The Heaven Land

The Heaven Land
Chapter 285. Turun tangan


__ADS_3

Kehadiran dewa kelas satu membuat kelompok Zhou Yuan khawatir. Sebab dewa kelas satu memiliki kekuatan yang sangat besar, bisa menghancurkan gunung, dan membelah langit dengan sebuah tebasannya.


Bagi kultivator yang telah mencapai ranah dewa kelas satu, mereka bisa dikatakan telah menjadi bagian orang teratas diplanet tanah surgawi. Maka dari itu dewa kelas satu juga sangat sulit ditemukan.


Tapi apa yang disaksikan oleh Zhou Yuan dan lainnya, membuat bulu kuduk mereka berdiri tegak. Sebab ada sekitar sepuluh atau lebih orang dari aliansi sekte iblis yang telah mencapai ranah dewa kelas satu, sementara diantara mereka hanya Hao Yu dan Wei Gong baru mencapai setengah langkah menuju keranah dewa sejati.


Sementara itu Zhou Yuan menjadi khawatir karena kehadiran monster tua yang sangat kuat tersebut, bahkan dia sendiri mengacuhkan kehadiran Zhou Yan yang sedang dalam kondisi tak berdaya.


"Jangan kau berani mengalihkan pandanganmu dariku!!!" teriak Zhou Yan dengan marah.


"Kau sudah kalah, dan aku akan memberikan sebuah kesempatan agar kau membunuh dirimu sendiri. Sebab kau akan lebih menderita jika aku melakukannya sendiri." Ucap Zhou Yuan dengan tatapan dingin.


"Kau brengs*k!!" Zhou Yan meraung marah, energi malaikat jatuh segera meledak hebat, seluruh langit segera menjadi keunguan, udara bergetar ketakutan.


Orang-orang yang memiliki kekuatan dewa kelas satu hanya tertawa terbahak-bahak melihat sosok Zhou Yan.


"Hahahaha! sepertinya kita akan memiliki orang yang sangat kuat."


"Benar sekali...aku sendiri cukup terkejut ketika dia meminta secara langsung padaku, agar menjadikannya sebagai malaikat jatuh, dan menghancurkan segala kekuatan malaikat sucinya."


"Sepertinya kebencian terhadap putra dewa Zhou Yuan membuat kekuatan malaikat jatuhnya semakin dashyat, aku sendiri tidak bisa membedakan apakah dia masih manusia atau malaikat jatuh yang sebenarnya."


Sementara itu Zhou Yuan sedikit menyeriyit karena hal tersebut, segera elemen cahaya yang sangat murni mulai berkumpul disekitarnya, dan hal tersebut segera menghalangi kehadiran Kekuatan malaikat jatuh.


"Sepertinya dia membangkitkan Marital Soul malaikat jatuh yang sesungguhnya." Batin Zhou Yuan dengan perasaan tak menyenangkan.


Delapan sayap gelap segera muncul dibelakang Zhou Yan, mahkota berwarna ungu gelap seperti sebuah duri muncul dikepalanya, penampilan yang sangat agung dan kejam segera membuat semua orang terpaku melihat keatas langit.


"Zhou Yuan...mari kita lihat, malaikat suci mu atau malaikat jatuh ku." Ucap Zhou Yan dengan nada menantang.


"Sial! kekuatannya setara dengan Dewa awal, tapi aku memiliki keunggulan dalam atribut!" Zhou Yuan berseru dalam batinnya.


Pemandangan cahaya emas dan hitam segera menjadi fokus dilangit, mereka semua seakan-akan berhenti hanya untuk menyaksikan pertempuran kedua malaikat diatas.


"Sehebat-hebatnya kau, sekuat apapun tingkat kekuatan mu. Kau tetap tidak akan pernah bisa mengalahkan ku!" Ucap Zhou Yuan dengan tatapan dingin.


Cahaya emas segera berkilau diikuti oleh nyanyian Phoenix emas yang anggun. Melalui cahaya tersebut, sebuah pedang segera terbentuk.

__ADS_1


Pedang tersebut seakan-akan terbuat dari emas murni, dan dihiasi oleh permata yang sangat mahal. Aura kuat dari malaikat dan Phoenix menjadi satu pada pedang tersebut, bahkan sayap putih dibelakang Zhou Yuan segera berubah menjadi cahaya emas.


"SIAL! MATI SAJA KAU!!!" Zhou Yan segera melesat kearah Zhou Yuan dengan niat membunuh yang menakutkan.


"Tringgg!!!"


Pedang berwarna emas dan pedang berwarna ungu saling berbenturan, dua malaikat segera bertempur dengan intens. Orang-orang yang berada disekitar wilayah pertarungan mereka, akan mendapatkan pengaruh yang buruk.


Zhou Yuan menggunakan keahlian pedangnya yang dipelajari dari Hao Chen puluhan tahun lalu, dan dia berhasil menciptakan teknik pedangnya sendiri, ketika dia berlatih dengan Zang Wu.


"Jika dibandingkan dengan kak Chen, kemampuan berpedangku masih sangat jauh. Tapi untuk mengalahkan aman manja sepertimu, mudah bagiku!!!" Zhou Yuan berseru.


Elemen cahaya segera berkumpul disekitar Zhou Yuan, dan diikuti oleh api emas berkilau. Kedua elemen tersebut bersatu padu pada pedang Zhou Yuan, raungan Phoenix yang memecahkan udara membuat mereka yang memiliki garis keturunan burung ataupun ikan, gemetar ketakutan.


