah memang benar-benar tidak ada kembar lain?" Sambung Su Yao dengan ekspresi tatapan aneh.


"Mohon maaf tuan, kami benar-benar tidak memiliki kamar lain dan hanya tersisa kamar tersebut." Jawab seorang resepsionis penginapan dengan gugup.


"Hah...kalau begitu aku akan mencari penginapan lain." Ucap Hao Chen yang langsung angkat tangan.


"Tapi sebelum itu aku ingin memberi tahu kalau saat ini aku benar-benar tidak memiliki uang." Kata Su Yao secara tiba-tiba.


Hao Chen segera membeku dan berbalik untuk menatap sosok wanita dibelakang, "Apa-apaan ini? bagaimana kau tidak memiliki uang sama sekali, bukannya kau sangat kaya?" tanyanya dengan keras.


"Sebenarnya sebelum aku berangkat aku membeli sebuah pil obat untuk terobosan ku nanti, kau harus tau kalau garis darah Naga emas ku sangat spesial." Jawab Su Yao dengan wajah memerah.


"Ini...Hah, baiklah aku yang akan bayar." Hao Chen segera memberikan sejumlah koin emas untuk pembayaran kamar.


Setelah menyelesaikan beberapa hal Hao Chen segera ingin berpamitan, tapi secara tiba-tiba Su Yao mencegahnya untuk pergi.


"Mau kemana kau?" tanya Hao Chen dengan tatapan buruk.


"Bukannya aku akan mencari penginapan lain?" Hao Chen segera tersenyum pahit melihat tatapan buruk Su Yao.


"Tidak! lagi pula kamar yang dipesan diperuntukkan untuk dua orang, jadi tidak ada masalah yang terlalu besar." Ucap Su Yao dengan ekspresi serius.


"Kau yakin dengan ini?" tanya Hao Chen dengan ekspresi terkejut.


Su Yao segera mengangguk dan menarik Hao Chen segera setelah mengambil kunci kamar, tapi resepsionis tadi justru menatap mereka berdua dengan aneh.

__ADS_1


"Apakah mereka bukan pasangan? tapi dari tingkah mereka aku yakin kalau mereka pasangan, tapi apakah mereka benar-benar tau arti dari kamar pasangan yang dimaksud ya?" tanya resepsionis itu dengan ekspresi bingung.


Benar saja ketika mereka membuka kamar, Hao Chen dan Su Yao segera membeku dan memasang ekspresi masam.


Karena apa yang mereka bayangkan tentang kamar pasangan sangat berbeda, kamar ini seperti didesain bagi sepasang kekasih atau suami istri yang baru saja menikah.


"Ini...sebaiknya aku benar-benar mencari penginapan lain saja." Ucap Hao Chen dengan ekspresi tak berdaya.


Tapi kali ini Su Yao segera mengelengkan kepalanya dan mendorong Hao Chen masuk, "Aku tidak mempermasalahkannya! lagi pula kita akan memiliki ranjang terpisah!" ucapnya.


Sementara itu Hao Chen segera linglung dengan sikap Su Yao yang tiba-tiba berubah, dimana dulunya dia sangat pemalu dan gampang memerah, tapi sekarang dia lebih dewasa dan anggun di umurnya yang sekarang.


Tapi kekaguman Hao Chen segera hilang setelah memasuki kamar tidur yang hanya diisi oleh satu kasur dan beberapa ornamen yang sangat romantis, belum lagi aroma wewangian yang sangat menggoda dan seperti membangkitkan gairah masing-masing.


"Sepertinya kita benar-benar salah arit dengan kamar pasangan, mungkin sebaiknya aku harus mencari tempat penginapan lain." Ucap Hao Chen yang ingin pergi.


Tapi Su Yao segera menggenggamnya dengan erat, seperti melarangnya untuk pergi dari kamar ini.


"Eh? kenapa demikian?" tanya Hao Chen dengan ekspresi tak berdaya.


Lalu Su Yao segera berkata dengan lembut, "Jika kau pergi dari kamar ini, maka akan ada gosip yang buruk akan dikatakan oleh para pengunjung, kau juga harus tau kalau ini adalah kamar yang dikhususkan untuk pasangan, jadi bagaimana respon orang-orang yang melihatmu pergi dari tempat ini?"


Hao Chen hanya bisa bingung dengan pernyataan Su Yao, karena hal ini diluar jangkauan pemikirannya.


"Jadi kau setuju untuk tinggal disini selama beberapa hari?" tanya Hao Chen dengan wajah memerah.


"Aku tidak mempermasalahkannya, lagi pula aku akan meditasi di atas sofa." Jawab Su Yao yang menyembunyikan perasaan malu-malunya.


Karena melihat Su Yao bersikeras Hao Chen segera pasrah dan segera setuju untuk tinggal bersama, setelah mereka melakukan hal penting Su Yao segera duduk bersila untuk bermeditasi.


"Ngomong-ngomong aku akan mandi dulu, tapi kalau kau ingin duluan aku akan mempersilahkan." Ucap Hao Chen yang akan masuk kedalam kamar mandi.


"Kenapa kau menawarkan hal itu padaku? apakah kau memiliki niat buruk padaku?" tanya Su Yao dengan senyum manis.

__ADS_1


"Hah?! kau pikir aku benar-benar berniat melakukannya?!" Ucap Hao Chen dengan wajah memerah.


Sementara itu Su Yao hanya tertawa pelan melihat ekspresi Hao Chen, karena hal itu Hao Chen segera mandi duluan.


"Padahal hanya beberapa bulan tak bertemu, tapi sikap dan pikirannya telah banyak berkembang." Gumam Hao Chen yang segera berendam di air panas.


Ketika memikirkan perubahan Su Yao yang tampak sangat dewasa, Hao Chen secara tiba-tiba terlintas seseorang.


"Sikap Su Yao sekarang sudah sangat mirip dengan kak Yu, tapi kalau aku perhatikan baik-baik Su Yao malah jauh lebih..."


Seketika wajahnya memerah dan dia segera menutup matanya.


Disisi lain Su Yao segera kesulitan untuk masuk kedalam kondisi meditasi mendalam, seakan-akan ada banyak pikiran yang terngiang-ngiang dikepalanya.


"Kalau kau tidak bergerak duluan, seseorang pastikan akan mendapatkan hatinya."


"Kau harus tau kalau dia adalah tipikal pria yang hanya akan mencintai seseorang gadis saja, jika ada orang yang duluan maka kau akan kehilangan kesempatan."


"Walaupun dia terlihat dewasa, pengetahuan tentang cinta sangatlah minim."


"Maka dari itu kau harus bertindak agresif dan lebih cepat."


"Walaupun kau menyembunyikan perasaan mu dariku, aku dapat menebak kalau kau memiliki perasaan padanya."


"Aku juga dapat jamin kau akan bahagia jika bersamaan dengannya."


Kata-kata dari neneknya Xu Li segera terngiang-ngiang dikepalanya yang menyebabkan dia kesulitan untuk berkonsentrasi, ketika dia membuka matanya.


"Aaaa! kenapa perkataan nenek terngiang-ngiang dikepala ku!" gerutu Su Yao dengan wajah memerah.


"Tapi apakah yang dikatakan oleh nenek itu benar, namun aku juga tidak tau apakah ada gadis lain yang telah mengerakan hatinya." Ucap Su Yao dengan wajah memerah.


"Siapa cepat dia dapat ya...kalau begitu bukannya aku harus bertindak jauh lebih cepat?" gumam Su Yao yang segera melirik kearah kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2