Disaat setelahnya sosok Phoenix emas yang memiliki kekuatan cahaya dan api murni muncul dibelakang Zhou Yuan, tekan yang sangat menakutkan segera muncul darinya.


Bahkan orang-orang yang memiliki basis kultivasi sekitar dewa kelas satu terpengaruh oleh hal tersebut. Tapi bukannya takut, mereka malah memasang ekspresi serakah, dan ingin mencuri Kekuatan tersebut.


Sementara itu Zhou Yan merinding melihat sosok Zhou Yuan yang seperti seorang dewa yang agung, tidak pernah ia berfikir dia memiliki keinginan untuk melarikan diri.


Tapi saat ini Zhou Yan benar-benar ingin melarikan diri, perasaannya mengatakan jika dia tidak pergi segera, dia akan mati.


"Sebaiknya kita menolongnya, lagi pula kondisinya tidak bagus. Dikarenakan evolusinya belum stabil, jangan sampai kita sia-siakan."


"Baiklah kalau begitu keputusan kalian."


Setelah berdiskusi panjang, orang-orang tua dari sekte iblis tersebut, memutuskan untuk turun tangan.


"Hey! kau jangan bertindak sombong dulu, apakah kau tidak menyadari kehadiran dewa kelas satu disini?" tanya seorang pria tua yang segera muncul disamping Zhou Yan.


Melihat hal tersebut Zhou Yuan sedikit menyeriyit, karena dia tidak sadar jika seorang pria tua yang memiliki kekuatan dewa kelas satu turun tangan, tapi tenaga yang dikumpulkan olehnya sudah cukup untuk membunuh Zhou Yan.


"Aku tidak tahu, apakah aku akan selamat atau tidak. Tapi aku akan mengorbankan banyak untuk satu serangan ini!!!" Ucap Zhou Yuan dengan penuh tekad.


Segera Zhou Yuan melepaskan tebasan pedangnya kearah Zhou Yan yang dilindungi oleh seorang pria tua, tanpa rasa takut dimatanya.


Awalnya pria tua yang memiliki basis kultivasi sekitar dewa kelas satu itu meremehkan serangan Zhou Yuan, tapi ketika serangan tersebut hampir mendekati dirinya. Dia menyadari jika terkena serangan tersebut akan sangat berbahaya.

__ADS_1


"BOOOMM....!!!"


Ledakan yang sangat menakutan segera terdengar, diikuti oleh nyanyian Phoenix emas bergema diudara. Setelah serangan tersebut, Zhou Yuan segera terjatuh dari udara dengan kondisi kehabisan tenaga.


"Ini...serang tadi benar-benar menguras energi, dan Kekuatan ilahiku. Apakah aku akan mati karena jatuh dari ketinggian?" Batin Zhou Yuan dengan tatapan tak berdaya.


"Zhou Yuan!!!" Meng Zhu dan Su Yan segera panik melihat sosok Zhou Yuan yang terjatuh dengan cepat.


Mereka ingin menolongnya, tapi saat ini mereka berdua masih menghadapi seorang musuh yang sangat merepotkan mereka.


"Dasar anak kepar*t!!! aku akan menyiksa jiwamu setelah aku mencincangmu!!!" pria yang menjaga Zhou Yan segera berteriak marah, dengan kondisi tubuh terbakar oleh api emas Zhou Yuan.


Segera setelah mengirimkan Zhou Yan pergi, dia segera melesat kearah Zhou Yuan dengan cepat. Energi iblisnya segera membentuk sebuah cakar raksasa yang dapat mengoyak tubuh Zhou Yuan dengan mudah.


"Kak Zhu!! cepat tolong dia, aku akan mengurus musuh-musuh ini." Ucap Su Yan dengan tegas.


"T...Tapi bagaimana denganmu?" Tanya Meng Zhu dengan khawatir.


"Jangan pikirkan aku! tolong saja dia!!" Su Yan berkata dengan marah dengan sikap plin-plan Meng Zhu.


"Kau mencintainya, dan dia juga mencintaimu. Lebih baik kau mengkhawatirkan keselamatannya, dari pada aku, sebab..." Tak berani mengungkapkan lebih banyak Su Yan segera bertarung melawan dua musuh sekaligus, dengan api Phoenix api yang membara.


Melihat keseriusan hati Su Yan, hati Meng Zhu segera sakit. Tapi dia segera menggunakan kekuatan Phoenix es nya untuk melesat kearah Zhou Yuan.


Baik itu Meng Zhu ataupun pria tua itu, mereka berjarak seimbang dengan Zhou Yuan. Tapi pria tua itu segera melancarkan serangannya dengan kuat.


"Kau pikir aku tidak mengetahuinya?" tanya pria tua itu dengan sinis.


"Tidak!!!" Meng Zhu berteriak histeris melihat serang tersebut mengenai Zhou Yuan.


Tapi dia segera dikejutkan melihat sebuah pelindung yang terbuat dari giok hijau keemasan yang melindungi Zhou Yuan, terlebih lagi Zhou Yuan sekarang melayang oleh sebuah kekuatan misterius.


"Pada akhirnya aku sendiri yang tidak tahan untuk turun tangan." Suara yang sangat indah segera terdengar disebelah Zhou Yuan.


Dimana mereka segera terfokus melihat sosok wanita yang sangat cantik, seperti seorang Dewi yang turun dari surga.


Sementara itu Meng Zhu terpaku melihat sosok wanita cantik tersebut, bahkan air mata diam-diam mengalir dari matanya yang cantik.

__ADS_1


"Kau...Kau...Kak Yao?" Meng Zhu bertanya dengan suara serak.


__ADS_2